
Ayris yang masih diam terpaku menutup wajahnya dengan kedua tangan nya.
Ia merasa malu sendiri dengan apa yang tengah ia lakukan pada Zain.
Zain yang berjalan menuruni anak tangga memegang pipi nya kembali , Ia tersenyum sendiri karena tingkah istri nya tersebut.
" Apa dia telah menyerahkan hati nya untukku ?" Gumam zain dalam hati .
" Mira ,,,." Zain memanggil Mira ketika sudah berada di tangga paling ujung.
Mira yang berada di ruang makan berlari menuju arah suara yang memanggil nya.
" Iya tuan ,,,,hhhaahhh haaahhh." Suara nafas Mira yang masih tersengal sengal karena berlari dari ruang makan.
" Urus baik baik keperluan Nyonya ! Aku tidak mau kejadian tadi terulang kembali." Perintah Zain dengan tatapan Srigala nya.
" Baik tuan." Jawab Mira membungkukkan badan nya .Ia merasa ngeri dengan perintah Zain .
" Max , Ada yang ingin kau sampaikan ." Ucap Zain menghampiri Max yang diam bersandar pada dinding pintu.
Max memberi sebuah berkas pada nya, berkas yang berisi beberapa buah photo seseorang.
" Cihhhhkkkk ,,,, dasar !! Perempuan itu ingin bermain main dengan ku." Ucap Zain setelah melihat isi berkas tersebut.
Zain tersenyum sinis pada photo photo itu lalu memberikan kembali pada Max untuk memyimpan nya.
" Rian , Bagaimana perkembangan penyelidikan mu ?" Tanya Zain pada Rian yang baru saja keluar dari ruang bawah tanah.
" Ada seorang wanita dalang di balik semua kejadian itu ,bos." Ucap Rian lalu menyerahkan Beberapa berkas pada Zain .
Berkas yang terdapat Photo antara seorang perempuan dan Papa nya . Zain heran dengan photo tersebut ada hubungan apa antara perempuan itu dengan papa nya . Dan bayi mungil yang di gendong nya .
" Apa yang sebenar nya terjadi ?Apa hubungan mereka ? Apa yang di inginkan dari Chleo ?" Zain bergumam dalam hati .
Max menghela nafas kasar nya , ia sama sekali tak mengerti apa yang terjadi . Hingga membuat gadis kecil nya dalam bahaya.
Max dan rian mengikuti Zain dari belakang ,mereka berjalan menuju parkiran mobil dimana Zain akan berangkat ke kantor .
Di kamar Ayris , Ayris menikmati Sarapan di temani Mira. Ayris merasa malu dengan kejadian tadi hingga tidak kuasa membuat nya bersembunyi .
Meskipun Zain adalah suami nya sendiri tetapi Ayris tak harus memperlihatkan kemesraan itu di depan orang banyak . Namun demi menyelamatkan orang orang di dalam Mansion hingga membuat Ayris berani berbuat demikian.
" Mira ,,,,." Panggil Ayris pada Mira.
" Iya nyonya,,,,." Jawab Mira , Ayris mengeryitkan dahi nya mendengar panggilan nyonya tertuju pada nya.
" Kau sudah sarapan ." Ucap Ayris pada nya.
Mira melanjutkan pekerjaan nya membersihkan kamar Ayris , sedangkan Ayris melanjutkan sarapan nya.
" Mira,,,, Kenapa kau memanggilku nyonya ." Ucap Ayris merasa kesal dengan panggilan tersebut.
" Kenapa ,,,,? nyonya tidak menyukai nya ?" Ucap Mira dengan tersenyum ke arah nya .
Ayris hanya mengangguk pelan sambil memakan potongan roti sarapan nya.
" Nyonya muda bisa saja . Sudah sepantas nya kami memanggil begitu , nona kan istri dari tuan Zain ." Ucap Mira lagi . Mira menjelaskan pelan pelan takut ia tersinggung dengan perkataan nya.
Ayris berpikir sejenak , memang benar ia adalah nyonya dirumah itu tapi kenapa ia merasa risih dengan panggilan tersebut.
Mungkin Ayris memang belum terbiasa dengan panggilan tersebut namun ayris memilih mengabaikan nya ia tidak mau terjadi petaka lagi dengan mengorbankan mereka jika ia menolak panggilan tersebut.
" Mira ,,,, aku sudah selesai . Jika kau sudah selesai kau boleh pergi . Aku ingin di kamar saja, rasa nya badan ku tidak nyaman ." Ucap Ayris meletakkan piring bekas sarapan nya je dalam nampan.
" Apa ,,,,,, nyonya tidak enak badan ? Mana yang sakit ?" Ucap Mira menghentikan aktivitas nya dan berlari menghampiri Ayris . Ia membolak balikkan badan ayris dan menyentuh kening nya .
" Tidak panas ,,,. Saya akan menghubungi tuan max untuk menyuruh tuan dokter ke sini !" Mira bergegas menuju gagang telepon.
" Mira aku tidak apa apa , hanya kurang tidur saja ." Ucap Ayris menggelengkan kepala nya melihat Mira .
" Tidak ,,,,tidak ,, .Saya harus menghubungi nya . Jika terjadi sesuatu dengan nyonya , tuan akan menghukum saya." Ia memaksa menghubungi Max namun gagang telepon di rebut paksa oleh Ayris hingga terjadi tarik menarik di antara kedua nya.
" Miraaaa ,,,,, ." Ayris berteriak keras hingga membuat Mira melepaskan gagang telepon tersebut.
" Ma,,,, maaf nyonya ."Ucap Mira menundukkan kepala nya .
" Saya tidak ingin terjadi sesuatu dengan Nyonya." Ucap Mira lagi.
" Aku hanya lelah kurang tidur." Ucap Ayris menatap pada Mira.
" Apa nyonya semalam nyonya ber gadang ?" Tanya Mira menerka nerka.
" Iya ,,,,." Jawab Ayris singkat .
" Berarti nyonya ,,,,." Sambil tersenyum Mira menggerak kan kedua tangan nya tanda isyarat dari Mira dan Ayris pun mengangguk tanpa memperhatikan gerakan tangan tersebut.
" Cieeee,,,, berarti nyonya semalam bertempur dengan tuan .Haaa haaaaaa."Gumam Mira .
" Baiklah nyonya , nyonya istirahat sekarang dan Saya akan kembali jam makan siang ." Ucap Mira tersenyum ,ia tergesa gesa keluar dari kamar Ayris .
Ayris tertegun melihat nya , ia berpikir apa ada yang salah dengan nya. Tapi ia tak memperdulikan nya yang ia pikir hanya ingin merebahkan diri nya.
Bersambungππππππ