
Ceklekk,,,,,
Zain membuka pintu ruang isolasi dimana ada vani di sana . Rasa kejam nya kini mulai merasuk dalam diri nya ingin sekali segera menyelesaikan tugas nya.
" Tolong,,, tolongggggg,,,, lepaskan ! " Vani yang terus berteriak teriak .
" Tolong,,, lepaskan !! "
" Kau tidak tahu aku calon istri seorang pengusaha ."
" Lepaskan ."
Zain hanya tersenyum menyeringai mendengar teriakan vani . Ia hanya duduk terdiam memainkan pisau di tangan nya pada meja besi hingga membuat nyeri orang yang mendengar nya .
" Zain,,,, ." Suara panggilan kakek nya membuat vani tertegun mendengar nya meskipun mata nya tertutup dengan
" Zain,,, tidak mungkin ,,,,Ia tidak mungkin zain ." Gumam vani dalam hati nya .
" Tapi seperti nya aku mengenal suara kakek tersebut , mungkinkah ia kakek arijaya ?"
" Tidak,,, tidak,,,,."
Vani yang bermonolog dalam hati nya terkejut mendengar suara panggilan yang begitu ia kenal.
" Ada apa kek ? Apa kakek ingin ikut ber pesta dengan ku ?" Suara yang begitu ia kenal akhir nya membuat vani tersentak kaget .
" Zain,,kau kah itu ? Zain tolong zain ,,,, orang itu akan membunuh ku ." Suara teriakan vani membuat senyum zain menyeringai .
dengan cepat ia menutup pintu itu kembali .
Derrrrrrrrr,,,,
Setelah itu zain berjalan keluar mengamati seluruh kamera pengintai yang terpasang di mansion nya .
" Apa kau bisa memberi sedikit waktu untuk leo membuktikan yang sebenar nya ?"
Kakek jaya memang tak sekejam diri nya namun ia masih ingin leo terbuka sendiri pintu hati nya .
" Hahahaha,,,,Apa kakek ingin membahayakan cucu dan menantu mu ?" Ucapan zain ada benar nya juga entah apa yang merasuki jiwa kakek yang menginginkan zain memberi sedikit waktu pada orang yang membahayakan istri nya .
" Kau benar zain wanita itu terlalu berbahaya untuk di biarkan bebas ." Ucap kakek arijaya kemudian berjalan menepuk bahu zain , kakek jaya meninggalkan ruang bawah tanah .
Zain yang teringat wanita itu hendak memasuki ruang isolasi kembali tetapi zain mengurungkan niat nya karena mengingat istri nya yang beberapa saat lalu merajuk karena diri nya .
Zain kemudian berjalan mendekati pintu lift pergi ke kamar nya . Beberapa menit ia sampai di kamar nya , zain melihat sang istri nya sedang terlelap dalam tidur nya.
" Sayang , seperti nya kau sangat kelelahan . Apa junior merepotkan mu ?" Ucap zain mengusap pelan perut ayris .
" Kau tahu daddy sangat bahagia dengan hadir mu dalam perut mommy . Baik baik di sini baby junior ." Zain mencium perut ayris yang semakin membuncit .
" Mommy juga sangat bahagia, daddy." Ayris yang sedikit terganggu dengan suara zain mengerjapkan mata nya melihat sang suami berada di samping nya .
" Aungg,,,,, aungg,,,,." Leon yang muncul di balik pintu lift membuat ayris mencari cari keberadaan nya.
" Leon , kau dimana ?" Ayris bukan nya memandang suami nya namun mencari keberadaan leon di sekeliling nya.
" Kau sudah bangun sayang . Bagaimana dengan tidur mu ?" Ucap zain mencium pucuk kepala ayris .
" Sayang ,kau dari mana ?" Ayris yang memandang manik mata zain menatap dengan curiga .
" Dari bawah sayang , memang nya dari mana ?" Ucap zain menatap wajah sang istri .
" Leonnn,,,,leonnn ,,,,.kemari lah !" Ayris mencari keberadaan leon yang tak kunjung muncul . Sementara zain men
" Aungg ,,,,aunggg,,,,." Leon muncul di balik pintu kemudian berjalan mendekati ranjang ayris naik di bagian bawah kaki ayris mengendus endus kaki ayris .
" Leon , Apa daddy punya wanita simpanan ?" pertanyaan ayris membuat zain mengeryitkan dahi nya .
Leon menatap tajam pada zain kemudian menatap pada ayris lalu menundukkan kepala nya .
" Heii ,,,, kenapa kau tidak menjawab ? Kau sedang membela daddy mu ? " Zain hanya diam menatap tajam pada leon lalu bergantian menatap sang istri .
Sementara ayris menggoyang goyangkan kaki leon dengan kaki nya .
" Oh ,,,jadi kalian ber sekongkol . Awas ya !!" Ancaman ayris sukses membuat leon bangun dari tempat tidur kemudian berlari ke arah pintu . Leon yang terbiasa membuka pintu sendiri karena tidak di kunci pun pergi berlalu mencari keamanan dari amukan mommy dan daddy nya.
" Sayang , kau masih mengantuk ? Tidur lah lagi Aku akan menemani mu ! " Zain kemudian menarik ayris ke dalam pelukan nya .
Ayris mendongakkan kepala nya menatap tajam pada zain tetapi zain mencium bibir mungil ayris untuk mengalihkan tatapan tajam dari ayris .
" Kenapa menatap ku seperti itu ? Kau menginginkan sesuatu ?" Zain menatap manik mata ayris yang tengah menatap nya .
"Sayang , aku ingin makan rujak . Tapi harus dengan tangan mu sendiri yang membuat nya. "
Ucapan ayris membuat zain mengeryitkan dahi nya tetapi ia tersenyum mengangguk pelan .
" Baiklah , ayo kita turun !" Ayris tersenyum mengangguk pelan .
Mereka berdua bangun dari tempat tidur kemudian berjalan dengan bergandengan tangan turun ke lantai bawah.
Setelah beberapa saat kemudian ia sampai ke depan rumah yang berpagar tinggi menjulang , leo menghentikan mobil nya kemudian memencet bel beberapa kali.
Seorang pelayan rumah membuka pintu memandang dengan seksama .
" Permisi, Apa dokter vani ada di rumah ?" Tanya leo pada pelayan tersebut .
" Dokter,,, ? Maaf tuan di rumah ini tidak ada orang yang berprofesi sebagai dokter . Anda mencari siapa ? " Ucap pelayan tersebut sedikit kebingungan bahkan terkejut dengan ucapan leo .
" Vani ,,, saya mencari vani . Apa dia ada di rumah ?" Leo semakin membuat pelayan tersebut bingung.
" Vani ,,, maaf tuan di sini tidak ada yang nama nya vani ." Pelayan tersebut di buat bingung oleh pertanyaan leo dan leo terkejut dengan jawaban yang ia dengar .
Dug ,,,, dug,,,,
Detak jantung leo berdegup kencang mendengar jawaban pelayan tersebut .
" Apaaa ,,, tidak ada nama nya vani di sini ? Dan juga tidak ada orang yang berprofesi sebagai dokter ? " Gumam leo dalam hati nya .
" Lalu siapa vani ? "
" Tuan ,,,, tuan . Apa ada yang lain ? " leo yang masih berkecamuk dalam pikiran nya tak mendengar apa yang di ucapkan pelayan tersebut .
" Tuan ,,,, tuan ,,,,,."
" Siapa bi ? Apa ada tamu ?" Suara seorang lelaki yang duduk di kursi roda membuyarkan lamunan leo kemudian melihat ke arah lelaki tersebut .
Leo terkejut melihat orang tersebut yang ternyata orang yang berada di video pernikahan vani .
" Oh ,,, ada tamu . Mari silahkan masuk !." Ucap lelaki tersebut mempersilahkan leo masuk .
Dengan hati dan pikiran tidak karuan leo pun masuk ke dalam rumah tersebut.
" Silahkan duduk tuan . Anda ingin meminum sesuatu ?" Ucap lelaki tersebut .
" Terima kasih , tidak perlu repot tuan ,,,, ee." leo yang ingin menyebut nama lelaki tersebut berhenti karena tidak mengetahui nama orang tersebut .
" Rico ,,, panggil saja rico ." Ucap rico tak lain adalah suami vani .
Leo terkejut melihat photo yang terpajang di dinding tak lain adalah photo pernikahan vani dan rico .
Rico yang mengerti arti tatapan mata dari leo ketika memandang photo wedding nya tersenyum .
" Apa anda sedang terkejut melihat photo wedding saya ?" Ucapan rico membuat leo terperanjat mengalihkan pandangan nya menatap rico .
" Itu saya sewaktu belum kecelakaan . Kecelakaan yang ternyata di rencanakan secara sengaja oleh istri saya vila beberapa tahun yang lalu ." Ucap nya dengan sedih mengenang masa itu .
" Vila ,,, ? apa dia seorang dokter ? " Perkataan leo membuat nya terkejut dan juga melepaskan tawa nya
" Hahahaha ,,,, Apa yang anda maksud adalah dokter vania ? " Leo mengangguk pelan memandang ke arah rico .
" Dokter vani adalah calon istri saya . kami berencana menikah sebelum pengacau itu datang dan menggagalkan rencana pernikahan kami ." Leo tertegun mendengar perkataan rico .
" Vila saudara kembar vani ternyata menyukai ku dan berencana memisahkan kami hingga akhir nya kecelakaan itu terjadi merenggut nyawa vani ."
" Ia yang akhir nya menggantikan posisi vani karena undangan yang sudah tersebar membuat keluarga saya mengambil keputusan itu."
Leo yang mendengarkan perkataan rico tertegun mendengar nya . Jadi memang benar ia tertipu dengan rayuan nya dimana pikiran nya orang yang menjadi pendamping nya seorang yan kejam dan masih menjadi istri orang .
Pikiran nya tak karuan berpikir kesana kesini tak menentu .
" Dulu kami sangat bahagia bahkan aku mulai membuka hati untuk nya namun....."
" Beberapa tahun terakhir ia berubah setelah kami pindah ke kota ini . Hingga ia merencanakan ingin melenyapkan ku dengan membuat rem mobil blong .Beruntung saya selamat dari kecekakaan tersebut meskipun saya harus lumpuh seumur hidup ." Rico menundukkan kepala nya menghela nafas kasar nya .
" Hahahaha,,,, Apa ia sedang membuat ulah dengan keluarga anda ?" Leo menghela nafas kasar nya mendengar pertanyaan rico .
Ia kalah telak dengan kakak nya , ternyata apa yang di katakan kakek dan kakak nya benar .
" Dia hampir menghilangkan nyawa kakak ipar saya dan janin nya ." perkataan leo membuat nya terkejut dan tercengang mendengar nya .
" Haaaahhh,,,, wanita itu sudah benar benar gila . Obsesi terlalu tinggi hingga berbuat nekat seperti itu ." Rico menghela nafas kasar nya .
" Kenapa anda tidak bercerai dengan istri anda jika sudah mengetahui hal busuk yang ia lakukan ?" Pertanyaan leo membuat rico tersenyum .
" Untuk mengikat dia agar tidak menyakiti orang lain tapi ternyata saya salah . Ia bahkan menggunakan segala cara mendapatkan ambisi nya ." Rico hanya bisa menyesali perbuatan nya agar tidak terjadi korban selanjut nya ternyata perbuatan vila di luar dugaan .
Ia bahkan menyamar sebagai vani untuk mendapatkan target nya .
Leo yang mendengar penjelasan rico teriris hati nya mengetahui kenyataan nya. Ia harus memendam cinta nya yang bertepuk sebelah tangan .
Beberapa saat kemudian leo pamit undur diru pada rico dan rico tersenyum pada leo yang terlihat frustasi dengan kenyataan yang di dengar nya .
Baik leo mau pun rico tidak bisa saling menyalahkan perbuatan vila yang sudah di luar batas .
Bersambung 😊😊🙏