ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 265.


Di kamar Leo.


Leo yang menarik paksa tangan diana membuat diana sendiri bergidik ngeri.


Ceklek,,,


Derrrr,,,,


" Kau mau apa ?"


" Tentu saja membuat mu hamil seperti perkataan mu tadi ."


Ucap leo dengan senyum menyeringai , membuat diana berjalan mundur ketika leo semakin mendekati nya .


Diana terus berjalan mundur hingga tertahan pada dinding tembok di salah satu sudut kamar leo , membuat nya semakin ketakutan .


" Tolong, jangan lakukan apa pun pada ku !"


Ucap diana merasa ketakutan .


" Kau sendiri yang bilang hamil dengan ku , aku ingin mengunjungi baby ."


Leo sengaja menggoda diana yang sudah gemetaran karena leo yang semakin mendekatkan wajah nya pada nya .


" Tidak , jangan ! Tolong kasihani lah aku ! Aku hanya menjalankan perintah nyonya presdir ."


Setelah itu diana menurunkan badan nya berlari melewati tangan leo tetapi na'as sekali diana yang terburu buru hampir saja terjatuh jika leo tak menarik tangan nya .


Yang akhir nya jatuh ke dalam pelukan nya, diana masih tercengang tak membayangkan di peluk seorang laki laki hingga membuat diana segera melepaskan pelukan tanpa sengaja tersebut .


" Maaf, aku tidak sengaja. "


Ucap diana yang memalingkan wajah nya lalu berjalan mendekati pintu namun ketika ia akan membuka nya merasa bingung .


" Bagaimana membuka pintu nya ?"


Ucap diana yang tercengang melihat pintu tanpa gagang pintu.


" Dengan ini ."


Leo membanting tubuh nya ke atas ranjang tempat tidur nya dengan salah satu tangan menyangga kepala nya, memperlihatkan kunci remot di tangan nya.


" Hahhh,,,."


Diana bernafas kasar melihat kunci remot di tangan leo .


" Duduklah ! Aku tak kan menyentuh mu. Lagi pula sebentar lagi kita akan menjadi suami istri jadi perlu mengenal satu sama lain ."


Ucap leo mengedipkan salah satu mata nya.


" Tidak. Siapa yang akan menikah dengan mu ?"


Ucap diana memalingkan wajah nya ke samping .


" Hahahaha,,,,. Benar kah ? Kalau begitu aku akan bilang dengan kakek jika kau tidak hamil dan kau tahu ,,,? Kakek seorang mafia pasti akan menebas mu. "


Ucapan leo berhasil membuat diana menoleh pada nya namun diana yakin jika semua itu hanyalah gertakan semata.


" Bilang saja ! Lagi pula nyonya presdir yang menyuruh ku ."


" Hei,,, sayang. Kakek sangat menyayangi kakak ipar , jadi beliau tidak akan percaya pada mu."


Leo mengedipkan salah satu mata nya pada diana.


Namun diana diam membisu tak bergerak mendengar perkataan leo seakan terbang melayang ke alam pikiran nya.


" Aduh,,, semua gara gara nyonya. Kenapa aku harus terjebak seperti ini ? Bagaimana jika yang di katakan leo benar ?"


" Bagaimana dengan ibu ku ? Apa yang akan terjadi jika aku tidak ada ?"


" Tidak,,, tidak,,, semua tidak boleh terjadi . Tapi bagaimana jika aku harus menikah dengan nya ?"


Diana masih bergelayut dalam lamunan nya semakin membuat nya merasa hawa ngeri dan juga bingung langkah mana yang harus dia ambil .


" Sayang,,, sayang . Dianaaa,,,."


Suara teriakan leo mengagetkan diana dan hampir saja terkena serangan jantung.


" I,,, i,,, iya,,,. Ada apa ?"


Diana gugup lalu mengusap dada nya sendiri .


" Apa yang kau lamunin ? Pernikahan kita ? Atau malam pertama ?"


Leo kemudian mencium kilas bibir diana yang membuat nya geram.


" Kau,,,,."


Diana dengan gerak reflek mengambil segelas air yang berada di depan nya lantas menyiramkan nya pada leo , namun leo pun dengan gerak cepat mengambil nampan yang di gunakan nya untuk melindungi dari siraman diana hingga akhir nya terkena diana sendiri .


Byurrr,,,


" Aaaaa,,,."


Diana berteriak sendiri setelah terkena siraman air tersebut hingga membasahi wajah dan sebagian baju nya.


Leo melihat wajah basah diana apalagi bagian bibir nya yang berbalut lipstik warna peach membuat nya sedikit tergoda dan juga tak bisa menahan diri untuk tidak menyentuh nya .


Leo menyentuh pelan wajah basah diana lalu bibir peach yang kini telah menggoda nya .


Tanpa permisi atau ba bi bu , leo memagut lembut bibir tersebut.


Diana tercengang dengan sikap leo tapi entah mengapa tubuh nya tak bisa menolak perlakuan leo .


Diana yang semula diam membisu seakan tersadar dari hal tersebut berusaha menghindar namun salah satu tangan leo memegang bagian tengkuk nya hingga tidak bisa menghindar sama sekali .


Setelah puas dengan bibir peach milik diana , seakan tak puas sampai di situ saja .Leo menciumi jenjang leher putih diana membuat diana sendiri tak kuasa menolak nya.


" Hmmm ahhh,,,,."


Leo masih saja memburu kegiatan nya , sedangkan diana mengeluarkan ******* yang di sukai para lekaki .


Sadar dengan apa yang di lakukan nya salah , leo menghentikan aksi nya lalu berlari kencang ke kamar mandi sedangkan diana jatuh terduduk di sofa terkulai lemas menahan nafas nya yang tersengal sengal dan juga bernafas lega karena leo segera mengakhiri aksi tersebut .


Ia pun menyentuh dada nya sendiri yang berdegup lebih kencang seakan ingin keluar dari tempat nya.


" Huh,,, beruntung semua tidak terjadi ."


Ucap diana.


Ia pun dengan sabar menunggu leo yang berada di kamar mandi .


Diana yang semakin kedinginan karena bagian atas baju nya basah mencari handuk untuk mengeringkan nya , namun tidak nenemukan sama sekali .


Ia berjalan kesana kemari mencari remot ac yang tak tahu di mana leo meletakkan nya . Hawa ruangan yang dingin dengan baju nya yang basah membuat nya semakin kedinginan .


Akhir nya diana menjatuhkan pilihan nya bersembunyi di balik selimut tempat tidur.


Leo baru saja keluar dengan pakaian biasa rumahan mencari kemana gadis itu pergi dan tak mungkin ia keluar dari kamar tersebut karena kunci remot ada pada nya.


Mendengar seperti suara rintihan , leo berjalan mendekati tempat tidur nya melihat diana yang meringkuk kedinginan .


Leo meletakkan tangan nya tepat di dahi diana memeriksa keadaan nya , suhu badan diana yang tak stabil membuat leo merasa bersalah .


Leo yang memeriksa suhu badan diana menunjukkan panas yang agak tinggi .


" Tersiram air begitu saja panas . Bagaimana jika tersiram air ku ? "


Tanpa sadar berkata demikian , leo melepas baju bagian atas diana dengan menaikkan selimut sampai ke bagian atas .


Setelah itu memberi sedikit obat dan juga kompres di dahi nya .


Ia tengah berpikir untuk membalas dendam pada kakak ipar nya .Tapi jika bukan karena kakak ipar nya , dia tak kan bisa menikah dengan diana secepat nya.


Di dalam kamar ayris.


"Sayang,,,,."


Ayris dan semua orang menoleh ke arah sumber suara yang memanggil ayris.


" Kakek,,,, ."


Ketika ayris ingin berlari menghampiri kakek nya , namun tertahan oleh tangan zain yang memeluk erat pinggang nya .


Zain tahu istri nya akan berlari membuat pertahanan agar ia tak bisa bergerak sama sekali .


Ayris menatap tajam pada suami nya yang tak melepaskan nya begitu saja .


" Sayang, kakek datang . Tolong lepaskan tangan mu !"


Ayris memasang wajah sendu nya berharap zain melepaskan tangan nya namun semua hanya sia sia bahkan zain tak menghiraukan tatapan ayris.


"Kakek akan kemari . Kau jangan khawatir !"


Bisik zain menegak jus yang ada di tangan nya .


" Uhh,,, kau sangat menyebalkan."


Bisik ayris mengerucutkan bibir nya terlihat kesal dengan suami nya .


" Tapi bisa membuat mu tak berdaya di atas sini ."


Bisik zain yang sengaja menggoda istri nya dan juga menepuk ranjang dengan pelan tapi terdengar oleh ayris.


Ayris secara reflek mengangkat wajah nya menatap suami nya yang tengah mengedipkan sebelah mata nya dan sedikit senyum di wajah nya membuat ayris menahan malu lalu menundukkan wajah nya.


" Lihatlah arijaya ! Cucu mu benar benar posesif , bahkan aku kakek nya sendiri tak di ijin kan memeluk nya ."


Kakek wijaya melayangkan protes pada sahabat nya arijaya .


Semua orang melihat ke arah pasangan suami istri yang baru saja menerima kebahagiaan dengan kelahiran putra dan putri nya , lalu tertawa secara bersamaan seperti paduan suara.


"Hahahaha,,,."


" Hahahaha,,,."


" Hahahaha,,,,."


"Hahahaha,,,,."


Ayris menundukkan kepala menahan malu karena sikap suami nya yang sangat posesif.


" Cucu ku sangat menyayangi nya, lagi pula dia kan keturunan ku jadi wajar kalau dia posesif ."


Buk,,,


" Auw,,.Jaya ,,, kenapa memukul ku ?"


" Kau membuat ku malu."


" Hahahaha,,,,."


"Hahahaha,,,,."


Semua orang tertawa melihat tingkah cucu dan kakek yang bertingkah sama .


Sedangkan nenek maya masih berdiri di deoan pintu kamar ayris menyaksikan pemandangan haru di depan mata nya .


" Kakek , siapa nenek itu ? kenapa berdiri di sana ?"


Ucap ayris ketika sadar ada seseorang yang menatap nya dengan wajah sendu .


" Siapa,,?"


Kakek wijaya menoleh ke arah yang di tunjuk oleh ayris lalu tersenyum melihat istri nya di depan pintu .


" Maya,,, kemarilah ! Kau tak ingin memeluk cucu mu ?"


Ucapan wijaya membuat jaya menghampiri sahabat nya yang ternyata masih di depan pintu .


" Maya , kenapa kau masih di sana ? Lihat lah cucu mu sudah sangat besar ! Bahkan memberikan kita tiga cicit sekaligus ."


Nenek jaya menggandeng nenek maya menghampiri ayris dan kakek wijaya .


" Kau ingat ! Dulu kita sepakat menjodohkan cucu kita tapi ternyata mereka berjodoh dan bertemu sendiri ."


" Jadi ,,, nenek maya adalah nenek ayris . Kenapa waktu itu kakek datang sendiri ? Dan tidak mengajak nenek ?"


Ayris memandang tajam pada kakek nya yang seolah menyembunyikan sesuatu .


" Nenek ,,nenek tidak ingin memelukku ?"


Maya menatap haru ayris yang terlihat persis seperti ibu nya dan juga membuat nya teringat dengan ibu ayris ketika memandang wajah ayris .


Maya memeluk cucu nya dengan uraian airmata penuh haru, ternyata suami nya tak seperti yang ia bayangkan tak peduli dengan cucu nya .


" Ayris , apa kalung pemberian ibu mu masih ada ? Tunjukkan pada nenek mu ! seperti nya ia tak percaya jika kau adalah cucu nya ."


Kakek wijaya sengaja melirik istri nya yang tengah menatap haru pada nya .


" Ada kek . Sebentar ayris ambilkan ."


Ayris melepas pelukan nenek maya lalu berjakan ke meja rias dimana perhiasan di letakkan .


Lalu ia mengambil kalung tersebut membawa nya ke hadapan nenek maya dan memberikan nya .


Maya tersentak kaget dengan kalung tersebut yang ternyata benar perkataan suami nya jika kalung tersebut memiliki dua photo di dalam liontin tersebut .


" Cucu ku ,,,, . Nenek sangat merindukan mu ."


Maya kembali memeluk ayris namun bukan ayris jika ia tak bertingkah konyol .


" Nenek akan memberikan apa pada ketiga cicit nenek ?"


" Jangan bilang nenek lupa membawa hadiah ya ?"


Ucapan ayris di sambut tawa oleh semua orang .


" Aaa,,,, hahaha,,, . Maafkan nenek sayang, nenek tidak tahu jika kau telah melahirkan penerus keluarga wijaya karena kakek mu tidak mengatakan nya ."


Nenek maya melirik pada suami nya yang kini tengah duduk di samping arijaya menggendong baby azka setelah lily menggendong nya .


" Wijaya , sejak kapan cucu mu berubah matre seperti itu ? Suami nya sudah kaya tapi masih meminta hadiah pada kita ."


" Entahlah , seperti nya suami nya yang mempengaruhi nya ."


Kakek wijaya memandang wajah tampan baby azka sedangkan kakek arijaya menatap baby girl azkia.


" Aku tidak mempengaruhi nya , lagi pula wajar cicit meminta hadiah pada kakek nya ."


Ucap zain .


" Kakek ayris tidak seperti itu tapi cicit kakek yang matre . Benarkan baby ?"


"Oek,,, oek,,,."


" Oek,,,oek,,,."


" Oek,,,oek,,,."


Ketiga bayi menangis kencang seakan menyetujui ucapan mommy nya .


" Waow,,, baby mengiyakan semua ."


Lily tiba tiba berbicara demikian .


" Hahahaha,,,,."


" Hahahaha,,,."


Semua tertawa mendengar ucapan konyol ayris bahkan gadis itu mampu memikat hati semua orang .


Nenek jaya mengusir semua para lelaki dari kamar ayris karena baby ingin menyusu pada mommy nya .


Sedangkan chleo dan lily memilih beristirahat setelah menempuh perjalanan jauh . Kondisi ibu hamil memang bisa berubah secara cepat .


Sedangkan para nenek nenek membantu dan menemani ayris menyusui bayi nya .


Sesekali nenek maya mau pun mama mona menyuapi makanan pada ayris.


Ayris di perlakukan layak nya seperti ratu , apalagi dengan kehadiran ketiga bayi nya .


Mereka para lelaki berkunpul di lantai bawah tepat nya di ruang santai yang sering digunakan jika keluarga sedang berkumpul .


" Zain , apa kau sudah menemukan keberadaan adinata ?"


Kakek arijaya memulai percakapan dengan membahas tentang adinata yang menghilang setelah di gantikan rudi.


" Kakek menghilang sewaktu liburan ke sidney , aku sudah meminta bantuan untuk segera menemukan nya."


Ucap zain menegak minuman yang baru saja ia ambil setelah para pelayan menyajikan nya untuk mereka.


" Kenapa kakak tidak memberitahu ku jika dia bukan kakek ? Pantas saja dia tidak mengwnal ku ."


Ucap dave melayangkan protes pada zain .


" Kakak tak memberitahu mu karena kau sibuk dengan wanita mu , dodol . Seorang casanova seperti mu hanya wanita yang di pikirkan ."


Max sengaja mengejek dave yang baru saja sembuh dari penyakit nya.


" Jangan memanggil ku casanova ! aku sudah sembuh. Sebentar lagi aku juga akan punya keturunan , kau dengar itu !"


Dave merasa kesal dengan ucapan max yang sengaja mengejek nya .


" Hahahaha,,,."


" Hahahaha,,,."


" Hahahaha,,,."


Semua tertawa mendengar perdebatan antara kakak beradik tersebut.


" Ada apa ,,,? Kenapa kalian semua tertawa ? Seperti nya aku ketinggalan banyak ."


Leo yang baru saja turun dari lantai atas mengerutkan kening nya ketika mendengar suara tawa dari ruang santai .


" Kau terlalu lamban jadi tertinggal banyak. Lihat lah kakak kakak mu sudah menikah semua ! Tapi kenapa kau memilih membuat cicit dulu ."


Ucap kakek arijaya .


" Kakek ,tidak seperti itu . Semua ulah cucu menantu kesayangan kakek."


Ucap leo yang ikut bergabung dengan mereka .


" Eh,,,memang nya apa yang di perbuat cucu ku hingga kau menyalahkan nya ."


Kakek wijaya ikut berkecimpung dalam masalah leo dan ayris.


" Kenapa kau menyalahkan istri ku ? Dia hanya membantu mu ."


Ucap zain menatap tajam pada leo .


" Hei,,, bocah nakal .Kau yang terlalu lamban kenapa menyalahkan istri kakak mu ?"


Kakek arijaya sebenar nya memgetahui jika semua itu hanya rencana yang di buat ayris pada nya .


" Ah,,, sudah,, sudah . Aku tak kan menang melawan kakak ipar ."


" Hahahaha,,,."


" Hahahaha,,,."


" Hahahaha,,,."


Semua orang tertawa melihat leo yang tampak terlihat kesal karena semua orang membela ayris.


" Kenapa kau tidak membuat perut nya seperti kakak mu ? Agar tak tertinggal jauh ."


Ucap kakek arijaya yang secara tidak sengaja karena merasa kesal dengan nya .


" Pa, kenapa papa bicara seperti itu ? Leo masih labil pa ."


Hendra menimpali ucapan papa mertua nya tersebut .


"Apaaa,,, Labil ? Papa tidak salah ?"


Dave ikut mengejek adik nya yang memang selama ini sibuk mengurus rumah sakit .


" Iya pa , leo masih labil karena itu terdengar suara hmmm ,,,ahhhh,,,,.Sampai di kamar kakak ipar dan papa juga mendengar sendiri ."


Leo tersentak kaget dengan ucapan max lalu membuat nya tersenyum dengan menunjukkan gigi nya .


" Kau dengar hendra ! Putra mu masih labil hingga lupa menyalakan peredam suara di kamar nya ."


Kakek arijaya melirik pada leo yang kini tengah menggaruk kepala nya.


" Hahahaha,,,."


" Hahahaha,,,,."


" Hahahaha,,,,."


Tawa lepas semua orang tertuju pada leo dengan kepolosan nya.


" Ahh,,, kakek ,,."


Leo yang tidak tahan mendengar ejekan mereka meninggalkan ruang santai .


" Ehh,,,, anak nakal ,jangan lupa menyiram benih mu agar tumbuh subur !"


Sekali lagi ucapan kakek arijaya membuat leo tampak kesal .


" Jangan lupa nyalakan peredam suara !"


Dave meneriaki leo yang berjalan menaiki tangga hanya melambaijan tangan nya .


Bersambung 🙏😊