ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 100.


Ayris yang tengah bersiap diri , memoles tipis wajah nya dengan make up polos natural nya membuat semakin cantik saja .


Ketika ia ingin bangun dari duduk nya , ia merasa seluruh badan nya terasa pegal dan sepertinya ayris kehilangan banyak tenaga hingga ia merasa lelah .


Ia sendiri tersenyum malu menutup wajah nya saat ingat ia sedang menggoda suami nya itu di kamar mandi .


Ia benar benar membuat serigala jantan itu tersebut bertekuk lutut pada nya.


Zain yang berada tak jauh dari pintu tersebut melihat sejenak istri nya yang tersenyum sendiri , sambil menutup wajah nya sendiri . Ia sempat heran karena istri nya bertingkah seperti itu, tanpa bersuara zain mendekati ayris setelah meletakkan sarapan di atas meja .


Ia berjalan secara perlahan memeluk ayris dari belakang .


Dengan seketika ayris terkejut kemudian mendongakkan kepala nya memandang ke arah zain.


" Sayang , kau membuatku terkejut saja . sejak kapan ada disini ." Ucap Ayris kemudian menarik kedua tangan Zain memeluk pinggang ramping nya.


" Sejak istriku tersenyum sendiri sambil menutup wajah nya dengan kedua tangan nya ." Ucap zain tersenyum pada nya .


Tanpa aba aba zain membopong ayris ke sofa kesayangan nya .


" Sayang ,aku bisa jalan sendiri . Turunkan aku !!" Ucap Ayris merengek pada Zain , namun zain tidak mengindahkan nya tetap membopong ayris .


" Aku tidak ingin zain junior kelelahan ." Ucapan zain sangat mengejutkan ayris sontak saja ia menatap ke arah nya.


" Cihhhkkkk ,,,, Apa kau sudah gila ?" Ucapan Ayris sukses membuat zain menatap bola mata Ayris namun ia bukan nya marah melainkan tersenyum bahagia terhadap nya .


" Iya ,,,. Aku gila karena cinta mu ." Ayris merasa malu dengan ucapan Zain kemudian ia memukul kecil bilah dada zain . Kemudian ia menyembunyikan wajah nya di dada tersebut.


Zain yang melihat tingkah Ayris hanya tertawa , ia merasa gemas dengan ayris yang terkadang manja kadang juga galak .


Sampai di sofa tersebut ia mendudukkan ayris kemudian mengambil sarapan menyuapi ayris . Sikap yang seperti ini lah yang membuat ayris mencintai nya .


Ia merasa hati nya penuh dengan cinta zain hingga ia dengan mudah melupakan mantan suami nya faizal.


" Sayang hari ini aku akan keluar kota , mira dan rian akan menemanimu jalan jalan ." Ucapan Zain membuat nya tersedak dan merasa gelisah .


'' Hukk hukk ,,,,,,." Ayris tersedak mendengar suami nya hendak keluar kota .


" Sayang ,,,,,, pelan pelan ." Ucap Zain memberikan segelas air pada ayris . Setelah meminum nya pun ayris mengerucutkan bibir nya .


" Kenapa ?" Ucap Zain melihat perubahan mimik wajah ayris yang semula ceria menjadi cemberut karena perkataan nya.


Ayris tidak segera menjawab pertanyaan Zain, namun ia memilih pergi dari sofa tersebut berjalan menuju tempat tidur.


Ia merebahkan dirinya menelungkupkan wajah nya ke sela sela bantal .


Ia merasa cemburu jika zain bepergian, apalagi keluar kota . Rasa gelisah mulai menyelimuti nya , seakan ia percaya jika ia hanya menjadi wanita simpanan .


flashback on


Ketika berada di ruangan kaca tempat tanaman hidroponik kesukaan nya. ,mery mengjampiri diri nya.


" Nyonya ,apa anda membutuhkan sesuatu ?" Ucap Mery , mery memang merencanakan sesuatu dengan mendekati ayris.


" Tidak mery , aku hanya ingin memetik beberapa rose saja ." Ucap Ayris tersenyum kepadanya .


" Mery , apa disini tidak ada bunga anggrek ?" Ucapan mery seakan membuat mery terkejut , ia mulai menjalan kan rencana nya.


" Aaaaaa,,,. Nyonya jangan mencari bunga anggrek .Tuan muda tidak menyukai nya ." Ucap Mira .


" Kenapa ?" Jawaban ayris seakan menjadi tombol untuk mengoperasikan sebuah mesin.


" Apa nyonya tidak mengetahui nya , nona vivia menghilang setelah memetik beberapa anggrek ." ucap Mery yang mengekor di belakang ayris mulai dengan rencana nya.


" Tidak ,,,aku tidak tahu .Mira tidak pernah bercerita." Ucap ayris yang berjalan mengitari tanaman kesukaan nya.


" Bertepatan dengan hari ulang tahun nona vivia , tuan dan nona pergi berlibur namun ia tak kembali ketika tuan muda sudah kembali . Menurut saya tuan muda meninggalkan nona vivia disuatu tempat ." Ucap Mery dengan karangan cerita nya , sesekali ia melirik pada ayris yang seakan percaya dengan ucapan nya.


" Lalu beberapa hari kemudian terdengar berita jika nona vivia telah tewas di terkam buaya . Nyonya harus berhati hati , nyonya orang baik jangan sampai seperti nona vivia." Ucap Mery lagi ,beberapa saat kemudian Mira datang menghampiri nya .Mery yang melihat kedatangan nya segera undur diri .


" Nyonya ini minuman nya ." Ucap mira dengan nampan berisi jus pesanan ayris.


" Terimakasih mira ." Ucap ayris tersenyum . mira merasa curiga dengan gerak gerik mery yang terlihat berbicara sambil berbisik .


" Mira ,aku sudah selesai . Tolong bawakan ke kamarku semua rose ini ya ." Ucap Ayris mengambil jus dan berjalan ke kamar .


" Baik nyonya ." jawab mira membungkukkan badan nya.


Ayris melenggang ke kamar nya ia masih berpikir keras tentang perkataan mery . Benarkah suami nya seperti itu , tetapi ayris tak kan mudah percaya begitu saja meskipun memang benar ada rasa gelisah di dada nya .


Flashback off


Zain menghampiri ayris yang menyembunyikan wajah nya di sela sela bantal ,kemudian mengusap lembut .


" Sayang ,aku harus menghadiri pernikahan max . Tidak kau perhatikan selama beberapa hari ia tidak ke mansion ." Ucapan Zain membuat Ayris mengangkat wajah nya memandang zain .


" Benarkah ? Kau tidak berbohong ! Apa aku boleh ikut ?" Zain terpaku mendengar ucapan Ayris , ia harus menggunakan segala cara untuk tidak mengajak Ayris sebelum bahaya itu hilang .


" Benarkah ? Kau mau ikut dengan ku ." Ucapan Zain membuat Ayris berpikir sejenak .


" *Bagaimana ini jika aku ikut ,aku tidak bisa jalan jalan ? Jika tidak aku cemburu . "


" Apa yang harus ku cemburui jika ia mencintai aku ." Gumam Ayris dalam hati .


" Lagipula aku bisa menyelidiki apa pernikahanku palsu atau tidak ." Ayris kemudian menatap lekat lekat wajah Zain*.


" Tidak , aku ingin jalan jalan ." Ucap Ayris tersenyum menarik wajah zain mencium sekilas bibir nya .


" Baiklah jika begitu ." Ucap Zain mencium kening Ayris .


Zain berjalan memdekati wardrobe membuka nya dan mengambil sesuatu untuk ayris .


" Sayang , ini . Pakai untuk berbelanja sesuka hati mu ." Zain memberikan dua kartu blackcard unlimited untuk Ayris .


Sontak ayris terkejut melihat nya tetapi kemudian ia mengambil nya tersenyum pada nya . Setelah itu Ayris kembali merebahkan diri nya memeluk kucing nya . Ia merasa cukup lelah untuk olahraga nya pagi ini , hingga membuatnya tertidur kembali .


Bersambung 😊😊🙏🙏🙏🙏