ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
Episode 161.


Di tempat Mansion utama hendra , Keluarga reno yang tengah datang dengan membawa polisi melaporkan kakek adinata karena hilang nya lisha .


Tok ,,,tok,,,tok,,,tok,,,


" Permisi,,,permisi,,,." Hendra yang membuka kan pintu terkejut melihat kedatangan reno dengan beberapa pihak yang berwajib.


" Reno,,,, ada apa ini ?" Hendra merasa aea yang ganjil dengan pandangan mata nya .


" Permisi tuan, kami dari pihak yang berwajib membawa surat untuk memeriksa rumah tuan dan juga tuan adinata atas hilang nya nona lisha ." Ucap seorang pihak yang berwajib pada hendra .


Reno dengan tatapan benci pada hendra tidak berkata apa pun .


" Baik lah pak ,silahkan masuk ." Ucap hendra yang mempersilahkan masuk .


Sementara Reno tetap diam mematung di depan pintu utama mansion.


" Reno, ada apa dengan mu ? kenapa kau jadi seperti ini ? " Ucap hendra yang memutuskan untuk menghangatkan suasana . Sementara pihak yang berwajib masuk ke dalam mansion untuk mencari keberadaan lisha.


" Sudah lah jangan banyak bicara ! Aku tahu semua ini ulah papa mu ." Ucap reno .


" Apa maksud mu ? Ulah papa ku , aku tidak mengerti ucapan mu ." Hendra yang merasa bingung dengan ucapan reno.


" Aku pasti kan tidak akan mencabut konferensi pers itu sebelum lisha di temukan . Camkan itu hendra !! Mulai sekarang hubungan persahabatan kita putus sampai di sini !!." Reno dengan emosi yang tidak stabil berbicara dengan nada keras.


" Reno, aku tidak menyangka jika kau akan seperti itu .Sadarlah reno !! kita bisa memperbaiki hubungan kita seperti dulu lagi ." Hendra masih mencoba meredakan kemarahan reno .


" Aku tidak sudi berteman dengan mu lagi !." Reno yang masih diselimuti dengan amarah nya memalingkan wajah nya dari hadapan hendra .


" Reno , masalah anak anak jangan kau campur adukkan dengan persahabatan kita . Mereka punya pilihan masing masing , aku tahu lisha menyukai zain tapi zain sudah memiliki istri . Aku harap kau mengerti !." Ucap Hendra memberi pengertian . Reno sejenak diam berpikir atas ucapan hendra sahabat nya itu .


" Hendra memang benar , tapi bagaimna dengan lisha yang hilang ." Reno bermonolog sendiri dalam hati nya .


" Reno ,ayo lah jangan seperti anak kecil ! kita sudah sama sama dewasa bahkan sudah pantas menjadi seorang kakek ." Hendra yang tengah membujuk sahabat nya akhirnya membuahkan hasil .


" Hemmmm ,,,, kau benar hendra . Maafkan aku yang terbawa emosi ." Ucap reno menghela nafas nya menundukkan kepala nya .


" Apa yang sebenar nya terjadi ?" pertanyaan hendra membuat reno merasa bersedih .


" Lisha hilang di malam pertemuan kita waktu itu . Aku sudah mencari nya kemana pun bahkan ke apartemen bahkan ke rumah ku di negara A tapi tidak menemukan nya ." Ucap reno menjelaskan pada sahabat nya tersebut .


" Bagaimana bisa ? Apa dia tidak sedang bekerja di luar negeri ? Setahu ku dia seorang model .'' Ucap hendra yang terkejut dengan penjelasan reno .


" Tidak , manager nya sudah mengecek jadwal nya tapi tidak ada . Aku sedang bingung kemana mencari nya ?." Ucap reno menundukkan kepala nya .


" Aku hanya teringat dengan ancaman papa mu untuk mencabut konferensi pers tersebut , jika tidak ia akan melakukan sesuatu pada kami . Aku tersulut emosi dan melapor pada pihak yang berwajib , maafkan aku hendra." Reno berkaca kaca menceritakan hal yang terjadi pada nya .


" Aku turut prihatin hilang nya putri mu reno , tapi papa ku tidak mungkin melakukan nya . Ia terbaring lemah setelah kejadian itu, tekanan darah nya turun karena syok melihat video itu ." Hendra pun menceritakan keadaan yang sebenar nya terjadi pada papa nya.


Beberapa saat kemudian beberapa pihak yang berwajib keluar dengan tangan kosong , begitu juga tuan adinata yang ternyata masih berada di mansion hendra mengikuti nya dari belakang .


" Maaf tuan reno , kami tidak menemukan keberadaan nona lisha. Dan tuan adinata tidak mengetahui keberadaan nona lisha ." Ucap salah satu pihak yang berwajib .


" Reno , kau telah salah langkah ! " Ucap Tuan adinata yang tak lain adalah papa hendra .


Reno hanya diam membisu tanpa mengeluarkan sepatah kata pun .


" Baiklah tuan ,kami permisi dulu . Terimakasih atas kerja sama nya dan juga kami minta maaf atas ketidak nyamanan nya ." Ucap salah satu pihak yang berwajib .


" Tidak masalah pak ,terimakasih." Ucap Hendra .


Kemudian mereka berjabat tangan tanda untuk ber terimakasih .Mereka semua meninggalkan mansion hendra namun sewaktu reno juga akan meninggalkan tempat itu , hendra meraih tangan nya untuk sekedar berbincang bincang .


" Reno ,apa kau tidak mau mampir dulu ? Setidak nya minum secangkir kopi kesukaan kita ." Ucapan hendra mendapat tanggapan sinis dari tuan adinata .


" Untuk apa kau minum kopi dengan orang yang telah mempermalukan keluarga kita ? bahkan secara terang terangan melaporkan papa mu ke pihak yang berwajib ." Mendengar suara lantang tuan adinata, reno yang semula mempertimbangkan ajakan sahabat nya itu ternyata berbalik menepis tangan hendra kemudian pergi dengan tatapan sinis.


" Papa ,,." hendra berteriak pada papa nya atas ucapan nya .


" Reno,,,,reno,,,,reno,,,,tunggu reno ! ." Suara panggilan hendra tidak di indahkan oleh reno , ia tetap pergi dengan kemarahan nya. Apalagi dengan hilang nya lisha yang bagai di telan bumi tidak ada seorang pun yang mengetahui nya .


" Papa keterlaluan ,,,!!." Ucap hendra meninggalkan papa nya .


Sementara di dalam mansion mona dan mama nya bingung dengan apa yang terjadi . Mereka berharap cemas untuk kebaikan semua orang .


" Pa , ada apa sebenar nya ? kenapa reno membawa pihak yang berwajib kesini ? Memang nya ada apa dengan lisha ?" Pertanyaan beruntun terlontar di bibir mona pada suami nya .


Hendra hanya menghela nafas kasar nya turut prihatin tentang apa yang terjadi pada sahabat nya itu .


"Lisha hilang ma , sejak hari di mana kita mengadakan pertemuan itu ." ucap hendra pada istri nya .


" Lalu apa hubungan nya dengan kita ? kenapa reno membawa pihak yang berwajib ke mansion kita ?" Mona tak kalah antusias mendengar jawaban suami nya .


" Karena hari terakhir papa sempat mengancam nya akan melakukan sesuatu jika konferensi pers nya tidak segera di klarifikasi ." Ucap hendra menghela nafas nya .


"Karena itu reno melapor pada pihak yang berwajib ." hendra yang menjelaskan pada istri nya pun merasakan kepiluan sahabat nya tersebut .


" Kasihan dia pa , reno pasti merasa kehilangan putri nya ." Ucap Mona .


Mama nata yang tak sengaja mendengar percakapan tersebut kemudian menyambangi suami nya yang berjalan ke arah nya.


"Pa , kau bukan pelaku nya kan ?." Ucapan mama nata membuat hendra dan mona saling pandang dan menatap ke arah papa nya yang sedang berjalan .


" Apa maksud mu nata ? Kau menuduh ku melakukan nya ? Kau sudah gila ya , aku tidak serendah itu . Keluarga kita keluarga terpandang ." Ucapan adinata membuat nata istri nya semakin marah dengan nya.


" Lalu apa yang kau lakukan pada mona di masa lalu ? Kau membuat anak mu di benci oleh zain putra nya sendiri selama bertahun tahun ." Nata yang kesal dengan sikap sombong suami nya menunjuk kan jari nya pada putra dan menantu nya .


" Ma , sudah lah . Semua hanya masa lalu jangan ungkit lagi luka itu ma . Hendra mohon ." Hendra menghentikan perdebatan di antara papa dan mama nya .


Sementara mona menggenggam erat tangan suami nya karena merasa ngilu di hati nya setelah mama nata mengucap kan kata kata nya .


" Kau tidak mengerti betapa tersiksa nya menantu mu selama bertahun tahun demi keegoisan mu ."


" Kau juga tidak akan tahu rasa nya menjadi orang yang di benci karena hendra tidak membenci mu sama sekali ." Ucapan mama nata membuat mona gemetar bahkan menitikkan air mata di sudut pipi nya .


" Ma , sudah lah ." Hendra yang berkali kali menghentikan mama nya berkata kata .


Mona berlari ke kamar nya tak mampu menahan kengiluan dalam hati nya .


" Kau lihat itu menantu mu adinata !." Mama nata masih dengan beberapa perkataan nya .


Sementara hendra menyusul istri ke kamar mereka, hendra pun merasakan penyesalan yang dalam atas perbuatan nya .


" Cihhkkkk,,,, nyata nya mereka punya anak lagi ." Papa adinata yang keras kepala tidak mau mengalah sedikit pun .


" Dasar keras kepala !! tidak mau mengakui kesalahan mu sendiri .Huuuuuh,,,,." Mama nata pergi meninggalkan nya sendiri di ruangan itu.


" Dasar wanita !! Awas saja jika kau minta pijat nanti !." adinata bermonolog sendiri ketika melihat istri nya pergi meninggalkan nya sendiri .


Selang berapa saat kemudian hendra yang sudah sampai di kamar mencari keberadaan istri nya yang ternyata berada di sudut ruangan melihat album photo photo mereka dan anak anak sewaktu kecil .


" Maaf kan aku sayang , telah banyak menyakiti mu. " Ucap Hendra ikut duduk nemandang photo anak anak mereka .


" Tidak mas, aku yang bersalah ikut masuk dalam kehidupam mu dan mbak lidya .Entah dimana ia sekarang ?" Ucap mona menjawab pertanyaan hendra.


" Sudahlah sayang , aku tahu telah banyak menorehkan banyak luka di hati mu. " Ucap hendra memegang tangan mona .


" Aku sudah memaafkan mu mas ." mona kemudian bersandar pada bahu hendra.


Mereka secara bersama sama melihat album photo keluarga mereka .


Ketika melihat kegiatan mona , Hendra hanya terpaku pada satu photo kesayangan nya yaitu photo zain .


Beberapa saat kemudian hendra menerima pesan singkat dari nomor yang tidak di kenal .


Dengan rasa penasaran ia pun membuka pesan singkat tersebut.


Betapa terkejut nya hendra membaca nya hingga membuat nya berteriak kencang .


" Apaaaaaaa,,,,?"


bersambung๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š