
Setelah beberapa saat mereka meninggalkan restoran vip hotel tersebut . Di dalam perjalanan pun papa lisha sempat memikirkan apa yang di katakan sahabat itu namun amarah yang seakan meledak membuat papa lisha mengabaikan nya .
" Besuk kita akan mengadakan konferensi pers ." Ucap Papa lisha .
" Apa papa yakin ? Keluarga mereka bukan keluarga sembarangan pa ?" Ucap Mama lisha , sementara lisha tetap berakting menangis di pelukan mama nya .
" Sudah tidak ada cara lagi ma , mama mau keluarga kita tercoreng karena lisha hamil tanpa suami. "Ucap papa lisha dengan kemarahan.
"Bagus pa , lisha tahu papa sangat menyayangi ku. haaaaaa haaaaa ,,,,, tunggu Zain sebentar lagi aku akan menundukkan mu ." Gumam lisha dalam hati .
Lisha yang sebenar nya tahu apa yang terjadi , mempertaruhkan reputasi keluarga nya demi rencana nya berjalan lancar.
Zain yang baru saja mengantar papa nya ke bandara kini kembali ke mansion . Rencana yang berjalan lancar untuk membuat sang pengganggu muncul membuat nya menyunggingkan senyum nya di sudut bibir Zain.
Rian yang sesekali melirik sang majikan hanya diam membisu tanpa berbicara sepatah kata pun .
Setelah beberapa saat mereka sampai Zain langsung masuk ke dalam mansion melangkahkan kaki ke ruang bawah tanah bukan ke lantai atas .
" Anton,,,." Panggilan suara Zain membuat anton menoleh segera dan berlari ke arah nya .
" Ya bos ." Jawab Anton Singkat .
" Apa semua sudah siap ?" Ucap Zain berjalan menuju layar monitor mengawasi pergerakan mery .
" Sudah bos , sesuai rencana kita ." Jawaban Anton mendapat anggukan dari Zain yang sedang menatap layar monitor .
" Segera singkirkan perempuan itu ." Ucap Zain menunjuk salah satu monitor yang memperlihatkan gambar mery .
" Baik bos ." Jawab anton singkat . Anton memang mengulur waktu untuk mendapat informasi yang lebih dalam lagi tentang pesuruh nya .
Setelah itu Zain melangkahkan kaki nya menuju kamar melewati lift khusus ke kamar nya . Dilihat nya sang istri masih tertidur pulas meskipun ia meninggalkan nya beberaoa jam yang lalu . Entah mengapa sang istri lebih suka tidur ,berbeda dengan yang dulu ia menjelajah ke seluruh tempat di mansion .
" Sayang ,,,, kau belum bangun juga ? Nyenyak sekali tidur mu ." Ucap Zain kemudian mencium kening sang istri .
Zain beranjak ke ruang ganti pakaian dan mengganti dengan pakaian biasa , kemudian ia memanggil mira untuk membawakan makanan melalui intercom .
Beberapa saat kemudian mira sudah berada di depan kamar mereka , mira memencet bel tanda makanan sudah siap di depan pintu .
Suara bel tersebut sontak saja membuat Ayris terkejut , ia langsung bangun berlari ke arah pintu .Namun belum sampai di depan pintu ia sudah melihat sang suami membawa troly makanan .
Zain terkejut melihat sang istri yang sudah bangun dan mematung memandang nya . Sampai di depan nya kemudian zain menggendong ayris duduk di sofa . Setelah itu Zain kembali mengambil troly makanan tersebut .
Dilihat nya sang istri yang masih tertegun memandang nya Zain pun tersenyum kemudian duduk disamping nya setelah mengambil beberapa makanan lalu menyuapi sang istri namun Ayris masih diam membisu menatap wajah suami nya tanpa menghiraukan sendok yang sudah di depan mulut nya .
" Sayang ,,,, aaaakk." Zain bersuara untuk mengembalikan kesadaran sang istri dari keterkejutan nya .
Ayris yang mendengar suara Zain pun sontak tersadar dari lamunan nya kemudian menyentuh wajah suami nya .
" Sayang ,,, buka mulut nya ." Ayris yang seakan terhipnotis pun membuka mulutnya kemudian mengunyah makanan nya .
" Jadi benar aku tidak mimpi ." Gumam Ayris dalam hati . Dengan tidak sadar tangan nya mencubit ke bagian tangan yang lain .
"Auuuuwwww ,,,, sakit ." Ucap Ayris kemudian .
" Haaaaa haaaaa ,,,,kau kira aku hantu ? Iya aku hantu yang menyuapi istri nya ." Ucap Zain sengaja bercanda dengan Ayris .
Ayris yang mendengar pernyataan suami nya kemudian mengalungkan kedua tangan nya ke leher Zain kemudian mencium pipi Zain.
Setelah itu ia memeluk sang suami dengan sangat erat , sedangkan Zain tersenyum membalas pelukan Ayris setelah meletakkan piring makan di atas meja .
" Kau sudah kembali sayang ? Aku kira kau akan menginap di kota S ." Ucap Ayris kemudian melepas pelukan nya .
" Hemmmmm ,,,, Papa sengaja datang ke kota ini . " Ucap Zain yang kemudian meraih kembali piring makan dan menyuapi sang istri.
" Oh ,,, begitu ." Ucap Ayris singkat .
" Sayang makan yang banyak !!." Ucapan Zain mendapat tatapan heran dari Ayris .
" Papa ingin segera menimang cucu ." Ayris merona mendengar kata cucu dari mulut Zain .
Bukan nya ayris menjawab ,ia hanya menundukkan kepala nya untuk menutupi jika ia tengah tersipu malu .
" Sayang ,,, apa kau sudah siap menjadi nyonya zain adinata sesungguhnya ." Ucap Zain yang kembali menyuapi ayris .
Ayris yang terkejut dengan perkataan Zain memandang lekat suami nya , ia tak mengerti kenapa Zain berkata seperti itu . Jadi benar ia belum menikah secara resmi ? Beberapa pertanyaan mengisi otak dikepalanya .
" Sayang , apa maksud mu ? Jadi selama ini aku bukan istri mu ." Perkataan Ayris yang keluar begitu saja membuat ia semakin bingung.
" Tentu saja kau istri sah ku !! .Maksud ku kau sudah siap berkenalan dengan publik ?" . Ayris melebarkan kedua bola mata nya tak percaya dengan apa yang di dengar .
" Apaaaaa ,,, aku akan di kenal kan pada publik bahwa aku nyonya Zain adinata .'' Gumam Ayris dalam hati .
" Bagaimana ini ? jika aku menerima , aku belum siap . Pasti banyak para hater di luar sana ? Jika aku menolak semakin banyak wanita yang menggoda nya ." Ayris yang di landa kebingungan hanya terdiam ketika Zain menyuapi nya .
" Sayang , ayo makan ! Sudahlah , tak perlu di pikirkan lagi ." Ucapan Zain membuat nya sedikit tenang .
Setelah beberapa saat mereka melanjutkan makan mereka hingga ayris merasa kenyang .
Sebenar nya ia begitu bahagia , namun ia juga khawatir akan banyak pembuly diluar sana .
Bersambung 🙃🙃🙏🙏🙏