ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 144.


Zain yang telah sampai di bandara sangat senang karena jauh dari istri nya membuatnya tersiksa . Ia merindukan istri nya walau hanya sedetik saja , tangan nya pun tak lepas memandang layar handphone yang memperlihatkan istri nya .


Sementara Ayris yang bangun dari tidur nya mencari cari keberadaan suami di setiap sudut ruangan dan ternyata ia tidak menemukan nya . Ayris berpikir bahwa ia belum kembali, kemudian ayris keluar kamar berjalan menuju ruang hidroponik untuk memetik beberapa bunga di sana .


Ia yang semula ingin memanggil mira mengurungkan niat nya karena melihat mery yang bersandar di ruang hidroponik .


" Mery ,,, kau sedang apa ? " Suara Ayris mengagetkan mery hingga ponsel nya terlepas dari tangan nya jatuh ke lantai.


" Ehhhh,,,, Apa ini ?" Ayris mengambil ponsel itu ketika mendengar nama Zain di sebutkan , namun segera di ambil oleh mery .


" Bukan apa apa nyonya muda , saya permisi dulu nyonya ." Ketika Mery yang hendak pergi meninggalkan tempat itu Ayris menarik tangan nya .


" Berikan pada ku !! " Mery hanya diam tak memberikan jawaban apapun .


" Meryy ,,, kau tidak dengar perintahku !!." Ayris berteriak lebih kencang .


Hingga anton yang sedang olah raga melihat sang nyonya di ruang hidroponik dengan segera menyuruh sely membawa mira ke ruang tersebut .


" Maaf nyonya , saya akan menyinpan ponsel saya kembali ." Ucap Mery dengan nada gemetar .


" Berikan pada ku dulu mery , baru kau boleh menyimpan nya." Ayris yang dengan marah nya mengambil ponsel tersebut .


Sely dan mira beradu lari untuk sampai ke ruang tersebut agar bisa merebut ponsel itu dari sang nyonya .


Namun mereka terlambat sang nyonya sudah melihat isi ponsel tersebut . Ayris hampir terjatuh melihat video Lisha menggandeng Zain dengan mesra dan ketika bersama papa dan mama nya dari sosial media yang memberitakan jika Zain melakukan pertemuan dengan keluarga besar nya bersama Lisha .


Ayris terkejut hingga terasa sesak dada nya dan hampir saja terjatuh. Namun Sely dan Mira yang sudah sampai menyokong tubuh nyonya nya yang hampir jatuh .


" Nyonya ,,,, anda tidak apa apa ?" Tanya Mira yang khawatir melihat sang nyonya .


" Mira ,,, bawa aku ke kamar ." Dengan suara gemetar Ayris meminta mira membawa nya ke kamar nya .


" Baik nyonya , Mari nyonya !!." Mira dan Sely membawa nyonya muda kembali ke kamar nya . Setelah beberapa saat kemudian Mira membaringkan sang nyonya di ranjang tempat tidur nya .


Sementara Sely keluar mencari keberadaan Mery , mery yang tahu akan segera mendapat hukuman ia segera berlari mencari tempat persembunyian yang aman . Bahkan dengan mengendap endap mery telah sampai di gerbang pagar pintu masuk ke mansion melarikan diri .


Namun semua terlambat , para bodyguard pun telah menangkap nya dan membawa nya ke ruang bawah tanah .


" Tuan ,,,tolong ampuni saya tuan . Saya tidak tahu jika nyonya berada di sana ." Mery memohon untuk terlepas dari hukuman .


" Lancang sekali kau !!." Ucap anton yang dengan garang nya menatap mery .


" Tolong tuan ,,,, ampuni saya !!."


Plaaaakkkkk ,,,, plaaaaakkkkkk


Sely yang baru saja datang menampar mery dengan kasar hingga keluar darah di sudut bibir nya .


" Bos akan segera datang , kita tunggu hukuman apa yang akan ia dapat kan ." Ucap Anton menahan tangan sely yang akan menampar nya lagi .


" Baik lah ." Jawab Sely singkat kemudian menyingkir dari tempat itu .


Sementara Ayris yang tengah berbaring di ranjang masih syok dengan berita itu . Ia mulai tersulut emosi membayangkan isi video yang menunjukkan Zain terlihat mesra dan nyaman dengan lisha dan juga kedua orang tua nya .


" Apa ,,, jadi zain menemui kedua orang tua nya untuk membahas pernikahan mereka ?"


" Jadi ia akan menikahi perempuan itu ? Lalu aku bagaimana ?"


" Ternyata kau hanya menjadikan ku simpanan !."


" Dan kau akan meninggalkanku ."


" Lalu semua ucapan mu , kata cinta mu , janji mu semua itu palsu .


" Haaaaahhhh ,,,, begitu bodoh kah aku ?"


" Aaaagggggghhhh kau jahat Zain. Kau mematahkan hati ku setelah kau berhasil membuka nya ."


Ayris yang masih diam termenung bermonolog dalam hati nya sendiri membuat mira yang melihat sang nyonya terdiam menjadi khawatir .


" Nyonya ,,,, Nyonya ,,,,, Nyonya ." Mira yang beberapa kali mencoba memanggil nya tidak mendapat jawaban .


" Nyonya ,,,, ."


" Ehhhh iya mira ,,, Ada apa ?" Ayris yang sadar menjawab panggilan mira .


" Syukurlah , anda butuh sesuatu ?" Ucap mira mendekati sang nyonya .


" Mira,,, aku ingin makan mie ramen yang pedas . Bisa buatkan untuk ku mira ? " Ayris hanya berpura pura meminta sesuatu pada mira untuk membuat nya menjauh dari nya.


" Baiklah nyonya ." Jawab mira singkat kemudian meninggalkan Ayris di kamar, turun ke lantai bawah menuju dapur .


Sementara Ayris yang sendiri di kamar masih syok dengan apa yang dilihat nya .


" Kau tega padaku Zain ,,,,, aaaaaaaaaaaagggghhhhh,,,,,, hikss hikss ,,,,."


Ayris yang bermonolog sendiri , rasa sesak di dada nya sakit sekali hati nya bagai tergores pisau tapi tak berdarah .


Ayris kemudian bangun dari tidur nya berjalan keluar kamar menuruni anak tangga ke taman belakang .


Sementara Zain yang masih dalam perjalanam terlihat begitu khawatir setelah mendapat kabar dari Anton . Ia tak tenang sebelum sampai dirumah , Zain tahu betul bagaimana jika ayris marah .


Setelah memasuki halaman parkir , zain yang terburu buru segera turun dari mobil nya dan bergegas untuk menemui istri nya namun ia melupakan satu hal gadis yang menonton video itu .


Zain memutar balik menuju ruang bawah tanah menemui anton dan mencari keberadaan gadis itu .


" Anton ,,,,."


" Bos , anda sudah datang . Maaf kan kami bos , kami kecolongan dengan gadis itu ." Ucap Anton yang menundukkan kepala nya .


" Dimana gadis itu ?" Zain yang begitu tenang bersuara hanya terlihat di luar nya saja .


" Ada di ruangan intograsi bos ." Jawab anton .


" Kau sudah dapatkan apa yang kau ingin kan ?" Ucapan Zain membuat anton mengerti apa yang akan dilakukan sang bos .


" Sudah bos ." Jawab anton singkat .


Semua orang yang berada di ruang bawah tanah merasakan hawa yang dingin , bulu kuduk mereka merinding . Bos yang beberapa bulan terakhir berubah hangat ,kini seakan terlihat kembali seperti serigala. Suasana mencekam diruang bawah tanah membuat semua orang bergidik ngeri .


" Tuan ,,, ampun tuan . Saya tidak sengaja , saya tidak tahu nyonya ada di sana ? "


" Ampun tuan ,,,, tolong ampuni saya ."


Mery yang tertutup mata nya masih menangis meronta meminta ampunan atas semua yang terjadi .


Zain yang telah berada di depan nya hanya melihat nya saja namun ketika ia berbalik Zain sudah memegang pelatuk pistol nya menembak tepat pada sasaran nya .


" Singkirkan dia !!."


" Beri tahu pada semua pelayan untuk mematuhi semua aturan ." Ucap Zain meninggalkan tempat itu . Zain menggunakan lift untuk sampai dengan cepat ke kamar nya .


Berbeda beda dengan Mira yang berlari ke ruang bawah tanah menemui anton .


" Anton ,,anton ,,,, ."


" Mira ,,,, ada apa mira ?" Anton yang heran dengan mira yang berlarian untuk menemui nya .


"Nyonya ,,,, nyonya ,,,." Mira masih mengatur nafas nya yang tersengal sengal .


" Ada apa dengan nyonya ? Tuan sudah ke atas ." Ucap anton yang masih belum mengerti .


Setelah beberapa saat anton mulai mengecek cctv sembari menunggu mira berbicara .


" Shittttttt,,,,, Sely ,,,, Cepat kejar nyonya , nyonya sudah di depan pintu gerbang !!."


" Apaaaaaaaaa ,,,,.?." Sely yang berteriak kemudian berlari dengan beberapa anak buah nya .


" Itu yang mau aku bilang ,,, nyonya tidak ada di kamar ." Ucap mira yang sudah bisa mengatur nafas nya.


" Ada apa ,,,? " Rian yang baru saja keluar terkejut melihat orang orang kalang kabut di luar .


" Nyonya kabur brow ." Ucap anton .


" Apaaaaaaaa,,,,,shitttttt."


Rian yang mendengar nya bergegas lari dengan pintu rahasia untuk cepat sampai di depan gerbang.


Zain yang sudah berada di atas di kamar nya tidak menemukan sosok sang istri , ia terus mencari keberadaan nya namun tidak menemukan nya .


Kemudian ia turun ke ruang bawah tanah menggunakan lift pribadi nya .


" Antonnnn ,,,,."


" Antonnnnnn,,,,, ."


Zain yang dengan gusar memanggil anton namun tidak mendapat jawaban membuat nya heran , karena tidak seperti biasa nya ia meninggalkan markas nya begitu saja .


" Bos,,,, nyonya ka,,, bur." Ucapan seorang bodyguard .


" Apaaaaaaaaaaaaa,,,,,."


bersambung 🙏🙏😊😊😊


tongkrongin terus up author ya ,