
Ayris yang baru saja keluar dari kamar mandi ke ruang ganti memilih pakaian yang sesuai dengan keinginan nya . Setelah itu ia ke meja rias , merias natural wajah imut nya dengan tidak terlalu tebal tetapi elegan .
Ayris kemudian mencari sang suami yang ia kira masih menunggu nya di kamar dan ternyata tidak ada sosok zain di sana . Ayris pun menyempatkan diri ke ruang kerja Zain tetapi juga tidak menemukan sosok yang ia cari .
Wajah yang semula ber binar kini berubah menjadi murung kembali , hingga seseorang yang memanggil nya membuyarkan sedikit lamunan nya .
" Nyonya , sedang apa anda di sini ? tuan sudah menunggu di bawah untuk sarapan ." Ucap orang itu yang tak lain adalah pak mus yang membersihkan dan merapikan ruang kerja zain .
" Aaaaaaaaahhh,,,, . Pak mus mengagetkan saja , Baiklah .!!" Ayris yang setengah berteriak karena terkejut melihat pak mus yang tiba tiba muncul di ruang kerja zain.
" Memang nya saya hantu !.ada -ada saja nyonya ini ." Ucap Pak mus dengan pelan namun terdengar oleh ayris .
" Haaaaaa ,,,, haaaaaaaa,,,, . Mungkin !!.'' Ayrus yang sengaja meledek pak mus tertawa puas melihat pak mus yang mengerucutkan bibir nya .
Ayris keluar dari ruang kerja zain ,ia ingin segera bergegas ke lantai bawah tanpa menyadari berlari kecil membuat beberapa pelayan khawatir kemudian berlari di belakang mengejar nya .
" Nyonya ,,,, nyonya ,,, berhenti nyonya !! ." Suara seorang pelayan membuat salah satu pelayan lain nya terkejut ikut berlari mengejar sang nyonya .
" Nyonya ,,,, nyonya ,,,, tolong berhenti nyonya !!." Ucap salah seorang pelayan .
" Nyonya ,,, berhenti jangan berlari !!." Hiruk pikuk yang terjadi di lantai atas membuat zain mendengar nya keluar dari ruang makan .
Ia terkerjut melihat istri nya yang berlarian dengan para pelayan di belakang yang sedang mengejar nya .
" Ayrisssssss,,,,,,, ." Suara teriakan zain yang menggema di seluruh mansion membuat semua orang yang mendengar nya terdiam seperti patung .
Begitu juga ayris yang mendengar suara teriakan zain berhenti diam mematung tanpa berkata apa pun atau bergerak sedikit pun . namun bukan ayris yang tak bisa meruntuhkan dinding es yang zain miliki .
" Sayang ,,,, ." Suara manja yang menggemaskan ayris meruntuhkan dinding kemarahan zain . Dengan manja nya ia memanggil zain merentangkan kedua tangan nya .
Tingkah manja ayris yang seperti ini membuat pertahanan zain meleleh.
Zain berjalan menaiki anak tangga menghampiri ayris yang meminta untuk di gendong . Beberapa saat setelah di lantai atas zain menggendong ayris , sementara ayris mengalungkan kedua tangan nya ke leher zain . Ia memilih menyembunyikan kepala nya di bidang dada zain dan tak mampu melihat pancaran kemarahan sang suami .
Sementara para pelayan yang terlibat aksi baku kejar hanya menundukkan kepala nya tak mampu menahan ketakutan mereka .
Zain yang mendudukkan ayris di kursi meja makan , mengambilkan makanan kesukaan nya buah dan segelas susu untuk sarapan pagi nya .
" Kau itu nakal sekali !! Berapa kali aku katakan jangan berlarian !! Di sini ada si kecil ." Ucap Zain menyentuh perut ayris.
" Aku hanya berlari kecil saja . Lagi pula kenapa kau meninggalkan ku ? " Ucap ayris merasa tak bersalah .
Ayris pun mengambil roti sandwich kesukaan nya , namun baru saja ayris menggigit nya perut nya terasa mual hingga ia berlari ke kamar mandi yang tak jauh dari ruang makan .
" Huuueeekkkk,,,, huekkkkk,,,,." Ayris memuntahkan isi perut nya meskipun hanya segigit roti sandwich kesukaan nya .
" Ayrissssss,,,,, ." Zain berteriak kencang ketika melihat sang istri kembali berlari .
Zain dengan emosi yang tersulut menghampiri ayris yang ternyata muntah muntah di kamar mandi . Zain pun merasa menyesal karena teriakan nya yang begitu keras .
" Hueeekkk,,,,,, huekkkk,,,,."
" Sayang ,,,, kau tidak apa - apa ?" Zain yang menghampiri ayris kemudian menepuk nepuk secara perlahan tengkuk ayris .
Setelah beberapa saat ayris selesai dengan mual nya ayris yang terasa lemas mengusir zain dari tempat itu .
" Kenapa kesini ? sana pergi !!" Usir Ayris yang tidak ingin suami nya melihat nya memuntahkan isi perut nya .
" Kenapa mengusir ku ? aku hanya ingin menepuk tengkuk mu saja !." Ucapan zain mendapat tatapan heran dari ayris .
" Sayang,,,,,,tidak ada hal yang menjijikkan bagi seorang suami mendampingi istri nya ." Zain yang dengan santai nya menjawab pertanyaan ayris membuat nya menitik kan air mata .
" Hiks,,,, hikss,,,, hiks,, hiks,,, ." Ayris menangis memeluk zain dengan sangat erat .
" Heii,,,, kenapa menangis ? Ayo kita sarapan !! kau ingin di buat kan apa agar tidak metasa mual ." Ayris yang menghentikan tangis nya menatap zain lekat lekat kemudian merentangkan kedua tangan nya . Zain yang mengerti dengan arti rentangan kedua tangan ayris segera menggendong nya kembali ke meja makan .
" Sayang , aku tidak ingin makan . Makanan ini membuat ku mual ." Ucap ayris kemudian bersandar pada kursi nya .
" Tapi mommy junior harus makan , agar ia kuat membawa junior ." Ucap Zain kemudian mengusap lembut pipi ayris.
" Aku hanya ingin minum susu ." Ucap ayris .
" Mira , buat kan susu hamil nyonya ." Ucap pak mus pada mira . Mira yang berada di sana hanya mengangguk pelan .
" Tunggu,,,, ! Biar aku saja yang membuat nya mira ." Ucap Zain yang menghentikan langkah mira yang hendak menuju dapur membuat susu untuk nyonya nya.
" Baik tuan ." Jawab mira singkat membungkukkan badan nya .
Semua pelayan dan penghuni mansion sangat khawatir dengan nyonya mereka yang sedang mengalami masa fase kehamilan trimester pertama . Sang nyonya yang terkadang terlihat lembut tetapi terkadang juga sangat garang itu menjadi idola penghuni mansion . Karena pada dasar nya sang nyonya baik hati dan mudah membaur dengan para pelayan apalagi ia suka terjun sendiri dengan bidang yang di sukai nya bahkan tidak sombong sama sekali .
Zain yang telah selesai membuatkan susu untuk ayris memberikan nya pada sang istri . Pancaran senyum yang mengembang membuat ayris terlihat sangat senang .
" Sayang ,,,, ini ." Zain memberikan segekas susu tersebut pada ayris .
" Terima kasih sayang ." Ayris meraih gelas susu tersebut meminum nya sampai habis .
" Pelan pelan sayang ." Ucap Zain mengusap pelan kepala ayris .
Setelah selesai semua zain merasa khawatir dengan keadaan ayris pun memutuskan untuk memeriksakan ayris ke dokter kandungan .
" Sayang ,aku sudah selesai . Ayo kita berangkat !!." Ayris bangun dari duduk nya kemudian menggandeng lengan sang suami .
" Apa kau yakin sayang ingin ikut ke kantor ? kau bahkan tidak makan sedikit pun ." Ucapan zain membuat ayris sedikit kecewa dengan nya membuat wajah nya berubah sendu .
Ayris yang akan menitikkan air mata nya membuat zain mengalah kemudian mengusap pelan wajah nya .
'' Baik lah sayang . Ayo !! jangan nenangis lagi !" Ucap zain yang tidak tega dengan wajah sendu ayris .
" Tapi kita akan bertemu leo dulu , untuk memastikan keadaan mu ." Ucap zain kemudian . Ayris hanya mengangguk pelan dengan tersenyum manis yang membuat zain luluh dengan nya .
Mereka pun akhir nya bersiap diri untuk berangkat ke kantor namun zain ingin melakukan pemeriksaan yang lebih lanjut . Ia menyuruh rian menghubungi leo untuk mengadakan janji dengan dokter kandungan .
" Tuan, dokter leo sudah mengatur pemeriksaan untuk nyonya ." Ucap rian .
" Heemmmm ." Jawaban zain membuat ayris mengeryitkan dahi nya .
" Rian ." Suara panggilan ayris mengagetkan rian dan dengan gugup ia menjawab nya .
" i,,,, iya nyonya ." Jawab rian setengah gugup .
" Terima kasih ya ." Ucap ayris kemudian mendapat tatapan dari zain namun ayris tersenyum menatap zain kemudian berjinjit mencium kilas bibir zain .
Sikap nakal tersebut yang membuat keras nya dinding es zain meleleh .
Mereka pun akhir nya berangkat ke rumah sakit dengan rian yang mengantar mereka sebelum akhir nya datang ke kantor.
Bersambung 🙏😊🙅🙅