ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 267.


Zain mendengar raungan leon dan leona yang membangunkan nya karena ketiga baby nya yang merengek ingin menyusu.


Zain membuka mata nya bangun dari tempat tidur menghampiri ketiga baby nya lalu memberikan nya pada ayris dengan perlahan .


Zain sama sekali tidak merasa repot saat harus membantu istri nya mengganti popok atau pun membantu ayris menyusui baby dengan sufor mau pun asi ayris.


Suasana pagi yang sangat hangat membuat ayris ingin tidur kembali setelah menyusui para baby namun ia ingat jika pagi ini leo akan menikah dengan diana .


" Sayang , kenapa tak tidur lagi ? Baby sudah tertidur kembali ."


Zain yang berniat menyelimuti ayris mengerutkan kening nya ketika ayris menolak suami nya .


" Tidak , leo akan menikah pagi ini . Aku tak mungkin melewatkan nya begitu saja."


Ucap ayris merentangkan kedua tangan nya seperti biasa meminta zain untuk menggendong nya .


" Jika lelah tak perlu menghadiri nya."


Ucap zain di sela sela langkah nya menuju kamar mandi .


" Tidak , bagaimana aku tidak menghadiri nya jika aku yang membuat mereka menikah ?"


Ucap ayris yang mengalungkan tangan nya pada leher suami nya.


"Eh,,, Menurut mu apa diana akan menerima leo ? kenapa aku was was diana menolak nya ? Jangan karena mu diana menerima nya ! Kasihan jika ia merasa tertekan. "


Ucap ayris yang baru saja menyadari kesalahan nya .


" Kenapa kau bilang sekarang sementara persiapan pernikahan sudah selesai bahkan hadiah pernikahan mereka sudah di persiapkan ?"


Ucap zain menutup kembali pintu kamar mandi setelah mendudukkan ayris di samoing bathup .


" Iya , semua karena kesalahan ku yang kesal melihat kesombongan kakek ."


Ucap ayris.


" Tapi aku juga melakukan semua itu karena melihat cinta di mata leo ."


Zain tak menjawab pernyataan ayris namun membantu nya dengan rutinitas mandi nya.


Zain sama sekali tak berubah meskipun istri nya baru beberapa hari melahirkan , ia tetap memanjakan ayris seperti biasa .


" Sudah lah . Diana bukan orang yang bodoh menolak pernikahan ini . Apalagi jika memandang ibu nya."


Zain menenangkan ayris yang terlihat gusar.


Beberapa saat setelah selesai , zain menggendong kembali ayris ke ruang wardrobe dimana berbagai pakaian tertata rapi di sana .


Ayris berjalan kesana kemari memilih pakaian yang akan ia kenakan .


" Sayang, kau semakin sexy setelah melahirkan ."


Ucap zain memeluk nya dari belakang lalu mengeringkan rambut ayris yang sedikit basah .


" Hmm,,,, Apa aku terlihat gemuk ? Kau tidak menyukai bentuk tubuh ku sekarang ?''


Ayris membalikkan tubuh nya mengalungkan tangan nya pada leher zain.


" Tidak , aku sangat menyukai nya. Apalagi bagian ini ,,,."


Zain memang sengaja menggoda ayris menyentuh kedua pantat ayris lalu meremas nya.


" Auwww,,,,. Sakit ,,,."


Ayris sengaja berteriak kesakitan meskipun sebenar nya menikmati nya.


" Beruntung aku baru saja melahirkan jika tidak sudah pasti kau akan menerkam ku ."


Bibir ayris yang mengerucut semakin membuat nya gemas .


" Hahahaha,,,, . Aku mencintai mu more than you know ."


Zain mengeratkan pelukan nya terhadap istri nya .


" I know."


Ayris membalas pelukan suami nya hingga tak terasa menitikkan air mata di sudut mata nya .


Ayris merasa haru dan bahagia menikah dengan lelaki yang begitu mencintai nya , memanjakan nya seperti seorang ratu . Ia tak tahu apa yang terjadi jika zain tak menculik nya dan memaksa nya menikah dengan nya .


Sedangkan ia tak mengetahui jika faizal telah mendua dan hanya memanfaatkan nya.


" Sayang , ayo kita turun ! Seperti nya semua orang sudah menunggu ."


Ucap zain melepas pelukan nya pada ayris namun di tolak oleh ayris.


" Hemm,,,,. Aku masih ingin memeluk mu , biarkan seperti ini sebentar saja ! Kau tidak akan tahu apa yang ku rasakan. "


Ucap ayris tak ingin melepas pelukan nya pada zain .


" Baiklah nyonya zain arijaya."


Zain yang sedikit menggoda istri nya akhir nya membuat ayris sedikit tertawa meskipun lirih .


" Hihihi,,,, . Nyonya zain arijaya , panggilan yang bagus."


Ayris melepas pelukan nya pada zain lalu menggandeng tangan suami nya menghampiri baby dan juga menunggu mira yang akan membantu nya membawa salah satu baby .


" Leon ,,, leona ,,, panggil mira kesini ! Dia lama sekali ."


Ucap ayris melihat ke arah pintu yang sudah terbuka namun semua orang di sibukkan dengan pernikahan sederhana yang di siapkan untuk leo .


" Aung,,,."


" Aung,,,,."


Leon dan leona mencari keberadaan mira sesuai perintah mommy nya menuruni anak tangga ke lantai satu .


" Aung,,,,."


" Aung,,,,."


" Aung,,,,."


" Aung,,,,."


Semua orang terkejut mendengar raungan keon dan leona terutama nenek wijaya yang baru kali pertama datang dan menginap di mansion cucu nya tersebut .


" Leon ,,, ada apa kau meraung seperti itu ? Kau butuh sesuatu ?"


Kakek arijaya yang melihat kesayangan cucu nya tersebut sengaja menghampiri leon namun tak di indahkan oleh leon yang terus berlalu meninggalkan kakek arijaya dan kakek wijaya.


" Ada apa dengan nya ? "


ucap Kakek wijaya pada kakek arijaya.


" Entahlah ,,,? Seperti nya mencari sesuatu ?"


Kakek arijaya mengangkat bahu nya ketika jakek wijaya bertanya pada nya.


" Aung,,,,."


" Aung,,,."


Leon dan leona masih saja meraung ketika mereka belum menemukan apa yang di cari.


Hingga membuat nenek arijaya kesal terhadap mereka .


" Hei,,,, kau tidak punya kerjaan ! pagi pagi menggemparkan se isi mansion ."


Ucap nenek arijaya pada dua kesayangan cucu nya tersebut.


Sama dengan kakek arijaya leon dan leona tak mengindahkan perkataan nenek arijaya.


Mereka berlalu mencari keberadaan mira dan meraung sepanjang jalan mereka.


" Aung ,,,,."


" Aung,,,,."


" Ada apa ma ? Kenapa mereka meraung seperti itu ?"


Mona yang datang dari arah dapur terkejut dengan suara raungan kedua harimau tersebut .


" Entah lah,,,? Mereka tak mengindahkan pertanyaan ku . Dua harimau itu hanya patuh pada menantu mu ."


Nenek jaya menghela nafas nya menjawab pertanyaan mona.


" Apaaaa,,,, patuh pada cucu ku ?"


Nenek maya terkejut mendengar pernyataan sahabat nya .


" He' em,,, ."


Nenek jaya menganggukkan kepala nya sedang kan mona dan nenek nata terkekeh geli mendengar keterkejutan nenek maya.


" Pantas saja , pemilik harimau nya tunduk karena ada pawang nya ."


Nenek nata ikut menimpali perkataan besan dan juga menantu nya tersebut.


" Hihihi,,,."


" Hihihi,,,."


Keempat nenek tersebut tertawa geli mengetahui jika ayris pengendali dua ekor harimau kesayangan zain .


" Aung,,,,."


" Aung,,,."


" Aung,,,,."


"Aung,,,,."


Pawang harimau yang sebenar nya yang membantu membersihkan leon dan leona terkejut mendengar dua harimau yang menjadi tanggung jawab nya meraung menggema menjadi sound system mansion.


" Aungggggg,,,."


" Aungggggh,,,,."


Karena lelah mencari mira tetapi tak menemukan nya leon dan leona meraung sangat keras .


" Miraaa,,,, huk,,huk,,,,."


Pak mus berteriak memanggil mira yang baru saja datang dari ruang hidroponik memetik bunga mawar kesukaan ayris .


Ucap mira memberikan bunga mawar pada nya lalu menepuk nepuk punggung nya.


" Kau harus ingat ! Umur mu sudah tidak muda , jangan berteriak seperti itu !"


Ucap mira .


" Kau sengaja menyindir ku ?"


Pak mus melirik pada mira setelah mendengar ucapan mira jika sudah tidak muda lagi .


" Bukan , aku hanya memberitahu mu."


Ucap mira mengambil kembali bunga mawar yang ada di tangan pak mus.


" Lihat lah ! Dua harimau itu mencari mu ."


Ucap pak mus ketika mira beranjak meninggalkan nya.


" Untuk apa mencari ku ?"


Mira heran ketika pak mus berkata dua harimau kesayangan nyonya nya mencari nya.


" Entahlah ? Aku baru saja melihat nya membuka kamar mu ."


" Apaaaa,,,, membuka kamar ku ? Aduh ,,, aku belum merapikan nya ."


Mira berlari menuju kamar nya yang ternyata sudah tertata rapi dan entah siapa yang menata nya .


Mira bangun kesiangan pagi ini setelah semalaman membantu nyonya membungkus kado untuk leo.


" Kenapa sudah rapi ? Siapa yang merapikan ?"


Gumam nya lirih namun masih terdengar di telinga .


" Siapa lagi kalau bukan calon suami mu ?"


Rian yang tiba tiba muncul dari balik pintu kamar mandi mengejutkan mira yang tengah memandangi setiap sudut kamar nya .


" Kau ,,,,.Kenapa ada disini ? "


Mira menarik paksa tangan rian keluar dari kamar nya ke taman belakang .


" Bagaimana jika tuan dan nyonya tahu ? kita akan di nikahkan secara paksa seperti tuan leo ."


Ucap mira .


" Bagus. Agar kau tak mengelak lagi menikah dengan ku ."


Rian mengedipkan sebelah mata nya yang kemudian berlalu meninggalkan mira yang diam membisu mendengar jawaban rian.


Tak berapa lama kemudian kedua harimau menemukan mira yang tengah diam membisu .


"Aung,,,."


" Aung,,,,."


Mira heran melihat kedua harimau yang menggigit baju nya lalu menarik nya untuk ikut dengan mereka.


" Ada apa ? nyonya mencari ku ?"


" Aung,,,."


" Aung,,,."


Kedua harimau tersebut meraung mengiyakan pernyataan mira .


Mira berteman dengan mereka ketika ayris sudah melahirkan.


Leon atau pun leona sering memanggil mira ketika ayris membutuhkan bantuan .


Mira yang akhir akhir ini sibuk tak selalu di tempat bahkan susah di hubungi lewat intercom.


Mira berjalan menaiki tangga menuju kamar ayris dimana leon telah berhasil menemukan nya.


" Nyonya memanggil saya ?"


Mira berhenti di depan pintu kanar ayris dan zain yang kebetulan pintu nya tidak tertutup .


" Kau lama sekali ? Cepat bantu aku membawa baby azka ! Aku tak ingin melewatkan acara pernikahan leo dan diana ."


Ayris menatap garang pada mira seakan menerkam mangsa nya.


" Baik, nyonya.''


Mira menghampiri box baby azka untuk menggendong nya.


Mereka ber enam turun ke lantai satu menaiki lift , zain tak ingin istri nya kelelahan dan sakit karena harus naik turun tangga .


Dikamar leo.


Mua yang membantu diana selesai tepat oada waktu nya .Diana tampak gugup dan gelisah membayangkan pernikahan nya dengan leo .


" Apa yang harus ku katakan pada ibu ? Bagaimana aku bisa bilang nyonya presdir menjebak ku ? "


" Sedangkan aku banyak berhutang budi pada mereka. "


"Tapi aku takut menjalani pernikahan ini , aku bukan dari kalangan mereka."


" Lalu bagaimana dengan harapan ibu ? Yang selalu menyuruh ku menikah , sedangkan dua menyukai leo."


" Huhh,,,,."


Diana masih bergelayut manja di alam pikiran nya tanpa memperdulikan keadaan sekitar nya .


" Diana,,,,."


" Apa kau tak menyesal menikah dengan ku ? Masih ada waktu untuk membatalkan semua nya ."


" Jika mungkin ada laki laki lain yang kau sukai ?"


Leo tak mendapat jawaban dari diana menoleh ke arah nya tampak diana yang memandangi diri nya sendiri di depan cermin.


" Diana ,,,, diana,,,,,."


" Baiklah , diam mu sudah memberikan jawaban untuk ku ."


Leo yang beranjak dari sofa berjalan melangkah kan kaki menuju arah pintu.


" Jawaban apa ?"


Diana yang telah kembali dari alam lamunan nya mendengar samar samar perkataan leo .


" Jawaban kau tidak ingin menikah dengan ku ."


Deg,,,,


Detak jantung diana berdegup kencang ketika mendengar perkataan leo yang seakan membuat nya jatuh ke dalam jurang yang terjal .


" Apaa,,, kapan aku bilang seperti itu ?"


Ucap diana pada leo .


" Apaaa,,,, jadi kau tak mendengarkan ku ? Kau sedang melamun ? "


Diana membalikkan badan nya memandang leo diam membisu tak menjawab pernyataan leo .


" Aku,,, aku,,,, aku sedang gugup ."


Diana menundukkan kepala nya tak tahu harus bicara apa karena pikiran nya sedang kacau.


" Kenapa ? Jika kau tak bersedia , aku bisa membatalkan nya. Aku tak ingin memaksa mu meskipun aku menyukai mu tapi aku tak ingin kau tertekan dengan pernikahan ini ."


Deg,,,,


Ucapan leo membuat detak jantung diaba berdegup lebih kencang ketika lekaki itu mengatakan jika ia menyukai nya.


" Aku takut menjelaskan pada ibu dan juga takut tak pantas menjadi menantu keluarga ini ."


" Aku juga bukan orang kaya seperti kalian , bagaimana jika kalangan masyarakat tahu jika istri mu tidak selevel dengan mu."


Diana menundukkan kepala nya setelah berkata demikian .


" Hahaha,, . Hanya itu ,,,? Dengar kan aku !"


Leo meraih kedua tangan diana mencoba menenangkan kegugupan nya .


" Aku sudah melamar mu ketika kali pertama datang ke rumah mu. Dan ibu menyetujui nya ."


" Kakek tidak mempermasalahkan status dari keluarga mana ? dari level mana ? Jika tidak , kakek tidak akan menyetujui permintaan kakak ipar ."


Leo kemudian memeluk diana dalam dekapan nya.


" Eh,,, kenapa jantung mu berdegup sangat kencang ?"


Ucap diana secara tiba tiba membuat leo menghela nafas kasar nya.


" Aku sedang gugup ."


" Kenapa ?"


" Aku baru kali pertama berpelukan dengan wanita."


Diana diam membisu mendengar perkataan leo yang juga membuat nya tertunduk malu karena baru kali pertama berpelukan dengan nya.


" Eh'em,,,,.Kakak,,, semua orang sudah menunggu ."


Chleo yang berada di ambang pintu secara mengejutkan bersuara membuat kedua nya malu ketika leo akan mencium diana.


" Hah,,,, mengganggu saja."


Leo berdecak kesal dengan kedatangan chleo .


" Mari kakak ipar ."


Chleo memapah diana meskipun perut nya sudah membesar yang tak lantas membuat nya bermalas malasan .


Diana tersenyum tanpa menjawab pernyataan chleo dan mengikuti nya untuk turun ke bawah .


Petugas catatan sipil juga sudah menunggu mereka apalagi ibu dina yang menunggu putri nya dengan rasa cemas .


Selama ini, diana selalu mangkir jika ibu nya menanyakan pasangan pada nya rasa kecewa yang di dapat namun kabar mengejutkan secara tiba tiba diana mau menikah membuat nya sangat senang dan bahagia.


Bersambung 😊😊🙏🙏