ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 172.


Setelah menuju meja makan kakek dan nenek pun serta zain makan mie ramen yang di buat ayris.


Ternyata memang benar ayris pandai memasak disamping itu ayris juga baik hati .


" Nenek , besuk ayris ingin pulang ke mansion nenek ." Ucapan ayris membuat semua mata memandang pada ayris .


"Apaaaaaa,,,,." Nenek jaya terkejut mendengar permintaan cucu menantu nya .


" Iya nek, Ayris ingin menginap di mansion nenek . Bolehkan sayang ?" Ucap ayris menatap pada suami nya .


Zain hanya tersenyum menganggukkan kepala nya sementara kakek dan nenek jaya menghela nafas kasar nya .


" Sayang ,kau yakin ingin pulang ke sana ? nenek takut kau kecapekan ." Perkataan nenek jaya membuat ayris yang semula tersenyum berubah menjadi murung .


" Tapi ayris ingin ke sana nek , ini permintaan baby ." Ucap ayris dengan wajah nya yang sendu .


Zain dan kakek jaya hanya melihat sebuah drama yang akan diputar sebentar lagi.


" Tapi sayang ,,,,,."


Nenek jaya yang belum sempat melanjutkan perkataan nya menghela nafas kasar nya.


" Hiks,,,hiks,,hik,,,,." Ayris yang berdrama mendapatkan keinginan nya akhirnya membuahkan hasil.


" Baik lah ,,,,baiklah ,,,." Nenek jaya yang melihat ayris hampir menangis akhir nya mengalah menghela nafas kasar nya .


Zain tersenyum melihat tingkah ayris yang semakin manja dengan kehamilan nya .


" Jaya ,,, kau kalah lagi bahkan dengan sangat mudah sekali ." Bisik kakek jaya tepat di telinga nenek jaya .


Nenek jaya hanya mendengus kesal karena lagi lagi ia dengan mudah di kalah kan .Nenek jaya tersenyum melihat tingkah ayris yang sama seperti diri nya sewaktu muda dulu .


" Kau tahu jaya , cucu mu itu sama seperti kau dulu waktu mengandung mona ." Ucapan kakek jaya sekali lagi mengingatkan diri nya waktu dulu .


" Hemmm ,,, kau benar aku telah kalah ." Jawaban nenek jaya membuat kakek jaya tersenyum .


" Nenek ,apa kakek tidak memperbolehkan ayris menginap di mansion kakek ?" Pertanyaan ayris membuat kakek jaya yang sedang berbisik pada nenek jaya tertegun . Sementara nenek jaya yang mendengar nya menahan tawa memandang wajah kakek .


" Tidak sayang , kakek menginjinkan kapan saja ayris ingin menginap di sana bahkan kakek pasti senang jika kau mau tinggal bersama kami." Ucap sang nenek .


" Tidak,,,, zain yang tidak mengijinkan tinggal di sana ." Zain menatap tajam pada nenek nya .


" Baiklah ,,,, baiklah hanya menginap saja ." Nenek jaya mendengus kesal . Rencana nya memonopoli ayris ternyata harus gagal ternyata cucu nya sangat posesif .


Zain yang selesai makan mie ramen nya menggandeng ayris pergi je kamar nya . Ia harus membuat perhitungan pada kelicikan istri nya itu .


" Sa,,,,sayang ada apa ? Aku belum selesai membereskan meja makan ." Ucap ayris terkejut dengan sikap zain .


" Pak mus akan membereskan nya ." Ucap zain tanpa peduli dengan alasan ayris .


" Ta,,tapi nenek dan kakek masih disini ." Zain yang tahu jika ayris mempunyai seribu alasan bahkan kelicikan yang sama dengan nya .


" Tapi ,,, aku tak ingin merepotkan mereka." Ayris yang terus berkelit membuat zain menggendong nya dengan paksa .


" Sayang ,,,, malu ada kakek dan nenek ." Ucap ayris .


Ayris yang sebenar nya tahu apa yang akan terjadi terus saja membuat alasan agar terlepas dari hukuman nya .


" Kakek dan nenek akan mengerti jika kita akan bertempur malam ini ." Bisik zain ditelinga ayris kemudian mengedipkan sebelah mata nya .


" Ta ,,tapi sayang ,,,,." Ayris hanya mengehela nafas kasar nya karena tak berhasil membujuk suami nya .


" Aaa,,se,,,,,,selamat malam sayang ." Nenek jaya dan kakek jaya tertegun melihat tingkah cucu nya dan juga cucu menantu nya .


Sementara zain yang menggendong ayris dengan paksa berjalan menaiki anak tangga menuju kamar nya .


" Lihat lah cucu mu itu ! Ia sama seperti mu dulu . Bahkan tidak punya malu memperlihatkan kemesraan nya di depan kita ." Ucap nenek jaya pada kakek arijaya .


" Hemmm,,,,, ." Kakek arijaya hanya menggelengkan kepala nya .


Kakek dan nenek arijaya kemudian melangkah kan kaki nya menuju kamar nya , kamar yang di persiapkan oleh pak mus untuk mereja beristirahat .


Sementara di kamar zain , zain yang membawa ayris untuk mandi membersihkan badan nya membaringkan ayris di bathup mengisinya dengan air hangat setelah melepaskan seluruh pakaian nya .


" Kenapa ke kamar mandi ?" pertanyaan ayris membuat zain memandang wajah imut istri nya .


" Memang nya mau kemana ? Seharian kita tidak mandi , apa salah nya kita berendam ?" Ucap zain yang ikut masuk ke dalam bathup .


" Oh,,." Ayris yang dengan pikiran kotor nya bahwa zain akan mengajak nya bertempur malam ini ternyata salah . Ia bahkan tidak mengira jika zain akan bersikap lembut seperti ini jauh dari apa yang ia bayangkan .


" Hahahaha,,,, kau pasti memikirkan hal kotor . Baiklah,,,,jika istri ku menginginkan nya as you wish." Ucap zain mengedipkan salah satu mata nya mengangkat tubuh ayris ke pangkuan nya .


Sementara ayris yang menengok ke belakang menatap wajah suami nya , zain hanya bermain main air dengan tangan nya kemudian menyapu rambut panjang ayris .


" Sayang apa kau tidak tahu jika aku sedang hamil muda dan ,,,,." Belum sempat ayris melanjutkan ucapan nya zain sudah memotong perkataan nya .


" Aku tahu ,,, tapi dokter bilang tidak apa apa asal dilakukan dengan posisi yang benar dan juga pe lan pe lan ." Bisik zain di telinga ayris.


Ayris yang tak bisa berkutik dan tak bisa menjawab sepatah kata pun .


" Huuhhh,,, iya iya aku menyerah .Kau yang menang ." Ucapan ayris membuat senyum zain mengembang bahkan ia telah sukses memperdayai istri nya .


Ayris yang mengerucutkan bibir nya kini bersandar di bilah dada zain menikmati air hangat sebagai relaksasi keletihan nya .


Zain yang memejamkan mata nya kemudian menggerakkan tangan nya memegang perut ayris yang telah membuncit , mengelus pelan perut yang sedikit membuat itu .


Tanpa membuka mata nya ayris tersenyum kemudian memegang salah satu tangan zain tepat di atas perut nya .


Satu sisi tangan nya bergerak ke atas menyentuh bagian lain dari tubuh nya . Auris yang menggeliat merasa nikmat sekaligus geli membuka mata nya .


" Sayang , jangan nakal !." Ucap ayris kemudian bersandar kembali ke dada zain .


Zain hanya tersenyum tanpa memperdulikan ucapan ayris ia melanjutkan aksi nya bahkan lebih nakal lagi .


" Ahhhhhhh,,,,,,." Satu desahan yang lolos dari bibir mungil ayris membuat zain tersenyum .


Zain pun melanjutkan aksi nya kembali desahan demi desahan keliar dari bibir ayris , setelah semakin memanas zain menyudahi aksi nya . Ia kemudian bangun menggendong ayris ke tempat shower , ayris yang memandang zain dengan mengerucutkan bibir nya tidak memperdulikan tatapan mata ayris yang merasa jengkel dengan nya .


" Sayang,,, kenapa seperti itu ?" Ucap zain yang melihat ayris menatap murung terhadap nya .


" Kau sengaja lewat di tengah jalan dan berhenti begitu saja ." Ucap ayris dengan sewot .


" Hei,,, sayang bukan kah kau bilang jika hamil muda tidak boleh melakukan nya ." Ucapan zain membuat ayris tak bisa berkutik . Ia sendiri yang memulai akhir nya terkena batu nya sendiri .


Zain mengerti apa yang di rasakan istri nya namun hanya saja ia tak ingin membuat ayris kelelahan setelah menempuh perjalanan dari mansion kakek nya sampai ke mansion nya sendiri .


Zain dengan telaten membilas tubuh ayris kemudian memakaikan bathrobe dan menggendong nya ke tempat tidur . Ia tak ingin istri nya merasa kelelahan jika harus berolahraga dengan nya . Meskipun sang istri menginginkan nya tetapi zain mampu mengendalikan diri nya seperti ia seorang mafia yang bisa saja mencelakai orang lain .


Bersambung 🙏🙏🙏😂😂😂😂


Author kasih slow dulu ya , maaf jika authir belum bisa update sperti biasa nya .