ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 238.


Zain memang sengaja membuat acara mandi lebih lama karena ada seseorang yang mungkin akan membuat ayris naik pitam.


Apalagi jika bukan pengakuan yang sengaja di buat untuk mengacaukan perusahaan zain .


Zain tak ingin membuat istri nya yang dari pagi melihat kekacauan demi kekacauan yang di lakukan orang orang mempengaruhi emosi nya dan juga baby mereka.


" Sayang ,,, kau selalu bilang aku nakal tapi lihat kau sendiri yang nakal ."


Ucap ayris yang menunjukkan bekas gigitan serigala di bagian leher nya.


" Hahahaha,,,,, . Sedikit sayang . Kau mau lagi ?"


Zain tertawa melihat ayris mengerucutkan bibir nya dan juga tengah menggoda istri nya itu.


"Tidak,,,, . Kita tidak akan pulang jika kau membuat ****** lagi ."


Ucap ayris dengan kesal nya.


" Baiklah kita akan segera pulang tapi,,,, setelah satu ronde ."


Zain menarik tubuh ayris ke dalam pelukan nya dan berbisik pada istri nya itu .


" Tidak ,,,, ."


Ayris menggelengkan kepala nya kemudian berkaca pinggang pada zain .


" Sebentar saja ."


Zain terus menerus menggoda nya.


"Baby sayang,,,,daddy mu sangat nakal . Kita pulang sendiri !"


Ayris yang kemudian memainkan sebuah strategi dan juga ide untuk membuat zain mengernyitkan dahi nya .


" Hahahaha,,,,. Apa kau ingin mencoba nya ?"


Zain sedikit meninggikan suara nya membuat ayris bergidik ngeri tetapi ia tengah kesal dengan suami nya lalu melirik pada zain dan hendak berjalan meninggalkan ruangan itu .


" Baiklah jika kau mengijinkan suami ku ."


Ayris yang kemudian membalikkan badan nya berjalan kembali ke arah zain kemudian mengalungkan kedua tangan nya ke leher zain .


" Apa kau ingin mendapat hukuman ?"


Ayris menatap wajah zain yang telah memancarkan serigala membuat ayris bergidik ngeri .


Ia pun menggelengkan kepala nya membenamkan wajah nya pada dada zain .


Zain kemudian memeluk erat istri nya yang semakin menggemaskan dan juga sangat ia cintai tersebut .


"Sayang ,kita pulang sekarang !"


Zain meraih wajah ayris yang tengah bersembunyi di bilah dada nya .


Ayris tak menjawab pernyataan zain tetapi menganggukkan kepala nya .


Beberapa saat kemudian mereka berdua yang telah siap pergi meninggalkan kantor keluar dari ruangan nya .


Anton dan rian keluar dari ruangan nya memberitahu mira dan selly untuk segera bersiap diri .


Ceklek ,,,,


Suasana mencekam tampak dari wajah dingin zain yang tengah menggandeng ayris dan membawakan tas yang ayris bawa membuat semua mata memandang nya merasa iri dengan sikap zain pada istri nya.


Anton dan rian bahkan mira dan selly yang mengawal mereka dari belakang merasa sangat iri dengan kemesraan mereka.


Lift khusus presdir membawa mereka dan para pengawal ke lantai satu . Ayris yang masih merasa hawa dingin mencekam menggenggam erat tangan zain bahlan menyandarkan kepala nya ke lengan suami nya .


" Sayang , Aku takut ."


Zain yang mendengar perkataan ayris mengernyitkan dahi nya . Ia merasa ada tang aneh dengan istri nya yang tidak seperti biasa nya bicara seperti itu.


Zain pun Lalu merangkul ayris ke dalam pelukan nya untuk menenangkan nya.


Sampai di lantai lobby lift yang terbuka menandakan telah sampai tujuan .


Baru saja beberapa langkah mereka keluar dari lift dikejutkan oleh sesuatu yang sangat mengerikan.


Dorrrr,,,


dorrrr,,,


dorrrr,,,,


Suara bunyi tembakan di depan halaman gedung yang terlihat mengenai seseorang di luar sana membuat ayris membenamkan wajah nya di dada zain dan merasa ketakutan .


" Selly ,,,mira,,,, lindungi nyonya dan tuan. "


Rian dan anton yang sigap memegang senjata di tangan masing masing .


" Baik ,,."


Jawab mira dan selly secara bersamaan kemudian mengeluarkan senjata masing masing.


" Sayang , aku takut ."


Ayris merasa gemetar melihat samar samar dari kaca dalam gedung perkantoran .


" Sayang , tenang lah !"


Zain segera menenangkan ayris dan ketika zain mengeluarkan senjata nya secara tiba tiba ayris tak sadar kan diri .


Zain menggendong istri nya berjalan menuju lift dengan kondisi ayris seperti ini zain tak mungkin keluar ke halaman depan .


Ia lebih memilih melewati jalan rahasia dari basement .


Selly dan mira mengawal sang tuan muda untuk sampai ke base ment .


Sedang kan anton dan rian segera membantu anak buah nya membereskan kekacauan tersebut .Namun anton menyuruh rian untuk meninggalkan tempat itu karena melihat sekilas tuan muda menggendong nyonya yang pingsan .


Dorr,,,,


Dor,,,,


dorrr,,,


Setelah beberapa saat semua selesai sedikit kekacauan itu anton menyerahkan semua nya pada anak buah nya dan segera menyusul rian yang telah sampai di basement dan segera mengemudikan mobil yang di dalam nya sudah ada tuan muda dan nyonya .


" Rian ,,,, cepat ! "


" Baik ,,,bos ."


Rian dengan kecepatan tinggi mengemudikan mobil yang membawa tuan dan nona muda nya .


Selly dan mira mengawal dari belakang dengan beberapa anak buah yang lain .


Sedangkan anton menaiki mobil yang biasa di kemudikan rian saat membawa tuan muda ke kantor untuk mengecoh para pembuat kekacauan .


" Sayang , bertahan lah ! "


Ucap zain mengusap ayris yang pingsan karena melihat persimpuhan darah dan juga baku tembak di depan mata nya .


Beberapa saat kemudian rian yang terlebih dahulu sampai di mansion dengan beberapa anak buah nya segera membantu membukakan pintu tuan nya .


Beberapa anak buah yang sudah mengerti apa yang harus mereka lakukan sedangkan rian menghubungi leo menyuruh nya segera datang.


πŸ“ž Calling Dr. leo


πŸ“ž :" Ya,, ,Ada apa ?"


πŸ“ž :" Ke mansion sekarang !"


πŸ“ž :" Apaaaa,,, ke mansion ? Tidak ,,, Aku sedang ditengah jalan ke kantor."


πŸ“ž :" Sekarang atau kau mendapat hukuman ?"


πŸ“ž :" Tidak ,,, . Setelah aku menjemput calon istri ku ."


πŸ“ž :" Kau akan membiarkan dua orang terluka ?"


πŸ“ž :" Siapa ? Aku hanya menjemput diana , bagaimana bisa terluka ?"


πŸ“ž :" Nyonya muda pingsan karena melihat baku tembak di depan kantor . Dan jika kau tetap bersikeras kesana kau tahu apa yang akan terjadi ?"


πŸ“ž :" Apaaaa,,,,,! kenapa tidak bilang dari tadi ?"


Leo yang mendengar penjelasan rian memutar balik mobil nya menuju mansion .


πŸ“ž :" Klik."


Leo pun memutus sambungan telepon dari rian dan mencoba menghubungi diana .


πŸ“ž :" Dasar ,,,, nggak ada akhlak ."


Rian yang mengumpati leo karena memutus sambungan telepon secara sepihak tanpa memberitahu apa pun .


Setelah itu rian berjalan menuju ruang baeah tanah untuk memeriksa keadaan mansion yang dilaporkan aman oleh anak buah nya .


Ia pun kemudian mengambil file kantor untuk memeriksa lebih jelas tentang siapa dan apa di balik penyerangan ini.


Beberapa saat kemudian ia pun terkejut melihat sosok yang berada di dalam mobil tak jauh dari kantor memberi komando .


Anton yang masih berhubungan dengan orang terrsebut karena masih terlibat dalam baku kejar antara para pengacau dan diri nya yang akhir nya dua mobil yang mengejar nya di kepung oleh anak buah mereka.


Rian pun mencoba menghungi nya berkali kali tidak ada jawaban ia pun mengerti jika mereka masih dalam suasana yang menegangkan .


bersambungπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ™πŸ™