ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 62.


" Kakak,,,,,." Panggilan Chleo menghentikan langkah nya. Max menoleh ke arah Chleo.


" Kakak ,,,akan menikah ?" Ucap Chleo sedikit takut dengan tatapan Max.


Max hanya mengangguk pelan dan tersenyum , ia memang sengaja menyembunyikan dengan siapa ia akan menikah.


Max meninggalkan Chleo yang masih terpaku diam membisu ,sedangkan Max melangkah keluar diam sejenak di belakang pintu.


" Apa kau akan meninggalkanku kak , ,,,?"Ucap Chleo menitikkan air mata , ia terlihat sedih karena ucapan Max.


" Maaf kan Aku sayang, Aku tidak bisa jujur sekarang." Gumam Max dalam hati.


Zain yang tengah menunggu nya hanya tersenyum kecil melihat kedatangan Max. Max berpamitan pada mama dan papa, mereka kembali ke kota B.


Ditengah perjalanan Zain hanya menatap layar handphone nya melihat tingkah lucu istri nya . Rasa rindu tak terelakkan ,gadis itu sudah membuat nya semakin gila .


Di kamar Ayris , Ayris yang sedari tadi memencet mencet tombol remote tv kemudian membanting nya .Hati nya masih merasa jengkel hanya saja ia tidak mengerti yang terjadi dengan diri nya.


Ia menuruni anak tangga pergi ke arah dapur , ia melihat kanan kiri yang tidak ada siapapun . Ayris mengeluarkan beberapa bahan masakan ia ingin membuat nasi goreng kesukaan nya . Saat ia sedang gelisah kacau dengan pikiran nya ia akan memasak .


Setelah beberapa bahan ia siapkan ,Ayris segera memulai acara memasak nya . Seorang pelayan yang melihat nya , menghampiri nya . Pelayan itu merasa takut ketika melihat nyonya nya memasak sendiri , entah hukuman apa yang akan mereka terima jika tuan muda mengetahui nya.


" Nona ,,, Biar saya saja yang memasak untuk anda ." Ucap pelayan itu.


" Tidak ,,,, Aku akan memasak sendiri ." Ucap Ayris yang tengah memasak.


" Tapi nanti saya akan kena hukuman nona, tolong mengerti lah ." Ucap pelayan itu tak kalah dengan ayris.


" Tidak ,,,,, aku bisa sendiri . kau ,,,, siapa namamu ?" Tanya Ayris yang tetap bersikukuh memasak.


" Saya Sinta ,nona muda ." Ucap Sinta .


" Sinta ,,,, jangan menggangguku . Biarkan aku memasak sendiri." Ucap Ayris yang sudah memasak sedari tadi.


" Tapi nona,,,." Sinta tetap memohon pada Ayris.


Ditengah perdebatan itu Mira dan Pak Mus datang menghampiri nya.


" Sinta ,,, ada apa ? " tanya Mira.


" Mira ,,,, Nona memasak sendiri ." Pak Mus dan Mira terkejut menatap Ayris yang tengah memasak , ia bergegas ke dapur mengambil peralatan masak yang Ayris gunakan .


"Miraaaaaa,,,,,,,,." Ayris berteriak pada Mira. Pak Mus dan Sinta pun terkejut dengan teriakan Nona mereka.


" Iya nona, maaf . Biar saya saja yang memasak nona." Ucap Mira dengan nada memohon.


" Tidak ,,,,,,ini sudah hampir selesai . Jangan mengganggu ku." Ucap Ayris menatap tajam Mira. Mira bergidik ngeri, ternyata disamping Tuan muda dan tuan max ternyata tatapan nona muda tidak kalah ngeri nya.


" Ta,,,,,pi ,,,,, tapi nona,,,,."


" Diammmmm,,,,,, ." Ayris berteriak keras, hingga membuat mereka terkejut tertegun memandang nona mereka.


Sedangkan Ayris melanjutkan proses memasak nya yang tinggal sedikit saja, mereka memandang bisu ke arah ayris.


Setelah beberapa saat Ayris selesai dengan masakan nya ia meletakkan di atas piring.


" Selesai,,,,." Ucap Ayris tersenyum.


" Sinta ,,,, tolong bereskan semua nya ya. Terima kasih." Ucap Ayris melenggang pergi ,ia tersenyum membawa nasi goreng itu.


Ketiga orang itu memandang ke arah Ayris , mereka tertegun melihat nona muda mereka yang begitu ramah dan juga murah senyum.


"Oh iya ,masih ada sisa nasi goreng . Jika kalian mau untuk kalian saja . " Ucap Ayris lagi membalikkan badan nya sembari menyendok nasi goreng itu.


" I,,,,,iya nona . Terimakasih." Jawab mereka bertiga secara serempak .


Sementara Ayris berjalan menuju kamar nya di lantai dua. ketiga orang tersebut memandang kembali ke arah Ayris sampai punggung nya menghilang dari pandangan.


Sinta membereskan dapur dari sedikit kekacauan yang Ayris buat ,ia sengaja mengambil sendok dan menyendok sesuap nasi goreng tersebut.


"Hemmmmmm ,,,,,, enak." Ucap Sinta .


kemudian Mira dan Pak mus memandang ke arah sinta dan ikut juga memakan nasi goreng tersebut.


Mereka menganggukkan kepala mereka tanda menyetujui ucapan Sinta.


Sedang kan Ayris masih menikmati nasi goreng tersebut dengan menonton drama kesukaan nya.


BersambungπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ™πŸ™πŸ™