ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 227.


Di tempat lain


Perusahaan S group yang sedang kacau dengan pergulatan saham yang naik turun dan juga pemutusan kerja sama yang di lakukan oleh beberapa orang perusahaan lain nya .


" Aaaaaaaa,,,,,, brengsek ."


Prank,,,,,brukk,,,derrrr,,,


Seorang wanita cantik muda yang memiliki body seperti gitar spanyol meluapkan emosi nya dengan membuang seluruh barang barang yang berada di meja kerja nya .


"Sialan,,,,. Bagaimana ini bisa terjadi ? Apa ada yang membocorkan data perusahaan ? "


Ucap seorang wanita yang tengah kesal di sebuah ruang kerja nya.


" Yah, pasti ada yang membocorkan nya ? Bagaimana mungkin saham perusahaan anjlok seperti itu ? "


" Aku sudah sangat hati hati . Apa semua ini ada hubungan nya dengan tuan adinata ?"


" Bagaimana dengan zain ? Mati aku . Ia pasti meminta ganti rugi sesuai kesepakatan. Jika papa tahu , ia akan mengirim ku lagi ke tempat nenek ."


Wanita muda itu dengan sangat kesal berjalan mondar mandir kesana kesini .


Tok ,,,, tok,,,,


Sebuah ketukan membuat lamunan wanita tersebut buyar seketika dan ada sedikit rasa was was dan gugup ketika ia belum mengetahui siapa orang yang berada di balik pintu tersebut.


Ceklek,,,,


" Nona , tuan max berada di ruang rapat sekarang dengan beberapa pemegang saham lain nya ."


Ucap orang yang berada di balik pintu tersebut tak lain adalah sekertaris nya .


" Apaaaaaaa,,,,! Diruang rapat ."


Perempuan yang bisa di sebut direktur tersebut terkejut dengan pemberitahuan sang sekertaris .


" Benar nona dan saya tidak bisa menghentikan mereka datang karena seperti yang anda ketahui sedang terjadi masalah diperusahaan kita ."


Sekertaris tersebut tidak bisa menolak kedatangan mereka yang tiba tiba masuk ke dalam ruang rapat .


" Baiklah , katakan aku akan segera kesana !"


Ucap perempuan tersebut .


Sang sekertaris yang berjalan lebih dulu menggelengkan kepala nya karena melihat ruangan sang direktur yang sangat berantakan .


" Sialan ,,,,. Bagaimana ini ? Perusahaan Z pasti akan meminta ganti rugi .Tidak ,,,, tidak,,,, aku harus tenang ! Mereka tidak mungkin tahu aku memanipulasi data nya."


Ucap wanita tersebut .


Beberapa saat setelah merapikan diri perempuan yang bertubuh sexy tersebut berlenggak lenggok bak gitar spanyol menuju ruang rapat di perusahaan nya.


Ceklek,,,


Suara pintu yang terbuka membuat semua orang yang berada di sana melihat ke arsh balik pintu tersebut .


" Selamat pagi tuan tuan semua."


Sapa perempuan cantik itu pada orang orang yang berada di ruang rapat tersebut .


" Selamat pagi nona jane ."


Beberapa orang pemegang saham saling sapa pada pimpinan perusahaan S group tersebut.


Max hanya duduk santai berhadapan dengan pimpinan tersebut.


" Ada apa gerangan tuan tuan datang pagi buta di kantor saya ? Apa ada masalah ?"


Jane yang berpura pura seperti tidak ada masalah di kantor nya bersikap tenang .


" Apa nona jane sedang bercanda ? bagaimana mungkin tidak mengetahui jika saham perusahaan anda melonjak turun ? "


Ucap salah seorang pemegang saham .


" Benar itu . Kedatangan kami kesini untuk mempertanyakan semua itu ."


Salah seorang pun menimpali .


" Saya rasa tuan tuan semua salah mendengar nya , perusahaan kami baik baik saja ."


Jane dengan sikap tenang nya meyakinkan para pemegang saham .


Dengan menggunakan kecantikan dan kemolekan nya serta tutur kata nya bisa membuat para pemegang saham hidung belang percaya pada nya .


" Benar kah ? Berarti semua desas desus yang terdengar itu hanya isu yang menjatuhkan ?"


salah satu pemegang saham kemudian berbicara satu sama lain .


" Oh ,,jadi memang benar begitu ."


ucap salah seorang lagi .


" Benar tuan , semua hanya isu . Bagaimana mungkin perusahaan saya koleb dengan isu isu miring tersebut ?"


Jane yang tengah memainkan strategi nya untuk mengendalikan kekacauan di kantor nya .


" Benar ,,,."


" Benar juga.


" Sedangkan tuan tuan tahu perusahaan saya di bawah perlindungan tuan adinata dan kami juga bekerja sama dengan perusahaan Z yang merupakan milik cucu tuan adinata ."


Ucap jane tersenyum senang kareba max yang terlihat masih santai belum bergerak sama sekali .


Mendengar perusahaan dimana ia bernaung di sebutkan max kemudian mengangkat kepala nya memandang tajam pada jane yang mulai bertingkah .


" Tenang jane ! Kau harus tenang jika tidak tamat sudah riwayat mu ."


Gumam jane dalam hati nya .


" Aku tidak peduli yang terjadi nanti yang terpenting aku bisa mengendalikan para lekaki hidung belang ini ."


Jane yang masih beradu dalam pikiran nya mukai terlihat tak tenang ketika jane melihat tatapan tajam max pada diri nya.


" Maaf nona jane , saya datang kemari untuk menanyakan harga saham perusahaan anda yang turun dan juga manipulasi yang anda lakukan untuk kerja sama perusahaan kita."


" Apaaa ,,,, ! Bagaimana bisa ?"


Ucap salah satu pemegang saham ketika mendengar pernyataan max .


" Bagaimana ini ?"


" iya ,,, bagaimana ini ?"


Bisik bisik antara pemegang saham kian membuat jane tak karuan .


Dug dug ,


Detak jantung jane berdegup sangat kencang dan juga cemas ketika jane mendengar pernyataan max dan ketika ia menerima map tersebut .


" Di dalam map tersebut terlihat jelas bagaimana kondisi keuangan perusahaan anda saat ini ."


Ucap max tersenyum sinis pada jane .


Jane dengan hati hati membuka map tersebut betapa terkejut nya jane ketika mata nya melihat lengkap data saham yang turun.


" Apaaaa,,,! Bagaimana bisa ia mengetahui nya ? "


Gumam jane dalam hati nya.


" Dan sesuai kesepakatan kerja sama kita perusahaan anda telah terbukti melakukan kecurangan dalam kontrak kerja sama kita anda harus membayar ganti rugi dua kali lipat ,nona jane ."


Max berdiri memberikan lagi sebuah map yang berisi kecurangan dalam kerja sama tersebut .


" Apaaaa ,,,! Bagaimana bisa ia juga mengetahui jika aku memanipulasi data tersebut ? "


" Mati aku ."


Jane yang tidak mengerti dengan semua kelengkapan bukti tersebut membuat nya semakin tak tenang dan semakin tak bisa berpikir lagi ketika ia pun melihat dan mendengar bisik bisik para pemegang saham .


'' Jadi nona jane tolong jangan berlindung di bawah perusahaan kami ."


Ucap max menatap tajam pada jane yang tengah memeriksa map yang di berikan max pada nya.


Jane yang terlihat bingung ingin menjawab apa karena semua data dan bukti sudah lengkap menyatakan jika perusahaan nya sedang bermasalah .


" Saya memberikan anda waktu satu kali sua puluh empat jam untuk memberikan konsekuensi yang harus kami terima jika tidak saya akan mengambil alih perusahaan anda ."


Max berkata dengan tepat pada sasaran nya membuat jane tak bisa berkutik sama sekali.


" Anda perlu ingat nona jane ! jika kami punya saham dua puluh persen di perusahaan anda."


Ucap max berlalu meninggalkan ruangan tersebut .


Beberapa pemegang saham pun berbisik bisik satu sama lain mempertanyakan kelangsungan saham mereka .


" Bagaimana nona jane ? jadi benar semua yang di katakan tuan max ."


ucap salah satu perwakilan pemegang saham.


" Iya nona jane , tidak mungkin tuan max salah dengan bukti bukti nya ?"


" Iya benar itu . Perusahaan Z adalah yang paling di segani tidak mungkin salah dengan perkataan nya ."


" Iya benar itu ."


" Nona jane , anda harus mengembalikan para saham kami atau membiarkan tuan max memimpin perusahaan ini ?"


" Benar itu ."


Perkataan para pemegang saham semakin membuat jane bingung dan cemas.


" Tuan tuan , tolong tenang dulu !."


Jane yang mencoba untuk menenangkan para pemegang saham tetapi tidak mendapatkan hasil.


" Tenang bagaimana ? perusahaan anda sudah di ambang kehancuran . Kami tidak mau rugi, kembalikan saham saham kami seperti semula."


Ucap salah satu pemegang saham.


" Iya benar itu , anda harus mempertanggungjawabkan semua nya nona jane ."


Mereka semua kemudian meninggalkan ruang rapat pergi dari kantor jane .


Jane diam membisu di kursi nya tertegun dengan apa yang di katakan para pemegang saham . Pikiran nya senakin melayang ke alam sana memikirkan dengan apa ia harus mengganti rugi .


Sang sekertaris yang melihat semua nya diam membisu memilih meninggalkan ruangan tersebut .


"Aaaaaaa,,,,,, brengsek ."


jane melempar semua berkas berkas yang berada di meja ruang rapat.


Ia semakin tersulut emosi dengan apa yang tengah ia hadapi .


" Bagaimana mungkin bisa terjadi ? "


" Aku harus meminta bantuan siapa untuk menutupi semua hutang hutang perusahaan ?"


" Papa ,,,, . Tidak,,,,, tidak ,,, itu tidak mungkin . Papa akan menghukum ku jika mengetahui perusahaan nya bangkrut ."


" Lalu,,,,, ? Yah , tuan adinata . Tidak,,, tidak,,, itu tidak mungkin ."


" Mati lah aku ."


Jane masih bermonolog sendiri menghadapi permasalahan yang ia hadapi saat ini .


" Om surya ,,, . Yah , dia pilihan satu satu nya."


Jane yang mengingat nama itu di sebutkan bergegas meninggalkan ruangan tersebut mengambil tas dan kunci mobil nya di ruang kerja nya .


BersambungπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ™πŸ™πŸ™


Part selanjut nya tentang apa ya ?


Ikuti terus ya guys 😊😊


klik tombol favorite untuk mengetahui up date author.


happy reading guys