ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 228.


" Sialan,,,, . Gadis itu benar benar ceroboh. Bagaimana ia bisa ketahuan ?"


Ucap seorang lelaki paruh baya yang memang terlihat kesal.


" Dan berani nya kau melarikan diri ? Awas saja jika kau tertangkap ?"


Ia yang tengah kesal kemudian menelepon seseorang untuk mencari di mana keberadaan gadis tersebut .


Beberapa saat kemudian ia duduk memandang potret seseorang yang sangat ia rindukan .


" Sukma , dimana kau ? Apa kau masih membenci ku ?"


" Di mana wijaya menyembunyikan mu ?"


" Kau tahu sukma , aku sangat merindukan mu bahkan aku menyesal telah meninggalkan mu saat itu ."


" Seandai nya waktu dapat berputar aku memilih kau untuk menjadi pendamping ku dari pada warisan yang aku peroleh ."


" Bagaimana keadaan mu sekarang ?"


Yah , lekaki tua yang kini tengah bermonolog sendiri pun tengah mengenang masa lalu dan penyesalan nya . Namun semua penyesalan telah terlambat ketika ia memikirkan ego nya sendiri yang begitu saja meninggalkan kekasih nya .


Seseorang berulang kali menelepon nya membuat lamunan nya buyar seketika .


incoming call


📞 :" Bos ."


📞 :" Gadis itu tinggal di sebuah motel bos ."


📞 :" Ringkus dan bawa ke hadapan ku segera !"


📞 :" Baik bos ."


📞 :"Klik ."


Senyum sini menyeringai di sudut bibir nya karena mendapatkan apa yang di incar nya .


Tetapi beberapa orang pengawal datang memberitahu jika ada seorang wanita cantik sexy berbody seperti gitar spanyol berada di ruang tamu .


" Tuan, di luar ada nona jane ingin bertemu ?"


Ucap salah seorang pelayan pada nya.


" Jane,,,, . Untuk apa gadis bodoh itu kesini ?"


Gumam nya dalam hati .


" Baiklah , aku akan segera turun ."


Ucap lelaki tua tersebut pada pelayan nya .


" Baik tuan ."


Sang pelayan pun turun ke lantai bawah memberitahu tamu nya bahwa tuan nya akan segera turun .


Beberapa saat kemudian pelayan tersebut sampai di lantai bawah memberitahu nona jane .


" Nona , tuan akan segera turun ."


Ucap sang pelayan .


" Terima kasih bik ."


Jane dengan wajah yang sangat cemas memikirkan nasib perusahaan nya yang sedang di ambang kehancuran .


Suara langkah sepatu kaki yang menggema membuat senyum jane mengembang dengan sangat sempurna .


Meskipun belum tampak orang yang memiliki suara kaki tersebut sudah bisa di pastikan bahwa ia orang yang sedang ia nanti .


" Om,,,"


"Jane ,,,,."


Suara kedua orang tersebut bersamaan ketika saling menyapa antara kedua nya .


" Kau membutuhkan bantuan ?"


Ucap lelaki tersebut yang tak lain adalah surya.


" Bagaimana om tahu ?"


Jane menundukkan pandangan nya yang terlihat banyak nya masalah yang ia hadapi.


" Tentu saja ,siapa yang tidak tahu jika kau terjebak permainan adinata ?"


Ucap surya yang seharus nya ia panggil kakek kini berubah dengan sebutan lebih muda dari itu karena penampilan nya yang cukup modis dan juga karena ia belum juga menikah sampai saat ini .


" Apaaaaa,,,, ? Jadi semua ini permainan kakek adinata . Bagaimana om bisa tahu ? Aku bahkan membayangkan jika orang tua itu melindungi ku dari serangan cucu nya ternyata ia sendiri yang mencebloskan ku ke dalam penjara ."


Ucap jane yang kini menyadari akan kesalahan nya .


" Hahahaha,,,,, . Jane ,,, jane ,,, kau masih terlalu muda untuk terjun ke dunia bisnis . Dan kau bukan bandingan yang sama jika melawan cucu adinata ?"


Om surya yang memberi penjelasan kepada nya seakan tak membuat gentar jiwa nya untuk menaklukkan pesona pimpinan adinata tersebut.


" Om ,,,, kau harus membantu ku . Perusahaan ku sedang koleb tolong bantu aku om !"


Jane yang langsung pada point penting nya merasa tak perlu basa basi lagi .


" Membantu mu ,,? Imbalan apa yang akan kau berikan pada ku ? Bahkan kemolekan tubuh mu saja tak mampu membayar nominal yang ingin kau pinjam ."


Mendengar pernyataan om surya membuat jane tercengang .


Sejenak ia berpikir bagaimana bisa om surya mengetahui jika perusahaan nya sedang dalam keadaan minus .


" Apa pun akan ku lakukan om ? Asal om membantu ku ."


Jane yang tak tahu lagi apa yang akan di lakukan nya karena keminusan dana yang di miliki oleh perusahaan nya tak mampu membanggakan apa pun .


" Hahahaha,,,, .Benarkah ?"


Surya yang semakin tertantang dengan perkataan jane .


" Benar om .Aku tak tahu lagi harus bagaimana menghadapi para pemegang saham dan juga konpensasi yang harus aku bayar dengan perusahaan Z."


Jane yang kini meyakinkan surya untuk memberi nya pinjaman harus memutar otak untuk mendapatkan pinjaman tersebut .


" Baiklah ,aku akan memberi mu pinjaman tapi dengan pernyataan kau akan memberikan apa pun yang aku ingin kan !"


Dengan tersenyum puas ia pun berhasil memperdayai gadis tersebut.


" Mati aku ! Bagaimana jika ia minta berhubungan badan dengan ku ? Apa aku sanggup melayani nya ? Bahkan menatap nya saja aku enggan ."


Gumam jane dalam hati nya.


" Tapi jika tidak , aku tidak akan bisa menggapai zain dalam genggaman ku ."


" Ahhh ,,,,sudahlah . Yang terpenting aku bisa membuat para pemegang saham bungkam ."


Jane yang masih bermonolog dalam hati nya seketika terkejut mendengar suara keras yang menyadarkan nya .


" Bagaimana ?"


Ucap om surya pada jane .


" Baiklah ."


Surya tersenyum puas mendapat mangsa baru yang akan menghasilkan uang untuk kepentingan nya .


Surya pun mengajak jane ke ruang kerja nya untuk menandatangani sebuah dokumen kosong tanpa ada nya tulisan apa pun .


" Om ,,,kenapa kertas kosong ?"


Jane yang menaruh curiga mendapat cibirsn dari surya .


" Aku tidak menginginkan ada nya pertanyaan tentang kertas ini jane ? Jika kau mau bisa keluar dari pintu mansion ku yang masih terbuka untuk saat ini ."


Ucapan surya membuat jane tak punya pilihan lagi tentang apa yang ingin ia pilih kecuali mematuhi semua perintah .


Setelah beberapa saat jane menandatangani semua dokumen tersebut , surya kemudisn menyerahkan sejumlah cek dengan nominal yang jane butuhkan .


Dengan senyum mengembang gadis tersebut menerima cek dengan nominal yang sangat fantastis bahkan di luar yang di inginkan nya .


Setelah itu jane kemudian meninggalkan mansion surya untuk langsung ke kantor max.


Sedangkan surya tersenyum puas dengan penuh kemenangan .


Ia pun menghubungi seseorang untuk melakukan negosasi dengan sesuatu mangsa yang baru .


📞 :" Jack,,,."


📞 :" Apa ada sesuatu yang baru hingga kau menghubungi ku sendiri ?"


📞 :" Tentu , sesuatu yang sangat kau sukai ."


📞 :" Benarkah ? Nominal pasti sangat tinggi , mampu kah aku menggapai nya ?


📞 :" Tentu saja jack , hahahaha ."


📞 :" Baiklah , aku akan mengikuti lelang kali ini ."


📞 :" aku bisa menjamin tidak akan mengecewakan , jack ."


📞 :" Hahahaha,,,,, . Aku tahu itu . Barang mu tidak pernah mengecewakan ."


📞 :" Surya ,,,, bagaimana pesanan ku ? apa tikus kecil itu sudah kau dapat kan ? Aku tak sabar melahap nya ."


📞 :" Tentu saja , malam ini aku akan mengirim nya pada mu . Nikmati lah sepuas mu !


📞 :" Baiklah , aku menunggu nya sampai malam nanti ."


📞 :" Okay ."


📞 :"Klik ."


Kedua nya memutus sambungan telepon dengan senyum masing masing dan penuh arti masing masing .


Sementara jane yang telah sampai di gedung perkantoran perusahaan Z berjalan menuju resepsionis untuk bertemu dengan pimpinan perusahaan nya .


" Maaf nona , bisa kah saya bertemu denhan presdir kalian ?"


Ucap jane pada resepsionis .


" Maaf nona , apa anda sudah membuat janji dengan presdir ?"


Ucap resepsionis tersebut dengan sopan .


" Belum nona , katakan pada presdir anda jika jane pimpinan perusahaan S group ingin membicarakan tentang kerja sama ."


Jane dengan sombong nya membanggakan diri nya .


" Baiklah nona , silahkan tunggu di lobby ! saya akan memberitahukan pada sekertaris presdir."


Ucap salah satu resepsionis.


" Terima kasih nona ."


Jane yang berjalan menuju lobby kemudian duduk di sana tersenyum puas dengan di ijinkan nya ia masuk meskipun hanya di lobby .


Perusahaan Z adalah perusahaan yang snagat ketat dalam pemeriksaan apa pun meskipun hanya menerima tamu .


" Kali ini , aku harus bisa menemui zain bagaimana pun cara nya ! Agar aku terlepas dari jeratan om surya. "


Gumam jane dalam hati .


Sedangkan resepsionis memegang intercom ke ruang sekertaris presdir .


📞 :" Ya ."


📞 :" Maaf nona diana , nona jane dari perusahaan S ingin bertemu dengan presdir ."


📞 :" Nona jane,,,, ? "


📞 :" Benar nona ."


📞 :" Presdir tidak ada janji dengan nya."


📞 :" Tapi nona jane bersikeras nona ."


📞 :" Apaaa,,,,!"


Teriakan diana membuat max yang sedang melewati meja kerja nya terkejut dengan teriakan kecil diana .


" Diana , ada masalah apa ?"


" Nona jane ada di bawah dan ingin bertemu dengan presdir ."


Ucap diana .


" Presdir tidak datang selama beberapa hari . Jika ia mau boleh berdiskusi dengan ku .


Ucap max .


" Baiklah .."


📞 :" Presdir tidak datang ke kantor beberaoa hari . Ada wapres jika ingin bertemu ?"


📞 : Baiklah nona .


📞 :" Antar ke lantai Enam !"


📞 :" Baik nona ."


Sambungan intercom yang putus membuat resepsionis menghampiri jane yang duduk di lobby .


" Maaf nona , presdir tidak hadir selama beberapa hari di kantor . Ada wapres jika anda ingin bertemu."


Ucap sang resepsionis .


" Sialan ,,,, zain tidak ada di kantor . Tapi max boleh juga ."


Gumam jane dalam hati dengan senyum yang mengembang membuat resepsionis menggelengkan kepala.


" Baiklah nona ."


Resepsionis kemudian mengantar jane ke lantai enam sesuai perintah sekertaris presdir tersebut .


Bersambung ,😊🙏🙏🙏🙏


Haapy reading guys .