ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 136.


Di tempat Zain , ayris yang sedang bermanja manja dengan nya sedang tak ingin berjauhan dengan nya meskipun sedetik pun.


Zain yang merasakan hal aneh hanya bisa diam menunggu saat yang tepat untuk membawa nya ke rumah sakit melakukan pemeriksaan .


" Sayang, kau ingin makan apa ? " Ucap Zain yang tersenyum melihat sang istri menggeliat membuka mata nya .


Rasa nya akhir akhir ini tubuh nya terasa lelah dan kurang bertenaga , Namun ia enggan memeriksakan diri ke dokter . Ia hanya merasa mungkin pertempuran dengan Zain di medan perang membuat nya kalang kabut hingga tak bisa mengimbangi nya .


" Aku ingin kau ,,,,." Ucap Ayris yang tersenyum merentangkan ke dua tangan nya .Entah jam berapa ia mulai tertidur bahkan mata nya enggan di ajak kompromi.


Zain yang mendengar perkataan istri nya hanya tersenyum manis kemudian menggendong sang istri ke kamar mandi . Ia telah menyiapkan air hangat di bathup untuk nya berendam , Ayris hanya tersenyum melihat keromantisan suami nya yang memperlakukan nya seperti ratu .


Zain membuka satu persatu pakaian ayris dan mendudukkan ayris di bath up sementara ia mencuci rambut istri nya .


" Sayang , aku mencintai mu ." Ucap Ayris yang mendongakkan kepala nya memandang wajah Zain .


" I love u so much more than u know ." Ucap Zain kemudian mencium kilas bibir Ayris .


" Kau tidak ingin mandi dengan ku ." Ucap Ayris tersenyum menggoda Zain . Zain mengeryitkan dahi nya , akhir akhir ini Ayris berubah menjadi manja dan juga sulit di tinggalkan .


" Tentu saja ." Ucap Zain tersenyum menggoda Ayris , Zain yang kemudian melepas semua pakaian nya ikut masuk ke dalam bath up .


Ayris yang sengaja menggoda nya pun terkejut dengan apa yang tengah suami nya lakukan .


" Sayang ,,,, kau mau apa ?" Ayris terlihat panik melihat suami nya ikut masuk ke dalam bath up .


" Bukan kah kau yang menawari ku untuk mandi bersama mu ?" Ucap Zain mengedipkan mata nya kemudian mengangkat tubuh mungil ayris ke atas pangkuan nya memeluk nya dari belakang .


" Sayang ,,, aku hanya bercanda tapi ,,,,." Ucapan ayris terpotong karena Zain lebih dulu menyandarkan tubuh nya ke bidang dada nya kemudian meraba perut rata nya .


" Diam lah sayang ,,,atau kau akan membangunkan ular naga mu ." Ucapan Zain membuat pipi ayris merah merona malu mendengar perkataan suami nya. Ia mengerti apa yang di maksud dengan ucapan suami nya tersebut .


Beberapa saat kemudian acara berendam yang telah selesai membuat Zain kewalahan , ia mengira jika berendam akan membuat sang istri segar bugar tapi berbalik membuat Ayris merasa nyaman tidur di bilah dada nya .


" Sayang ,,,, ayo bangun !! Air nya sudah dingin , aku tidak ingin kau sakit ." Ucap Zain berbisik tepat di telinga Ayris .


" Sayang ,,,aku masih ingin tidur ." Dengan nada manja ,rengekan Ayris membuat Zain semakin gemas .


Dengan hati hati ia mendudukkan Ayris dan bangun dari bath up kemudian meraih sang istri menggendong nya ke ruang shower .


Zain membilas pelan pelan setiap lekuk tubuh Ayris dengan shower , selang berapa saat mereka sudah selesai dengan acara mandi nya .


" Sayang ,,, kau tidak ingin makan ." Ucap Zain mengusap lembut pipi ayris setelah ia membaringkan nya di tempat tidur .


" Tidak ,,, aku tidak lapar tapi aku ingin minum susu ." Ayris tersenyum manja pada Zain kemudian meraba wajah Zain kemudian mencium bibir kilas bibir sang suami .


" Baik lah ,aku akan menyuruh mira membawa kan untuk mu ." Ucap Zain kemudian mencium kembali kening sang istri.


Beberapa saat kemudian Zain menekan tombol intercom ke lantai bawah memanggil mira untuk membawakan pesanan istri nya .


Sementara ia menerima telepon dari Papa nya yang mengabarkan kedua kakek nya ingin bertemu dengan nya .


Papa Zain telah menjelaskan kegaduhan yang di buat kakek nya , papa Zain ingin memperlihatkan salinan flashdisk yang di berikan oleh Zain . Namun Zain melarang nya , ia akan pulang ke mansion utama setelah Max sampai di sini .


Papa Zain yang tidak mengerti dengan maksud dan rencana Zain hanya bisa mengikuti keinginan putra nya . Setelah beberapa saat ia menutup telepon dari sang papa , mira pun datang membawakan pesanan nyonya muda nya .


Ayris yang masih terjaga karena menunggu pesanannya tersenyum lebar ketika Zain membawa nampan berisi susu dan buah untuk nya .


" Sayang ,,,terimakasih . Aku sudah kenyang ." Ucap Ayris selepas meminum segelas susu dan memberikan gelas kosong itu kembali pada Zain .


" Tidur lah !! Besuk aku akan menemui papa , kau mau ikut dengan ku ?" Ucap Zain membelai lembut pipi Ayris .


Ayris tertegun memandang suami nya , ia menatap lekat lekat suami nya namun enggan berkata kata .


" Jika kau tidak mau , aku tidak akan memaksamu sayang." Ucap Zain , bukan rasa kecewa yang ayris dapat namun justru senyum yang mengembang dari wajah ayris .


Zain heran dengan senyum yang mengembang di wajah istri nya , jika orang lain yang berada di posisi nya pasti akan berlomba lomba mencari kesempatan bertemu sang mertua . Berbeda dengan Ayris yang seakan takut bertemu dengan mertua nya sendiri , Ayris hanya merasa diri nya tak pantas menjadi menantu keluarga terkaya itu .


Zain menyadari jika istri nya belum siap bertemu dengan kedua orang tua nya hanya tersenyum membelai pucuk kepala ayris kemudian mencium kening sang istri .


" Sayang ,,, apa kau akan lama ?" Ayris yang memandang secara intens suami nya bertenya dengan senyum nya .


" Tidak ,,, hanya beberapa jam saja . Apa kau berubah pikiran dan ingin ikut dengan ku ?" Pertanyaan Zain mendapat gelengan kepala dari Ayris. Zain yang melihat nya mengernyitkan dahi nya , ia merasa jika pertanyaan sang istri akan merubah keputusan nya dan mau ikut bertemu kedua orang tua nya ternyata di luar dugaan Zain , Ayris justru hanya bertanya saja.


" Tidur lah sayang !! ." Ucap Zain kemudian meraih tubuh mungil Ayris ke dalam pelukan nya .


Ayris tersenyum kemudian memeluk suami nya dan mencari kenyamanan di sela sela lengan Zain .


Hening suasana malam dengan sinar bulan yang menyinari seakan menjadi saksi cinta mereka berdua . Hingga akhir nya kedua sejoli tersebut memejamkan mata nya terbang ke alam mimpi.


Bersambung 😊😊🙏🙏🙏