
Kruk ,,,, kruk,,,,
Bunyi suara perut ayris yang minta untuk di isi membuat zain lupa jika ayris berbadan dua .
" Sayang , kau lapar ?" Zain mengusap wajah ayris yang terlihat begitu lelah .
Ayris tak menjawab pertanyaab suami nya tapi mengangguk pelan .
"Aku akan membuatkan makanan untuk mu . Kau ingin turun bersamaku ?" Zain tak ingin meninggalkan ayris sendirian kemudian bertanya pada ayris dan ia pun mengangguk pelan .
" Sayang ,aku ingin makan nasi goreng seafood ." Ayris tersenyum merentangkan kedua tangan nya menginginkan di gendong .
Kemesraan yang di tunjukkan oleh kedua nya membuat semua pasang mata yang memandang nya merasa iri .
Zain yang menggendong istri nya turun ke lantai satu karena istri nya merasa lapar harus susah payah membuat makanan kesukaan ayris .
Sikap manja ayris yang ia tunjukkan selama masa kehamilan membuat zain semakin mencintai nya bahkan ia tak keberatan jika ayris bermanja nanja dengan nya.
Zain yang telah sampai ke dapur menurunkan ayris di kursi minibar dapur kemudian menyiapkan bahan bahan untuk membuatvnadi goreng kesukaan ayris .
Ayris yang tidak sabar memutuskan untuk membantu zain menyiapkan bahan bahan nadi goreng . Zain menatap nya dengan tajam membuat ayris yang semula akan membantu mengurungkan niat nya . Ayris berjalan lagi ke minibar namun ia berhenti tepat di belakang zain kemudian memeluk nya dengan sangat erat .
" Aku sangat mencintai mu ." Ucap ayris dalam pelukan nya .
Zain tersenyum mendengar nya kemudian membalikkan badan nya menghadap ayris meraih wajah imut istri nya .
" Bagaimana nasi goreng nya cepat selesai jika kau mengganggu ku terus ? Aku tidak mau baby junior kelaparan ." Ucap zain mencium kening ayris .
" Tapi mommy nya hanya ingin membantu daddy nya ." Ucap ayris tersenyum pada suami nya .
" Baiklah , sekarang duduk manis daddy ingin segera memasak untuk mommy mu ."Zain mengusap pelan perut ayris kemudian mencium nya .
Zain menyuruh ayris kembali duduk di kursi minibar dapur depan sambil menunggu nya memasak nasi goreng untuk nya .
Beberapa saat kemudian setelah selesai berkutat dengan peralatan dapur nya zain selesai membuat nasi goreng yang di inginkan ayris .
" Sayang , nasi goreng yang kau inginkan . Aaaaaakk,,,, ." Zain menyuapi ayris dengan nasi goreng nya dengan kelembutan .
" Sayang ,aku makan sendiri . " Ucap ayris setelah menguyah suapan zain , ayris tidak sabar ingin memakan nya jadi ia mengambil sepiring nasi goreng tersebut .
Ayris memakan nya dengan lahap hingga tak tersisa sedikit pun . Zain melihat nya menyunggingkan senyum nya dan juga membiarkan istri nya memakan habis nasi goreng kesukaan nya.
" Pelan pelan sayang ! Tak ada yang ingin mengambil nya dari mu ." Ucap zain .
Ayris tidak menjawab perkataan zain , ia hanya tersenyum menyantap nasi goreng nya.
" Sayang , Aku sudah kenyang ." Ucap ayris merentangkan kembali kedua tangan nya meminta di gendong .
Beberapa buah pasang mata sedang memperhatikan mereka berdua . Kemesraan mereka membuat mata yang mengawasi serasa iri melihat nya .
" Aku benar benar iri dengan cucu menantu ."Ucap nenek jaya .
" Kau ingin di gendong juga ?" Kakek jaya menjawab pernyataan nenek jaya .
" Tidak , mana kuat kau menggendong ku ." Ucap nenek jaya mengerucutkan bibir nya .
" Siapa bilang tidak kuat ? Kau jangan salah kalau aku ini bekas mafia ." Dengan sombong nya kakek arijaya berkata pada nenek jaya membuat nya kesal .
" Ohh,,,, sudah tua masih sombong saja . Coba gendong aku sekarang ." Nenek jaya yang tengah kesal dengan kakek jaya kini beraksi seolah masih kuat menantang kakek jaya .
" Baiklah ." Kakek jaya tersenyum kemudian memandang ke arah sang cucu leo.
Sementara leo dan nenek jaya saling memandang kesal dengan kakek yang meninggalkan mereka .
" Huhhh,,,,. Leo jadi korban kakek . Ayo nek ,leo gendong ." Ucap leo pada nenek jaya .
" Tidak perlu leo , nenek bisa jalan sendiri ."Ucap nenek jaya meninggalkan leo sendiri sedang termangu dengan tingkah mereka .
" Dasar tua bangka sialan ." Nenek jaya yang berjalan menuju kamar nya merasa kesal pada kakek lalu mengumpati kakek jaya .
Leo yang samar samar mendengar umpatan nenek jaya tersadar dari lamunan nya kemudian berjalan meninggalkan tempat itu menuju kamar nya .
Zain dan ayris yang telah sampai ke kamar nya kemudian membaringkan istri nya di tempat tidur . Zain kemudian berjalan ke kamarcmandi untuk membersihkan diri sebentar dari bau asap bekas memasak yang menempel pada diri nya .
Beberapa saat kemudian setelah selesai , zain menghampiri istri nya yang masih terjaga dengan mata yang memandang nya .
Zain dengan cepat berbaring di tempat tidur samping ayris kemudian menarik istri nya ke dalam pelukan nya .
" Kenapa hari ini kau nakal sekali ? Kau membiarkan mommy mu kelelahan ." Ucap zain yang salah satu tangan nya mengusap pelan perut ayris .
" Tidak daddy , baby tidak nakal . Tapi daddy yang nakal dengan mommy ." Zain menatap tajam pada manik mata ayris yang menggemaskan .
" Hahahaha,,,,,,. Daddy yang nakal ?" Zain yang tertawa dengan pernyataan baby junior membuat ayris semakin gemas dengan nya.
" Daddy yang menyuruh leon menerkam orang ." Ucap ayris yang kemudian mengerucutkan bibir nya kemudian bersembunyi di bilah dada zain.
Dalam diri ayris sebenar nya ada rasa ketakutan yang tak seorang pun tahu tentang semua yang ia lihat tapi ia menyembunyikan nya .
" Apa kau takut dengan ku ? " Zain yang merasakan getaran di dada nya menunjukkan ketakutan ayris kemudian menyentuh pelan wajah nya .
" Sayang , dengar ! Aku bukan orang biasa yang punya hati untuk memaafkan orang yang akan menyakiti mu dan junior kita ." Zain meraih dagu ayris menatap manim mata nya lekat lekat .
" Apa maksud nya ? Apa wanita itu akan menyakiti ku dan junior ?" Ayris menatap tajam wajah zain yang juga menatap nya .
" Menurut mu ? Bukankah kau mengetahui setiap sudut ada kamera pengintai ? Kau ingin mrlarikan diri mengelilingi mansion ini pun tak mungkin bisa lari dari ku." Ucap zain menyentuh pelan hidung ayris dengan jari telunjuk nya .
Perkataan zain membuat ayris mengingat jika ia pernah ingin melarikan diri dengan mengitari setiap sudut mansion yang ternyata mansion ini di kelilingi oleh pagar tinggi yang menjulang tinggi .
Ayris yang malu dengan semua nya itu tak menyangka ternyata suami nya mengetahui jika ia pernah berlari mengelilingi mansion tersebut.
"Bukankah leon sering membuat mu terkejut bahkan sering tercebur di kolam ikan ?" Ayris membelalakkan mata nya ketika mengingat dulu ia berbuat seperti itu .
" Hahahaha,,,,,. Kenapa kau menyembunyikan wajah mu ? Kau sedang malu ." Ucap zain meraih dagu ayris kemudian mencium bibir ayris dalam dalam .
" Sayang, kau tak ingin melakukan nya lagi kan ?" Ucapan polos ayris membuat zain tertawa .
" Hahahaha,,,, . Tentu saja tidak . Apa mencium mu saja tidak boleh ? "
" Tentu saja boleh . Siapa yang berani menolak keinginan seorang yang kejam seperti mu ?" Ayris mendengus kesal dengan pernyataan zain .
" Kau tahu itu . Suami mu seorang yang kejam dan tak memberi ampun pada orang yang berani mengusik istri dan anak ku ." Ucap zain .
" Tapi sangat mengerikan jika leon menerkam nya seperti itu . Aku pingsan karena melihat nya . " Ayris mengerucutkan bibir nya .
" Sayang , Apa kau tahu leon sangat menyayangi mu dan baby ? Aku tidak menyuruh nya ." Zain membuat ayris mendengus kesal dengan perkataan nya . Zain yang mengetahui nya seakan mengerti jika ayris tengah kesal .
Zain menarik ayris ke dalam pelukan nya karena malam telah larut , ayris harus segera beristirahat karena ibu hamil tidak boleh terlalu kecapekan .
Bersambung 😊😊🙏🙏🙏🙏