
Kakek dan nenek Zain yang masih berada di ruang kerja nya terkejut melihat cucu nya berlari meninggalkan mereka .
" Ada apa dengan cucu mu itu ?" Kakek arijaya yang heran melihat tingkah cucu nya hanya bisa memandang ke arah istri nya .
" Hahahaha,,,, dia sudah menjadi bucin ." Ucap nenek dengan senyuman .
" Apa itu bucin ? makanan apa itu ?" kakek yang tak mengerti maksud nenek menjadi bingung sendiri.
" Aaaaahhh,,,, kau ini . Bucin itu budak cinta arti nya cucu mu sedang tergila gila dengan cucu menantu . Hahahaha,,,,,,." Ucap nenek jaya sangat kesal dengan suami nya .
" Ehhh,,,, tunggu dulu .Kenapa kau tidak memberitahu tentang wijaya yang mengetahui jika cucu nya masih hidup ? " Nenek jaya yang tengah kesal mulai mengintrogasi suami nya .
" Hahahaha,,,,, .Apa kau lupa jika suami mu ini seorang pemimpin mafia yang paling di segani ?" Kakek yang masih berbangga hati tersenyum pada nenek jaya .
" Itu kan dulu , sebelum kau mewariskan black devil pada zain . Jangan bilang kau masih ikut terjun di dalam nya ." Nenek jaya mulai kesal jika berbicara tentang dunia bawah suami nya .
"Kita sudah tua , aku hanya ingin menikmati sisa hidup ku dengan mu dan dengan cucu cucu kita Ari . Kau tahu rambut ku sudah memutih , hanya ingin hidup tenang ." Nenek jaya menatap sendu wajah suami nya . Ia sangat khawatir dengan kehidupan masa kelam suami nya .
" Jaya , aku hanya melindungi anak anak dan cucu kita tidak lebih dari itu . Kau jangan khawatir cucu kesayangan mu itu jauh lebih pandai serta licik dari apa yang kau lihat ."
" Ia bisa menutup semua akses data pribadi nya bahkan tentang cucu menantu mu , Zain sangat teliti dan hati hati untuk itu aku mewariskan black devil pada nya .Cucu mu itu bahkan bisa dengan mudah menemukan sesuatu yang tak pernah aku sangka ." Kakek ari menundukkan kepala nya menjelaskan apa yang terjadi .
" Apa maksud mu ? Aku tidak mengerti ." Nenek jaya semakin bingung dengan perkataan suami nya .
" Kau akan mengetahui sebentar lagi jaya , bersabar lah . Aku harus bertemu wijaya hari ini , apa kau ingin ikut dengan ku ?" Ucap kakek ari yang enggan memberitahu tentang apa yang sebenar nya terjadi .
" Baiklah , aku akan ikut dengan mu .'' Nenek jaya tersenyum menggandeng lengan suami nya .
Kakek arijaya tersenyum dengan senang pada nenek jaya , mereka berdua pergi menemui besan mereka .
Sementara ayris yang masih terlelap dalam tidur nya terkejut mendengar suara zain yang berbicara dengan telepon genggam nya.
📞 :" Kak, semua permasalahan telah selesai . Saham yang kita miliki di perusahaan x group sebesar dua puluh persen telah di tarik ."
📞 :" Bagus."
📞 :" Kerja sama juga sudah di batal kan tanpa konpensasi apa pun dengan bukti yang kita miliki jika nona lisha menyebarkan berita tidak benar ."
📞 :" Max , kau handle perusahaan beberapa hari . Aku sedang berada di mansion arijaya ."
📞 :" Baiklah kak ."
Zain mengakhiri pembicaraan nya dengan adik nya itu ,ketika ingin berbalik zain terkejut melihat ayris yang tiba tiba memeluk nya .
" Sayang ,kau sudah bangun. Ingin makan sesuatu ? Aku akan buat kan susu untuk mu ." Ucap Zain membelai lembut kepala ayris .
" Tidak , aku hanya ingin memeluk mu . Kau berbicara dengan siapa ? Serius sekali ." Ayris yang tak sengaja mendengar pembicaraan zain merasa ingin tahu .
" Max , adik ipar mu ." Ucap Zain mengangkat wajah ayris kemudian mencium nya .
" Muaachhh."
" Max ,,,, adik ipar ku .Jadi max adik mu , tapi kenapa dia memanggilku nyonya ?" Ucap Ayris menatap wajah zain dengan tatapan bingung .
" Hahahaha,,,, ia anak paman hendri orang kepercayaan papa yang mengasuh ku sejak kecil ." Ucap zain pada ayris .
" Max telah menikah dengan chleo adik bungsu ku . Mereka telah di jodohkan sejak kecil ." Ucap zain .
" Chleo ,,, seperti nya aku pernah mendengar nama itu . Tapi di mana ya ,,,,? Aku lupa ." Ucap ayris.
Zain menarik pinggang yang dulu ramping kini lebih berisi berjalan menuju sofa bulat seperti yang ada di kamar nya di mansion zain.
Ayris yang menyadari setelah melihat dan meraba sofa tersebut kemudian duduk di atas nya mengingat kan nya pada sofa yang berada di kamar nya
" Eeehhhh,,,, sofa ini sama persis dengan sofa di mansion kita .Lihat lah !! Semua design dan pernak pernik nya tidak jauh berbeda ." Ucap ayris yang kemudian bangun berjalan mengelilingi kamar .
" Ranjang nya bahkan cat tembok juga sama . Jangan jangan isi wardrobe juga sama,,,,, " Ayris tampak berpikir keras kemudian berjalan mencari ruang ganti . Zain yang melihat tingkah ayris tersenyum simpul , ia bahkan tak bisa membayangkan jika ayris mengetahui isi lemari pakaian tersebut sama .
" Aaaaaaaa,,,,, kenapa isi nya juga sama ? Bahkan ada underware wanita , ada pakaian dan juga dress- dress wanita serta gaun gaun yang sangat cantik . Warna nya sesuai selera ku ." Ayris yang terbelalak melihat isi lemari pakaian ,ia pun terkejut dengan semua benda benda kesukaan nya .
Ayris pun kemudian berjalan lagi menghampiri suami nya yang tengah duduk di sofa . Kali ini bukan dengan senyuman tapi dengan kegarangan yang terpancar di wajah nya . Tatapan serigala betina tersebut seakan ingin menerkam mangsa nya .
" Katakan baju baju siapa itu ? underware ? Kau punya wanita lain ?" Ayris yang tiba tiba datang menghampiri zain mencengkram erat leher zain .
" Tidak,,,, katakan dulu !!Siapa perempuan itu ?" Ayris tetap mencengkram leher zain .
Ayris yang lupa jika suami nya jago beladiri dengan mudah menarik tubuh ayris jatuh ter tindih tubuh Zain .
Ayris hanya menatap lekat lekat manik mata zain , orang yang ia cintai itu benarkah ada wanita lain selain diri nya .
" Muah ." Zain mencium kilas bibir ayris sementara ayris tanpa sadar menyentuh bibir nya sendiri dengan tangan nya .
Sedangkan Zain menatap tajam kedua bola mata ayris ,salah satu tangan nya menyentuh lembut pipi ayris . Ayris yang membalas tatapan mata zain mengalungkan kedua tangan nya ke leher zain kemudian mencium bibir zain dalam dalam .
Zain yang melihat aksi nakal ayris membalas ciuman tersebut hingga zain tersadar akan ada badai di antara ular naga nya , zain menyudahi ciuman tersebut dan berguling ke samping ayris.
Ayris melihat suami nya yang sedang memejamkan mata nya menatap heran kemudian menyentuh wajah zain .
Zain menangkap tangan yang bermain main di wajah nya , ia menoleh ke samping terlihat istri nya yang sedang tersenyum melihat ke arah nya.
" Ada apa ? Kenapa wajah mu murung sekali ?" Ucap Ayris yang sedang menatap wajah suami nya .
" Aku sedang bersedih . Istri ku tidak mempercayai ku bahkan ia menyangka aku bermain dengan perempuan lain ." Ucap zain memandang ke langit langit kamar nya .
" Padahal jika ia tahu , aku memang menyiapkan semua nya sama persis dengan kamar kesayangan nya tapi ,,,,, ." Belum sempat zain melanjutkan ucapan nya ayris sudah melompat ke pangkuan zain mencium dalam dalam bibir zain .
" Sayang , maafkan aku . Aku tidak tahu jika kau menyiapkan semua nya . " Ayris kemudian dengan manja bergelayut ke leher zain .
Zain yang hanya berpura pura merasa geli dengan sikap ayris akhirnya mengeluarkan tawa nya .
" Hahahaha,,,,,,,." Suara tawa zain membuat ayris menatap bingung , setelah ia menyadari bahwa zain mempermainkan nya ayris lantas memukul-mukul bidang dada zain.
"Auwwwww,,,,." Ayris yang yang melihat zain seperti meringis kesakitan menghentikan aksi nya kemudian menyentuh lembut dada zain .
" Apa ini sakit ?" Ucap Ayris yang merasa bersalah kemudian menyentuh lembut dada nya .
" Pukulan mu tidak akan menyakiti ku , sayang .'' Zain meraih tangan mungil ayris lalu mencium nya .
Zain kemudian meraih tubuh ayris ke dalam pelukan nya .
Zain mencium pucuk kepala ayris kemudian membelai lembut rambut panjang ayris.
" Sayang , kau suka kejutan ku . Aku sengaja membuat kamar ini sama persis dengan kamar kita ohh tidak tidak ,,,, kamar kita sama persis dengan kamar ini ." Ucap zain yang masih membelai lembut rambut ayris .
" Tidak,,,,, !! Aku tidak menyukai nya , hampir saja aku tertipu jika kau mempunyai perempuan lain dan mungkin baju baju itu bekas wanita itu ." Ucap Ayris yang kesal dengan tingkah zain .
" Kenapa ,,,,? Apa kau tidak mengenali underware mu sendiri bahkan benda benda kesukaan mu ?" Ucap zain yang berpura pura marah pada ayris .Zain yang sebenar nya tidak bisa marah sekuat tenaga menahan tawa nya .
" Sayang , maafkan aku ." Ucap Ayris memegang kedua telinga nya.
" Lagi pula kenapa kau membuat kamar yang sama ! " Ayris kemudian mengerucutkan bibir nya kesal pada zain.
" Kamar kita yang sama dengan kamar ini sayang . Aku sengaja mendesign kamar yang sama di tiga tempat bahkan nanti bisa empat tempat ." Ucap zain tersenyum .
" Haaaa,,,,Empat tempat ? Apa maksud nya ?" Ayris semakin di buat bingung oleh zain dengan pernyataan nya .
" Kamar ini , kamar di mansion kita sendiri , kamar di mansion papa dan satu lagi kamar di pulau hadiah kakek ." Zain hanya tersenyum melihat reaksi ayris yang terkejut .
" Haaaa,,, kau ini .Jangan bilang barang barang nya juga sama ya ." Ucapan ayris mendapat senyuman dari zain .
Ayris hanya menghela nafas nya karena tingkah konyol suami nya tersebut .
Ia hampir tak habis pikir bahwa zain akan membuatkan kamar yang sama untuk nya .
" Pulau hadiah kakek !. Jadi benar kamu minta hadiah pada kakek ?" Ayris sempat mengabaikan kata kata zain tapi kejelian nya memang perlu di waspadai .
" Kakek yang memberikan nya untuk mu sayang. Untuk hadiah pernikahan kita ." Ucap zain mengusap lembut pipi ayris .
" Huuuuhh,,, ." Ayris hanya menghela nafas nya .
Ia sempat melihat pohon mangga dari pandangan nya , dari jendela yang terbuka di kamar itu. Ayris seketika melepaskan pelukan zain kemudian berjalan keluar pintu kamar .
Di dalam benak nya hanya berpikir untuk mendapatkan mangga tersebut .
Bersambung 😊😊🙏🙏🙏