
Zain yang sudah siap dengan stelan jas nya menghampiri istri nya yang tengah bersolek di depan meja rias .
" Kau cantik sekali ."
Zain mencium pelan kening ayris yang tengah bersolek .
Suami nya selalu mengganggu aktivitas nya hingga ia harus mengelus dada nya .
" Tentu saja, jika tidak apa kau akan menjadikan ku istri mu ?"
Ucapan monohok ayris membuat zain heran namun menyunggingkan senyum nya .
" Apa kau tidak mau menjadi istri ku ? Baik lah ,aku ,,,,."
Belum sempat zain melanjutkan perkataan nya untuk menggoda suami nya ayris sudah terlebih dahulu menyaut perkataan zain .
" Tentu saja aku mau . Siapa yang tidak mau menjadi istri pengusaha tersohor dan juga ketua mafia ? Orang orang pasti akan takut dengan ku ."
Dengan cepat ayris beranjak dari duduk nya berlari mengalungkan leher nya ke leher zain.
" Awas kalau berani mencari perempuan lain !! Aku akan menyuruh leon memangsa nya hidup hidup ."
Ucap ayris kemudian mencium pipi zain .
" Hahahaha,,, . Waow,, istri ketua mafia sangat kejam . Patut di acungi jempol !"
Zain meraih tubuh ayris ingin memeluk nya namun terhalang perut besar ayris. Ia pun tak jadi memeluk istri nya namun menurunkan tubuh nya mencium perut besar ayris.
" Kau menghalangi daddy memeluk mommy mu . Daddy menunggu mu sayang , cepatlah keluar !"
" Hahahaha,,, . Sayang , daddy mu cemburu dengan kalian."
Ayris tertawa mendengar zain yang tengah berdialog dengan baby twins .
Kebahagiaan serasa milik mereka saja tak ada yang lain .
" Leon ,,,, leona ,,,."
Aung,,,
Aung,,,,
Aung,,,,
leon dan leona yang memang berada di kamar mereka berlari menghampiri mommy dan daddy nya .
Sedangkan zain hanya mengernyitkan dahi nya melihat tingkah istri nya yang lebih mementingkan mereka dari pada diri nya .
Namun Zain tak lantas mempermasalahkan semua nya karena memang istri nya menyayangi mereka .
" Sayang , kalian mau ikut atau tinggal disini ? Mommy dan daddy akan pergi sebentar ."
Ucap ayris membelai kedua kepala harimau kesayangan nya .
Mereka yang mengendus endus tangan ayris seakan tak ingin ditinggal oleh sang mommy .
Ayris merasa heran melihat gelagat aneh leon dan leona yang tak seperti biasa nya bermanja manja dengan nya dan juga tak ingin leoas dari nya.
" Baiklah ,,, baiklah . Kita tanya daddy dulu , apa daddy mu mengijinkan mu ikut dengan mommy ?"
Ayris kemudian melirik suami nya yang memang sedang mengangkat sebuah panggilan yang ada di layar handphone nya .
Zain yang samar samar melihat nya dan tapi tak mendengar apa yang di inginkan istri nya hanya menganggukkan kepala nya . Ia tak kan bisa menolak keinginan istri nya yang tengah hamil besar itu .
" Ye,,ye,,,, . Daddy mu setuju ,kita akan pergi holiday ."
Aung,,,
Aung,,,
Aung,,,
Aung,,,
Kedua harimau itu tampak gembira akan pergi dengan sang mommy meskipun tampak ada kekhawatiran terpancar di mata kedua harimau tersebut .
" Sayang, kita berangkat sekarang !"
Ucap zain menggenggam tangan istri nya .
" Em,,,."
Ayris menganggukkan kepala nya tersenyum pada suami nya .
Pasangan romantis yang memperdulikan istri nya yang tengah hamil besar , zain membawakan tas tenteng yang sengaja di bawa oleh ayris .
Mereka keluar dari kamar nya di ikuti oleh kedua harimau yang mengekor di belakang nya mengikuti daddy dan mommy nya.
Zain yang turun ke lantai bawah dengan menggunakan lift telah ditunggu semua anggota keluarga di lantai bawah .
Semua orang memandang ke arah mereka berdua yang keluar dengan dua ekor harimau yang berada di belakang nya .
" Apa kau yakin akan membawa mereka ?"
Nenek jaya memandang ke arah dua ekor harimau zain yang kemudian memandang ke arah mereka.
" Tidak , seperti biasa nya mereka ikut turun ."
Ucap zain yang di sambut raungan oleh dua harimau tersebut .
Aung,,,,
Aung,,,,
Aung,,,,
Aung,,,
" Kenapa kalian meraung seperti itu ?"
Zain melihat leon dan leona tak seperti biasa nya tengah menatap tajam ke arah nya.
" Jelas saja mereka seperti itu , kau sudah menyetujui mereka ikut bersama kita ."
Ucap ayris menatap suami nya yang terlihat heran dengan leon dan leona .
" Apaaaa,,,."
" Apaaaa,,,,."
" Apaaaa,,,,."
" Kak , kau benar benar ingin mengajak leon dan leona ?"
Chleo yang tiba tiba datang dari arah tangga terkejut mendengar sedikit keributan di lantai bawah .
" Benar , kakak mu yang menyetujui nya ."
Zain menghela nafas kasar nya ketika ibu negara sudah berbicara maka tak ada satu orang pun yang bisa membantah nya .
" Baiklah, ayo kita pergi !"
Ucap zain yang tak mau ambil pusing menggenggam erat tangan ayris lalu berjalan menuju halaman belakang .
" Baiklah ."
Semua orang akhir nya hanya menghela nafas panjang nya mengikuti keingingan ibu negara yang menginginkan kedua kesayangan nya ikut dengan nya.
Tak lama kemudian mereka berjalan menuju halaman belakang dimana sudah ada helicopter pribadi mereka yang siap mengantar mereka ke kediaman adinata untuk menyelesaikan masalah yang harus di tangani .
Zain harus menghela nafas kasar nya ketika sang istri bertekad membawa kedua kesayangan nya .
" Sayang, kita akan pergi kemana ? Kenapa mereka semua ikut ? Bukankah kita akan berlibur ?"
Ayris menatap heran pada semua orang yang mengikuti nya di belakang .
Terlihat kakek dan nenek serta chleo dan max bahkan leo ikut dengan mereka .
" Tidak , kita akan menyelesaikan sebuah permainan .Tenanglah ,Ayo naik !"
Zain memapah istri nya menaiki helicopter di susul dengan zain sendiri serta kedua harimau kesayangan nya .
" Benarkah ? Permainan apa ?"
Ayris merasa agak kecewa karena mengira akan berlibur bersama tetapi tidak oada kenyataan nya .
" Seorang istri mafia pasti akan menyukai nya ."
Zain tersenyum mengedipkan salah satu mata nya pada ayris .
" Aung,,,."
" Aung,,,,."
" Aung,,,,."
Ayris terkejut mendengar raungan kedua nya yang menatap curiga semua sudah direncanakan oleh suami nya .
Aung,,,,
Aung,,,
Aung,,,
" Diam !!"
leon dan leona menundukkan kepala nya ketika mommy nya menatap tajam pada mereka.
" Tapi aku ingin berlibur ."
Sifat manja yang di sukai zain mendadak muncul juga rengekan rengekan kecil dari ayris apalagi jika ia sudah bergelayut manja di lengan nya .
" Hahahaha,,, . Baiklah , setelah urusan selesai."
Ucap zain menepuk pelan tangan ayris .
Helicopter yang mereka tumpangi segera sampai ke tempat tujuan dimana sudah ada pak har yang menjemput tanpa sepengetahuan tuan rumah .
Mansion adinata .
Mona yang terlihat antusias mempersiapkan sarapan pagi untuk semua anggota keluarga apalagi ada menantu kedua yang tengah mengunjungi nya membuat senyum nya tak pudar sepanjang hari .
" Selamat pagi ma, Apa lily bisa membantu mama ?"
Mona tersenyum melihat menantu kedua nya yang sudah rapi turun tanpa suami nya bersama nya.
" Tidak sayang , mama tak ingin kau kelelahan. Ada si kecil di sini ."
Ucap mona mengusap pelan perut lily yang masih datar .
" Hemm, baiklah . Lily akan membuat jus jeruk ."
" Tidak sayang , duduklah ! pelayan akan membuatkan nya untuk mu ."
Mona tak ingin melihat menantu nya kecapekan menarik tangan lily untuk duduk di kursi meja makan .
Tetapi belum sempat lily duduk seorang pelayan yang membawa menu nasi goreng membuat nya ingin muntah lalu berlari mencari toilet yang tak jauh dari sana .
" Sayang, kenapa ?"
Mona terkejut melihat menantu nya berlari ke toilet di ruang makan . Ia pun berjalan menyusul lily dari belakang tetapi ketika ia mendengar bunyi lily muntah , mona kembali lagi mengambil nasi goreng tersebut memberikan nya pada minah .
" uek,,,,,,uek,,."
" Uek,,, uek,,,."
" Minah , ini letakkan di belakang saja !"
Ucap mona memberikan nasi goreng tersebut .
" Tapi nyonya , ini kan menu kesukaan tuan muda dave ."
Minah yang sudah sangat hafal menu kesukaan tuan muda nya melayangkan protes nya pada nyonya nya .
" Cucu ku mual mencium bau nya , jika dave mau biarkan dia ke belakang mengambil nya !"
Mona tersenyum pada minah memberitahu kebenaran jika istri dave tengah hamil .
" Ooo,,,, jadi nyonya muda sedang hamil . Baiklah , minah mengerti ."
Ucap minah .
Mona lalu menghampiri lily yang masih berada di toilet setelah memuntahkan isi perut nya meskipun ia belum makan sama sekali .
Aroma nasi goreng yang menyengat di hidung nya membuat nya mual .
Minah yang menyusul membawakan teh hangat untuk lily tersenyum memandang sang nyonya muda yang terlihat pucat setelah mengalami morning sickness.
Dave yang turun ke bawah mencari keberadaan istri nya yang telah bangun terlebih dahulu,
tak menemukan keberadaan lily namun melihat nasi goreng kesukaan nya yang berada di meja belakang , dave mengambil nya untuk di bawa ke depan .
Setelah itu, ia pun mengambil piring dan mulai menyendok nya satu demi satu sendok .
Lily yang baru saja keluar dari kamar mandi di papah oleh mona dan mina yang berjalan tak jauh dari dave duduk .
" Sayang , kau dari mana saja ? Aku mencari mu tapi tak ketemu . Kenapa tidak membangunkan ku ?"
Beberapa pertanyaan yang muncul dari dave membuat mama nya menggelengkan kepala nya .
Belum sempat menjawab pertanyaan dave, lily yang mencium bau nasi goreng yang berada di depan dave kembali berlari ke toilet karena merasa mual .
" Eh,,, eh,,."
Dave tercengang melihat istri nya yang lari secepat kilat tanpa menjawab pertanyaan nya.
" Minah , kenapa nasi goreng nya ada di meja lagi ?"
Ucap mona yang bergegas menyusul lily . Ia merasa kasihan dengan menantu nya yang kembali lagi ke kamar mandi .
"Tidak nyonya , sudah saya letakkan di belakang."
Minah kemudian melihat nasi goreng yang tengah di makan oleh tuan muda nya dengan gerak reflek minah mengambil semua nya .
" Eh,,, eh,,, minah , kenapa di bawa nasi goreng nya ? kamu kan tahu itu kesukaan ku !"
Dave melayangkan protes pada minah yang mengambil nasi goreng nya .
" Minah tahu tuan muda , tapi nyonya muda tidak menyukai nya . Tuh , tuan muda lihat sendiri ! nyonya muda kembali berlari setelah mencium nasi goreng kesukaan tuan ."
Mendengar pernyataan minah , dave hanya mengangguk pelan tanpa menelaah apa yang ia katakan pada nya .
Setelah beberapa saat bahkan minah hilang dari pandangan nya membawa nasi goreng nya, dave baru mengerti apa yang di katakan oleh minah .
" Apaaaa,,, ."
Dave berteriak lari menyusul istri dan mama nya ke toilet .
Lily yang terlihat pucat keluar dari kamar mandi membuat dave khawatir lalu menggendong nya naik ke atas kembali ke kamar nya .
" E,,, eh,,, ."
Mona menggelengkan kepala nya ketika melihat dave menggendong lily .
Mona menyuruh chef dapur untuk membuatkan makanan sehat untuk ibu hamil .
Tak berapa lama kemudian , suami nya yang menghampiri nya untuk sarapan pagi .
Kakek adinata dan juga nenek beserta jiya juga datang ke ruang makan untuk sarapan bersama .
" Mona , mana dave dan lily ? kenapa belum turun ?"
Nenek menanyakan keberadaan dave karena tak melihat keberadaan nya .
" Dave menggendong lily ke kamar nya ma, lily sempat mual karena mencium bau nasi goreng ."
Ucap mona tersenyum pada mertua nya tersebut .
" Oh ,,, bagus , cicit ku ternyata tidak menyukai makanan kesukaan papa nya ."
Nenek yang terlihat gembira mendengar nya membuat adinata merasa kesal .
" Jiya , ayo makan nak ! Pilih menuh yang kau sukai !"
Adinata sengaja mengalihkan pembicaraan nata .
" Baiklah kek ."
Jiya merasa agak heran karena kakek memperlakukan nya berbeda , seperti bukan seorang tamu tapi melainkan lebih dari itu .
Setelah beberapa saat mereka menyantap sarapan nya dan juga sesekali berbincang bincang , apalagi adinata yang membahas perjodohan itu dan keputusan mutlak membuat hendra curiga dan mulai memikirkan perkataan istri nya tentang papa nya tersebut .
Namun mona mencegah nya untuk betbicara atau membantah bahkan memberitahu jika chleo adalah seorang perempuan .
Mona juga berjanji akan menceritakan segala nya setelah sarapan selesai .
" Selamat pagi ."
Bersambung 😊😊🙏