ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 254.


" Selamat pagi ."


Sapa dave pada semua orang yang berada di sana yang tak lain ada kedua orang tua nya dan juga kakek dan nenek nya .


" Gadis itu,,,, ."


Gumam adinata dalam hati nya .


" Bukan kah aku telah menyuruh orang menculik nya ? Bagaimana mungkin ia bersama dave ?"


Adinata seakan tercengang dengan pemandangan yang ada di depan nya .


" Bagaimana aku bisa gagal ? pantas saja zain tidak bergeming dengan seluruh ancaman itu ."


" Tunggu ! Bagaimana ia bisa bersama dave ? bukankah dia kekasih zain ?"


" Brengsek !! Ternyata aku sudah di kelabuhi mereka ."


Semua mata menatap ke arah dave dengan seorang gadis cantik di samping nya .


" Dave ,,, kau kah itu nak ? Apa nenek tidak salah lihat dan mendengar ?"


Ucap nenek nata menoleh pada dave yang berdiri tepat di pintu ruang makan .


" Tentu saja nek , ini dave ."


Ucap dave menghampiri nenek nya lalu memeluk nya sedangkan lily berdiri mengamati orang orang yang berada di sana .


" Bagaimana kabar mu nak ? Kenapa lama tidak pulang ? Kau sudah seperti kakak mu ."


Ucap nenek nata memeluk dave namun pandangan nenek melihat sosok seorang gadis yang yang berdiri tak jauh dari sana.


" Dave , siapa dia ?"


Semua orang menoleh ke belakang hingga tampak sesosok gadis cantik yang sangat anggun berada tak jauh dari sana .


" Oh ,,ya . Dave hampir lupa !"


" Sayang, kemarilah !"


Dengan langkah yang tampak ragu lily mendekati dave yang sedang memanggil nya.


"Perkenalkan ini lily , istri dave ."


Semua orang tercengang mendengar penuturan dave ketika mereka tahu kalau dave sudah menikah bahkan tanpa sepengetahuan mereka ."


" Apaaaa,,,, kau telah menikah ?"


Kakek adinata terkejut mendengar nya ,sontak saja membuat nya sedikit berteriak mendengar nya .


"Kakek , kau membuat istri ku takut . Ayo sayang kita duduk di sana !"


Ucap dave menggenggam tangan lily.


" Sayang , senang bertemu dengan mu !"


Ketika mama dave merentangkan kedua tangan nya ingin memeluk lily dave yang mempunyai sifat ramah tapi dia posesif seperti kakak nya zain.


Dave memajukan badan nya menggantikan lily memeluk mama nya .


Mama dave menggelengkan kepala nya memeluk putra nya .


" Kau ini , posesif sekali. Mama kan hanya ingin memeluk menantu mama."


Ucap mona yang sedikit kesal dengan sikap dave .


Sedangkan lily hanya tersenyum dan tertawa kecil melihat tingkah sang mama dan suami nya .


" Nenek juga ingin memeluk nya , kenapa kau seperti kakak mu ?"


Ucap nenek nata .


Adinata yang merasa tidak senang dengan kehadiran dave maupun lily segera mengajak nata untuk meninggalkan ruang makan denagn dalih ingin nata cepat sembuh dan butuh istirahat yang cukup .


" Nata ,ayo ! aku akan mengantar mu istirahat agar cepat sembuh .Biarkan mereka berbincang melepas rindu !"


Ucapan adinata membuat dave merasa heran , kakek yang ia kenal dulu tak seperti ini .


Bahkan ia akan menghabiskan waktu nya untuk cucu cucu nya .


" Baiklah . Dave ,,, ajak istri mu menginap di sini dan juga berkeliling di mansion !"


" Lily , jangan sungkan di mansion adinata . Kau sudah menjadi bagian anggota keluarga kami ."


" Nenek akan ke kamar untuk beristirahat ."


Ucap nenek nata tersenyum pada lily , meskipun ia ingin berlama lama disana namun nata harus mengikuti permainan oeang yang berada di rumah nya saat ini yang sengaja memerankan peran sebagai suami nya.


" Baiklah nek . Terimakasih banyak sambutan hangat nya dan lily berharap nenek cepat sembuh ."


Ucap lily yang melepas genggaman tangan dave lalu berjalan menghampiri sang nenek kemudian memeluk tubuh nenek dari suami nya tersebut.


" Sama sama sayang."


Ucap nenek nata setelah memberikan pelukan nya pada lily .


Kakek adinata mendorong kursi roda nenek nata menuju kamar nya untuk beristirahat .


Dengan sedikit kesal adinata menggenggam erat tangan nya pada pegangan kursi melihat pemandangan yang tak ingin melihat keakraban mereka.


Setelah sampai di kamar kakek adinata mbantu nenek nata berbaring ditempat tidur dan juga memberikan obat setelah selesai sarapan .


Nenek nata yang melihat wajah tak senang pada adinata menaruh rasa kecurigaan pada nya .


Ia merasa yakin jika orang yang berada di hadapan nya itu bukan suami nya .


Adinata yang ia kenal akan menghabiskan waktu dengan cucu kesayangan nya dave apalagi mengetahui kalau dave telah menikah .


Suami nya akan merayakan nya meskipun hanya dengan teman teman nya dan keluarga terdekat.


Tapi tidak dengan orang yang sekarang berada di sini selain menghindar ia juga menampakkan raut wajah yang sangat kesal .


Di ruang makan .


Dave dan lily yang bercengkerama dengan mama dan papa nya yang terlihat begitu bahagia dengan kehadiran menantu kedua keluarga tersebut .


" Dave, apa kau sudah melupakan orang tua mu hingga kami tak di beritahu kau telah menikah ?"


Ucap papa hendra pada dave .


Dave memandang dengan tatapan santai bahkan tergolong biasa saja . Berbeda dengan lily yang merasa sedikit bersalah dalam hal ini .


" Semua terjadi kan karena papa jadi jangan salahin dave atas hal ini ."


Ucapan dave membuat mama dan lily tertegun mendengar nya .


Apalagi lily yang notabene nya tahu jika dave sengaja mengajak nya menikah setelah hari itu .


" Memang apa yang papa lakukan ?"


Papa hendra yang meneguk kopi yang di buatkan istri nya merasa tak melakukan hal apapun hingga terjadi nya pernikahan dave.


" Bukankah papa yang menyuruh ku hadir dalam pesta para pebisnis itu ? Jika tidak , aku tak kan bertemu dengan nya ."


Dave menunjuk istri nya yang tengah memandang nya dengan rasa heran .


Lily yang mendengar pernyataan itu menyiku lengan nya yang berada di atas meja .


" Sayang , bukankah kau menyukai ku sejak awal kenapa menyalahkan papa ?"


Bisik lily pada suami nya yang memang sengaja berkata demikian.


" Diamlah ! Aku sengaja berbicara seperti itu untuk membuat papa merasa bersalah ."


Bisik dave menjawab pernyataan lily.


"Kau ini ,,, ."


Lily merasa heran pada dave yang berkata demikian .


" Papa kan memang nggak bisa hadir karena nenek mu sedang sakit , untuk itu mengirim mu ke sana ."


Papa hendra tak mau kalah dengan putra nya meskipun sebenar nya ia merasa bahagia karena putra nya yang di gadang gadangkan sebagai casanova telah menemukan pasangan hidup nya.


" Bilang saja , papa tak mau jauh dari mama ?"


Ucap dave mengedipkan salah satu mata nya.


Mama mona yang melihat kedua nya juga heran melihat suami nya dan juga putra dan menantu nya.


"Ah ,,, sudah ,,sudah .Kenapa kalian berdebat ? ini kan hari pertama menantu kita datang ke rumah kita , kenapa kau membuat kekacauan ?"


Ucap mona mendinginkan suasana yang tidak akan berhenti dari perdebatan jika mona tak menghentikan kedua orang tersebut .


" Lihat lah putra mu ! Dia sengaja tak memberitahu pernikahan nya pada kita ."


Mona tersenyum mendengar pengaduan sang suami.


" Sudah , diam ! malu sama menantu kita."


" Sayang , apa kau tak ingin memeluk mama ?"


ucap mona pada lily .


Lily tersenyum pada sang mama lalu memeluk mona .


" Ayo duduk lah ! mama membuat beberapa menu masakan ."


Mona pun mengajak lily duduk untuk sarapan bersama .


Perbincangan hangat antara mereka pun berlanjut dengan keakraban menantu dan mertua menjadi suasana yang lama sepi menjadi rame karena kehadiran mereka .


" Eh,,, sayang , apa kau tak ke rumah kakak mu ? Mama merindukan mereka dan juga adik mu ."


Ucap mona dengan raut wajah yang berubah seketika menjadi sendu .


Ibu mana yang tak rindu pada buah hati nya meskipun mereka telah dewasa mempunyai kehidupan masing masing dan juga telah menikah .


" Kenapa mama tak berkunjung ke rumah kakak ?"


Ucap dave yang sengaja berbicara seperti itu pada mama nya meskipun ia tahu kakak nya tak mungkin mengijinkan orang lain masuk ke mansion nya meskipun ia keluarga nya sendiri .


" Kakak ipar sebentar lagi akan melahirkan dan chle tak kan bisa datang kesini karena max akan menggantikan kutub utara memimpin perusahaan nya ."


Lily yang mendengar pernyataan dave membelalakkan mata nya kemudian menyiku lengan suami nya .


" Hei ,,,kau tak boleh bilang begitu . Bagaimanapun juga ia kakak mu , orang yang telah mengurus pernikahan dan bulan madu kita."


Bisikan lily membuat dave menghela nafas panjang nya .


Memang benar yang di katakan istri nya dan mulai sekarang ia harus merubah panggilan nya pada kakak nya .


" Apaaa,,, ayris akan melahirkan ?"


Mona memandang sendu pada suami nya .


Hendra mengerti kerinduan mona pada kedua anak nya namun ia pun tak bisa berbuat apa apa selain berusaha mendapatkan ijin dari zain .


Putra pertama nya itu sangat dingin bahkan melebihi diri nya maupun kakek arijaya sendiri yang merawat nya dari umur sepuluh tahun.


" Iya,,, kedua anak mu akan segera memberimu cucu ."


Ucap dave dengan malas nya jika mama nya menanyakan kedua kakak nya pasti akan berubah melo .


" Lalu ,,, kau kapan ?"


Ucapan sang papa yang secara tiba tiba berhasil membuat semua nya menoleh ke arah nya.


Bahkan berhasil membuat lily tersedak ketika mendengar ucapan sang papa mertua.


" Huk,,, huk,,,huk,,,."


lily terkejut dengan perkataan papa mertua nya tersedak ketika meneguk jus jeruk di tangan nya.


" Sayang , pelan pelan minum nya !"


Ucap mona yang melihat menantu nya batuk karena tersedak .


" Kau tidak apa apa ?"


Dave menepuk tengkuk lily untuk meredakan batuk nya dan lily hanya tersenyum menggelengkan kepala nya.


" Pa,,,, kau membuat menantu mu terkejut . Tenang saja ! Sudah launching ."


" Huk,,,huk,,,."


Sekali lagi lily tersedak mendengar ucapan dave yang membuat semua orang terkejut lalu tertawa bersama.


" Aahh,,, hahahaha,,,,."


" Hahahaha,,,,."


Mama dan papa dave tertawa mendengar pernyataan dave .


" Jadi kita akan mempunyai cucu dari ketiga anak kita ."


Mona berbinar mendengar penuturan dave lalu berjalan menghampiri lily kemudian memeluk nya dengan sangat erat .


" Sayang, selamat ya .Sebentar lagi akan menjadi seorang ibu dan jaga baik baik janin ini !"


Mona mengusap pelan perut lily yang masih rata .


Lily tak kuasa memberitahu jika ia belum hamil karena usia pernikahan mereka yang masih berumur tiga minggu .


Ia hanya tersenyum menganggukkan kepala nya tanda mengiyakan permintaan sang mertua .


Tak berapa lama mereka yang telah selesai dengan sarapan nya kemudian bercengkerama di ruang keluarga bercerita tentang keluarga mereka .


Dave di kejutkan oleh kilas sang kakek yang tiba tiba keluar dengan mengendarai mobil .


Selama ini yang mereka tahu sang kakek tidak boleh mengendarai mobil karena mengidap satu penyakit .


Namun ia hanya terdiam dan mengingat perkataan zain untuk berhati hati dengan nya .


Kini dave baru menyadari kenapa sang kakak menyuruh nya untuk pulang menjenguk nenek nya .


" Ma , aku akan mengajak lily beristirahat . Dia tak boleh terlalu capek ."


Mona mengerti perkataan putra nya lalu tersenyum mengiyakan ucapan nya .


" Baiklah sayang ,pergilah ! Lily istirahat lah sayang ! Suami mu menjadi seorang yang protektif sekarang ."


" Hahahha,,,,.Mama benar , baiklah lily akan menuruti permintaan nya jika tidak ia akan menghukum ku ."


Ucap lily mengedipkan salah satu mata nya pada mona mama mertua nya yang disambut senyuman oleh mona .


Dave dan lily berjalan menuju lantai atas karena kamar dave ada di lantai atas .


Sebuah kamar design klasik dengan warna yang sama di kamar dave yang berada di mansion zain mau pun pent house dave .


Lily heran kenapa mereka senang membuat design kamar yang sama di tempat mereka .


" Eh ,, sayang . Kenapa kamar nya sama ? di mansion kakak mau pun di pent house ."


Ucap lily .


" Karena memang sama ."


Ucap dave menarika nya untuk tidur di ranjang karena dave sangat lelah dengan permainan nya tadi pagi.


Dave masih tak percaya apa yang di ucapkan kakak nya namun apa yang dilihat nya seakan mematahkan ketidakpercayaan nya.


" Sayang , kenapa kau melamun ?"


" Tidak ,,,. Aku sedang memikirkan ucapan kakak tentang kakek yang bukan kakek ."


" Hahahah,,,, . Kenapa kau heran ? Bisa saja memang ia berwajah kakek namun bukan kakek ."


ucap lily memeluk badan dave lalu meraih tangan nya dan meletakkan di perut rata lily .


" Ada sesuatu di sini ?"


" Tentu saja , dave junior ."


" Bagaimana kau bisa bilang seperti itu ?"


" Karena ini bertambah besar dan kenyal ."


Ucap dave menunjuk dada lily dimaba terdapat dua gunung kembar milik nya .


" Itu karena kau menyentuh nya tiap hari ."


" Tidak,,,, . Kau tidak percaya dave junior ada di sini ? "


Dave lalu memiringkan badan nya menyentuh pelan wajah lily .


" Kalau begitu ayo kita periksa !"


Ucap dave yang melihat keraguan di mata lily .


" Tidak , jangan sekarang ! Tunggu satu minggu lagi. "


Ucap lily menarik tangan dave ketika ia akan bangun dari tidur nya .


" Baiklah ."


Ucap dave mengiyakan permintaan lily .


Mereka berdua terjebak perbincangan tentang siapa yang berada di mansion ini dan juga tentang buah cinta mereka dimana lily sempat mencari dave namun ketika ia bersana chleo niat nya ia urungkan .


Bersambung 😊😊🙏🙏


part ini dulu ya


Happy reading .