
Makan malam yang berakhir dengan perbincangan hangat antara mereka membuat suasana hangat dan menjadi kebahagiaan tersendiri untuk ayris .
Malam yang semakin larut membuat mereka segera ingin beristirahat , zain membawa ayris pergi ke kamar nya meskipun ayris masih ingin berbincang bincang dengan mama mertua nya .
Namun zain tak ingin membuat istri nya merasa kelelahan hingga mempengaruhi janin mereka .
Sementara mama mona dan papa hendra hanya menggelengkan kepala nya melihat tingkah sang putra dan juga menantu nya .
" Kau lihat putra mu , Ia begitu bahagia dengan istri nya . " Ucap mona pada hendra .
" Apa kau sedang menyindir ku ?" Perkataan mona membuat hendra merasa tersindir hingga menghela nafas kasar nya .
" Menyindir mu ? Memang nya ucapan ku salah ? Dimana salah nya ?" Mona yang belum mengerti dengan perkataan suami nya hanya mengangkat bahu nya .
" Sudah lah , ayo kita tidur !! Besuk kita akan berangkat pagi pagi , jika tidak kau tidak akan bisa bertandang ke rumah max ." Ucap hendra.
" Baiklah ,,,, baiklah .Tapi jangan berubah seperti itu raut wajah mu , seperti ingin menerkam mangsa nya saja ." Mona menggandeng lengan hendra pergi ke kamar mereka .
Suasana malam yang sunyi itu membawa pasangan itu bermimpi indah ke alam mimpi .
Sang surya yang mulai menampakkan diri nya membuat suasana pagi yang indah itu semakin riuh dengan kicauan burung burung di angkasa.
Ayris yang menggeliat pagi itu mencari kenyamanan di lengan zain ,ia masih ingin memejamkan mata nya meskipun hari telah pagi .
Dok ,,,, dok,,,,
Dok ,,,dok,,,,.
Baru saja ayris ingin merasakan kenyamanan dalam tidur nya , suara pintu di ketuk dari luar membuat nya mengeryipkan mata nya.
Ayris kemudian menggoyang goyangkan lengan suami nya .
" Sayang , bangun ! Pintu nya seperti ada yang ketuk ." Ucap ayris .
" Tidak , ayo tidur lagi !! Ini masih pagi ." Ucap zain meraih tubuh ayris ke dalam pelukan nya .
Jawaban zain membuat nya tidak bisa berkutik ia pun ikut tidur dalam dekapan suami nya .
Dok,,,,dok,,,,
Dok ,,,,dok,,,,,
Sekali lagi bunyi suara ketukan pintu membuat tidur mereka terganggu dan sekali lagi pula ayris menggoyang goyang kan lengan zain .
Zain dengan terpaksa membuka mata nya bangun berjalan ke arah pintu .
Ceklek,,,,
Seekor harimau besar berlari masuk ke dalam kamar , berlari menuju tempat tidur mengendus endus ayris yang masih tidur .
" Sayang , kau ada di sini ." Ucap ayris ketika ia merasa ada gigitan kecil di tangan nya .
" aunggg,,,,,." Leon meraung kecil .
Sementara zain menggelengkan kepala nya menutup pintu itu kembali . Zain tak lantas menyusul leon ke tempat tidur tapi ia berjalan ke kamar mandi membersihkan diri nya .
Beberapa saat setelah selesai zain segera mengganti baju nya dengan baju kerja nya . Ia melihat leon sedang bermanja manja dengan istri nya , zain menghela nafas kasar nya .
" Sayang , kau tidak mau bangun ? Mama dan papa akan pulang pagi ini ." Ucap zain pada ayris yang mengusap kepala nya .
" Hemmmm,,,, Apaaaaaaa se pagi ini ? " Ayris masih bermalas malasan bangun beranjak membuka mata nya lebar lebar .
" He' em ." Jawab zain singkat .
Ayris dengan sigap bangun dari tempat tidur berlari ke kamar mandi .
" Ayrisssssss,,,,,,,." Ayris yang lupa ia tengah berbadan dua berlari begitu saja membuat zain marah berteriak pada nya .
Ayris yang mendengar teriakan zain berbalik dan tersenyum kemudian berjalan secara perlahan .
Leon yang yang melihat mommy nya dan teriakan daddy nya hanya menundukkan kepala nya memejamkan mata nya ,Ia mencari jalur aman antara ayris dan zain .
Beberapa saat kemudian zain yang sudah menunggu nya di ruang ganti memilihkan baju ganti untuk nya . Ayris terkejut melihat zain memegang dress yang baru kemarin ia beli berada di tangan zain .
" Sayang , aku tidak mau memakai yang itu . Itu tidak mecing dengan hem dan dasi mu ." Mendengar ayris berkata demikian zain melihat ke arah dasi dan kemeja nya . zain menghela nafas kasar nya kemudian membiarkan ayris memilih baju nya sendiri .
" Bagaimana ? Aku cantik kan ?" Ucap ayris tersenyum memperlihatkan gigi nya kemudian mencium kilas bibir zain .
" He' em ." Jawab zain singkat .
Setelah beberapa saat zain dan ayris yang telah siap turun ke lantai satu senentara leon masih berbaring di tempat tidur ayris .
Di bawah sudah ada mama dan papa yang telah menunggu mereka sarapan bersama .
" Pagi Ma , pagi Pa ." Sapa ayris pada kedua mertua nya sementara zain hanya diam .
Zain mendapat tatapan tajam dari ayris karena tidak menyapa mereka tapi zain tidak memperdulikan nya sementara mama dan papa nya tersenyum melihat kedua nya .
" Pagi sayang ." Sapa mama mona .
" Bagaimana tidur mu ? nyenyak kan ? Apa putra ku menjaga mu dengan baik ?" Beberapa pertanyaan dari mama mona membuat ayris memandang pada zain.
" Iya ma . Bahkan leon juga menjaga ku. " Ucap ayris .
Mama mona dan papa hendra terkejut mendengar pernyataan ayris .
" Leonn,,,,? tidak ,,,, tidak ,,, jangan bilang leon ikut tidur dengan kalian ya ." Mama mona yang terkejut mendengar perkataan sang menantu membuat nya bergidik ngeri .
" Tidak Ma , Leon hanya datang menyusul pagi hari ." Ucap ayris tersenyum melihat reaksi mama mertua nya .
" Zain, istri mu sedang hamil papa khawatir leon mengamuk . Papa tidak ingin terjadi sesuatu dengan cucu papa ." Ucap papa hendra .
" Iya benar kata papa mu Zain ." Mama mona yang menimpali ucapan papa mona .
" Hahahaha,,,,, ." Zain hanya tertawa mendengar ucapan mama dan papa nya .
" Ehhh kenapa kau tertawa ?" Mama mona tertegun mendengar suara tawa zain begitu juga papa hendra .
Ayris juga tertegun mendengar tawa suami nya .
" Kenapa mama bertanya seperti itu ? Menantu mama itu sudah bisa menjinakkan leon ." Ucap zain menyantap sarapan nya .
" Apaaaaaaaa,,,,,."
" Apaaaaaaaa,,,,,."
Mama dan papa zain berteriak terkejut mendengar penjelasan zain .
" Hahahaha,,,,,, ." Papa hendra yang terkejut mendengar perkataan zain kini tertawa terbahak bahak .
" Ehhh kenapa sekarang papa yang tertawa ?" Mama mona menatap pada suami nya yang tertawa.
" Ternyata menantu mama di samping bisa meluluhkan dinding es putra mu juga bisa dengan mudah meluluhkan dinding pertahanan nya leon ." Ucapan papa hendra memang ada benar nya membuat zain menghela nafas kasar nya .
" Aaaaahhh kau benar pa . Jadi mama tidak perlu khawatir lagi ,,,,,." Ucap mama mona .
Ayris yang mendengar perkataan papa mertua nya tersipu malu menundukkan kepala nya dengan pipi memerah .
" Sudah ,,,,sudah ,,,, kau membuat menantu kita malu . Ayo kita berangkat hari sudah semakin siang , kita masih akan mampir ke rumah max ." Ucap papa hendra .
" Kau benar , ayo kita berangkat !! Sayang , mama tidak bisa menemani mu . Tapi mama janji akan datang menginap beberapa hari menemanimu ." ucap mama mona memegang kedua tangan ayris .
" Iya ma ,tidak apa apa . Mama dan papa hati hati di jalan ." Jawab ayris dengan pernyataan mama mertua nya .
" Jaga kesehatan, jangan lupa minum vitamin ya sayang. Mama pergi ya zain jaga istri mu dengan baik !!."
Ucap mama mona memegang tangan ayris .
Ayris memeluk sang mama sejenak , ia merasakan kehangatan seorang ibu meski hanya sebentar .
Zain hanya mengangguk pelan mendengar permintaan sang mama . Ia dan ayris kemudian mengantar mama dan papa nya ke pintu utama dimana sudah ada sopir yang mengantar mereka ke rumah chleo dan juga ke bandara .
Ayris melambaikan tangan nya pada kedua mertua nya , namun di sudut mata ayris menitikkan air mata nya melihat kepergian mereka dari mansion .
Zain menarik nya ke dalam pelukan nya mengusap pelan kepala ayris kemudian mengajak nya masuk ke dalam .
Bersambung 🙏🙏😊😊😊