ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 242.


Setelah beberapa saat niki keluar dari toilet , ia pun segera melancarkan rencana cadangan nya yang pasti tidak akan gagal .


" Tenang niki ! rencana ini pasti tidak akan gagal ."


Gumam niki yang kemudian berjalan menuju ke tempat pesta kembali .


Sementara dave yang sesekali melirik pada lily hanya bisa menelan ludah kasar nya karena orang yang ia cari selama ini telah menjadi milik kakak nya.


Sedangkan zain menemui seseorang yang akan membantu nya melancarkan rencana nya .


Tak berapa lama muncul lah orang yang tengah di tunggu zain berada di depan nya dan tengah menghampiri nya .


" Tuan zain, bagaimana kabar anda ? Senang sekali bertemu anda di sini ."


Ucap seorang itu tak lain adalah jack .


Jack adalah anggota geng mafia redofil yang membuka usaha club malam .


Jack mundur setelah ketua pimpinan redofil meninggal karena pertempuran dunia bawah .


" Tuan jack , senang bertemu dengan anda ? Seperti yang anda lihat saat ini ." Ucap zain yang kemudian menjabat tangan nya dan sekedar memeluk nya .


" Siapa gerangan gadis ini tuan zain ? Apa dia kekasih anda ? Atau mungkin nyonya zain ? "


Jack yang menebak siapa gerangan perempuan cantik yang berada di samping zain .


" Hahahaha,,,, . Perkenalkan,,,, dia lily , partner bisnis dan juga bagian dari keluarga arijaya ."


Ucap zain memperkenalkan lily yang mana lily pun mengulurkan tangan nya untuk berjabat tangan dengan tuan jack .


" Senang bertemu dengan anda tuan ."


Ucap lily tersenyum pada jack.


" Senang bertemu dengan anda nona lily ."


Jack membalas uluran tangan lily .


Sekilas jack memandang tajam ke arah lily yang seperti nya membuat nya mengingat sesuatu di masa lalu .


" Aku seperti mengenal wajah ini tapi di mana ? Ah lupakan saja ! Mungkin dua salah satu pelanggan blue house ."


Gumam jack dalam hati .


" Ada angin apa seorang pengusaha ingin berbincang dengan seorang kecil seperti saya , tuan zain ?"


Ucap jack yang tak mau berbasa basi dan tak mau dituduh para kolega mau pun para pengusaha yang hadir sebagai penjilat.


Zain memberi isyarat pada lily untuk meninggalkan mereka berdua dengan alasan ingin pergi ke toilet .


Setelah lily agak menjauh dari mereka , barulah zain berbicara pada jack tentang sesuatu hal.


" Apa anda tak tertarik dengan Redofil ?"


Ucapan zain membuat nya tertegun dengan satu kata yang disebut zain yaitu geng mafia redofil .


" Apa maksud zain bicara seperti itu ?"


Gumam jack dalam hati .


" Tidak tuan zain , bukan kah anda sudah mengetahui jika saya sudah lama mundur dari geng itu ?"


Ucap jack yang tak ingin kembali mengenang masa silam yang menyebabkan guru besar nya meninggal .


" Apa anda juga tahu tuan jack jika redofil kembali beroperasi meskipun tanpa pemimpin pewaris ?"


Ucapan zain sekali lagi membuat jack tertegun mendengar nya bahkan merasa tak percaya .


" Apaaa,,,, redofil beroperasi ? Bagaimana mungkin ? Sedangkan lambang pewaris di berikan pada tuan wijaya .Siapa yang berani mengoperasikan nya ?"


Gumam jack dalam hati .


" Tuan wijaya telah menghilang sebelum pelantikan . Apa beliau sudah kembali ? Dan membuka lambang redofil ?"


Jack hampir saja ketahuan melamun oleh zain jika ia tidak cepat berpura pura meneguk minuman .


Zain tahu jika tuan jack tengah melamun mungkin memikirkan ucapan nya namun ia berpura pura tidak tahu .


" Maaf tuan jack , jika perkataan saya membuat anda tidak tenang . Sudah lah ,mungkin memang benar anda sudah tidak ingin mengetahui geng yang membesarkan anda selama ini ."


Ucap zain berpura pura berbicara demikian untuk menghilangkan kecurigaan jack .


" Saya ingin menawarkan sesuatu yang mungkin anda sukai ."


Jack yang segera tersadar dari lamunan nya karena perkataan zain terkejut dengan ucapan zain yang tak seperti biasa nya.


" Tawaran ? Hahahaha ,,,, . Apa anda serius dengan perkataan anda tuan zain ? Pengusaha terkenal seperti anda memberi tawaran pada saya dan pasti ada imbalan yang anda ingin kan ."


Ucap jack tertawa dengan perkataan zain .


" Tidak tuan jack , saya tidak meminta imbalan apa pun justru saya senang membantu anda menemukan seseorang yang anda cari selama ini ."


Zain yang mempunyai rencana tersendiri membuat jack melongo di buat nya .


" Benarkah ? Hahahaha,,,, . Berbaik hati sekali anda tuan zain , saya dengan senang hati menerima nya ."


Ucap jack yang terlihat penasaran dengan apa yang akan di tawarkan oleh zain .


Ketua mafia dunia bawah ini bukan orang sembarangan yang memberikan nya dengan cuma cuma.


" Lihat lah gadis itu ! Apa anda mengenal nya ? Saya akan membantu anda mendapatkan gadis itu tanpa imbalan apa pun ."


Ucap zain menunjuk dengan mata nya memberitahu pada jack .


Jack mengikuti arah pandangan mata zain dan betapa terkejut nya ia melihat sosok yang selama ini ia cari .


" Apaaaa ,,,, perempuan brengsek itu di sini !! Sekian lama kau bersembunyi akhir nya aku menemukan mu ."


Gumam jack dalam hati .


" Jika tidak karena kau tentu istri dan anak ku tidak akan celaka ."


Dengan tangan yang mengepal penuh dendam ketika memandang sosok niki.


" Aku akan mengirimkan nya pada mu tuan jack dan satu lagi ,,,, ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda . Lihat lah !"


Zain yang berbicara setengah berbisik pada jack membuat nya sedikit terkejut dan jack yang mendengar ada seseorang yang ingin bertemu dengan nya menoleh ke arah yang di isyaratkan zain pada nya .


" Tuan wijaya ,,,,."


Jack terkejut melihat seseorang yang berjalan ke arah nya dengan penuh senyum .


Wijaya yang bergandengan dengan istri nya menghampiri zain dan juga jack yang tak jauh dari mereka .


" Tuan wijaya,,,,."


Jack memberi hormat pada pewaris redofil dan hampir menitikkan air mata nya .


Wijaya merangkul jack dan memeluk nya sejenak .


" Saya baik tuan . Bagaimana dengan tuan ? Dimana anda selama ini tuan ? Maaf kan saya yang tidak bisa mempertahankan redofil tuan ."


Ucap jack .


" Hahahaha,,, . Tenanglah jack ! Aku baik baik saja . Cerita nya sangat panjang jack , berkunjunglah ke mansion ku untuk mendengar cerita itu ."


Ucap wijaya memberikan kartu bama berisi alamat rumah nya .


" Baiklah tuan , saya akan berkunjung ke mansion tuan .Mari tuan saya permisi dulu ! Dan tuan zain saya menunggu tawaran anda ."


Setelah berkata seperti itu jack pamit undur diri ketika ia melihat sosok surya yang hadir dalam pesta itu.


" Baiklah jack ,hati hati ! Aku menunggu mu ."


Ucap wijaya .


" Tentu tuan jack. "


Ucap zain meneguk minuman nya .


Setelah beberapa saat jack pergi tuan wijaya yang ingin berbincang dengan zain menantu nya harus menjauh terlebih dahulu dan berpura pura untuk tidak mengenal nya.


Beberapa orang kepercayaan masih memantau keadaan dan mengawasi setiap orang tanpa rasa curiga .


Sedangkan lily yang baru saja peegi dari toilet sengaja agak mendekat ke arah niki karena ia sempat melihat sekilas niki berbicara dengan seseorang di tempat yang agak sepi.


" Bagaimana ? kau sudah mendapatkan nya ?"


Ucap niki pada orang tersebut .


" Sudah bos , ini ,,,."


Orang itu lalu memberikan injeksi kecil tanpa membuat orang curiga .


" Bagus , pergilah!"


Ucap niki tersenyum puas tanpa memperdulikan apa pun di sekeliling nya .


Setelah orang tersebut pergi , niki kemudian menyembunyikan injeksi tersebut di tas genggam yang ia pegang .


" Baik bos ."


Jawab mereka singkat .


" Hahahaha,,,, zain zain ,,, dengan injeksi ini kau akan jadi milik ku ."


Ucap niki menggenggam injeksi tersebut.


Sementara lily yang bersembunyi ketika niki akan kembali ke pesta tersebut. Ia pun mengikuti kemana niki berjalan tanpa ada yang mencurigai.


Setelah sampai pada orang yang di tuju niki berada tepat di belakang zain yang tengah berbincang dengan beberapa teman dan rekan bisnis nya .


Niki yang sengaja mengambil posisi tepat di belakang zain segera mengeluarkan injeksi yang berisi entah cairan apa yang akan di gunakan niki untuk melumpuhkan zain .


Tak jauh dari sana leny yang mengawasi gerak gerik niki tengah meneguk minuman nya sedangkan lily yang mengejar nya dari toilet masih agak jauh dari sana.


Ketika niki hendak menyuntikkan injeksi tersebut lily yang mengetahui nya segera menggeser tubuh zain hingga injeksi tersebut mengenai pantat nya.


" Auww,,,,."


Lily segera menutup mulut nya dengan tangan nya .


Sementara leny yang tadi nya ingin menangkap pergerakan niki terhadang oleh tubuh lily yang tiba tiba muncul .


" Kau tidak apa apa ?"


Ucap zain yang menanyakan arti teriakan lily .


" Tidak , saya baik baik saja ."


Ucap lily menahan rasa sakit di pantat nya karena injeksi tersebut belum di cabut .


Di belakang mereka leny masih bertarung tangan untuk melumpuhkan pergerakan niki .


Pertempuran yang cukup lama membuat niki maupun leny memperlihatkan kemampuan bela diri tangan antara kedua nya berlangsung agak lama dan tanpa di ketahui oleh orang orang sekitar mereka.


Namun setelah beberapa saat leny bisa mematahkan dinding pertahanan niki dan mencabut injeksi tersebut kemudian membalas menancapkan nya ke pantat niki dan menekan nya agar cairan itu masuk ke dalam tubuh wanita itu .


" Auwww,,, ."


Niki yang sedikit berteriak memilih untuk menutup mulut nya karean kesalahan nya sendiri.


Dengan seketika zain menoleh pada nya begitu pun beberapa yang mengobrol dengan nya .


" Nona niki , apa anda baik baik saja ?"


Tanya zain yang melihat niki tampak meringis kesakitan .


" Tidak tuan zain .Saya baik baik saja , terima kasih atas perhatian nya dan saya pamit undur diri ."


Niki yang baru saja mengalami senjata makan tuan berpikiran harus segera meninggalkan tempat itu.


" Brengsek ,,!! kenapa ini bisa terjadi ? aku lupa tak membawa penawar nya ."


Niki yang segera berjalan meninggalkan tempat itu berjalan dengan sempoyongan .


Beberapa saat kemudian orang orang zain yang mengawasi pergerakan niki mengikuti nya secara teratur tanpa di curigai orang lain.


Niki yang terbang jauh ke angkasa merasa mata nya berkunang kunang merasa tidak kuat menjaga keseimbangan tubuhnya.


Brukk,,,,


Seorang yang bertubuh tegap menangkap tubuh niki dan membawa nya meninggalkan tempat tersebut.


Sementara lily segera pamit pada zain karena ia pun takut jika carian itu masuk ke dalam tubuh nya.


" Zain , aku harus pergi ."


Ucap lily pada zain.


" Baiklah , orang ku akan mengantar mu ."


Zain yang melihat kondisi lily sedikit khawatir namun ia memang sengaja membuat lily seperti itu .


" Tidak perlu zain, orang ku ada di luar ."


lily yang lergi meninggalkan zain tanpa memperdulikan orang lain memandang nta terus betjalan nenuju parkiran depan .


Sedangkan zain masih menikmati suasana pesta apalagi ada kakek wijaya karena mereka pun telah bergabung bersama.


Bersambung 😊😊🙏🙏😮