ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 222.


Derrrrrrrrrr,,,,,,


" Aungg,,,,,,."


" Aaaaakkk,,,,,."


Zain terkejut ketika ayris berlari mendekati nya dan berteriak pada nya di susul dengan suara tembakan yang terdengar dan juga suara leona yang meraung keras begitu pun suara ayris yang memekik kesakitan .


Ayris yang terlebih dahulu sampai ke pelukan zain dan memutar balik tubuh suami nya membuat nya terkena tembakan .


Zain yang tanpa sengaja melihat orang pembawa senapan tersebut meraih pistol kecil yang selalu ia bawa menembak tepat mengenai penembak itu.


" Sayang,,,,, bangun sayang ."


" Sayang ,,,,."


Beberapa orang yang bertugas di pulau tersebut segera menelepon anton dan juga beberapa dokter untuk segera datang ke pulau tersebut .


Zain segera berlari menggendong ayris yang tertembak di bagian punggung nya membawa nya masuk ke dalam mansion . Sedangkan para pengawal lain segera mencari penembak yang berhasil melarikan diri .


Leona yang mengikuti zain dari belakang tak berhenti meraung melihat sang mommy terluka .


Anton dan selly yang mendengar kabar tersebut segera mengirim pengetatan pengawal dan juga terbang langsung ke pulau tersebut .


" Lepaskan ! Siapa kalian berani menculik ku ?"


Leo yamg meronta berteriak kencang meminta untuk di lepas kan .


" Hei ,,, kalian tuli ya . Lepaskan !!"


Ia yang terus meronta tak mendapat jawaban apapun dari anton mau pun selly dan juga beberapa pengawal yang berada di dalam helicopter .


Sementara zain yang mengerti sedikit pertolongan pertama agar korban tak banyak kehilangan darah terus mencoba berusaha untuk membangunkan ayris yang pingsan beberapa saat yang lalu .


" Sayang ,,,, bangun ! sayang ,,,,bangun !"


" Sayang ,,,,."


Ia sangat khawatir dengan kondisi ayris sementara para orang orang nya belum juga datang .


Beberapa saat kemudian anton yang telah sampai di halaman mansion segera membawa leo dan beberapa peralatan beserta obat obatan yang di butuh kan dan juga perawat khusus untuk membantu leo .


Selly yang membuka tutup mata leo hampur saja jatuh terkena serangan balik leo bila ia tak pandai bela diri .


" Kau,,,, . Kalian ,,,,,. Kenapa menculik ku seperti ini ? Apa kalian kurang kerjaan ? "


Ucap leo kesal ketika melihat kedua anak buah kakak nya tersebut.


Mereka berdua dan beberapa pengawal tak menjawab pertanyaan leo namun berlari masuk ke dalam mansion dengan menggelandang leo .


" Aunggg,,,,, aunggg,,,,."


Suara raungan leon yang terlebih dahulu berlari memecahkan gendang telinga penghuni mansion yang berada di sana .


Leon yang ikut serta karena bertugas mencari penembak tersebut .


" Aungg,,,,,, Aungg,,,,,."


Leon berlari mencari keberadaan mommy nya namun langkah nya ketika melihat seekor harimau di samping mommy nya .


" Aungg ,,,, aunggg,,,,,."


Leon melompat naik ke tempat tidur ayris sementara leona yang berada di bawah hanya memandangi nya saja.


Sementara Leo yang tengah kesal karena sikap acuh mereka sejenak berhenti berlari namun dengan sigap selly menarik nya ikut berlari bersama mereka .


" Kalian sudah gila ya ? Nafas ku hampir habis karena mengikuti kalian ."


ucap leo yang berhenti tepat di depan pintu kamar ayris .


Leo terkejut ketika melihat kakak ipar nya terbaring lemah kehilangan banyak darah.


" Kenapa kalian tidak bilang kalau kakak ipar yang terluka ?"


Ucap leo berlari mendekati zain dan ayris yang di bantu perawat khusus dari markas nya .


"Kau banyak bicara tuan dokter ."


Ucap selly yang kemudian membantu anton mencari keberadaan orang tersebut melalui cctv pengintai yang terpasang di sekeliling mansion .


Leo hanya menatap pada mereka terlihat kesal dengan selly mau pun anton .


"Kakak minggir lah dulu ."


Leo yang menyuruh zain meninggalkan tempat itu segera memasang selang infus dan juga membius kakak ipar nya agar tak terasa sakit . Ia pun segera mencoba mengeluarkan peluru dari punggung kakak ipar nya meskipun dengan peralatan seadanya di bantu kedua perawat khusus tersebut .


Sementara anton menunggu di luar dengan mengotak atik laptop nya begitu pun selly .


Zain yang berjalan mondar mandir merasa cemas dengan keadaan istri nya dan juga buah hati nya .


Beberapa saat kemudian penembak tersebut sudah tertangkap dengan luka tembak juga di sebelah kaki nya .


Anton dan selly meninggalkan lantai atas berjalan menuju tempat dimana orang tersebut


di aman kan .


Dan tanpa di sadari oleh mereka leon ternyata mengekor di belakang nya dengan tatapan siap menerkam mangsa nya .


Zain tak berhenti berjalan karena kekhawatiran pada istri nya . Ia tak menyangka akan ada yang mengetahui keberadaan mereka meskipun dengan pengawalan yang sangat ketat .


Kecerobohan nya ini patut di pertanyakan karena sebagai ketua mafia yang penuh dengan kejelian dan ketelitian bisa terpantau oleh musuh nya .


Leo yang telah selesai mengeluarkan biji peluru yang bersarang di punggung nya bernafas dengan lega namun ia tak bisa memastikan keadaan kakak ipar nya akan jauh membaik karena kehilangan banyak darah .


Ceklek,,,,


" Bagaimana ?"


Zain berjalan mendekati leo yang telah membuka pintu kamar nya .


" Peluru nya telah berhasil di keluarkan . Tapi kak,,,, ."


" Tapi apa,,,, ?"


Sorot mata yang terlihat sangat kejam kini memancar di kedua mata zain .


" Kita harus segera membawa pulang kakak ipar . Sejauh ini kondisi nya dalam keadaan baik tapi kita tidak bisa mengetahui nya setelah beberapa jam mendatang karena kakak ipar banyak kehilangan darah ."


Ucap leo .


Zain yang mengerti apa yang di ucapkan leo berlalu meninggalkan leo dan berjalan menghampiri istri nya.


" Sayang , maafkan aku yang membuat mu dalam bahaya ."


Ucap zain yang sudah berada di samping ayris .


Ia pun menggenggam erat tangan nya dan mencium nya dengan wajah yang sendu.


Di tempat pengamanan .


Seorang lelaki muda berposter tinggi tegap telah terikat kedua tangan dan mata nya .


Selly dan anton yang tengah berada di depan nya mencoba mengintrogasi lelaki tersebut namun tidak mendapat jawaban yang memuaskan .


Lelaki tersebut tak takut dengan berbagai ancaman apa pun yang di lemparkan para bodyguard yang menjaga mereka .


Selly merasa tidak ada guna nya jika terus mengancam nya , ia pun tahu apa yang akan di lakukan nya ketika mata nya mendapati leon duduk di samping pintu .


Dengan senyum devil nya selly mendekati lelaki tersebut kemudian membuka penutup mata nya .


Anton yang tahu di tubuh lelaki itu terpasang alat penyadap menyungginkan senyum nya ketika melihat aksi yang akan di lakukan kekasih nya tersebut .


" Hahahaha,,,,, . Meskipun kau membunuh ku aku tidak akan mengatakan siapa yang menyuruh ku . Kau dengar itu !"


" Hahahaha,,,,,,, . Karena aku tidak takut mati ."


" Hei,,, bodoh , aku tahu di badan mu terpasang alat penyadap dan juga pengintai ."


Selly tak kalah sengit dengan lelaki tersebut .


" Hahahaha,,,,, . Kau boleh saja bungkam tapi anggota black devil dengan mudah mengetahui siapa kamu sebenar nya ? "


" Bahkan hanya dalam sekali tembakan . Hahahaha,,,,,."


" Apaaaaaa ! Black devil ,,,, . Apa aku tengah berurusan dengan mereka ?"


Gumam orang tersebut dalam hati nya .


" Geng mafia yang terkenal kejam . Yang pemilik nya memiliki harimau peliharaan sangat buas. "


Pikiran orang tersebut melayang ke angkasa karena baru mengetahui jika ia tengah bernain main dengan geng black devil .


Dia yang tahu bagian tubuh nya memang sengaja di pasang beberapa alat penyadap untuk mengetahui kegiatan lawan nya bahkan terdapat bom yang siap di ledakkan kapan saja namun telah di lumpuhkan oleh anton .


" Kau bodoh sekali ! Apa kau kira aku tidak tahu di tubuhmu terpasang bom ? hahahaha ,,,, . Dasar otak udang !."


" Leon,,, ini bagian mu ? "


Leon yang datang dengan wajah berbinar mendekati selly .


" Kau tahu jika dia yang membuat mommy terluka ?"


Selly mengusap pelan kepala harimau tersebut .


" Aungg,,,, aungg,,,, ."


" Aungg ,,,, aungg,,,,."


" Leon santap bagian bawah saja ! Tuan tidak akan membiarkan dia mati begitu saja ."


" Aungg,,,, aungg,,,,, ."


Leon dengan wajah berbinar berjalan mendekati korban yang merasa ngeri dan ketakutan .


"Tidak,,,, jangan ,,,,!! Jangan lakukan itu ! Lebih baik kau bunuh saja aku ."


" Tidak ,,,,tidak ,,,,."


Teriakan itu membuat leon semakin bersemangat dan terus mendekat .


" Kau terlalu bodoh mengira hukuman mu semudah itu ."


Selly memegang dagu orang tersebut lalu menghempaskan nya .


Mereka yang hendak pergi meninggalkan ruang isolasi pun terhenti ketika orang tersebut nemberitahu siapa yang menyuruh nya melakukan tindakan tersebut dan juga motif kenapa melakukan nya .


Namun meskipun begitu hukuman pada irang tersebut tidak akan berkurang sedikit pun .


Anton sengaja tidak mematikan alat penyadap tersebut untuk memberi efek jera pada irang orang yang akan bertindak brutal .


Anton mendapat pesan singkat untuk segera bersiap membawa kepulangan nyonya muda nya menatap leon untuk menyudahi aksi nya .


" Leon , ayo kita pulang !"


Leon pun meraung keras karena ia belum sempat melahap apa yang diperintahkan pada nya.


" Aungg,,,,, Aunggg,,,,."


Denfan darah yang masih menempel dalam mulut nya leon meninggalkan tempat itu .


" Aungg,,,,, Aungg,,,, "


Pawang yang selalu ikut ketika leon ikut segera membersihkan tubuh leon agar tak tercium bau anyir.


Mommy nya akan melayangkan protes jika tercium bau anyir di tubuh leon.


Anton dan selly yang lebih dulu meninggalkan tempat tersebut untuk mempersiapkan kepulangan ketua bos nya telah siap dengan berbagai pegawalan .


bersambung 🙏😊😊