ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 125.


Di tempat lain Zain yang di dampingi Diana dan Rian sudah sampai ke tempat pertemuan dengan klien yang tak lain adalah perusahaan x group .


Pertemuan yang di ada kan di hotel bintang juga di hadiri oleh Lisha .Lisha sengaja hadir karena tengah menyusun rencana nya namun ia tidak mengetahui jika Zain seorang mafia.


Setelah beberapa saat Zain sampai di ruang pertemuan VIP yang telah di sewa untuk pertemuan mereka . Nampak juga Lisha yang sudah berada di sana ia tersenyum menyambut kedatangan Zain .


Zain tidak menggubris kehadiran lisha , ia hanya fokus pada tujuan utama nya . Bahkan tanpa mereka tahu Zain sudah menyiapkan jebakan indah untuk keluarga tersebut.


" Zain ,kamu sudah datang ? Mari ,,,!." Ucap Om Reno yang tak lain adalah Ayah lisha .


Zain tidak menjawab apapun namun hanya tersenyum dingin apalagi dengan ada nya lisha di sana membuat suasana mencekam .


"Zain ,,,, apa kabar sayang ?" Ucap Lisha mencoba bersikap ramah .


Zain tidak menjawab namun mengalihkan pandangan nya ke arah Diana.


Diana yang mengerti dengan tatapan tajam Zain segera mengambil alih pembicaraan .


" Maaf tuan ,,,nona. Sebaiknya kita segera memulai meeting kita , karena presdir ada janji dengan klien lain ." Ucapan Diana membuat panas telinga lisha.


" *Kurang ajar ,,,, sekertaris ini benar benar membuatku muak . Awas saja jika aku sudah menjadi nyonya Zain adinata ,aku akan memecat mu !! " Ucap Lisha dalam hati nya .


" Lihat saja Zain ,sebentar lagi kau akan menjadi milikku seutuh nya ." Lisha masih bermonolog dalam hati nya tanpa ia sadari senyum nya tersungging di sudut bibirnya.


"Sombong sekali kau Zain , jika aku tidak memandang orangtuamu dan kerja sama perusahaan ku ,aku tidak sudi bertemu dengan mu ." Gumam Reno papa lisha.


" Jika saja putri ku tidak menyukaimu aku pasti akan menjodohkan nya dengan laki laki lain jauh lebih baik darimu ." Papa reno masih bermonolog dalam hati .


" Maaf saya permisi ke toilet dulu ." Ucap Lisha kemudian berlenggang melangkahkan kaki nya keluar ruangan tersebut.


Selang beberapa saat kedua nya kemudian berdiskusi masalah pekerjaan hingga menemukan titik inti dari pertemuan tersebut yaitu mufakat untuk semua permasalahan kerja sama.


Selain itu mereka juga berbincang bincang sedikit mengenai keluarga juga perkembangan bisnis satu sama lain .


Di sisi tempat , Lisha yang semula melangkahkan kaki nya ke toilet membelok ke arah penyaji minuman yang mereka bawa ke ruangan VIP yang disewa.


Lisha sengaja mencegah orang itu berhenti kemudian ber negosiasi dengan pelayan tersebut . Dengan senyum sumringah lisha berhasil menaruh suatu serbuk ke dalam minuman Zain .


Seorang pelayan itu tersenyum melihat tingkah lisha yang memberinya segepok uang pada nya .


" Dasar wanita ular ! ,,, Kau tidak tahu berhadapan dengan siapa ?" Ucap pelayan tersebut.


Kemudian ia berlalu meninggalkan tempat itu begitu pun lisha dengan senyum nya yang mengembang karena merasa rencana nya akan berhasil kemudian ia berjalan ke toilet umum .


" Haaaaaa,,,,,haaaaa,, Zain sebentar lagi kau akan menjadi milikku . Aku akan menjadi nyonya Zain adinata ." Ucap Lisha dalam hati nya setelah sampai di toilet menghadap ke arah kaca .


Sedang kan pelayan yang di beri uang oleh lisha tampak sudah sampai ke ruangan tersebut. Ia tersenyum pada beberapa orang yang berada di dalam ruangan. Ia menyajikan minuman yang sudah disiapkan oleh beberapa kru untuk mereka .


Beberapa saat kemudian lisha yang sudah kembali dari toilet tersenyum pada orang orang yang berada di tempat itu.


" Mari Zain kita bersulang untuk kerja sama kita ." Ucap papa lisha mengangkat minuman nya .


Zain pun mengikuti ucapan papa lisha ,mengangkat gelas nya bersulang untuk kerja sama itu . Sedangkan lisha hanya tersenyum mengambil gelas minum nya .


" Bagus ,,,, sebentar lagi Zain ." ucap lisha dalam hati menegak minuman nya .


" Jika tidak ada yang di bicarakan lagi kami mohon diri tuan ." Ucap Diana sang sekertaris.


Kedua nya terkejut mendengar ucapan sang sekertaris ,namun tidak bisa berbuat apa apa .


Bukan lisha yang tak bisa merayu orang namun Zain terlalu sulit untuk di gapai .Sifat dingin yang dimiliki Zain bahkan penjagaan yang super sulit untuk di tembus .


Sedangkan lisha dan papa nya pergi meninggalkan tempat itu , lisha yang melihat Zain ke arah toilet menghentikan langkah nya dan berpamitan pada papa nya .


" Pa ,papa pulang dulu ! Lisha akan bertemu dengan Zain sebentar ." Ucap lisha .


" Baiklah , semoga berhasil !" Ucap papa lisha tersenyum kemudian meninggalkan tempat itu .


Beberapa saat setelah dari toilet Zain melihat lisha yang menunggu di sana dengan senyum nya yang mengembang .


" Sayang ,,, aku merindukan mu ." Lisha yang berusaha merayu nya ingin memeluk Zain namun tanpa ia sadari tubuhnya ringan melayang hingga tak sadarkan diri .


"Bodoh !! senjata mu akan memakan mu sendiri ." Ucap Zain mencengkram wajah lisha kemudian menghempaskan nya .


Beberapa orang bodyguard yang sudah bersiap termasuk pelayan itu mengangkat tubuh lisha ke dalam salah satu kamar hotel tersebut.


Tepat di bawah sudut kamera ,orang yang sengaja disewa oleh Rian bertukar jas dengan Zain kemudian masuk ke dalam kamar hotel yang mana lisha berada di kamar tersebut.


Setelah itu Zain meninggalkan tempat itu di ikuti Diana dan Rian . Sebuah rencana yang di luar dugaan yang akan menjebak dua mangsa sekaligus telah ia siapkan.


" Rian ,antar diana pulang terlebih dahulu . " Ucap Zain sang tuan muda juga mengkhawatirkan keselamatan karyawan nya ditengah malam seperti ini .


" Baik ,tuan ." Ucap Rian singkat melajukan mobil dengan menambah kecepatan .


Beberapa saat setelah nya mereka sampai di bawah blok apartemen Diana . Diana pun turun membungkukkan badan nya .


" Terimakasih tuan ." Ucap Diana kemudian meninggalkan tempat itu , sedangkan Zain hanya mengangguk pelan .


Rian kemudian memutar balik mobil melaju dengan cepat menuju kediaman sang tuan .


Sesekali Rian melirik ke arah spion dimana sang tuan tengah melihat layar handphone nya .


Beberapa menit kemudian mobil itu sudah masuk menuju halaman mansion . Zain dengan terburu buru masuk ke dalam mansion tanpa menunggu rian membukakan pintu .


" Aneh , kenapa dengan tuan ? dasar bucin akut ." Ucap Rian kemudian masuk ke dalam rumah .


Zain yang berlari ke atas menuju kamar nya membuat pak mus dan mira heran melihat tingkah sang tuan .


" Rian ,,,, ada apa dengan tuan ? kenapa terburu buru seperti itu ?" Tanya Pak mus setelah rian muncul dari balik pintu .


" Entahlah ,,,,." Rian menjawab dengan mengangkat kedua bahu nya .


" Bucin ,,,, haaaaa haaaaa ." Ucap mira di sela sela kebingungan kedua orang tersebut.


" Husssst ,,,,,,mira jangan sampai terdengar tuan .'' Ucap Pak mus menatap tajam pada mira .


Mira hanya hanya tersenyum kemudian menggaruk rambut nya , sedangkan rian hanya menggelengkan kepala nya .


krekkkk,,,,


Beberapa saat Zain telah sampai di kamar membuka pintu kamar nya , ia melihat sang istri yang ternyata belum tidur . Kemudian memeluk istri nya dari belakang .


" Aaaaaaaaa,,,,,,,."


Bersambung πŸ™ƒπŸ™ƒπŸ™ƒπŸ™πŸ™πŸ™


Maaf ya jika author up ya lambat πŸ™ƒπŸ™ƒπŸ™ƒπŸ™πŸ™πŸ™sedang banyak kegiatan .


happy reading