
Zain yang telah membereskan sisa makanan menarik troly meja tersebut ke luar kamar , sedangkan Ayris yang masih terdiam memikirkan ucapan Zain terlihat seakan melamun .
Ia pun tak sadar ketika sang suami ternyata sudah berada di samping nya .
" Sayang ,,,, ada apa ? kenapa melamun ?" Ucap Zain yang mengusap pelan kepala Ayris kemudian menyentuh lembut pipi nya .
" Ti ,,, tidak Sayang . Aku hanya ,,,,,." Ucapan Ayris terpotong ketika Zain menarik Ayris ke dalam pelukan nya.
" Sudah lah sayang , tak perlu di pikir kan ." Ucap Zain mempererat pelukan nya , ia tahu apa yang tengah istri nya itu pikirkuian .
" Sayang , Apa aku pantas menyandang nama belakang mu ? Aku hanya wanita biasa bahkan aku yatim piatu besar di panti asuhan ." Ucap Ayris kemudian melepas pelukan Zain dan memandang erat lelaki yang ia cintai itu .
" Apa aku menanyakan status mu sebelum aku memilihmu menjadi istri ku ? " Ucap Zain membelai lembut rambut Ayris yang tergerai panjang .
Ayris seketika tertegun mengingat masa masa pertama kali hadir di mansion ini dan dimana ia juga terkejut telah di culik sang suami . Namun seiring berjalan nya waktu ternyata king mafia ini bisa meluluhkan batu es hingga meleleh .
" Kau jahat sekali , telah menculik ku dan mengurung ku di mansion ini .Penjagaan yang super ketat , mana mungkin bisa lepas dari cengkraman mu ." Ucap Ayris kemudian mengerucutkan bibir mungilnya .
" Apa kau tidak bahagia dengan pernikahan ini ?" Ucap Zain yang sengaja menggoda Ayris .
" Awal nya aku hanya ingin membalas mu tapi ,,,, aku mencintai mu ." Ucap Ayris kemudian memeluk sang suami . Kemudian melepas pelukan nya memandang lekat wajah tampan Zain mencium bibir Zain dalam dalam .
Zain yang melihat tingkah sang istri begitu gemas dengan nya tapi ia pun membalas ciuman tersebut . Hingga Zain menyudahi nya berdiri menggendong Ayris ke kamar mandi .
Perlakuan Zain yang begitu romantis membuat Ayris luluh dan akhir nya membuka hati untuk nya . Mengingat bayangan faisal yang menduakan nya membuat hati Ayris kian mantap pada suami nya .
Setelah beberapa saat dari kamar mandi , Zain kembali menggendong Ayris ke tempat tidur . Ayris tersenyum memandang sang suami begitu juga dengan Zain. Ia merasa takut kehilangan istri nya , orang yang mengisi hari hari nya dengan segala tingkah laku nya .
Zain yang ikut berbaring di samping ayris meraih tubuh mungil istrinya ke dalam pelukan nya . Suasana yang sunyi mencekam membuat mereka terbuai dalam rasa kantuk yang membuat mereka segera tertidur .
Keesokan hari nya Zain yang masih terlelap memeluk erat tubuh sang istri , begitu juga dengan ayris yang mencari kenyamanan di sela sela lengan suami nya .
Sementara keluarga lisha telah mengadakan konferensi pers yang menjelaskan bahwa malam itu memang mereka mengadakan pertemuan dengan Zain dan juga jas yang di kenakan pria itu adalah warna yang sama dengan Zain kenakan .
Berita skandal yang sengaja di buat lisha dan konferensi pers yang mereka buat seolah menyudutkan jika benar orang itu adalah Zain .
Keluarga Besar Zain yang mengetahui konferensi pers tersebut merasa murka , mama Zain yang nampak Syok dengan berita tersebut menangis tanpa henti . Begitu juga dengan Chleo yang baru kembali dari bulan madu , sedangkan Max hanya tersenyum dengan kelicikan wanita itu .
Ia mengetahui jika sang kakak tidak mungkin melakukan hal tersebut , kakak ipar nya jauh lebih cantik dari pada wanita tersebut .
Chleo memeluk sang mama dan menenangkan nya , sementara Max berjalan menuju ruang kerja sang papa .
Tok tok tok ,,,,,,
Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan papa Zain kemudian berjalan menuju pintu dan membuka nya .
" Max ,,,, kau sudah kembali ." Ucap Papa hendra .
" Iya Pa . Bagaimana kabar papa ?" Pertanyaan basa basi yang di lontarkan Max mendapat senyuman dari papa hendra .
" Seperti yang kau lihat Max , Papa baik baik saja . " Ucap sang papa kemudian memeluk max .
"Kau sudah mendengar berita kakak mu ? " Pertanyaan yang memang ditunggu Max pun keluar dari mulut sang papa .
" Iya Pa , bukankah papa sudah tahu jika kakak sudah menikah ?" Jawaban Max membuat papa hendra memandang ke arah nya .
" Ya , papa memang sudah mengetahui nya . Gadis malang pilihan kakak mu itu mampu meruntuhkan dinding es yang selama ini terbangun kuat ."
" Hanya Papa terkejut melihat flashdisk yang berisi rekaman perbuatan lisha malam itu ." Ucap papa hendra setelah melihat salinan flashdisk yang di berikan Zain kepada nya .
" Papa tidak menyangka jika gadis itu mempertaruhkan keluarga nya untuk meraih keuntungan nya sendiri ."
Papa zain memang benar benar tidak habis pikir dengan kejadian tersebut . Bagaimana keluarga sahabat nya akan menanggung malu dengan tingkah putri nya tersebut .
" Tapi Kakak mu tidak mengijinkan untuk memberi klarifikasi sampai beberapa hari ke depan . Itu yang membuat papa bingung Max ." Ucapan sang papa membuat Max tersenyum .
" Pa , papa tidak perlu khawatir . Kakak punya cara tersendiri mengatasi nya ." Ucapan Max memang ada benar nya .
"Kau benar Max , tapi bagaimana dengan kakek mu ." Ucap Sang papa menghela nafas kasar nya .
" Biarkan saja kakek seperti itu pa ! Sampai kakak sendiri yang mengadakan konferensi pers ." Ucapan Max membuat papa nya tertegun bingung . Rencana apa yang sebenar nya di jalankan Zain hingga ia rela mencemarkan nama baik nya sendiri .
" Max ,kau tidak sedang bercanda kan ? Bukan tidak mungkin kau mengetahui rencana kakak mu ?" Max tidak menjawab pertanyaan sang papa ,ia berdiri berjalan meninggalkan ruangan tersebut.
" Pa, Besuk aku akan kembali ke tempat kakak . Aku akan membawa Chleo ."Ucap Max kemudian memutar gagang pintu meninggalkan ruang kerja papa nya.
" Apa ,,,, ! Secepat itu max . Kalian baru saja kembali dari bulan madu , lagi pula mamamu membutuhkan chleo ." ucap Sang papa .
" Aku tidak bisa meninggalkan Chleo pa ." Papa hendra paham jika putri nya sedang dalam keadaan bahaya , bukan tidak mungkin musuh akan mengincar nya .
"Baiklah, papa mengerti ." Ucap sang papa .
Baru beberapa langkah Max berjalan meninggalkan ruang kerja papa hendra ,Chleo sudah memangginya dari arah belakang .
" Sayang , kau dari mana ? Aku mencari mu di kamar tidak ada. " Ucap Chleo kemudian menggandeng lengan sang suami .
" Dari ruang kerja papa . Kenapa ? Apa kau merindukan ku ?" Max sengaja menggoda istri nya .
" Tentu saja , aku merindukan suami ku ." Ucap Chleo mengalungkan kedua tangan nya ke leher max . Max pun menggendong nya sampai ke kamar mereka, lalu membaringkan Chleo di ranjang mereka .
"Bagaimana dengan mama ?" Pertanyaan Max membuat Chleo menghela nafas kasar nya.
" Aku sudah menenangkan nya, tapi mama merasa syok dengan konferensi pers om reno ." Ucap Chleo kemudian berbaring di ranjang nya .
"Besuk kita akan kembali ke tempat kakak , bersiaplah !!." Chleo terkejut dengan ucapan sang suami .
"Ke tempat kakak !! Untuk apa ke sana ?" Pertanyaan Chleo mendapat senyuman dari Max .
"Tentu saja aku harus bekerja ." ucapan max memang ada benar nya namun ia merasa tidak tega dengan mama nya .
" Kenapa tidak bekerja di perusahaan papa saja ?" .
" Sayang ,,, kau tidak ingin tinggal dengan ku ." Ucapan Max merupakan harga mati untuk Chleo ia tak berkutik dengan pernyataan sang suami .
Beberapa saat kemudian Chleo dan max sudah terlelap menunggu mentari bersinar . Max tidak mungkin meninggalkan Chleo di mansion utama , gadis kecil nya itu pasti akan berbuat ulah .Lagi pula ia sudah lama meninggalkan kantor , sudah saat nya untuk kembali .
Bersambung 😊🙏🙏🙏