ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 208.


Zain dan ayris yang terlelap dalam buaian angin malam membawa mereka terbang ke alam bawah sadar bermimpi indah di sana .


Sinar mentari yang menyorot di sela sela sorot tirai jendela membuat ayris tersapu sedikit cahaya di sela sela wajah nya .


Dok ,,dok,,,,dok,,,,


Suara ketukan pintu seperti biasa nya mengganggu tidur ayris maupun zain .


Ayris menggoyang goyangkan lengan suami nya untuk melihat siapa yang datang di balik suara ketukan tersebut.


Zain yang sudah pasti mengetahui siapa yang datang enggan bangun , ia kemudian menarik ayris ke dalam pelukan nya .


Dok ,,,,dok ,,,dok,,,,


Dok,,,, dok ,,,,dok,,,,


Ayris yang kembali terusik menggoyang goyang kan lengan zain kembali .


" Sayang ,,,,, Ada yang mengetuk pintu ." Suara ayris yang membuat zain terbangun kemudian berjalan menuju arah pintu .


Ceklekk,,,,,,


Seperti biasa nya sang pengacau sudah datang kembali mengacau di pagi hari siapa lagi kalau bukan leon .


Harimau kesayangan zain maupun ayris tak kan berhenti datang meskipun kemarin ayris memberi nya hukuman pada nya .


Leon hanya seorang binatang yang tidak mungkin menepati perkataan nya .


Zain melihat leon yang menerobos masuk hanya menggelengkan kepala nya . Ia tak lantas menyusul ayris kembali ke ranjang nya karena leon sudah pasti mendominasi di tengah tengah tempat tidur.


Zain berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri nya pagi ini ia berniat ke kantor karena banyak sekali yang harus di kerja kan setelah beberapa hari tidak ke kantor.


Sedang kan leon mengendus endus mommy nya yang masih tertidur dengan lelap .


Ayris yang merasa ada leon di samping nya memeluk nya .


" Jadi pengacau yang mengetuk pintu itu kamu ." Ucap ayris yang masih memejamkan kedua mata nya .


" Aunggg,,,,, ." Leon meraung pelan .


" Lain kali jika kau mengganggu tidur mommy dan daddy di pagi hari , mommy akan mematahkan kuku mu lagi ." Ucapan ayris membuat leon seketika bangun melompat dari tempat tidur kemudian berlari menuju kamar mandi di mana zain berada di sana .


Ayris yang terkejut merasa ada pergerakan di tempat tidur nya membuka mata nya, ia melihat leon yang berlari ke arah wardrobe samping kamar mandi .


" Hei,,, sayang . Kenapa kau berlari ?" Ayris berteriak pada leon yang berlari seperti ketakutan .


Leon pun menghilang di balik pintu wardrobe mencari lift yang akan membawa nya ke ruang lain.


Ayris yang bangun melihat ke arah wardrobe tak melihat sosok leon kembali , Ia hanya melihat suami nya datang dengan stelan baju kerja meskipun belum memakai jas nya zain terlihat sangat mempesona membuat ayris tertegun memandang wajah suami nya .


" Sayang, kau tahu suami mu sangat tampan bahkan semua kaum hawa berlomba memperebutkan suami mu ini ?" Ucap zain mengedipkan salah satu mata nya yang membuat lamunan ayris buyar ketika mendengar perkataan suami nya .


" Ih,,, narsis . Apa seorang presdir akan bersikap seperti itu ? Awas saja jika tergoda aku akan membawa kabur anak mu !." Ayris yang ternyata sengaja berkata demikian tak mendapat respon tajam dari zain.


" Hahahaha,,,,, . Coba saja kalau kau berani melangkahkan kaki mu keluar dari mansion ini." Ucapan zain membuat ayris bergidik ngeri menatap tajam pada suami nya .


" Sayang, aku takut ." Ayris yang kemudian bangun bersembunyi di bilah dada zain memeluk nya sangat erat .


Zain yang mengerti ayris gemetaran ketakutan meraih wajah istri nya lalu mencium nya dan memeluk erat tubuh mungil yang kini sedikit membengkak karena kehamilan nya .


Zain yang kemudian menggendong ayris ke kamar mandi membuat ayris tetap menyembunyikam wajah nya . Zain tersenyum melihat istri nya yang menggemaskan .


" Sayang , kau ingin aku mandikan ?" Zain yang telah memakai baju kerja terpaksa harus melepas semua nya ketika ayris mengangguk pelan .


Zain menurunkan ayris dan melepas semua pijama nya kemudian mendudukkan ayris pada kursi di ruang shower.


Ayris masih menunduk tanpa memandang wajah zain , ia merasa takut untuk menatap manik mata serigala tersebut.


" Kenapa kau tak memandang suami mu ? Apa kau tak takut jika ada yang menggoda ku ?" Ucapan zain berhasil membuat ayris menatap tajam suami nya .


" Kau masih merasa takut ? " Zain meraih wajah ayris dan mencium kilas bibir nya ,sementara ayris mengangguk pelan .


" Hahahaha,,,, apa yang kamu takuti ? Bukan kah kau tidak takut dengan leon kenapa takut dengan suami mu sendiri ? '' Zain dengan telaten membantu ayris mandi .


" Tapi leon tak seperti suami ku yang sangat kejam . Ia hanya seorang binatang ." Ucap ayris menundukkan kepala nya .


" Sayang ,bukankah kita sudah membahas nya semalam ? " Ayris mengangguk pelan .


" Kau harus siap dengan segala resiko menjadi istri ku . Aku mencintai mu dan baby junior ." Ucap zain mengusap pelan perut ayris yang membuncit kemudian mencium perut tersebut .


" Jangan nakal di perut mommy babby junior, okay ." Zain kemudian melanjutkan memandikan ayris di setiap lekuk tubuh nya menyiram nya dan menyabuni nya dengan telaten .


Ayris hanya bisa diam dan menikmati setiap sentuhan zain dengan tangan jahil nya yang membuat ayris sedikit menggeliat karena kejahilan suami nya .


" Sayang ,,,,." Ayris memanggil suami nya yang dengan sengaja membuat ayris menggeliat .


" Hemmm,,,,, . Apa sayang ,,,,?" Zain dengan senyum yang menyeringai sengaja membuat ayris memanggil nya .


" Jangan nakal ." Ucap ayris memegang salah satu tangan jahil zain .


" Aku hanya menakali istri ku , Tidak boleh kah ?" Lagi lagi ayris harus mendengus kesal mendengar perkataan zain .


Ayris menghela nafas kasar nya mengangguk pelan , ia tak dapat berbuat apa apa dengan kemauan suami nya .


Setelah beberapa saat zain selesai membantu ayris mandi kemudian memakaikan bathrobe pada nya setelah itu menggendong nya ke ruang wardrobe lemari ganti memilih baju ganti untuk ayris .


" Sayang ,,,,aku ingin warna blue ice itu ." Ucap ayris menunjuk nya dengan jari telunjuk tersenyum pada zain .


" Baiklah ." Zain menjawab nya dengan singkat .


Tapi tidak mengambil warna yang di pilih ayris melainkan warna yang di pilih zain yaitu soft blue .


" Sayang , kenapa pakai ini ? Ini kan bukan pakaian rumah ." Ayris yang cemberut wajah nya mengutarakan protes nya .


" Tapi suami mu harus bekerja ,sayang .Bagaimana aku akan menghidupi mu dan junior jika tidak ke kantor ?" Ayris tersadar jika suami nya beberapa hari tak ke kantor dan kemarin juga diana datang dengan seabrek berkas untuk di tanda tangani .


" Masih ada warisan kakek , lagi pula kakek memberiku hadiah pulau dan kapal pesiar nya kita jual saja ." Ayris dengan polos nya nenjawab seperti itu padahal harta kekayaan suami nya tidak akan habis di makan tujuh turunan .


" Hahahaha,,,,,, . Aku tidak semiskin itu sayang , harus menjual hadiah mu . Kau tidak memikirkan nasib para karyawan di kantor ." Ucap zain menatap tajam pada ayris .


" Tapi aku ingin bersama mu . Kau selalu sibuk kerja di kantor ." Ayris kesal dengan pernyataan suami nya mendengus kesal .


" Bukankah aku akan membawa mu ?" Pernyataan zain membuat senyum ayris mengembang kemudian mengalungkan kedua tangan nya pada leher zain .


Ayris memang sangat nakal mencium zain dalam dalam hingga terjadi pertukaran saliva setelah itu dengan nakal nya menyudahi nya.


" Aku memcintai mu ."


" Aku juga mencintai mu dan baby junior ."


Mereka berdua bersiap siap berangkat ke kantor dan turun kebawah untuk sarapan pagi .


Bersambung 🙏🙏🙏😊😊