ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 160.


Ayris yang berjalan ke luar kamar tidak memperdulikan panggilan zain .


" Sayang ,,,, sayang , mau kemana ?" Zain yang tidak mendapat tanggapan pun bangun berjalan mengejar ayris yang ternyata sangat cepat berjalan .


Zain menggunakan sedikit tenaga nya untuk mengejar istri nya .


Ayris yang setengah berlari sampai ke samping rumah melalui pintu utama sampai ke pohon mangga yang ia lihat. Ayris melihat pohon mangga dari bawah tampak ada beberapa mangga yang masih kecil .


Zain yang juga setengah berlari hampir saja menubruk ayris karena tiba tiba berhenti .


Ayris yang sedang berjalan kesana kesini memperhatikan buah mangga tersebut akhir nya menemukan beberapa buah yang agak besar .


Zain menghela nafas kasar nya melihat tingkah istri nya tersebut .


" Sayang , aku mau buah itu ." Ucap ayris menatap pada zain dengan jari yang menunjuk pada buah mangga yang di inginkan nya .


" Hemmmm ,,,, baiklah . Aku akan menyuruh rian memanjat nya ." Ucap Zain kemudian merogoh saku nya mengambil handphone kesayangan nya .


" Tidak,,,, tidak ,,,, tidak ,,, aku ingin kau yang memanjat nya." Ayris yang terlihat tidak senang pada ucapan zain kemudian tersenyum mengedipkan bola mata nya pada zain .


Zain yang mengerti isyarat tersebut akhir nya melepas sandal nya dan memanjat pohon mangga tersebut .


" Sayang ,,,, ayo sedikit lagi . Naik sedikit ,,,,, bukan yang itu yang satu nya , yang agak besar ." Ayris dari bawah pohon mangga ber sorak sorak pada zain .


" Iya ,,,iya ." Zain hanya mampu menghela nafas kasar nya kemudian naik agak tinggi memetik buah yang di inginkan ayris .


Setelah beberapa saat zain berhasil mengambil buah yang di inginkan ayris , ia kemudian turun dari pohon mangga .


Ayris tiba tiba merasa nyeri pada hati nya , ia khawatir zain terjatuh dari pohon tersebut .


" Sayang ,,,, hati hati ! Pegang yang kuat ." Ayris berteriak khawatir pada zain.


" Awassss ,,,,sayang !! Hati hati jangan sampai terjatuh ." Ayris yang tiba tiba merasa pusing kepala nya serasa ingin pingsan .


Ia memegang kepala nya dengan kedua tangan nya .


Sementara zain yang tengah turun dari pohon merasa ada yang aneh di bawah . Ia tak lagi mendengar ayris yang berteriak di bawah , zain menengok ke bawah pohon terlihat istri nya yang sedang memegang kepala nya .


Zain bergegas turun ke bawah dengan cepat ia melompat dari ranting satu ke ranting yang lain . Dengan kemampuan beladiri nya dengan mudah dan cepat zain menuruni pohon mangga tersebut.


Ayris yang masih memegang kepala nya merasa mata nya berkunang kunang , ia terlihat sudah tidak sanggup lagi menopang pertahanan tubuh nya .


" Sayang ,,,."


" Nyonya,,,,."


" Cucu ku ,,,,."


" Cucu menantu ,,,,."


Zain yang sudah turun dengan sigap menopang tubuh ayris yang sudah tak berdaya akan terjatuh kemudian membopong nya masuk ke dalam mansion .


Sementara itu secara bersamaan Rian yang tiba tiba muncul berteriak keras . Kakek dan Nenek zain pun juga ikut berteriak ketika melihat cucu menantu nya hampir terjatuh .


Kakek wijaya yang datang bersama kakek arijaya pun terkejut berteriak memanggil cucu nya .


Zain yang tengah menggendong nya ke kamar di ikuti kakek dan nenek arijaya serta kakek wijaya masuk ke kamar zain .Sementara rian menghubungi leo yang berada di rumah sakit untuk cepat kembali .


Beberapa orang yang berada diruangan tersebut merasa cemas dan khawatir dengan keadaan ayris .


" Zain ,apa yang terjadi ? kenapa cucu ku tiba tiba pingsan ?" Kakek wijaya merasa cemas dengan cucu nya . Jika ia hanya bisa melihat photo photo yang di kirimkan zain , kini kakek wijaya bisa melihat nya secara langsung meskipun hanya sebagai tamu .


" Zain tidak tahu kek , ayris menginginkan mangga yang di atas pohon kemudian zain memanjat nya . Ketika zain tengah turun , zain melihat ayris memegang kepala nya .


Ucap zain menjelaskan pada kakek wijaya .


" Tenang lah !! cucu kita akan baik baik saja . Leo sudah di jalan ." Ucap kakek arijaya menenangkan kakek wijaya .


"Kemari lah wijaya , lihatlah !! cucu mu sangat cantik seperti mama nya ." Ucap nenek jaya pada kakek arijaya . Kakek wijaya kemudian duduk di samping ayris memegang lembut tangan nya .


Tanpa ia sadari, kakek jaya menitikkan air mata di sudut mata nya .


Nenek jaya menghampiri zain tersenyum melihat cucu nya yang berjalan mondar mandir dengan buah mangga yang mengalung di k


leher nya .


" Zain , pergilah mandi !! pakain mu terlihat kotor. Dan sini mangga nya , cucu ku pasti menanyakan nya ." Ucap nenek jaya kemudian mengambil buah mangga di leher zain .


" Zain , percayalah pada kami !! Kami akan menjaga nya ." Ucap kakek ari .


" Iya zain , kakek juga akan menjaga cucu kakek ." Ucap Kakek wijaya .


Mendapat tatapan dari ketiga orang tua tersebut zain menghela nafas nya kemudian mengiyakan permintaan mereka.


" Baiklah ." Ucap zain singkat .


Ia berjalan ke kamar mandi .


Selang berapa saat zain ke kamar mandi , leo dengan tergopoh gopoh tiba di mansion . Ia berlari menaiki anak tangga ke kamar kakak nya .


Ceklekkk,,,,,


" Kau ini lama sekali , kemana saja ?" Kakek arijaya memukul lengan leo yang membuat nya sedikit meringis kesakitan .


" Auwwww ,,,, kakek sakit . Aku sedang sibuk rapat !" Ucap leo kemudian memeriksa ayris secara seksama .


" Bagaimana kakak ipar mu ? Apa dia baik baik saja ?" Nenek jaya yang merasa cemas bertanya pada leo .


"Hemmmm,,,,, Kakak ipar baik baik saja nek . kakak ipar hanya lemah karena kurang nya asupan makanan jadi tekanan darah nya turun ." Ucap Leo kemudian menyimpan kembali peralatan nya .


" Syukur lah , ia baik baik saja ." ucap mereka secara kompak .


" Mana si gunung es ? Bagaimana ia menjaga kakak ipar ?" Ucap leo tengah kesal dengan kakak nya .


"Kau ingin di copot dari jabatan mu ?" Ucap Kakek arijaya menatap tajam pada leo .


" Kenapa kakek mengancam ku ? Seoalah aku ini yang salah . Kakak saja yang tidak bisa menjaga kakak ipar . Dua hari yang lalu kakak ipar mengalami dehidrasi ,sekarang tidak ada asupan makanan .Huuuuh,,,,,." Ucapan leo membuat semua yang berada di kamar itu membelalakkan mata nya tak percaya yang mereka dengar.


Zain yang keluar dari kamar mandi mendapat tatapan tajam dari semua orang yang berada di kamar itu .


" Zain ,,, kenapa kau membuat cucu menantu ku kelaparan ? Bukankah kau tahu ia tengah hamil ." Nenek jaya menatap tajam pada zain .


Zain yang tidak mengerti ucapan nenek jaya menggaruk kepala nya meskipun tidak gatal .


" Apa maksud nenek ? jadi istri ku sakit apa leo ?" Zain yang masih belum mengerti hanya bisa bertanya pada leo.


" Apa kau tidak memperhatikan pola makan nya ? Si kecil butuh asupan gizi zain , agar ia berkembang dengan baik ." Ucap nenek jaya memperhatikan zain .


" Hemmm,,,, seharian ini ayris hanya minum susu karena merasa mual .'' Ucap zain menggaruk kepala nya .


" Zainnnn,,,, ." Nenek jaya menatap tajam pada zain sementara zain hanya melewati nenek jaya menghampiri ayris yang telah sadar .


" Sayang , kau sudah siuman ." Zain menyentuh tangan ayris dan menggenggam nya .


" Sayang , apa kau masih merasa mual ? Nenek akan membuatkan bubur untuk mu ." Ucap nenek jaya kemudian beranjak dari kamar mereja berjalan ke lantai bawah .


Kakek arijaya dan kakek wijaya pun mengikuti nenek jaya ke lantai bawah , begitu juga dengan leo yang tidak mau menjadi santapan kakak nya .


" Sayang , mana buah mangga nya ? aku ingin memakan nya ?" Ucapan Ayris mendapat tatapan tajam dari zain .


" Tidak ,,,, aku tidak akan memberikan nya sekarang . Setelah makan kau baru boleh memakan nya ." Ucap zain .


" Kenapa ? Tapi aku ingin sekarang ." Ayris terus merengek pada zain .


" Baiklah ,jika kau ingin membuat ku pergi selama nya ." Ucapan zain membuat ayris bingung .


" Apa maksud mu ? kau ingin ke luar kota lagi dan meninggalkan ku dalam keadaan hamil ." Ayris yang tidak mengerti ucapan zain mulai merasa kesal .


" Bukan itu , tapi kakek akan membunuh ku jika kau tidak nau makan ." Ucapan zain membuat jantung ayris berdegup kencang tak menyangka kemungkinan yang terjadi .


" Tidak ,,,tidak,,, tidak,,, Aku akan makan . Kakek kejam sekali ." Ucap ayris kemudian merentangkan kedua tangan nya ingin di peluk zain .


" Kau manja sekali ! Dan juga nakal ! Tapi aki sangat mencintai mu dan juga anak kita ." Bisik zain ditelinga ayris .


Zain hanya tersenyum melihat istri nya bersikap manja itu , ia memang menyukai sifat manja ayris.


Zain menggendong ayris turun ke bawah ke meja makan mengisi perut ayris yang harus di isi .


Kakek dan nenek zain yang melihat sikap romantis zain tersenyum begitu juga dengN kakek wijaya .


Sementara leo hanya menghela nafas kasar ny melihat pemandangan di depan mata nya .