ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 51.


Di Tempat Zain , Zain yang sedang menatap layar laptop nya memeriksa kembali proyek proyek tender yang ia menang kan. Sesekali ia melirik ke arah kamera pengintai kamar nya , ia melihat Ayris yang terlelap dalam tidur nya.


" Kak , Mama menelepon menyuruh kita segera pulang ." Ucap Max , menghela nafas nya. Ia tidak akan menunjukkan persaudaraan nya jika di depan orang lain.


"Apa ada hal yang penting ?" Tanya Zain menutup layar laptop nya.


" Chleo sedang di rumah sakit . Ada beberapa orang menyerang nya ketika berada di kampus ." Ucap Max menundukkan kepala nya.


Max memang sangat mengkhawatirkan Chleo ingin rasa nya membawa gadis itu disini bersama nya .


" Dave,,,,!" Zain meneriaki nama adek nya , Ia akan mengumpati nya jika ia lalai menjaga princes mereka.


"Dave sedang mendampingi papa dinas ke luar kota , sedangkan mama tidak bisa mendampingi papa karena melayat ke tempat teman nya. " Ucap Max , ia mengerti jika Zain khawatir pada Chleo ,begitupun juga diri nya.


" Baik lah ,siap kan jet pribadi kita berangkat malam ini." Ucap Zain meninggalkan Max sendirian berjalan ke kamar nya.


Zain tidak melewati pintu depan melainkan pintu tembus antara kamar dan ruang kerja nya .


Sedangkan Max membereskan berkas berkas nya dan menyiapkan keberangkatan nya ke kota S .


Ia berjalan ke lantai bawah menuju ruang bawah tanah , dimana beberapa anak anggota black devil ada disana ,sebagian memantau sebagian lagi bersiap siaga.


" Rian ." Panggil Max Pada Rian .Rian segera berlari ke arah max .


" Ya ,kak . Ada apa ?" Tanya Rian menatap serius Max yang terlihat gusar .


" Kita bersiap pulang ke mansion utama ." Ucap Max. Rian terkejut ketika Max berkata demikan ,pasti terjadi sesuatu di Mansion utama .


" Anton, perketat penjagaan .Beberapa hari ini tuan muda akan pulang ke mansion utama , perketat penjagaan !" Ucap Max penuh penekanan


" Baik ,bos ." Jawab Anton singkat.


" Anton , keselamatan nona muda di tangan mu . Kau tahu bagaimana harus bertindak !" Ucap max lagi , sedangkan anton bergidik ngeri .


" Baik ,bos ." Jawab Anton singkat.


Di kamar Zain , Zain yang sengaja masuk ke dalam kamar nya lewat pintu rahasia , ia berdiri seperti patung begitu melihat Ayris yang hanya berbalut handuk .


Zain tersenyum jahil pada Ayris , muncul ide cemerlang di pikiran nya . Sedangkan Ayris yang masih belum sadar keberadaan Zain hanya memilah milah baju tidur yang hendak ia pakai.


" Pakaian apa ini , seperti kurang bahan." Ucap ayris.


" Ini lagi , tembus pandang ." Ayris kembali melipat nya dan mengembalikan nya ke dalam almari.


" Apa lagi ini seperti jala ikan ,banyak lubang ." Ia menghela nafas kasar nya .


" Kemana pijama ku kok tidak ada semua."


" Huuuhhhh,,,, Kau memang sengaja ya . Miraaaaa ." Ayris berteriak kesal , ternyata Mira telah mengganti semua pakaian tidur nya dengan lingerine.


Ayris belum menyadari keberadaan Zain , sedangkan Zain yang melihat Ayris hanya tersenyum melihat tingkah nya.


Ia bersandar didepan pintu ruang ganti baju memperhatikan Ayris.


Sampai pada pilihan kaos oblong milik Zain , Ayris tersenyum simpul , ia segera memakai nya di depan Zain dengan santai nya melepas handuk tersebut.


"Sayang ,kau sedang menggodaku ." Gumam Zain dalam hati.


Ayris melepas handuk yang ada di kepala nya mengibaskan rambut nya dengan handuk tersebut , sampai di rasa agak kering .Ayris memungut handuk yang tadi ia sematkan di tubuh nya .


Ketika hendak bangun ia pun terkejut memandang Zain sudah ada di depan nya. Ia berteriak histeris.


" Aaaaaaaaaaa,,,,,,, ."


BersambungπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ™πŸ™πŸ™