ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 129.


" Papa,,,,, ." Zain yang melihat Sang papa masuk ke dalam hotel pun memanggil nya .


" Zain ,,,, putra ku ." Papa Zain memeluk putra nya dengan sangat erat . Ia begitu merindukan putra kesayangan nya tersebut.


" Mama ,,,, ?" Ucapan membuat Papa nya melepas pelukan nya .


" Papa sengaja tidak mengajak mama mu Zain . Papa tak ingin menambah keributan dengan kehadiran mama mu ." Ucap Papa Zain kemudian mengajak putra nya ke kamar yang ia pesan .


Setelah beberapa saat mereka sampai ke kamar president suite ,Zain mengikuti sang papa masuk ke dalam kamar tersebut .


" Zain ,,,,." Ucap Sang papa memandang ke arah zain .


" Papa akan tahu apa yang terjadi setelah beberapa hari ke depan ." Ucap Zain memandang ke arah jendela .


" Papa percaya pada mu Zain . Bagaimana dengan menantu ku ? Apa dia akan mengerti ?" Ucapan papa nya memang perlu di pikirkan . Ayris akan seperti serigala jika sedang cemburu akan membuat rencana nya berantakan .


" Aku sudah menutup semua akses sosial media dan siaran tv ." Ucapan Zain membuat papa Zain terkejut .


" Apa maksud mu Zain ?Jadi kau membiarkan menantuku merasakan sakit ? Kenapa kau tidak mengenalkan pada publik saja agar hal seperti ini tidak terjadi ." Ucap Papa Zain merasa agak kecewa dengan sikap putra nya .


" Belum saat nya Pa ?" Perkataan Zain semakin membuat papa zain bingung tidak mengerti sikap putra nya . Papa Zain hanya tidak ingin kisah nya terjadi pada putra nya .


" Papa tidak mengerti Zain , tapi papa harap kau tidak melakukan hal yang sama dengan papa dulu ." Ucap Papa Zain .


" Papa akan mengetahui apa yang terjadi nanti ?" Ucap Zain dengan tegas .


" Lalu bagaimana dengan lisha ?"


" Ikuti saja permainan yang keluarga itu main kan ." Ucapan Zain membuat kepala papa zain berdenyut tak mengerti maksud putra nya tersebut .


" Apa itu berarti kau melakukan perbuatan itu ?" Ucapan papa Zain membuat tawa zain terlepas begitu saja .


" Haaaaaa haaaaaa ,,,, apa papa yakin ? Apa yang ku harap kan dari seorang pelacur seperti dia ?" Ucapan Zain membuat papa zain lebih tenang .


Ia hanya bisa mengikuti permainan putra nya , skenario apa yang telah ia siap kan untuk semua rencana nya .


" Baik lah Zain , papa ikuti apa yang kau rencana kan . Mari ,,,mereka pasti sudah menunggu di bawah !!".Ucap papa zain .


Zain mengikuti papa nya menuju tempat yang di setujui untuk mengadakan pertemuan dengan keluarga lisha .


Beberapa saat kemudian mereka sampai ditempat tersebut dimana sudah ada keluarga lisha . Lisha yang tersenyum menyeringai membuat Zain merasa jijik terhadap nya berbeda dengan kedua orang tua lisha yang terlihat seperti marah kepada nya .


" Reno , apa kabar ?" Papa zain terlebih dahulu menyapa kedua orang tua lisha .


" Seperti yang kau lihat ." Jawaban Papa lisha membuat Hendra tersenyum .


Kemudian Papa Zain berjabat tangan dengan mama lisha .


" Apa mona tidak ikut ? Dia pasti malu melihat tingkah putra kebanggaan nya." Sindiran yang di ucapkan mama lisha membuat Zain menatap tajam pada nya .


" Ma,,,, sudah lah . Mari kita duduk ! ". Ucap Reno mempersilahkan Papa Zain dan zain untuk duduk .


" Apa yang ingin kau bicara kan reno ?" Ucap Papa Zain seakan tidak tahu yang terjadi .


" Apa maksud mu reno ? putra ku tidak mungkin melakukan hal itu ?" Ucapan Papa zain seakan membuat mama lisha geram .


" Kami mengadakan pertemuan untuk pembangunan proyek kami malam itu. Dan saat aku akan pulang ,lisha pamit menemui Zain ." Ucap papa lisha menjelaskan permasalahan nya.


" Zain memakai jas warna yang sama seperti dalam berita tersebut hendra ." Ucapan Papa lisha membuat Papa zain merasa tidak enak dengan nasib putri sahabat nya tersebut.


" Kenapa om tidak bertanya pada putri om dengan siapa ia tidur ?" Ucapan Zain membuat lisha bergetar , ia mulai merasa ketakutan jika orang lain mengetahui nya .


" Brengsek ,,,, apa zain mengetahui nya ? Aku harus berhasil memprovokasi om hendra .Jika tidak tamat riwayat ku ." Gumam Lisha yang kemudian mulai berakting menitikkan air mata nya .


" Semua sudah jelas Zain , bukan kah itu jas mu ?" Ucap Papa lisha yang masih tidak mengalah dengan ucapan zain.


" Apa om yakin jika ia menemui ku Atau orang lain bahkan bisa jadi kekasih nya ?" Ucapan Zain membuat mama lisha geram .


" Apa orang tua mu tidak mendidik mu untuk bertanggung jawab Zain ? Kau punya adik perempuan tentu nya tahu bagaimana perasaan kami ." Ucapan mama lisha mendapat senyuman sinis dari zain .


" Apa aku harus bertanggungjawab dengan apa yang tidak aku lakukan ? " Ucap Zain yang berdiri hendak meninggalkan ruangan tersebut .


" Apa maksud mu Zain ? jadi kamu tidak ingin bertanggung jawab ? lelaki macam apa kamu itu ? Hendra lihat lah putra yang kau banggakan ? ". Ucap Papa lisha yang geram dengan jawaban Zain .


Papa Zain hanya diam tanpa menjawab seatah kata pun pada reno , sesuai permintaan Zain untuk mengikuti alur cerita keluarga itu .


" Di luar sana masih banyak barang baru ysng masih tersegel untuk apa aku menyentuh barang bekas ? Jangan kan menyentuh nya melihat nya saja aku merasa jijik ." Perkataan Zain semakin membuat kemarahan keluarga lisha .


" Kurang ajar kau Zain , kau menuduh putri ku sudah tidak perawan ?" Mama lisha berteriak marah pada Zain , setelah mendengar ucapan Zain .


" Tanya kan pada putri tante sendiri ? Ada hubungan apa dengan produser nya ? " Ucapan Zain membuat jantung lisha berhenti berdetak . Ia merasa ter skakmat dengan pernyataan Zain .


"Brengsek ,,,, jadi Zain mengetahui jika aku ada hubungan dengan bram ? Tidak ,,,, itu tidak mungkin . Bagaimana ini ,,,,bisa gagal rencana ku ? Tidak ,,,,tidak ini tidak boleh gagal ."Gumam lisha dalam hati .


Dengan segera lisha memeluk mama nya menangis dalam pelukan tersebut .


" Ma ,,,,,,hiks hiks hiks hiks." Lisha segera berakting karena merasa tidak berhasil menjerat Zain .Ternyata semua di luar kendali ,Lisha bahkan tidak bisa membuat zain tak berkutik tapi sebalik nya lisha lah yang tak berkutik karena mendengar pernyataan zain .


Sedangkan Zain berlenggang pergi dari tempat itu , ia merasa muak dengan permainan wanita itu . Sedangkan papa Zain yang hendak berdiri mengikuti Zain dicegah oleh papa lisha .


"Hendra ,,,, tolonglah . Kau pasti mengerti apa yang ku rasakan ." Ucap Papa lisha memegang lengan Papa Zain .


" Maaf Reno , aku percaya pada putra ku ." Ucap Papa Zain kemudian melangkah pergi meninggalkan tempat itu tetapi belum sempat ia memegang gagang pintu papa lisha berteriak terhadap nya .


" Baiklah , aku tidak punya cara lagi selain membuat konferensi pers ." Ucapan Papa Lisha membuat Papa Zain menoleh terhadap nya .


" Lakukan apa yang ingin kau lakukan !! Tapi ingat konsekuensi nya !! Keselamatan putri mu menjadi taruhan nya !!." Ucap papa zain meninggalkan tempat itu , sedangkan zain masih menunggu sang papa di balik pintu tersebut kemudian memeluk sang papa .


" Terima kasih pa ." Ucap Zain memeluk papa nya .


" Segera selesaikan permasalahan ini !! Dan buatkan papa cucu ." Ucap sang papa mendapat senyuman dari Zain . Mereka tertawa lepas meninggalkan tempat itu .


Sedangkan Keluarga Lisha terpuruk dengan penolakan ini membuat papa lisha tidak punya cara lagi selain mengadakan konferensi pers .


Bersambung 🙏🙏😊😊😊😊