
Ditempat Faizal yang mulai khawatir dengan keadaan Ayris, Ia bingung dengan kepergian Ayris yang bak ditelan bumi . Entah kemana pergi nya gadis itu ?
Meskipun ia tidak memiliki rasa apapun namun ia adalah suami nya , dan bagaimana ia akan mempertanggungjawabkan pada ibu nya . Ibu nya sangat menyayangi nya , bukan tidak mungkin ia akan menanyakan kemana Ayris selama ini .
Jika selama dua bulan ini ia bisa menutupi nya ,bukan tidak mungkin ibu nya akan menanyakan nya lagi.
Ia pun harus memikirkan cara yang tepat untuk memberi alasan pada ibu nya.
" Sayang , Apa kau masih memikirkan istri mudamu ?" Suara Vella membuat nya terkejut.
Namun Fai hanya mengangguk tanda sebuah jawaban untuk Vella .
" Kau mulai mencintai nya ?" Tanya Vella mulai menaruh curiga pada Fai, ia mulai merasa ada cemburu dalam hati nya.
" Sayang , kau mengetahui cintaku untuk siapa ? memang nya untuk siapa ?" jawab Fai menarik tangan Vella ke dalam pangkuan nya.
Fai merasa istri nya mulai cemburu ,jika ia membicarakan Ayris yang ternyata sudah menjadi mantan istri nya tanpa sepengetahuan nya.
" Ada apa sayang ? Apa kau mulai cemburu ?" Ucap Fai memandang vella , Vella hanya diam membisu.
" Bukankah kau dulu yang menyuruhku menikah dengan nya ? kenapa kau cemburu pada nya ? " Ucap Fai yang sengaja membuat Vella kesal.
"Aku hanya tidak menyukai jika kau membicarakan nya ?" Jawab Vella menatap datar pada Fai.
"Haaaaa haaaaa , itu tanda nya kau sedang cemburu. Vella ,,,, Vella,,, dengar sayang , aku hanya khawatir dengan ibu bukan dengan nya ." ucapan fai ada benar nya , sejenak Vella berpikir tentang ibu mertua nya.
Ia tahu jika Ibu mertua nya itu adalah mantan pacar ayah nya , tetapi tidak menyetujui hubungan mereka meskipun ayahnya sudah mempunyai istri yaitu mama nya namun ibu fai tetap tidak menyetujui nya.
Mereka hanya memanfaatkan Ayris untuk menutupi pernikahan mereka, sampai Vella hamil dan mempunyai anak seperti keinginan ibu fai yang menginginkan cucu.
Fai membelai lembut rambut Vella dengan sekilas ia mencium bibir vella menyesapnya lebih dalam , Vella pun membalas nya.
Hingga turun ke leher jenjang Vella , Tangan Fai yang mulai bergerilya menyusuri setiap lekuk tubuh nya.
Dibawa nya tubuh vella ke tempat tidur mereka ,tanpa menghentikan ******* mereka .
Hingga pemanasan itu berakhir dengan aktivitas rutin ranjang mereka . Fai mengerti dan faham pada istri nya mood nya akan mulai membaik jika ia mengalihkan nya.
Vella merebahkan diri di samping Fai , ia tersenyum melihat Fai yang paham akan diri nya . Sedangkan Fai mengusap lembut rambut vella .
"Sayang ,kau semakin sexy saja jika sedang marah ?" Ucapan Fai seakan pertanda bagi vella jika suaminya itu sedang menginginkan hal yang sama .
Vella hanya tersenyum dan mengangguk dengan permintaan Fai , tanpa basa basi pun ia mengulang kejadian yang sama hingga Vella merengek lelah dan tertidur.
"Sayang ,maafkan aku . Aku hanya ingin kau segera hamil , agar kita tak bermain petak umpet dengan ibu." Gumam Fai membelai pipi Vella .
Sejenak ia memikirkan Ayris yang tengah hilang , bahkan ia pun tak peduli ia dimana .
"aku sudah menjadi pria yang kejam , tidak memperdulikan dimana kau berada ? . Maafkan aku ayris ,aku hanya memanfaatkan kebaikanmu . aku tidak mungkin mencintai mu , hatiku ini hanya untuk Vella." Gumam Fai memandang ke atas langit langit kamar nya.
Fai bangun dari tempat tidur dan berjalan menuju balkon kamar , memikirkan apa yang telah terjadi . Tentang kesalahan nya memanfaatkan orang demi kepentingan pribadi nya .
Bahkan jika sekarang Ayris menghilang pun ia bahkan tak mencari nya . Ia hanya memikirkan cara bagaimana membuat ibu nya merestui pernikahannya dengan vella . Meskipun secara diam diam ia menikahi vella , bahkan ia langsungkan di hari yang sama dengan Ayris.
Bersambung 😊😊🙏🙏🙏🙏🙏