
Berkumpul nya keluarga besar arijaya beserta besan nya karena kelahiran ketiga cicit nya menambahkan suasana bahagia pada mereka .
Namun tidak pada zain yang akan mendapatkan musuh baru kapan saja apalagi ketika dunia tahu istri dan anak nya , sudah bisa di pastikan akan membutuhkan pengawasan exstra untuk keselamatan mereka.
Anton memberitahu lewat pesan singkat jika ia telah menemukan kakek adinata namun dalam kondisi tidak baik .
Kakek wijaya maupun papa nya yang menginap di mansion nya membuat suasana semakin ramai , bahkan kamar ayris yang tadi nya selalu tertutup kini terbuka karena mereka ingin membantu ayris dalam menyusui ketiga baby nya.
Zain menyempatkan diri ke ruang bawah tanah menyelesaikan beberapa masalah yang ada .
Ia tak khawatir meninggalkan ayris karena nenek nenek nya menginap disini bahkan juga mama nya sendiri.
Ting,,,
Suara pintu lift terbuka membuat anton bergegas menghampiri pintu tersebut dan sudah di pastikan jika dia adalah sang bos .
" Bos,,,."
Sapa anton menyapa zain yang baru saja keluar dari pintu lift .
" Hmm,,,, . Ada masalah ?"
Zain berjalan seperti biasa melihat layar besar yang memperlihatkan seluruh istana nya .
" Tuan adinata telah berada di kota ini bos . Beliau di bawa oleh seseorang yang sangat bos kenal ."
Ucap anton yang kemudian memperlihatkan layar laptop nya yang menampilkan seorang perempuan mendorong kakek adinata.
" Dia memanfaatkan tuan adinata untuk merebut kembali kekuasaan nya di perusahaan lila group ."
" Dan juga bos harus hati hati dengan nya , dia sangat terobsesi dengan bos ."
" Bahkan dengan berita bos telah menikah dan mempunyai anak pun tak membuat nya mundur ."
Ucap anton menjelaskan informasi yang ia dapat dari anak buah nya.
" Bagaimana dengan kakek ? Apa dia baik baik saja ?"
Zain yang telah melihat gambar wanita tersebut memutar kembali laptop tersebut ke arah anton .
" Tuan adinata sejauh ini baik baik saja bos, tapi dalam kendali wanita tersebut ."
Anton sangat hati hati bertindak karena tak ingin kedua nya celaka .
" Baiklah , Apa kau bisa menghubungi jack ? Katakan pada nya aku meminta bantuan nya !"
" Baik, bos."
Anton tidak ingin gegabah mengambil keputusan meskipun ia mengerti pemikiran sang bos yang sejalan dengan nya.
" Oh ya,,, anton , keamanan nyonya mu dan ketiga baby ada pada mu !"
Zain berdiri meninggalkan anton yang tampak nya sudah tahu jika zain akan berkata seperti itu .
" Baik, bos."
" Jangan sampai lily ikut campur dalam masalah ini ! Dia sedang hamil muda ."
" Baik, bos."
Zain meninggalkan ruang bawah tanah membiarkan anton mengatur segala nya .
Ia pun berjalan menaiki lift ke ruang kerja nya , menyeselesaikan sedikit masalah yang ada sedang ada di depan nya .
Zain duduk di kursi kebesaran nya lalu memejamkan kedua mata nya sejenak melepas penat di kepala nya .
Ia tengah berpikir sejenak tentang ingin mundur dari dunia mafia, karena memikirkan keselamatan istri dan ketiga anak nya.
Tapi masalah tak semudah yang dia pikirkan . Akan terjadi perdebatan yang pelik antara geng bawah untuk memperebutkan kekuasaan .
" Sayang , aku akan menemani mu dan juga anak kita dari sana. Jaga baik baik diri mu !"
" Lihat lah diri mu ! kau tampak lebih kurus . Tersenyum lah meskipun itu sakit !"
Ucap ayris tersenyum melambaikan tangan nya.
" Tidak sayang , jangan pergi ! Jangan tinggalkan aku !"
" Sayaaaaang,,,,, Ayrissss,,,,."
Zain membuka kedua mata nya , terkejut karena ternyata itu semua hanya mimpi yang mungkin bisa terjadi.
Rasa khawatir dan cemas pada mereka menggelayuti pikiran zain yang tampak goyah setelah mengetahui akan kedatangan tamu yang lebih berbahaya.
Meskipun begitu , zain tetap harus waspada ketika ia tahu tamu yang akan datang adalah musuh lama.
Tok ,,,,tok,,, tok,,,.
Ceklek,,,
" Zain ,,,. Apa kau ada masalah ?"
Suara pintu yang terbuka ternyata adalah kakek nya sedikit menenangkan pikiran nya setelah mengetahui berita yang di berikan oleh anton .
" Tidak kek, hanya sedikit masalah ."
Zain tidak akan pernah mengatakan apa yang terjadi meskipun hal yang sangat berbahaya menghampiri nya.
" Apa ini ada hubungan nya dengan adinata ?"
" Hemm,,,,."
Zain mencari berkas yang tertata rapi di balik lemari kaca yang selalu di bersihkan oleh pak mus.
" Jangan katakan jika orang tua itu tengah berencana menjodohkan mu lagi ."
Arijaya mendekati coffe maker untuk membuat secangkir kopi yang kemudian duduk di sofa .
" Seperti nya memang begitu ."
Ucap zain menemukan berkas yang tengah ia cari .
"Kakek benar benar tidak habis pikir ,bagaimana laki laki tua itu tak berubah meskipun sudah mempunyai cicit ."
" Apa sebaik nya kau mengumumkan pernikahan mu zain ? Untuk menghindari hal hal seperti ini ."
Kakek arijaya meneguk kopi yang sempat ia buat sendiri di ruang kerja zain .
" Tidak sekarang kek , terlalu berbahaya ."
Zain memberikan sebuah berkas pada kakek nya ,berkas yang beberapa tahun yang lalu ia simpan .
" Apa maksud mu memberikan berkas ini ? Apa kau ingin menyuruh kakek bekerja lagi ?"
Arijaya memasang wajah tajam dan juga menyampingkan wajah nya .
" Bukan , Lihat lah !"
Zain kemudian duduk di depan kakek arijaya menatap tajam pada kakek nya.
Kakek arijaya menghela nafas kasar nya meraih map yang berisi sangat mengejutkan dan juga membuat nya tercengang.
" Bagaimana berkas ini ada pada mu ?"
Kakek arijaya menatap zain dengan sangat tajam dan juga rasa tak percaya.
" Pemilik nya menitip kan nya pada ku, sejauh ini zain tak melakukan apapun tapi hanya sekedar mengawasi ."
" Apa kakek tahu ? Musuh kita memang terlihat sangat enteng tapi tidak seperti yang kakek bayangkan . Bagaimana mungkin orang ini di anggap sepele jika pemilik nya saja menitipkan nya pada zain ."
Ucap zain yang kemudian memandang ke arah aquarium yang berisi beberapa ikan lalu menghampiri nya memberi sedikit makanan pada nya .
" Kau harus segera menemukan jack , dia yang bisa membantu menyelesaikan semua ini ."
" Jack sudah ada di wilayah ini tapi aku tidak yakin dia mau membantu , sedangkan dia sudah berjanji untuk mundur ."
" Zain tak bisa melibatkan lily, dia sedang hamil cucu kakek."
Ucap zain yang tengah bermain dengan ikan ikan aquarium nya .
" Lalu,,, apa yang kau rencanakan ? Kakek tidak mau kejadian pernikahan palsu gadis gila itu akan terjadi lagi ."
Ucap kakek arijaya menutup map tersebut lalu kembali meneguk kopi nya .
" Tidak , semua tidak akan terjadi lagi . Kesayangan mu itu tidak akan memberi ampun jika mengusik apa yang sudah menjadi milik nya ."
Zain tidak khawatir dengan ayris sama sekali ,istri kesayangan nya itu bahkan bisa bersikap lebih garang dari pada leon yang seekor harimau .
" Baik lah . Kakek serah kan pada mu ,kakek yakin kau akan melakukan yang terbaik ."
Kakek arijaya meninggalkan ruang kerja zain menuju kamar nya untuk beristirahat sedangkan zain kembali ke kamar nya karena ayris telah tertidur dan juga nenek nenek mereka pergi ke kamar masing masing.
" Ma,,, istirahat lah di kamar ! Sudah sangat larut , zain akan menjaga mereka .Lagi pula leon dan leona akan datang sebentar lagi ."
Ucap zain membangunkan mama nya yang telah tertidur di sofa.
" Apa kau yakin zain ?"
Mama mona menatap sendu wajah lelah putra nya namun tak kuasa menanyakan lebih jauh.
" Iya ma . Suami mama pasti sedang menanti mama ."
Ucapan zain seakan menjadi sebuah jarum yang siap menusuk ke bagian yang di inginkan nya.
" Hah,,, kau ini ,,,. Papa mu memang seperti itu , satu saat kau pasti akan mengerti ."
" Mama keluar dulu ya zain, bangunkan mama jika butuh sesuatu !"
Mama mona menyentuh pelan wajah putra nya yang baru kali ini dapat ia sentuh .
Setelah kepergian mama nya , leon dan leona pun datang dari lift pribadi nya tepat sepwrti perkiraan zain .
Ceklek,,
Pintu kamar zain yang kini tertutup membuat suasana hening kembali .
" Aung,,,."
" Aung,,,,."
Leon dan leona meraung pelan melihat sejenak ayris yang tertidur pulas. Setelah itu mereka pergi ke samping box bayi menjaga ketiga bayi tersebut .
" Leon ,,,, leona ,, daddy ingin tidur sebentar !"
Ucap zain pada kedua kesayangan nya.
" Aung,,,."
" Aung,,,."
Leon dan leona seakan mengiyakan perkataan zain dengan meraung kecil sebagai jawaban .
" Sayang , kau tampak lelah sekali. "
Zain mengusap pelan wajah ayris lalu mencium kening nya dan ikut berbaring di samping ayris .
Di kamar leo ,
Leo yang tengah mengganti kompres dan juga memberikan vitamin serta obat pada diana yang ternyata sedang demam .
" Kau itu belum jadi istri ku sudah merepotkan apa lagi hamil anak ku ?"
" Cantik sekali jika sedang tertidur , bahkan hilang kejutekan mu ."
Ucap leo mengusap pelan wajah cantik diana .
Beberapa kali leo mengganti kompres diana hingga di rasa panas badan nya hilang , leo menyelimuti gadis tersebut dan berjalan ke sofa memegang bantal dan juga selimut .
Namun baru berapa langkah , diana merintih membuka mata nya dan mencoba untuk bangun merasa kehausan .
" Ingin apa ?"
Ucap leo menghampiri gadis itu kembali .
" Minum. "
Diana terkejut melihat leo yang berada di kamar nya .
"Jangan bergerak ! Aku akan mengambilkan air hangat."
Leo mengambil gelas yang berada di samping lampu tidur , sedangkan diana diam membisu menatap lelaki itu .
" Kenapa dia ada di kamar ku ? Dan kenapa ibu tidak menjaga ku ?"
" Membiarkan lelaki itu menjaga ku ."
Gumam diana dalam hati nya .
" Eh,,, tidak ,,, tidak ,,, . Ini bukan kamar ku ."
Diana merasa ada yang aneh setelah berbaring kembali melihat langit langit kamar nya .
" Jadi ,,,, aku berada di sini sejak tadi siang ? Aduh ,,, kenapa bisa terjadi seperti ini ?"
" Bagaimana aku bisa menginap disini ? mau di taruh di mana wajah ku ?"
" Bikin malu saja . Bagaimana dengan ibu ? Apa yang ibu pikirkan tentang semua ini ?"
Tak berapa lama leo datang membawakan minuman membuyarkan lamunan nya.
Diana mengambil gelas dari tangan leo tanpa memperhatikan keadaan nya yang tidak memakai atasan karena basah dan leo yang melepas nya lupa mengganti nya dengan kaos nya .
Glek,,,glek,,,glek ,,,
Diana meneguk air hangat yang baru saja leo berikan .
Glek ,,glek,,,
Sedangkan leo menelan ludah nya melihat setengah benda kenyal dari penutup yang diana pakai .
Diana meletakkan kembali gelas tersebut lalu memandang ke arah leo mengucapkan terima kasih.
Namun diana merasa ada yang janggal dengan pandangan leo yang menatap bukan pada nya tapi sedikit ke bawah .
Diana pun mengikuti arah tarapan leo dan ternyata membuat nya sangat terkejut .
" A,,,,."
Ketika ia akan berteriak dan menutup bilah dada nya dengan kedua tangan nya , leo sudah terlebih dahulu membungkam bibir nya dengan bibir leo.
Satu tangan leo yang menahan tengkuk nya tak kuasa menolak ciuman leo dan juga karena ia enggan melepaskan kedua tangan nya .
Tak sampai di situ saja , leo pun bermain main menuruni jenjang leher diana yang membuat nya merintih mengeluarkan ******* maut.
Tangan leo menarik paksa tangan diana lalu menyampingkan sebuah tali yang menutupi benda kenyal tersebut .
Meskipun diana menolak nya namun tubuh nya tak berhasil menolak nya seakan menginginkan lebih .
Plup,,,
Leo melahap dengan rakus salah satu benda kenyal diana , sedangkan diana seakan menerima kenikmatan tersebut hanya diam mencoba menahan diri agar tak mengeluarkan ******* dengan meremas sprei .
Beberapa saat kemudian leo menghentikan aksi nya dan menarik lagi tali tersebut ke atas lagi menaruh nya di bagian pundak diana.
" Maaf , aku kelewatan . Aku tak bisa menahan diri sampai besuk . Tidur lah !"
Ucap leo yang kemudian berjalan menghilang di balik pintu kamar mandi yang ternyata ada sebuah wardrobe di balik pintu tersebut.
Leo ternyata mengambil kaos oblong milik nya lalu memakaikan nya pada diana.
Dia tertegun melihat perlakuan leo , gadis itu semula berpikir akan kehilangan sesuatu milik nya karena ia juga tak bisa menahan hasrat yang bergejolak dalam diri nya .
" Aku sudah menelepon ibu jika kau menginap di sini . Tapi aku tidak memberitahukan jika kau sedang demam."
" Besuk sopir akan menjemput ibu karena aku tak kan membiarkan ibu tak menghadiri pernikahan kita."
" Apaaaa,,,, menikah ? Apa tidak bisa di batalkan ?"
Ucap diana yang terkejut dengan perkataan leo.
" Tidak, semua salah mu sendiri mengikuti permainan kakak ipar . Dan juga kau bilang pada kakek telah hamil ,bagaimana pernikahan ini bisa di batalkan ?"
Leo yang hendak berjalan menuju sofa menghentikan langkah nya ketika diana berbicara ingin membatalkan nya .
" Tapi ,,, aku hanya mengikuti nyonya muda . Bahkan aku masih terlalu muda untuk menikah, kau tidak tahu aku hanya tinggal dengan ibu ku dan aku hanya ingin membahagiakan nya di sisa hidup nya."
Ucap diana pada leo menundukkan kepala nya.
" Apa kau tahu ibu mu hanya ingin melihat mu segera menikah dan mempunyai cucu ?"
Leo kembali mendekati diana dan mengangkat wajah sendu nya .
" Itu hanya alasan mu . Jangan sangkut pautkan dengan ibu ku !"
Diana menatap tajam pada leo yang seperti mya semakin geram dengan ucapan nya.
" Aku tidak berbohong ,pantang bagi seorang dokter berbohong. Meskipun aku menyukai mu , aku tak akan mengatasnamakan ibu untuk mendapatkan cinta mu ."
Leo terlihat sedikit kesal dengan tuduhan diana.
" Tapi kenapa harus menikah ?"
" Kenapa kau mengiyakan pertanyaan kakek jika kau sedang hamil ?"
" Hahhh,,,."
Diana juga kesal dengan kejadian ini karena ia merasa belum siap menikah .
Diana memang mempunyai trauma pada pernikahan beberapa tahun silam karena pacar nya meninggalkan nya tepat sehari sebelum hari pernikahan.
" Kau mau apa ?"
Diana terkejut setelah leo mendekati nya kalu memeluk nya .
" Aku bukan pacar mu yang dulu meninggalkan mu . Jika aku seperti itu , kakak ku sendiri yang akan membunuh ku ."
Deg,,,,
Diana diam tak bergerak saat leo memeluk nya dan ada rasa gugup kini tengah menyelimuti nya .
Tek,,,
Ternyata tangan nakal leo membuka pengait bra yang di pakai oleh diana.
" Tidur lah atau aku akan menidurkan mu ."
Ucapan leo membuat diana bergidik ngeri lalu mencoba memejamkan mata nya sementara leo berjalan ke sofa .
Leo yang sudah terlelap karena rasa kantuk nya tak lagi menghiraukan perkataan diana atau pun panggilan nya.
Diana merasa gelisah karena besuk hari pernikahan nya seakan tak percaya jika ia akan segera menikah.
Gadis itu berjalan kesana kemari mengusir rasa gelisah nya sedangkan leo sudah terlelap terbang ke alam mimpi .
Bersambung 😊😊🙏🙏