ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 145.


" Apaaaaaaaa,,,,,,." Zain yang terkejut dengan ucapan bodyguard tersebut mengecek semua kamera yang berada di depan nya .


Brakkkkkkk,,,


Dengan sangat marah Zain menggebrak meja , sang bodyguard yang di beri tugas oleh anton untuk mengamankan seluruh cctv hanya menundukkan kepala tidak berani melihat sang majikan .


Zain yang sangat marah keluar dari ruang bawah tanah naik ke atas mencari mira .


Sementara Ayris yang sudah sampai di pintu gerbang ia berhasil mengelabuhi dua oramg security tanpa curiga apapun .


Sedangkan Anton dan Rian masih melewati ruang rahasia menuju pintu samping .Sely yang terlebih dahulu sampai di depan sudah melihat sang nyonya tepat di depan pintu keluar .


" Pakkkk,,,,,, tutup jangan biarkan nyonya keluar !!" Sely yang berteriak dari arah belakang membuat dua orang security terkejut dan bingung .


" Paaaakkkk,,,,,tutup !! Jangan biarkan nyonya keluar !!." Sely yang tetap berteriak membuat Ayris yang semula tenang menengok ke arah belakang .


Dengan sigap Ayris mendorong ke dua security tersebut kemudian berlari keluar gerbang . Ayris yang memang mempunyai beladiri dengan mudah melumpuhkan mereka kemudian berlari kejalanan.


" Aduhhh ,,, benar benar kuat nyonya ." Sely yang terkejut melihat aksi sang nyonya kemudian menabrak dua security tersebut .


" Aduhhhh ,,,,."


" Aduhhhh,,,."


Kedua security yang mencoba untuk bangun terjatuh kembali ketika Sely dengan kencang berlari mengejar sang nyonya menabrak mereka .


Rian yang baru keluar dari pintu rahasia terlambat mencegah sang nyonya yang sudah terlebih dulu keluar dari pintu gerbang .


" Pak ,ke arah mana nyonya berlari ? " Rian yang terburu buru berhenti sejenak bertanya pada security .


" Tuan Rian ,,, ke ,,,ke sebelah sana tuan . Nona sely sedang mengejar nya ." Ucap salah satu security .


" Baiklah terimaksih ." Ucap rian kemudian berlari lagi dengan beberapa bodyguard lain nya .


Sementara Anton yang baru muncul dari pintu samping melihat Rian yang tengah berlari .


" Rian ,,,,,,bagaimana ?" Tanya anton .


" Terlambat brow ,,, ayo sely sedang mengejar nya !!." Ucap Rian berlalu meninggalkan Anton yang sedang termangu mendengar penjelasan Rian .


Anton tak lantas pergi mengikuti Rian tetapi ia memutar balik untuk mencekat nyonya dari arah lain .


" Nyonya ,,,, nyonya berhenti nyonya ,,,,tolong nyonya !!." Sely yang terus berteriak memamggil nya namun ia tak mengindahkan panggilan tersebut.


" Nyonya ,,, tolong nyonya berhenti nyonya ." Sely yang terus berusaha mengalihkan Ayris dengan teriakan nya tetap berlari tak memgindahkan nya .


" huuuuh ,,, kau kira aku anak kecil mudah kau kelabuhi sely ." Ayris berbicara sendiri dan terus berlari meskipun ia agak letih namun ia masih bersemangat untuk pergi dari meninggalkan mansion .


Sely yang terkejut melihat Rian disamping nya ikut berlari mengejar sang nyonya .


" Rian ,,, kenapa kamu ikut kesini ?" Ucap Sely yang berteriak pada Rian . Sely dan beberapa orang pilihan Zain memang sudah terlatih beladiri sejak dini . Kemampuan mereka memang patut di andalkan untuk itu orang orang pilihan nya di beri tugas untuk yang lebih penting .


" Apa pertanyaan mu perlu ku jawab ?Jangan bertanya lagi ? ayo cepat kejar nyonya !!." Ucapan Rian membuat Sely terkejut bahkan ia melupakan mira yang berada di rumah .


" Heiii Bodoh !! Kau melupakan Mira ? Bagaimana nasib Mira ?" Ucapan Sely membuat Rian memperlambat lari nya .


" Miraaaa,,,, ." Ucap Rian lirih .


" Iya Mira,,,, Cepat pergilah Rian atau kau tidak akan bertemu dengan nya lagi ?" Teriakan Sely membuat Rian berhenti tapi tidak untuk Sely dan para anak buah yang ikut mengejar Ayris .


Meskipun ia sempat khawatir dengan mira ,Ayris tahu betul bagaimana sikap Zain suami nya jika sedang marah . Tapi Ayris tahu itu hanya trik mereka untuk membuat Ayris melemah .


" Riannn ,,,, tunggu apa lagi ? Pergilah !! selamatkan Miraa !!." Teriakan Sely taampak nya akan membuat Rian berhenti dan memutar balik namun Sely ternyata salah justru Rian semakin berlari kencang .


" Riannnn ,,,, kau sudah gila ya ?" Teriak Sely .


" Tidak ,,,, sely , aku tidak bisa menghianati Tuan ." Teriak Rian tanpa mengindahkan peringatan Sely .


" Rian ,,, Apa kau ingin membuat mira menangis meratapi sisa hidup nya tanpa kedua kaki ? Ayoo Rian jangan bodoh !! Pergilah !! aku yang akan mengejar nyonya ." Ucapan Sely membuat Rian berhenti berlari .


Bahkan Ayris yang mendengar perkataan Sely pun berhenti berlari , Ia tak menyangka jika suami nya akan sekejam itu .


" Tidak,,,, mira akan kehilangan kaki nya ? Tidak ,,, mereka pasti menggunakan cara ini untuk menghentikan ku ." Ucap Ayris ketika ia berhenti berlari .


"Ayo Riaannn ,,, cepat lah pergi !! Sebelum terlambat ! Bukankah kau mencintai nya ? Cepat pergi !! Selamatkan mira !!." Sely yang terus berteriak pada Rian tanpa melihat sang nyonya yang juga berhenti .


Rian yang tertegun dengan teriakan Sely berhenti diam memaku seperti patung akhir nya tersadar dan memutar balik berlari kembali ke mansion . Ia benar benar tidak bisa melihat orang yang di cintai nya kehilangan kedua kaki nya . Ia tak ingin melihat kesedihan yang mendalam pada nya , karena rian tahu betul sikap dingin tuan nya yang tak memandang hubungan apapun .


Dua puluh tahun rian ikut bersama nya sudah bukan hal yang tabu bagi nya melihat kekejaman nya namun tidak untuk gadis yang ia cintai . Meskipun ia akan di usir tapi setidak nya ia bisa menyelamatkan sang kekasih .


Ayris yang berhenti berlari terdiam seakan berpikir ke alam jauh sana memikirkan perkataan Sely . Ia memang tahu jika suami nya kejam tapi apakah ia akan bersikap kejam pada orang yang mengabdi pada nya .


" Bagaimana aku bisa mengorbankan kaki gadis itu hanya karena amarah ku ? "


"Gadis itu tidak bersalah . Tidak,,,, tidak,,,, aku tidak boleh egois ."


" Yah ,,, aku harus menyelamatkan nya !."


Ayris berdiam diri memikirkan ucapan Sely .


Anton yang berlari dari arah samping melihat sang nyonya berhenti diam terpaku , sementara Sely yang berlari tanpa melihat ke depan hampir saja menabrak nyonya muda nya jika saja anton tak memanggil nya.


" Nyonya ,,, . Selyyyyy ,,,, awas !!." Suara teriakan Anton membuat Ayris maupun sely tersadar .


Sely yang segera menengok ke depan terkejut ketika melihat nyonya muda nya berdiri diam terpaku didepan nya . Sely yang tampil beladiri pun dengan sigap menghindar agar tidak mengenai sang nyonya .


Ayris yang sadar dari lamunan nya pun menengok ke arah belakang ,ia pun dengan sigap menghindar dari tabrakan sely . Tanpa berkata Ayris pun memutar balik arah dan berlari kembali ke mansion .


Sely dan Anton yang melihat Nyonya nya berlari kembali ke arah mansion mengikuti dari arah belakang begitupun dengan beberapa anak buah yang mengikuti mereka .


Akhirnya baku kejar itu tak berhenti sampai di sana ,mereka kembali berlari berkejaran mengejar sang nyonya kembali .


Ayris yang sudah merasa kelelahan berlari karena akhir akhir ini badan nya kurang sehat akhir nya berhenti . Anton dan sely yang berada di belakang nya pun berhenti di belakang nya .


" Anton ,,, dimana ada jalan pintas ? Jalan ini terlalu jauh untuk sampai ke mansion." Ucap Ayris .


Anton dan sely terkejut mendengar ucapan sang nyonya , mereka tak menyangka jika Nyonya akan kembali ke Mansion dengan sendiri nya .


" Ada nyonya ,mari ikut saya !!." Ucap Anton yang berjalan lebih dulu dan sely di belakang mengawal sang nyonya .


Mereka kembali ke mansion melewati jalan pintas sekaligus jalan rahasian yang jarang di gunakan jika tidak untuk mendesak untuk sampai ke Mansion .


Ayris menyuruh anton lebih cepat lagi untuk menyelamatkan nasib gadis itu . Pikiran nya tidak tenang sebelum ia benar benar sampai ke mansion .


Bersambung 🙏😊😊😊