ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 199.


Leo membanting stir kemudi kembali dengan kecepatan tinggi menuju mansion kakak nya .


Dengan emosi yang tidak terkontrol ia merasa putus asa dengan apa yang terjadi .


Ternyata selama ini ia telah di kelabuhi oleh orang yang benar benar ia cintai dengan tulus .


Ia memang begitu bodoh karena tak sejeli kakak nya . Pantas saja kakak nya begitu tepat perhitungan karena kejelian nya susah di kalah kan lawan nya .


" Aaaaaaaaaa,,,, aku bodoh ,,, bodoh ."


Leo berteriak teriak memukul kemudi stir nya .


" Dasar wanita brengsek ,,,, aku sendiri yang menyingkir kan mu "


"Aaaaaaaaaa,,,,,,,." Leo berteriak teriak tak terkendali ketika masih menyetir mobil nya .


Tanpa menyadari ia hampir saja menabrak orang yang berda di pinggir jalan ketika orang itu turun dari taksi .


" Sit,,,, ." Leo yang tiba tiba terkejut mengumpat diri sendiri ketika ia tak memperdulikankeadaan sekeliling nya hingga ia harus membanting stir kemudi menghindari orang itu yang ternyata seorang perempuan.


Brakkkkkkkkkk,,,,,


" Auwww,,,,,,,. Dasar mobil sialan !" Seorang perempuan mengumpat kesal karena ia tersrempet mobil leo hingga terjatuh hingga membuat nya sedikit terluka .


Sementara leo setelah menyrempet perempuan tersebut menabrak pembatas jalan hingga kepala nya terbentur stir kemudi .


" Auwwwww,,,, ." Leo berteriak kesakitan ketika kepala nya terbentur stir kemudi.


" Perempuan sialan ,,,, Awas kau !!" leo mengumpat kesal lalu keluar dari mobil nya kemudian mendatangi perempuan yang ia srempet .


" Dasar sopir sialan . Apa mata nya buta tak melihat aku sebesar ini ?" perempuan yang tak lain adalah diana sekertaris zain yanv hendak ke mansion zain karena setumpuk berkas yang harus di tanda tangani karena sang presdir maupun wakil presdir juga tidak datang membuat nya sedikit kerepotan apalagi Rian juga tak datang hari ini .


Diana membersihkan badan nya dari debu debu yang menempel dan ada sedikit luka bagian tangan nya .


" Aduhh,,,, luka lagi ." Diana tengah kesal dengan pengemudi mobil tersebut .


" Hei ,,, wanita sialan .Kau membuat mobil ku menabrak pembatas ,kau harus ganti rugi ." Leo menghampiri diana dengan kesal nya .


Ia dengan nada ketus nya berbicara pada diana hendak menarik tangan diana namun leo tertegun melihat rambut diana yang terlepas dari tali rambut nya menyapu wajah nya .


Diana yang tangan nya di tarik kasar oleh leo membuat nya menoleh ke arah orang yang menarik tangan nya .


" Apaaaaa ,,, ganti rugi ? Kau yang harus ganti rugi . Apa mata mu tak bisa melihat hingga menabrak ku ? Lihat ini sampai tangan ku terluka ." Diana dengan nada tinggi berbalik menyerang leo .


Leo yang tersapu oleh rambut diana tertegun memandang wajah cantik diana tetapi sangat judes seperti kakak ipar nya jika sedang merajuk .


Dug dug,,,, dug dug .


" Kenapa jantung ku berdetak lebih kencang ?" Gumam leo dalam hati nya .


Detak jantung leo berdenyut lebih kencang tak seperti biasa nya . Berbeda sekali ketika bersama vani , tanpa sadar leo memegang dada nya sendiri .


" Hei ,,,tuan bagaimana ? Anda bisa mengganti luka di tangan ku dengan luka di tangan mu juga ? " Diana kesal dengan leo ,ia berbicara dengan ketus .


" Jangan hanya punya harta kekayaan bisa membeli nya dengan uang .Huuuhhhh,,,,." Diana kesal kemudian mendorong leo dengan kasar kemudian ia pergi meninggalkan leo sendirian yang masih terpesona dengan kecantikan diana .


Diana berjalan memasuki gerbang mansion zain karena security sudah hafal dengan sekertaris tuan nya kemudian memasuki halaman mansion megah yang di jaga dengan ketat bahkan penuh dengan kamera pengintai .


" Brengsek ,,, dasar cowok gila !." Dia terus saja mengumpat selama berjalan memasuki mansion zain .


" Awas kau ! Aku akan membalas mu .Sialan ,,,,,,."


Tanpa ia sadari muncul seseorang dari samping diana yang mengejutkan nya .


" Diana,,,, ."


" Ehhh,,, copot ." Diana terkejut mendengar suara yang tiba tiba muncul dari samping nya .


" Hahahaha,,,, . Eh ,,, tangan mu kenapa ?" Rian yang mengagetkan diana terkejut melihat tangsn diana yang meneteskan sedikit darah .


" Ikut aku ,,,, !." Rian menarik diana duduk di ruang samping kemudian memanggil mira untuk membawakan kotak obat .


" Sialan ,,, kenapa jantungku berdetak kencang ? " Leo masih tak percaya dengan aoa yang terjadi .


" Eh,,, sit,,, mobil ku ." Leo tersadar dari lamunan nya kemudian berlari menghampiri mobil nya dengan cepat ia mengemudi nya memasuki mansion kakak nya .


Setelah itu ia memarkir mobil nya di halaman kemudian berjalan lewat pintu samping ke ruang bawah tanah .


Langkah kaki nya terhenti ketika pandangan nya melihat mira yang sedang mengobati luka diana dengan beberapa kata ocehan nya .


" Eh ,,, kenapa perempuan itu ada disini? " Guman leo dalam hati .


" Apa yang terjadi dengan mu diana ? Kenapa tidak hati hati ? " Ucap mira dengan perlahan membersihkan luka diana .


" Auwww,,,, ." Diana meringis kesakitan .


" Sakit ya ? Sabar sedikit ya , sudah hampir selesai ." Ucap diana .


Sementara leo yang melihat nya tiba tiba merasa hati nya teriris ketika mendengar rintihan kesakitan gadis itu .


" Semua gara gara cowok brengsek , dia yang menabrak ku tapi aku yang di suruh ganti rugi ." Ucap diana kesal mengerucutkan bibir nya .


" Kau cantik sekali ketika marah ." Gumam leo dalam hati .


Leo yang terhenti sejenak karena melihat diana di samping kini berjalan ke ruang bawah tanah .


" Siapa dia ? Kau mengenal nya ?" Mira penasaran dengan ucapan diana .


" Tidak mira aku tidak mengenal nya . Terima kasih mira , aku harus segera menemui presdir banyak yang harus di selesaikan ." Ucap diana pada diana .


" Semua ini gara gara calon suami mu itu , aku harus kesini dengan setumpuk berkas ." Ucap diana lagi.


" hahahaha ,,,, ." Rian tak menjawab pernyataan diana melainkan hanya tertawa .


Diana pergi meninggalkan mereka berdua masuk ke dalam mansion menuju ruang kerja zain dengan tumpukan berkas yang ia bawa .


" Eh,,, kenapa kau tertawa ? memang nya kenapa ?" Mira tak mengerti dengan ucapan diana menyenggol siku rian .


" Karena tuan tidak ke kantor jadi ia harus kesini membawa berkas berkas yang harus di tanda tangani oleh tuan ." Ucap rian merangkul bahu mira .


" Oh begitu ." Ucap diana yang semula merasa curiga dengan diana .


Zain yang tengah membuat rujak dengan ayris di dapur membuat semua orang tertegun bahkan kakek dan nenek ikut mengintip mereka berdua yang tertawa lepas di dapur .


Sesekali zain mencuri ciuman dari bibir ayris maupun kening nya atau pipi ayris .


Sesekali ayris terkejut melihat tingkah suami nya dan juga cemberut bahkan saling beradu .


Kebahagiaan benar benar menyelimuti kedua pasangan suami istri tersebut.


"Sayang ,kau lihat daddy nakal ." Ucap ayris mengusap pelan perut ayris .


" Hahaha ,,, tidak sayang daddy tidak nakal , mommy mu yang begitu menggoda daddy ." Zain membuat ayris semakin cemberut .


" Ehh,,, tidak mommy tidak begitu ,daddy yang mencuri kesempatan ." Ayris tidak mau mengalah dengan perkataan zain .


" Baik lah sayang , daddy yang nakal . Ayo kita ke atas atau kau ingin bersama nenek ?" Zain mengajak istri nya meninggalkan dapur karena ia memang sudah ada janji dengan diana .


" Memang nya ada apa ? Apa kau ingin pergi ? " Ucap Ayris mengalungkan tangan nya ke leher zain .


" Tidak sayang tapi diana datsng membawa setumpuk berkas karena max dan rian tidak ke kantor sejak kemarin ." Ucapan zain membuat ayris merasa lega .


" Ohh,,, bolehkah aku menemani mu ?" Ayris tersenyum dengan pernyataan nya.


" Boleh , jika junior tidak kelelahan . " Jawaban zain membuat ayris tersenyum sensng kemudian memeluk suami nya .


Zain lalu menggendong istri nya dari lantai satu ke ruang kerja nya , sedangkan ayris merasa sangat senang sekaligus malu karena selama ini memang ayris sangat mandiri .


Bersambung 😊🙏🙏🙏