ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 260.


Suster yang mendorong orang yang ia kira ayris membawa nya ke parkiran di mana sudah ada orang yang menunggu nya .


" Suster , kenapa kau membawa ku ke parkiran belakang ? Suami ku sedang menunggu di depan ."


Ucap wanita tersebut namun tak mendapat jawaban dari suster tersebut yang ternyata sedang melepas baju suster nya .


Sedangkan orang tersebut menoleh orang tersebut terkejut dengan apa yang di lihat nya .


" To,,,,."


Belum sempat ia melanjutkan kalimat nya suster gadungan tersebut membekap hidung wanita tersebut dengan sapu tangan nya yang telah di tetesi obat bius.


" Merepotkan saja ."


" Ayo cepat ! Bawa wanita itu !"


Ucap seorang wanita yang mungkin telah selesai dalam pemyamaran nya .


" Baik bos."


" Aku akan segera menghubungi bos besar ."


Ucap nya mengeluarkan ponsel dari saku celana nya.


" Pucuk di cinta ulam pun tiba . Tak perlu menghubungi nya , dia sudah datang sendiri ."


📞 :" Halo bos,,,."


📞 :" Bagaimana ?"


📞 :" Beres bos , saya sudah membawa wanita itu bersama saya ."


📞 :" Dan zain ?"


📞 :" Maaf bos , terlalu banyak penjagaan . Jadi saya meninggalkan nya begitu saja setelah menyuntikkan obat bius pada nya ."


📞 :" Baik lah . Tidak masalah , yang terpenting wanita itu . Dia akan datang dengan sendiri nya. Segera bawa ke hadapan ku !"


📞 :" Baik bos."


📞 :" Klik ."


Kedua wanita tersebut memutus sambungan telepon masing masing .


Wanita itu kemudian menyuruh anak buah nya bergegas meninggalkan rumah sakit tersebut .


Leo yang berada dalam perjalanan merasa pusing karena raungan kedua harimau kesayangan kakak ipar nya .


" Leon ,,, leona ,,, diam !"


Leon dan leona menundukkan kepala nya dimana mereka mengalah agar leo mau membawa nya bertemu mommy nya .


Setelah beberapa saat mengemudi mereka sampai ke rumah sakit . Dengan berlari tanpa memperdulikan keadaan sekitar leo mencari keberadaan rian setelah tadi sempat menghubungi nya .


Tak berapa lama , leo pun sampai ke tempat tujuan dengan dua ekor harimau ayris sesuai pesan kakak ipar nya .


Seluruh rumah sakit menjadi kacau karena kedatangan harimau tersebut bahkan mereka bersembunyi karena ketakutan .


Kepala rumah sakit yang mendapat telepon dari bawahan nya merasa geram bahkan sangat marah dengan kejadian tersebut.


Ia pun berniat mendatangi siapa yang membawa harimau tersebut.


Rian yang melihat kedatangan leo dengan leon dan leona terkejut bahkan mendengus kasar .


" Kenapa kau membawa mereka kemari ?"


Ucap rian menunjuk pada kedua harimau tersebut .


" Kenapa kau menatap ku seperti itu ? Kakak ipar yang menginginknya ."


Ucap leo ketika rian melayangkan sebuah protes dengan kehadiran kedua harimau dirumah sakit .


" Bagaimana keadaan kakak ipar ? Kenapa kakak ipar yang menelepon ku ? Kemana kak zain ?"


" Seorang penyusup menyamar sebagai suster berpura pura membantu tuan muda namun ditolak . Tapi tidak di sangka wanita itu menyuntikkan obat bius dosis tinggi hingga tuan terkapar di lantai ."


" Wanita membawa kabur nyonya muda dan bagaimana nyonya bisa lolos itu yang harus kita dengar sendiri dari nyonya muda ?"


Ucap rian pada leo .


" Apaaa ,,,,penyusup ? Tampak nya aku harus memperketat rumah sakit ini ."


Leo mengepalkan tangan nya sangat geram pada penyusup dan pada direktur yang memegang kendali rumah sakit ini .


" Lalu dimana kak zain ?"


" Tuan muda ada di ruang vip lantai atas . Aku sudah menyuruh orang menjaga secara ketat ."


Tak berapa lama kemudian leon dan leona membuat ulah dengan mengetuk pintu ruang persalinan ayris.


Dok ,,,,dok,,,


Dok,,, dok,,,.


Seorang suster yang keluar dari ruang persalinan karena merasa terganggu dengan bunyi dari luar ruangan membuat suster tersebut berteriak ketika membuka pintu .


Ceklek,,,,


" Aaaaaaaaa,,,,,,."


Derrrrr,,,


Leo dan rian menoleh ke arah sumber suara dan juga dokter yang membantu ayris bersalin .


Mereka berjalan menghampiri arah sumber suara teriakan .


" Ada apa suster ?"


" Ada itu ,,,, dokter, dua harimau di depan pintu ?"


Ceklek ,,,


Ketika dokter membuka pintu dua ekor harimau menerobos masuk hingga membuat beberapa suster yang ada di dalam ruangan sangat ketakutan .


" Ada apa ?"


Leo punmenghampiri pintu yang kini terbuka dimana sudah ada dokter disana .


" Dokter leo , maaf . Ada dua ekor harimau menerobos masuk ruang persalinan ,dokter ."


" Biarkan saja ! Mereka kesayangan kakak ipar ku. "


" Bagaimana kondisi kakak ipar ? apa bayi nya sudah lahir ?"


" Maaf dokter , nyonya harus segera di operasi karena kelelahan nyonya tak mampu mengejan sementara air ketuban nya telah pecah ."


" Apaaaaa,,,,, ."


Ketika leo hendak masuk wakil direktur mencegah nya dengan menarik tangan nya karena ia mendapat laporan kalau leo membawa harimau yang mengakibatkan kekacauan runah sakit .


" Tunggu tuan ! Anda harus mempertanggungjawabkan semua kekacauan ini ! Jika tidak, saya akan melaporkan anda pada pihak yang berwajib ."


Ketika leo menoleh merasa mendapat tarikan tangan oleh orang tersebut , wakil direktur tersebut terkejut melihat yang ada di depan nya ternyata pemilik runah sakit ini.


"Dokter leo ,,, anda ,,?"


" Ada apa ? Kau ingin melaporkan pemilik rumah sakit ini ? "


" Tidak dokter , maaf kan atas kelancangan saya . Mereka tidak mengenal anda ."


Wakil direktur menyesal tak mencari tahu terlebih dahulu , ia hanya menundukkan kepala nya dan juga membungkukkan badan nya.


" Dokter ,kami tidak punya banyak waktu lagi . Nyonya harus segera di tangani tapi ,,, bagaimana dengan harimau yang masuk tersebut ?"


Ucap dokter kandungan yang menangani ayris dan juga terlihat para suster yang sudah panik karena kondisi ayris juga karena kedua harimau tersebut .


" Biarkan mereka di samping nya !"


" Dan kau ,,, aku akan meminta pertanggungjawaban mu setelah ini !"


Ucap leo yang masuk ke ruangan di ikut dokter kandungan dan para suster .


" Aduh,,,. Bisa bahaya ini ."


Ucap wakil direktur tersebut .


Di dalam ruangan .


" Aung,,,,."


" Aung,,,,."


" Aung ,,,."


Samar samar ayris mendengar suara raungan leon dan leona , sebuah pemandangan yang luar biasa di saksikan leo dan dokter kandungan serta para suster yang tengah membantu mereka .


" Sayang , kalian sudah datang ? mommy menunggu kalian ! Adik kalian sudah ingin keluar ."


Leo yang menghampiri kakak ipar nya yang hampir menitikkan air mata nya segera memberi semangat pada kakak ipar nya .


" Kakak ipar , aku harus melakukan operasi untuk keselamatan kalian ."


Kata operasi yang muncul dalam benak ayris membuat nya takut dan ngeri membangkitkan jiwa nya untuk segera melahirkan normal .


" Aung,,,,."


"Aung,,,,."


" Aung,,,."


" Aung,,."


Suara raungan mereka berdua membuat ayris yakin untuk segera bangkit dari mimpi buruk nya karena rasa takut pada keselamatan mereka membuat nya menahan rasa sakit tapi juga berakibat fatal .


" Bagaimana dengan kakak mu ?"


" Dia baik baik saja ,dalam beberapa jam akan segera sadar . Wanita itu menyuntikkan obat bius pada kakak karena ingin menculik mu kakak ipar ."


Ucap leo memberi penjelasan pada kakak ipar nya yang terlihat lebih tenang .


Secara tiba tiba rasa dorongan bayi akan keluar datang dari diri nya.


" Aaaaaaa,,,,,. Sakit,,, seperti nya bayi ini akan keluar ."


Ucap ayris yang kemudian mencengkeram tangan leo hingga yang empu nya merasa kesakitan .


" Aduh,,,,.Hei kalian , tunggu apa lagi ? Ayo cepat bantu aku !"


" Ba,,, ba ,,,baik dokter ."


Mereka berlari mendekati ayris dengan gugup meskipun rasa takut berdekatan dengan harimau tersebut .


" Jika kalian seperti itu , akan membahayakan kakak ipar ku ."


" Tapi dokter leo ,,, ."


Leo mengerti kekhawatiran mereka karena memandang ke arah leon dan leona .


" Leon ,,, leona menyingkirlah dulu ! mereka takut dengan kalian dan kegugupan mereka akan berbahaya bagi mommy mu ."


Ucap leo pada kedua harimau tersebut yang akhir nya di turuti oleh leon dan leona yang berjalan ke sudut ruangan .


" Ayo nyonya ,,, dorong lagi !"


" Ayo kakak ipar pasti bisa !"


" Aaaaaa,,,, ."


" Ayo nyonya sedikit lagi !"


" Aaaaaaa,,,,,."


" Oek,,,, oek,,,, ."


" Bayi nya laki laki nyonya ."


Seorang suster memberitahu bayi nya laki laki tapi karena mereka tidak tahu jika ayris mengandung baby twins terkejut mendengar teriakan ayris .


" Aaaaaaaa,,,,,."


" Aaaaaaaa,,,,."


" Apaaa,,, nyonya mengandung baby twins ?"


" Ayo kakak ipar ,,, dorong !"


" Ayo nyonya sedikt lagi !"


" Aaaaaa,,,,."


" Oek ,,,, oek,,,, ."


" Bayi nya laki laki lagi ."


" Semua gara gara kak zain ."


Tapi kecemasan yang hilang karena baby twins boy sudah lahir kini kembali lagi ketika ayris berteriak sekali lagi .


" Aaaaaaa,,,, ."


" Aaaaaaa,,,,."


" Apaaaa ,,, masih ada lagi ?"


" Aung,,,, aung,,, ."


Bahkan leon dan leona meraung bersama ketika melihat mommy nya berteriak sekali lagi .


" Benar dokter , masih ada ."


Seorang suster yang memeriksa nya pun memberitahu dokter leo dan dokter varo.


" Ayo nyonya ,,,, dorong sekali lagi !"


" Aaaaaaa,,,,."


" Oek ,,, oek,,,,."


" Baby girl ."


Setelah itu ayris terkulai lemas melahirkan ketiga anak kembar nya yang sungguh di luar dugaan .


Para dokter dan suster membersihkan ayris dan juga para baby twins yang sangat lucu , setelah itu memberi koordinasi di pindahkan ke ruang perawatan .


" Dokter leo , nyonya muda siap di pindahkan ke ruang perawatan beserta baby twins .'


Ucap dokter varo .


" Dan kami mengucapkan selamat atas kelahiran baby twins pada nyonya ."


" Terima kasih dokter ."


" Baiklah . Pindahkan segera !"


Ceklek ,,,,


Leo keluar dengan bekas cakaran di tangan nya dan juga rasa nyeri yang ia rasakan .


Rian yang melihat nya dengan cemas segera berlari ke arah nya .


" Ada apa dengan tangan mu ? Bagaimana nyonya sudah melahirkan dan bayi nya ?"


Leo mendengus agak kesal karena menjadi korban keganasan kakak ipar nya yang seharus nya kakak nya yang menerima nya .


" Kedua baby boy dan baby girls baik baik saja ." Ucap leo .


" Apaa,,, bayi nya tiga ?"


Rian tak percaya mendengar perkataan leo , menanyakan sekali lagi dan mendapat anggukan dari leo.


" Suruh anah buah mu memindahkan kak zain."


" Baiklah ."


Rian menghubungi anak buah nya memindahlan zain ke ruang yang di sebutkan oleh leo agar satu ruangan dengan ayris .


Tak berapa lama kemudian mereka pun telah sampai ke tempat tujuan di mana ayris yang sudah berada di sana dan juga para baby kesayangan nya .


" Sayang, lihat lah ! Baby kita sudah lahir , segeralah sadar ."


Ucap ayris yang menoleh ke arah samping di mana suami nya terkulai lemas tak sadarkan diri .


" Aung,,,."


" Aung,,,,."


" Aung,,,,."


" Aung,,,,."


" Leon leona ,rumah sakit ini berbahaya . Kalian harus menjaga baby dan daddy mu dengan baik !"


"Aung ,,,."


"Aung,,,."


" Leon , mommy akan tidur sebentar . Jaga mereka baik baik !"


" Aung,,, "


Leona yang duduk di sebelah baby sedangkan leon di depan pintu . Kecuali orang yang ia kenal leon tak mengijinkan mereka masuk .


Rian dan beberapa bodyguard menjaga ruangan dengan sangat ketat bahkan ia pun tak meninggalkan tempat itu .


Sedangkan leo menemui wakil direktur serta mengajak nya ke ruang cctv untuk mengecek kejadian tadi .


" Lihat lah ! Bagaimana kau mempertanggungjawabkan ini semua ? "


Leo menunjuk bagian video yang memperlihatkan dimana seorang suster merebut kakak ipar nya .


" Maaf kan kecerobohan ini, dokter . Kami tak menyangka nya ada penyusup yang begitu pandai masuk rumah sakit kita ."


" Aku tidak mau tahu cara mu mengangani ini , tapi kau harus ingat jangan sampai terulang lagi ."


" Dan ingat ! Berikan laporan mu segera !"


Ucap leo yang mengambil chip potongan video tersebut .


" Baik dokter ."


Wakil direktur membungkukkan kepala nya memberi hormat ketika leo meninggalkan tempat itu .


Leo bergegas menemui rian untuk memberikan chip tersebut sesuai permintaan rian .


Rian tak mempercayai orang lain bahkan para dokter untuk menjaga tuan dan nyonya nya setelah apa yang terjadi .


" Ini bagian mu ! Apa dokter varo sudah datang memeriksa kakak ipar ? dan baby siapa yang menyusui ?"


Leo melihat wajah dingin rian yang terlihat sangat cemas .


" Aku tidak mengijinkan mereka memeriksa nyonya .Dan baby tertidur setelah di susui nyonya ."


" Kau membantu kakak ipar ?"


" Tentu saja , kau terlalu lama dengan urusan mu ."


" Hei,,, aku ini harus menegur mereka sesuai prosedur bukan seperti mu, sekali tembak dorr,,, selesai ."


Perdebatan kecil terjadi di antara mereka berdua dengan segera leo masuk ke dalam ruangan dimana kakak dan kakak ipar nya masih tertidur .


" Aku sudah menyiapkan helicopter untuk membawa pulang mereka . Terlalu berbahaya di sini apalagi kondisi nyonya yang tidak memungkinkan ."


" Baiklah , tunggu mereka sadar !"


" Oek,,, oek,,, ."


"Oek,,oek,,,."


" Oek,, oek,,,."


Ketiga bayi itu menangis membuat zain yang tertidur oleh obat bius bangun dari tidur nya .


" Tidakkkk,,,, sayang ."


" Aung,,,,."


" Aung,,,."


Leon menghampiri zain yang baru tersadar dari pengaruh obat .


" Kakak,,,, kau tidak apa apa ?"


" Tidak , rian ,,,, Ayris ,,,?"


Rian berjalan menghampiri tuan nya yang baru tersadar lalu menunjukkan ke arah samping di mana nyonya muda nya berada .


" Nyonya baik baik saja tuan . Dan ketiga baby sudah lahir semua ."


Ucap rian menunjuk ranjang box bayi di depan zain .


Zain bangun dari tempat tidur lalu menghampiri ayris yang tertidur pulas kelelahan .


" Sayang,,, sayang,,,,."


" Sayangg,,,."


Ketika zain tak mendapat jawaban dari ayris kemudian berteriak keras memanggil nya membuat ayris yang tertidur merasa terganggu .


Leo dan rian tercengang melihat apa yang di lakukan kakak nya.


" Ada apa ? Kau mengganggu tidur ku , apa kau tidak tahu aku berjuang sendiri melahirkan bayi muuuu,,,,."


Meskipun mata nya terpejam dan juga kelelahan setelah melahirkan ternyata tenaga ayris masih kuat meneriaki suami nya .


Zain, leo dan rian yang ada di ruangan tersebut di buat tercengang oleh ayris .


Begitu juga dengan leon dan leona yang seketika bersembunyi di bawah box bayi ketika mendengar teriakan mommy nya.


" Bayi,,,, ? Mana bayi nya ?"


Zain menatap pada leo dan rian bersamaan menunjuk ke arah samping mereka yang terdapat tiga box bayi.


Zain bangun dari duduk berjalan menghampiri ketiga bayi nya dengan perasaan haru dan juga bahagia.


" Kenapa ada tiga ? Yang satu milik siapa ?"


Leo menepuk jidat nya sendiri melihat tingkah konyol kakak nya ketika melihat bayi nya sendiri .


" Punya kakak , memang nya punya siapa ? Aku dan rian belum menikah ."


Leo lalu berjalan menghampiri kakak ipar nya memeriksa nya sejenak .


" Kakak , kita harus segera pulang ."


Mendengar kata pulang , zain baru saja ingat kejadian beberapa jam yang lalu .


" Saya sudah menyiapkan segala nya tuan ."


Ucap rian kemudian .


" Baiklah."


" Tunggu !"


Ketiga orang itu menoleh ke arah ayris yang masih memejamkan mata nya namun membuka mata nya ketika suami nya menyetujui kepulangan mereka .


" Sayang , kau menginginkan sesuatu ?"


" Aku harus menyusui para baby dahulu , tidak mungkin aku menyusui nya di udara ."


Ucap ayris mencoba untuk duduk dan zain membantu nya mencari posisi ternyaman .


" Berikan bayi nya pada ku !"


Zain mengambil salah satu bayi itu lalu memberikan nya pada ayris namun ketika leo dan rian membawa kedua nya membuat kedua mata ayris melotot tajam pada mereka .


" Kenapa kalian bawa semua kesini ! Aku tidak bisa menyusui semua nya sekaligus. "


Ucap ayris mendengus kesal , leo dan rian mengembalikan lagi bayi nya ke dalam box bayi .


" Kalian keluarlah dahulu !"


Ucap zain ketika ia melihat istri nya akan mengeluarkan buah kesayangan nya .


" Baik tuan ."


" Baiklah ."


Rian dan leo bersamaan keluar dari ruangan.


Rian segera menghubungi anton menyiapkan segala nya sedangkan leo menghubungi kakek arijaya memberikan kabar gembira tersebut .


Setelah beberapa saat para baby selesai menyusu , zain memberitahu mereka untuk bersiap membawa nya dan juga istri nya pulang ke mansion .


Pengawalan secara ketat bahkan penjagaan dengan beberapa bodyguard yang luar biasa karena zain tidak ingin kecolongan lagi .


Mereka telah sampai ke atap rumah sakit dengan helicopter zain yang telah menunggu .


Leo dna rian masing masing menggendong satu bayi dan juga ayris yang memilih baby girl nya.


Helicopter siap terbang dengan penumpang yang telah berada di dalam .


Zain tidak akan tenang sebelum mereka sampai ke mansion nya.


Bersambung 😊🙏