
Beberapa saat setelah selesai acara mandi nya , zain kembali menggendong istri nya ke kamar berganti baju.
Seperti biasa nya zain memilihkan pakaian untuk ayris tapi kali ini pakaian santai bukan seperti biasa nya . Ayris ter pana memandang suami nya yang terlihat tampan seperti artis .
" Sayang ,aku memang sudah terlahir tampan tak perlu memandang seperti itu ."
Ucap zain mengedipkan salah satu mata nya.
Ayris yang mendengar perkataan zain mengerucutkan bibir nya kesal dengan sifat sang suami yang sering menggoda nya .
" Ayo ! aku akan mengajak mu ke suatu tempat ."
Ayris hanya mengangguk pekan tanpa menjawab pernyataan zain .
Sewaktu gagang pintu terbuka ayris terkejut melihat surprise yang di berikan oleh suami nya .
" Sayang ,,,,,, ini ."
Ayris menutup mulut nya dengan kedua tangan nya karena ternyata ia berada di kapal semalaman dan tak menyadari nya.
" Kau menyukai nya ?"
Ucap zain yang di angguki oleh ayris dengan rasa haru ia hampur saja menitikkan air mata merasa sangat bahagia namun di seka oleh zain .
Ia baru mengerti kenapa tidak ada suara gedoran pintu saat mentari menjelang di ufuk timur . Ternyata suami nya mengajak nya bepergian saat ia sedang terlelap dalam tidur nya .
Di tempat lain , kakek wijaya bersama istri nya sedang duduk untuk sarapan pagi bersama Neta . Orang yang menyamar sebagai cucu wijaya yang telah hilang belasan tahun .
Kakek wijaya yang mendapat pesan dari zain untuk bersikap wajar saja dan terlihat senang karena cucu nya telah di temukan harus berpura pura tidak tahu jika orang itu adalah orang palsu .
" Sayang ,makan yang banyak agar kamu tidak kurus seperti ini ."
Nenek maya yang terlihat senang tersenyum melihat neta makan dengan berbagai menu .
" Iya nek ."
Neta terlihat bahagia dengan sambutan hangat dari nenek maya tetapi tidak pada kakek wijaya .
Kakek wijaya masih terlihat dingin pada neta namun ia tak memperdulikan nya karena bagi nya nenek maya bisa di manfaatkan untuk kepentingan nya mau pun orang yang menyuruh nya .
Kakek wijaya diam seribu bahasa tanpa berbicara sedikit pun karena ia yang sebenar nya sudah tahu jika gadis di depan nya bukan cucu kandung nya .
" Kakek ,kenapa kakek diam saja ? Kakek tidak sarapan ."
Neta yang mendapat tatapan dingin sengaja berbicara untuk mendapat kepercayaan kakek wijaya .
" Aah tidak , kakek sudah terlambat berangkat ke kantor . Kamu saja dan nenek yang sarapan ."
Mendapat respon dingin neta tak ingin menyerah dengan terus mundur . Ia pun berusaha membujuk kakek nya agar sarapan bersama .
" Kakek tidak boleh pergi tanpa sarapan , akan menganggu konsentrasi kakek jika perut dalam keadaan kosong ."
Neta masih bersikap manis untuk mendapat sikap hangat dari kakek wijaya .
" Kau dengar itu wijaya, cucu mu begitu mengkhawatirkan keadaan mu ."
Nenek wijaya menimpali perkataan neta ketika kakek wijaya berdiri hendak meninggalkan mereka .
" Cucu ku ,,,,,? kau yakin dia cucu ku ?"
Ucapan sinis kakek wijaya membuat jantung neta berdetak kencang . Jika saja ia tak menerima bayaran yang begitu fantastis pasti ia tak akan mau melakukan nya .
" Apa kakek tua ini mengetahui jika aku bukan cucu nya ? Gawat , bisa jadi rencana ku gagal ."
Gumam neta dalam hati nya .
" Apa kau tidak yakin dengan kalung yang sama yang kau berikan pada cucu kita ?"
Nenek maya yang tidak terima dengan perkataan suami nya juga merasa kesal dengan sikap kakek wijaya .
" Hahahaha,,,,, . Maya ,,, maya . Kau tahu kalung seperti itu bisa di buat dimana saja dan dengan design yang sama bahkan di jual bebas di pasaran."
Ucapan kakek wijaya semakin membuat neta tidak tenang . Bahkan neta sendiri sudah memastikan jika cucu nya tersebut telah tewas di makan hewan buas .
"Kakek , apa maksud kakek ? Jadi aku ini bukan cucu kakek . Hiks ,,,hiks,,, hiks ,,,,."
Neta secara sengaja bereaksi sedih ketika mendengar perkataan kakek wijaya bahkan hampir menangis .
Nenek maya yang melihat neta hampir saja menangis sab menitikkan air mata merasa bersalah pada neta . Ia kemudian berjalan menghampri neta dan menatap tajam pada suaminya .
" Kau,,,, . Kita akan bicarakan masalah ini nanti ."
Ucap nenek maya menatap tajam pada suami nya .
Sementara kakek wijaya berlalu neninggalkan mereja berjakan nenuju ruang kerja nya.
Sedangkan nenek maya yang menghampiri neta berusaha menenangkan nya .
" Sayang, sudah lah jangan menangis lagi . Kakek mu memang seperti itu lagi pula tidak mudah ia menerima jika cucu nya masih hidup setelah sekian lama tidak menemukan nya. Kau harus memaklumi nya ."
Nenek maya yang mencoba untuk menenangkan neta akhir nya memeluk gadis itu .
" Hahaha,,,, . Siapa juga yang peduli dengan tua bangka seperti nya ? Kepercayaan mu sudah cukup nenek bodoh ."
Gumam neta dalam hati nya.
Neta mengangguk pelan kemudian memeluk nenek maya dengan wajah sendu dan hampir menangis .Nenek maya merasa kasihan dengan neta yang masih belum di terima kehadiran nya oleh suami nya .
" Sayang, kau habiskan sarapan nya dulu . Nenek akan bicara dengan kakek mu sebentar setelah itu nenek akan mengajak mu jalan jalan ."
Nenek maya melepaskan pelukan nya pada neta lalu berjalan menuju ruang kerja suami nya .
" Baiklah nenek . Sungguh , nenek akan mengajak ku jalan jalan ?"
Neta yang bereaksi senang dengan ucapan nenek maya seakan mendapat petisi emas di siang hari .
" Iya sayang . Bahkan nenek akan mengajak mu berbelanja brand brand terkenal ."
Ucapan nenek maya mendapat senyum yang mengembang dari neta .
" Bagus , pucuk di cinta ulam pun tiba . Inilah saat yang di tunggu tunggu .Sekali tepuk dapan dua kali keuntungan ."
" Dasar nenek bodoh . Kau tidak tahu jika aku bukan cucu mu dan tidak akan pernah tahu .Hahahaha,,,."
" Sayang ,,,,,, sayang . Kenapa ? Apa kau tidak senang nenek mengajak mu jalan jalan ?"
Nenek maya merasa jika neta sedang memikirkan sesuatu .
" Apa sakit kepala mu kambuh lagi ?"
Nenek maya terlihat semakin cemas ketika melihat neta yang secara sengaja memegang kepala nya .
" Tidak nek ,maafin ne,,, ayris nek . ayris baik baik saja ."
Neta yang terlihat kaku menyebut nama nya ayris harus berusaha bersikap manis pada nenek maya .
" Baiklah sayang .Nenek tinggal dulu ya ."
Nenek maya berlalu meninggalkan neta sendiri berjalan menuju ruang kerja suami nya .
Sementara neta tersenyum melihat nenek pergi dari hadapan nya , ia kemudian melanjutkan sarapan nya .
" Hahahaha,,,, Aku harus menikmati kemewahan yang tidak ku dapat kan selama ini ."
Ucap neta setelah melihat nenek maya pergi meninggalkan diri nya .
" Dan aku akan terus membuat nenek bodoh itu percaya jika aku ini cucu nya ."
Neta yang menikmati makan pagi nya tanpa ia sadari sepasang mata nengawasi dan mendengarkan ucapan nya .
Namun gadis itu terlihat tidak peduli dengan keadaan sekitar nya .
Ting tong ,,,,,
Ting tong ,,,,
Bunyi bel pada pintu utama terdengar sangat nyaring membuat pelayan berlari ke arah pintu .
Ceklek,,,,
Sesosok wanita seksi dan cantik bak gitar spanyol berdiri dengan sangat elegan di depan pintu .
" Maaf , apa nona neta ada ?"
Wanita sexy yang anggun tersebut menyebut nama neta bertanya pada pelayan yang membukakan pintu untuk nya .
" Nona neta ,,,, . Maaf nona , di mansion ini tidak ada orang yang bernama neta ."
Pelayan yang merasa tidak mengenal nama tersebut memberitahu wanita tersebut .
"Tidak adaaaa ,,,,,, ? "
Wanita yang berdiri didepan pintu tersebut kemudian membuka tas kecil di tangan nya lalu menunjukkan sebuah photo dari layar ponsel nya pada pelayan tersebut .
" Apa ada sosok gadis ini di mansion ini ?"
Wanita itu menunjukkan photo tersebut .
"Oh,,, nona muda ayris sedang sarapan. silahkan masuk terlebih dahulu saya akan memberitahukan jika anda datang . Maaf saya berbicara dengan siapa ?"
Pelayan tersebut mempersilahkan wanita itu masuk kemudian bertanya pada wanita tersebut .
" Oh ,,,jadi dia mengaku sebagai nona muda di mansion ini ."
Gumam wanita tersebut tak lain orang yang sangat kenal dengan neta .
" Nona ,,,, nona ,,,, anda tidak apa apa ?"
Panggilan pelayan tersebut membuyarkan lamunan wanita itu .
" Oh,,, tidak .Aku baik baik saja . Bilang pada nya neta ingin bertemu dengan nya, kami adalah teman lama ."
Ucap wanita itu yang menggunakan nama neta untuk mengelabuhi nya maupun pelayan tersebut .
" Baiklah , tunggu sebentar nona ! Apa anda ingin minum sesuatu ?"
Pelayan ramah tersebut menyambut hangat teman dari nona muda nya .
" Air putih saja . Terimakasih ."
Ucap wanita tersebut .
"Sama sama nona ."
Pelayan tersebut berlalu meningalkan wanita itu sendirian di ruang tamu setelah mempersilahkan duduk .
Pelayan tersebut memberitahu pada neta jika ada yang ingin menemui nya namun perkataan nya di sambut buruk oleh neta .
" Maaf nona , ada yang ingin bertemu dengan anda ."
Pelayan tersebut memberitahu dengan membungkukkan badan nya .
" Siapa ? Kau ini buta ya ? Tidak melihat aku sedang makan. Awas saja aku akan mencincang mu nanti ."
Perkataan kasar neta membuat pelayan tersebut terkejut memundurkan langkah kaki nya yang semula berdiri di depan neta .
" Maaf nona , orang tersebut bernama nona neta ."
Jawab pelayan tersebut .
" Apaaaaaa ? Neta ,,,,.Siapa yang berani menggunakan ,,,, . Sudahlah , pergilah ! "
Hampir saja keceplosan bicara , neta menyadari jika ia tengah menyamar berganti nama menjadi ayris .
Pelayan tersebut dengan sedikit gemetar dan juga kesal , ia pun meninggalkan ruang makan tersebut.
Sementara neta berjalan ke ruang tamu melihat siapa yang berani datang mengganggu nya setelah jauh dari orang orang terdahulu .
Sampai di tengah pintu ruang tamu, neta terkejut melihat orang tersebut duduk santai di sofa tamu tersebut .
" Dia,,,,,,."
Bersambung 😊😊🙏🙏🙏