ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 169.


" Aaaaaaaaa,,,,, ." Ayris yang berteriak keras terkejut melihat tangan yang menarik nya .


" Sayang, kau mengagetkan saja . Nakal !!." Ayris bermanja ria ketika tahu zain yang menarik nya .


" Aku akan menghukum mu sesampai dirumah nanti ." Zain berbisik tepat di telinga ayris .


Namun ayris hanya tersenyum dengan ancaman zain , ia tak lagi takut seperti dulu .


" Oh,, tidak !! kau pikir aku takut ,,,,sama sekali tidak !." ucap ayris mengejek zain dengan senyuman .


Zain yang sedikit geram dengan drama ayris memagut bibir cerry yang membuat nya kalah kali ini .


Zain menyesap dalam dalam bibir cerry tersebut kemudian melepas nya kembali .


Ayris yang tampak menikmati nya harus kecewa ketika zain menyudahi nya .


" Kau menginginkan lebih ,,, tidak semudah itu ." Zain memang sengaja mempermainkan ayris karena hormon kehamilan ayris yang berubah ubah membuat ayris mudah terpancing meskipun hanya sekedar mencium bibir cerry nya.


Ayris mengerucutkan bibir nya melihat aksi zain yang putus di tengah jalan . Ia kemudian berlenggang pergi ke depan meja rias .


Zain memandang ayris dengan senyum penuh kemenangan , ia semakin tergila gila dengan kesexyan istri nya yang tengah hamil pada saat sekarang ini .


Beberapa saat kemudian setelah ayris selesai memoles tipis wajah nya ,ia menatap suami nya yang tengah memandang diri nya .


" Ada apa sayang ? kenapa kau memandang ku seperti itu ? " Ayris yang heran menatap suami nya berjalan menghampiri orang yang telah memberi warna dalam hidup nya .


Orang yang berusaha mempertemukan nya dengan keluarga satu satu nya , yang memanjakan nya bahkan berbuat kejam demi diri nya .


" Kau terlihat semakin sexy dengan kehamilan mu ."


" Muach,,,."


Zain berbisik ditelingan ayris yang kemudian mencium satu sisi pipi istri nya .


" Haaaaaah,,, apa kau sedang bercanda ? jadi selama ini aku tidak sexy ." ayris menatap tajam kepada zain .


Zain mengerti tatapan serigala ayris menyentuh pinggang nya kemudian mengajak nya turun ke bawah .


" Kau tidak menjawab pertanyaan ku ." Zain hanya tersenyum mendengar perkataan ayris tanpa menjawab sepatah kata pun .


Ia mengerti jika serigala betina nya sedang tidak dalam keadaan baik .


" Sayang , kau sudah siap . Kakek dan nenek akan mengantar mu pulang ." Ucap nenek jaya yang melihat kedua cucu nya menuruni anak tangga .


" Iya nek , ayris sudah siap . Apa nenek dan kakek akan menginap di mansion ay ? Ayris akan tunjukan ruang hidroponik kesukaan ayris , ruang baca , taman belakang yang penuh dengan bunga dan juga binatang buas ." Ucap ayris melirik pada suami nya , sedangkan zain mengeryitkan dahi nya .


Ia merasa tidak pernah memelihara binatang buas di taman belakang tetapi ucapan ayris seakan mempunyai arti tersendiri .


" Apaaaaa,,,,,, binatang buas ? " Nenek jaya yang terkejut mendengar penjelasan ayris melihat pada zain .


Zain hanya menghela nafas kasar nya , ia menyadari perkataan ayris merupakan sindiran untuk nya .


Sementara kakek arijaya tersenyum mendengar penjelasan cucu menantu nya seakan ingin tertawa terbahak bahak mengejek zain .


" Zain , kau kalah telak dengan istri mu. hihihi ,,,,." Kakek arijaya berbisik di telinga zain.


Zain tidak menjawab perkataan kakek nya berjalan menghampiri ayris kemudian menarik pinggangnya mendekat ke arah nya .


" Siap kan diri mu untuk mendapat hukuman malam ini ." Bisik zain .


Ayris merasa ngeri mendengar bisikan zain tetapi ia tetap tersenyum menutupi kegelisahan nya .


Serigala jantan nya ternyata telah mengeluarkan taring nya .


Helikopter yang telah siap mengantarkan mereka ke tempat tujuan ,siaga mendapat aba aba terbang dari sang pemilik .


Setelah mereka naik ke helikopter tersebut , pilot segera memgemudikan nya terbang menuju sebuah atap rumah sakit keluarga milik mereka .


Setelah beberapa saat mereka telah sampai ke rumah sakit tersebut membuat penumpang merasa heran .


Ayris yang turun dari helikopter tersebut merasa ragu untuk turun tetapi zain kemudian mengulurkan tangan nya .


" Sayang , kita pergi kemana ? ini bukan mansion kita ." Ucap ayris yang mengikuti langkah kaki zain .


Begitu pun dengan kakek dan nenek jaya ysng mengenali rumah sakit nya sendiri merasa heran untuk apa zain mengajak mereka ke rumah sakit tersebut .


" Apa kakek mu sedang sakit ?" Kakek jaya pun yang tak mengerti pun ikut bertanya .


" Nanti kalian akan tahu sendiri ." Ucap zain uang terus berjalan menggandeng tangan istri nya .


Setelah jalan beberapa menit akhir nya mereka sampai pada tempat tujuan yaitu sebuah ruangan vip yang ditempat papa zain yang tengah mendapatkan perawatan intensif karena luka memar dan lebam.


" Kek nek , kalian masuk terlebih dahulu . Zain akan menerima telepon sebentar ." Ucap zain yang menyuruh kakek dan nenek nya masuk terlebih dahulu .


Zain melihat panggilan telepon dari anton .


📞 :" Bos , kami sudah mengamankan jasad wanita itu. "


📞 :" Hem ."


📞 :" Nona lisha jatuh ke jurang ketika berlari dari kejaran binatang buas ."


📞 :" Apa jasad nya di temukan ?"


📞 :" Maaf bos , kedalaman jurang terlalu curam ."


📞 :" Baiklah ."


📞:" Klik ."


Zain memutus sambungan telepon tersebut mencari keberadaan istri nya yang setia menunggu nya , ternyata duduk disebuah bangku kosong di samping kamar .


Ceklek,,,,,


" Papa mama ,,,,." Suara mona yang memanggil papa dan mama nya


" Mona,,,, hendra . Apa yang terjadi dengan kalian ?" Nenek jaya menghampiri mona dan hendra .


" Cerita nya panjang ma , Lain kali mona ceritakan pada mama ." Ucap mona .


" Mona ,,, kenapa wajah mu lebam seperti ini ? Apa hendra membuat mu seperti ini ?" Ucap kakek arijaya menatap tajam pada menantu nya .


" Maafkan hendra pa , ini semua karena kelalaian hendra ." Ucap hendra yang tengah berbaring di ranjang rumah sakit menundukkan kepala nya .


" Sudahlah pa , semua terjadi bukan sepenuh nya salah mas hendra . Mona yang tidak mengikuti nasehat nya ." Ucap mona .


Kakek dan nenek arijaya menghela nafas kasar nya , ternyata zain selangkah lebih maju dari yang di kira .


" Zain ,,,,,." Sebuah suara yang berada di dalam ruangan tersebut memanggil nya ketika mengetahui zain berada di depan pintu tersebut. Sementara ayris yang berada di belakang nya menengokkan kepala nya melihat siapa yang memanggil suami nya .


Mona yang melihat sebuah kepala dari belakang tubuh kekar zain terkejut sekaligus bahagia melihat ayris . Mona pun berjalan dari dalam ruangan menghampiri nya mendorong sedikit tubuh zain dan menarik ayris ke dalam pelukan nya .


Lagi lagi ayris melakukan hal yang sama ketika kali pertama bertemu kakek dan nenek arijaya .


Sementara papa hendra yang terkejut tertegun melihat zain membawa istri nya datang menemui mereka .


Zain hanya bisa mengernyitkan dahi nya ketika melihat mama nya memeluk istri nya . Rasa cemburu mulai merasuki nya , ia pun menarik ayris ke dalam pelukan nya setelah mama nya melepas pelukan nya.


Mama mona terkejut melihat putra nya bertingkah seperti itu. Bahkan ketika mona ingin memegang tangan nya di tepis oleh zain .


'' Ma,,,,stop it !" Zain yang berteriak pada sang mama membuat semua orang terkejut melihat nya .


" Zain , mama hanya ingin memeluk menantu mama ." Mona yang tidak mau mengalah madih mencoba meraih ayris . Namun tubuh zain maju ke depan ke pelukan mama nya.


'" Kau itu anak nakal !!." Mona memukul bahu zaim ketika ia mencondongkan tubuh nya untuk di peluk mama nya.


Sementara ayris masih diam mematung melihat kedua nya berdebat .


" Ayris hanya milikku. Tidak ada yang boleh menyentuh nya !!." Ucapan zain membuat semua orang terkejut .


" Hahahaha,,,,,,,,." Suara kompak dari kakek dan nenek zain dan juga papa hendr membuat ayris tersipu malu .


Akhir nya mama nya mengerti kenapa zain menarik tubuh ayris karena jiwa posesive muncul kembali .


Bersambung 😊😊🙏😒😒


Author berterimaksih atas segala saran dan kritik nya , karena masih ada nya kesibukan author belum sempat revisi .


Okay happy reading 😊😊😊