
" Kau,,,."
" Kakak,,,."
Secara bersamaan hendra dan mona terkejut dengan kedatangan wanita paruh baya yang berdiri dengan dandanan modis dan make up yang serba hitam .
" Hahahaha,,,,, ."
" Kau terkejut dengan kedatangan ku !."
" Hahahaha,,,."
" Atau kau heran kenapa ada di sini ?" Ucapan wanita itu membuat mona terperanga heran melihat perubahan nya secara fantastis .
" Hahahaha,,,,, . Apa kau terkejut sayang ?" Wanita itu menghampiri hendra yang terikat di kursi .
" Lidya ,,,, Apa maksud dari semua ini ? Kenapa kau menjadi seperti ini ?" Hendra yang sebebar nya sudah tahu perubahan nya hanya berpura pura di depan nya .
" Aku,,, seperti apa ? bukankah kau menyukai nya ? Bukan kah kau menyukai wanita sexy ?" Ucap lidya .
Yah, seorang wanita paruh baya yang telah mengirim pesan pada hendra adalah lidya . Lidya istri pertama hendra yang pergi meninggalkan nya menghilang ditelan bumi .
Beberapa pulu tahun yang tak terdengar dimana ia berada , tetapi hendra yang mengetahui ia muncul beberapa tahun terakhir ini berusaha mencari nya namun susah sekali menemukan dimana ia berada , seperti tertutup kabut yang menutupi awan .
" Kakak,,,, kakak kemana saja ? kenapa pergi begitu saja ?" Mona merasa terharu melihat lidya yang beberapa puluh tahun tak melihat nya kini melihat wanita itu yang terlihat semakin cantik saja.
" Kakak,,,, Kakak siapa ? Hahahaha ,,,, Apa aku ini kakak mu ? Mengenal mu saja tidak ,bahkan kau yang menghancurkan kehidupan ku !" Lidya yang sangat marah mencengkeram dagu mona .
" Auwwww,,,, " Mona yang merintih kesakitan karena kuku tajam lidya menggores sedikit kulit mona .
" Lidyaaa,,,, ." Lidya terkejut mendengar teriakan hendra.
" Waooowww,,,, kau berteriak pada ku sayang demi wanita ini .Hahahaha,,,,,."
" Kau tidak pernah berteriak pada ku seperti saat ini , tapi sekarang ,,,,, hahahaha,,,."
Lidya yang tidak pernah menyangka jika hendra telah berubah terhadap nya.
" Apa kau jatuh cinta pada nya ? Pada wanita yang menghancurkan kita ."
" Hahahaha,,,,,, ."
Lidya yang sempat menitikkan air mata di sudut pipi nya mengusap nya dengan cepat .
Kemudian mendekati hendra menyentuh wajah nya namun hendra membuang pandangan nya .
Lidya tersenyum dengan penolakan yang di berikan oleh hendra sementara mona menitikkan air mata nya melihat orang yang baik yang memberikan nya semangat saat saat awal kehamilan mona kini berubah seperti seekor singa yang siap memangsa korban nya.
" Kau menolak ku sayang , bahkan demi wanita itu ."
" Aku tidak pernah menyangka cinta suci yang kau berikan pada ku itu semua palsuuuu,,, Bahkan dengan mudah nya kau membuang ku dari hati mu . Haaahhhh,,,,."
" Dia wanita yang telah merampas ke bahagiaan kita dan kini menjadi yang kau cinta . Hahahaha,,,,."
" Bertahun tahun bahkan kau tidak pernah mencari keberadaan ku ? aku di mana ? sedang apa ? Aku bahkan seperti sampah ."
" Dan semua ini karena kau,,,,." Lidya yang mencengkram erat dagu mona membuat hendra merasakan pilu .
" Lidyaaaaa,,, hentikan lidya ! Kau boleh mekakukan apapun pada ku tapi lepaskan mona ! Ia tak bersalah ." Hendra yang berteriak kencang tak mendapat tanggapan dari lidya .
" Aaaakkkk,,,,." Mona merintih kesakitan karena kuku tajam lidya mengenai sisi kulit mona.
" Lidya ,,,, aku mohon ! Cukup lidya ! Lepaskan istri ku !." Ucapan hendra membuat lidya tercengang merasakan pilu di hati nya kerika hendra menyebut mona istri.
" Apaaaaaaa istri ,,,,, hahahaha ."
" Ternyata wanita itu mampu menggantikan ku ,,,. Tapi tenang saja ,aku akan membuat ia merasakan derita ku ."
" Hahahaha,,,,,,, ."
" Plakkkk,,,,plakkkk,,,,."
" Aaaakk,,,."
Lidya yang semakin garang menampar mona hingga mona merintih kesakitan .
" Lidyaa,,,, cukup lidya ! Tolong lepaskan mona ! Aku mohon !." Hendra yang terus memohon pada lidya tak mendapat tanggapan sama sekali .
Ia bahkan semakin senang menyiksa mona hingga kesakitan .
" Hahahaha,,,, Apaaaaa kau memohon untuknya ." Ucapan lidya membuat hendra semakin geram saja.
" Ya lidya ,,,lepaskan istri ku ! ." Ucapan hendra membuat lidya semakin geram .
" Plakkkk,,,,plakkkk."
" Aaakk,,,,." Di sudut bibir mona yang mengeluarkan darah segar membuat hendra semakin geram .
" Kau benar benar gila , aku menyesal mengenal mu ,,,,,." Hendra tanpa basa basi lagi bertutur kata.
" Kak kau telah salah menilai , mas hendra mencintai mu kak , bahkan sampai sekarang ." Ucap mona .
" Mas hendra mencari kakak selama bertahun tahun , ia juga menderita karena kepergian kakak ."
" Cukup mona ! Aku tidak sudi mencintai wanita seperti nya ." Ucapan hendra membuat lidya terusik merasa marah .
" Hahahaha ,,,,, . Apa aku tidak salah dengar ? kau sangat membela nya sekarang ." Perkataan lidya membuat hendra juga semakin geram .
" Bagaimana aku bisa mencintai orang yang mencelakakan putri kita ? "
" Jangan kau pikir aku tidak tahu jika kau yang berada di belakang kecelakaan tersebut ."
Ucapan hendra mendapat senyuman sinis dari lidya.
" Apaaaaaa,,,,jadi ,,,,." Mona terkejut mendengar penjelasan hendra . Ia tak percaya orang yang ia kenal sangat baik menjadi penyebab kecelakaan putri nya .
" Hahahaha,,,,,,, . Kau hebat sayang bisa mengenali ku . Yah, aku yang melakukan nya bahkan aku akan membuat satu persatu anak anak mu menderita ." Mona merasakan ngilu di hati nya .
Byurrrrrr,,,,.
" Ahhh,,,,,ahhh,,,,. Tolong,,,,tolong ." Lisha yang tersadar dari pingsan karena guyuran air .
" Om tante ,,,." Suara lisha membuat kedua nya menoleh pada lisha .
" Hahahaha,,,, aku akan membuat putra pertama mu menderita terlebih dahulu ."
" Bagaimana ia akan hidup dengan kehancuran calon istri nya ? hahahaha,,,,."
Hendra kini mengerti kenapa zain melarang untuk membuat klarifikasi tentang berita itu . Ternyata putra sulung nya itu mempunyai perhitungan yang tepat .
Dan tentang pesan masuk yang membuat nya datang ke tempat itu , tentang kekhawatiran nya pada menantu nya yang ternyata adalah salah orang .
Hendra menyunggingkan senyum di sudut bibir nya ,ia benar benar tak menyangka jika putra nya memang benar benar sudah tumbuh dewasa . Ia mampu memprediksi tentang semua ini tak seperti diri nya yang sangat ceroboh .
" Zain ,kau memang cerdik penuh dengan perhitungan ." Gumam zain dalam hati nya .
" Tidak ,,,tidak ,,, tolong lepaskan aku ! ." Lisha yang mendengar perkataan lidya merasa ketakutan .
" Apa kau tidak ingin menyelamatkan menantu mu ? Atau apa kau memilih istri mu itu ?" Ucapan mona membuat hendra tersentak kaget dari lamunan nya .
" Apa maksud mu lidya ? Aku tidak pernah menyangka jika kau berubah seperti ini . Lidya yang dulu lembut penuh pengertian selalu membuat ku tersenyum ternyata berubah menjadi wanita iblis." Hendra semakin kesal dengan ucapan lidya kini membalas nya dengan pedas nya .
" Hahahaha,,,, mas kau telah berubah bahkan aku tidak mengenali sifat penyayang mu ." Lisha pun tertegun mendengar pembicaraan wanita itu.
" Apaa ,,, ternyata om hendra mengenal wanita itu . Bagus ! bisa aku manfaatkan untuk menarik zain kembali .Hahahaha ,,,,."
Lisha yang bergumam dalam hati nya berpikir jika masih ada celah untuk memiliki zain .
" Apa kau ingin mendengar hal lain lagi lidya bahkan kau pasti menyukai nya ? " Hendra sengaja memancing kemarahan lidya agar ia lengah untuk melepaskan diri.
" Aku bahkan sangat mencintai istri ku .Hahahaha ,,,, aku sangat mencintai nya ."
Perkataan hendra memang mampu membuat lidya tersulut emosi karena ia memang masih sangat mencintai nya . Bahkan mona pun tertegun memandang ke arah suami nya . Ia merasa tak percaya atas apa yang di ucapkan hendra karena selama ini yang ia tahu hendra masih berusaha mencari keberadaan lidya.
Lidya dengan sangat garang bergerak mendekati hendra dan mencekik leher nya .
" Aaaaakkk,,,,,akkkkkkk,,,." Suara hendra membuat mona merasa pilu .
" Kak,,,, tolong kak jangan sakiti mas hendra ! Yang kakak ingin kan adalah aku bukan mas hendra .Tolong kak,,,,!!." Mona berteriak histeris melihat hendra yang tercekik ia pun mencoba mengeluarkan perkataan yang bisa membuat lidya tenang .
" Hahahaha,,,, bagus jika kau sadar itu . Tapi aku akan membuat kalian merasa pilu terlebih dahulu . Hahahaha,,,,,."
Lidya yang melepaskan tangan nya berjalan ke arah lisha . Lisha merasa ketakutan melihat wanita paruh baya itu mendekati nya .
" Tolong jangan sakiti aku ! aku tidak ada hubungan nya dengan mereka ." Lisha yang menangis nangis memohon pada lidya tidak di perdulikan sama sekali oleh lidya.
" Lidya ,,,lepaskan lisha lidya ! Dia tidak ada hubungan nya dengan dendam mu itu ." Hendra hanya prihatin dengan lisha yang tidak tahu menahu tentang lidya . Rupa nya lidya telah salah orang mengincar putri sahabat nya yang ia kira calon istri zain.
" Sungguh ,,,, bukankah kau calon istri zain ?" Ucapan lidya membuat mona membelalakkan mata nya . Ia baru mengerti tentang isi pesan yang masuk ke ponsel suami nya .
" Tidak,,,, ehhh iya ,,,,iya,,,,." Tanpa pikir panjang dan berharap wanita itu melepaskan nya , ia pun mengiyakan ucapan wanita itu .
" Lisha ,,,kau gila ! Lidya akan menyakiti mu ." Hendra yang berteriak pada lisha pun membuat lidya tertawa lebar .
" Hahahaha,,,,, tentu saja . Bagaimana aku akan melewatkan kesempatan ini ?" Tanpa pikir panjang lidya mengeluarkan pisau dan menekan nya pada sisi wajah lisha .
" Aaaaaaaaaaa,,,, sakit ,,,. Wajah ku ? jangan sakiti aku ! aku bukan calon istri zain .Biarkan aku pergi !." Teriakan lisha tidak mendapat tanggapan dari lidya, namun secara bersamaan hendra yang bisa melepaskan diri segera mendorong lidya bergelut mengambil pisau dari tangan nya .
Anak buah lidya pun dengan gerak cepat memegang tangan hendra namun mendapat perlawanan dari hendra . Mereka pun baku hantam mempertahan kan diri , sementara mona yang bisa melepaskan diri mendorong lidya hingga terjatuh kembali .
Dengan gerak cepat mona melepaskan lisha , mereka pun berlari ke luar rumah tua tersebut.
Sementara mona yang terpikir suami nya kembali lagi dengan sebilah balok untuk membantu suami nya .
Bersambung 😊😊🙏🙏