ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 110.


" Sayang ,,,,,."


Suara panggilan itu menghentikan langkah nya , ia sangat mengenali suara itu ya suara suami nya Zain . Mungkinkah ia sudah kembali ? Ayris terus saja berandai andai sebelum akhir nya ia memaksa menoleh ke belakang .


" Haaaaaahhh,,,,, ." Ayris membungkam mulut nya dengan kedua tangan nya merasa tak percaya jika memang benar yang memanggil nya Zain .


Tanpa menjawab Ayris berlari ke arah zain sedangkan zain merentangkan kedua tangan nya .


Ayris melompat kedalam gendongan Zain , Zain hanya tersenyum melihat istri nya yang mengharapkan kehadiran nya .


Sebenar nya Zain nengetahui yang terjadi ia sengaja mengikuti ayris dan peristiwa yang tadi terjadi membuat nya tersenyum .


Ia bangga ternyata istri nya itu mengakui nya sebagai suami dan lagi ia mendengar jika ayris sedang mengandung , berita yang sangat ia inginkan .


" Aku merindukan mu ,,,,." Ucap Ayris kemudian menyentuh kepala Zain dan mencium sekilas bibir nya .


Istri kecil nya itu rupa nya sudah mulai nakal terhadap nya .


" Haaaaa haaaaaa ,,, benarkah ?" Ucapan zain mendapat anggukan dari ayris yang tengah memeluk erat tubuh zain .


Sedangkan zain memegang tubuh kecil istri nya agar tidak terjatuh dari gendongan nya .


Zain menggendong nya berjalan ke parkiran mendudukkan ayris di dalam mobil .


Beberapa saat kemudian mobil mereka meninggalkan mall , sedangkan Ayris yang tengah bergelayut manja di lengan suami nya merasa bahagia . Ia merasa tak bisa jauh dari suami nya.


" Sayang ,,,, apa kau senang hari ini ?" Ucap zain mengelus pucuk kepala Ayris .


" Tentu saja , aku bisa beli barang kesukaan ku . Bisa makan steak ,bermain tapi,,,,." ucapan ayris terhenti karena mengingat kejadian tadi .


"Tapi ,,,, apa ? " Zain menunggu kata selanjutnya dan menunggu kejujuran nya .


" Tapi perempuan dan laki laki itu merusak kesenangan ku melihat baju bayi ." Ucap Ayris kemudian mendongakkan kepala nya menghadap pada suami nya , Zain yang mendapat tatapan ayris tersenyum mencium sekilas bibir nya .


" Apa dia ada disini ?" Ucap zain meraba perut datar ayris , ayris tersenyum kemudian beranjak duduk di depan Zain .


" Sayang ,,, kau harus berusaha lebih keras agar dia ada disini ." Ucap ayris berbisik tepat ditelinga Zain.


" Haaaaaa haaaaa ,,,, Baiklah ." Zain kemudian memeluk erat istri nya yang tengah duduk di depan nya , yang tanpa ia sadari ayris tertidur memeluk tubuh Zain .


Tubuh zain seperti bantal bagi ayris mencium bau nya saja sudah membuat nya terlelap .


Rian dan mira merasa geli mendengar percakapan antara suami istri tersebut. Sesekali mereka saling pandang.


Sesampai di Mansion ayris yang masih tertidur dalam pelukan nya dengan sangat pelan pelan ia turun dari mobil kemudian membopong nya masuk dalan Mansion .


Ketika pak mus dan beberapa pelayan yang ingin menyapa mendapat isyarat untuk tidak bersuara.


Zain berjalan menaiki tangga menuju kamar nya , sedangkan rian dan mira membawa barang belanjaan nyonya mereka dan meletakkan di kanar. Ayris yang sudah berada ditempat tidur tertidur pulas setelah kecapekan berbelanja .


Zain tersenyum memandang wajah istri nya , ia mengusap pucuk kepala nya dan mencium kening nya.


" Kau sangat menggemaskan jika tertidur seperti ini ." Ucap Zain .


" Sikap tegas mu membuat ku semakin mencintai mu sayang ."


" Hadir lah segera di perut mommy ." Ucap Zain kemudian meraba perut datar Ayris .


Zain sangat bahagia karena kehadiran nya menjadi warna tersendiri untuk nya .Ia berpikir untuk segera mengenalkan nya pada publik tetapi bahaya yang akan menerpa nya bukan lah hal yang baik.


Ia harus segera menyingkirkan beberapa lawan yang membahayakan . Zain tak ingin gegabah mengambil keputusan .


Zain yang sudah selesai dengan mandi nya keluar dengan handuk melingkar di badan nya . Ia terkejut melihat ayris sang istri sedang membongkar semua barang belanjaan nya .


" Sayang ,,,, kau sudah bangun ." Ucap Zain kemudian mendekati Ayris di wardrobe ruang ganti baju .


" He'em ." Jawab ayris tanpa menoleh maupun mengindahkan Zain , ia tetep sibuk dengan belanjaan nya .


" Auuuuuwwwww ,,,." Ayris terkejut ketika Zain menggendong nya ketika ia sedang membongkar paper bag yang berisi barang belanjaan nya .


" Sayang ,,, kau mengagetkan ku . Turunkan aku !" Ayris merengek meminta turun dari gendongan nya .


" Kenapa ? Apa yang sedang kau cari ? " Ucap Zain kemudian menurunkan permintaan istri nya .


" Sesuatu yang sangat kau sukai ,,,." Ucap Ayris kemudian mengedipkan sebelah mata nya dan mengulas senyum manis yang membuat detak jantung Zain berdegup kencang .


Ayris yang tengah membersihkan diri dengan guyuran air shower membuat nya mengingat apa yang terjadi siang tadi .


" Cihhhkkkk ,,, dasar laki laki brengsek . Sudah punya istri cantik masih menduakan nya ." gumam ayris dalam hati nya .


Setelah beberapa saat selesai , Ayris memakai bathrobe kemudian berganti dengan lingerie yang ia beli tadi siang .


" Sayang ,,,, ." Ayris memanggil suami nya yang tengah membaca majalah di atas ranjang tempat tidur nya .


Zain menoleh menatap istri nya yang berpenampilan sexy memakai lingerie .


" Haaaaa haaaaaa ,,,,. " Zain tertawa sejenak baru menyadari hal yang ia sukai , kemudian tersenyum pada Ayris .


Ayris duduk di pangkuan Zain mengalungkan kedua tangan nya ke leher Zain .


" Jadi ini hal yang aku sukai ." Ucap Zain kemudian mencium kening Ayris , ayris hanya mengangguk dan tertawa .


Ayris menatap wajah suami nya yang tidak ada reaksi sedikit pun kemudian ia berguling ke tempat tidur memeluk kucing kesayangan nya.


Zain yang melihat tingkah Ayris menjadi gemas , meskipun ia berusaha menahan hasrat nya tetapi godaan yang di tunjukkan Ayris membuat Zain akhir nya menyerah .


Ia ikut merebahkan tubuh nya di samping Ayris menopang kepala nya dengan satu tangan dan satu tangan menyentuh lembut wajah ayris .


Ayris hanya memandang nya kemudian di pegang nya tangan zain diletakkan tepat di atas perut nya .


" Aku menginginkan nya ." Ucap Ayris menatap lekat kedua mata zain .


" Aku akan memulai nya ." Ucap Zain kemudian mencium dalam dalam bibir ayris hingga terjadi pertukaran saliva antara mereka .


Kedua tangan Zain pun menyusuri hutan belantara nya ,ia membabat setiap lekuk hutan tersebut .


Berhenti di antara kedua bukit gunung kembar itu bermain main di atas gunung tersebut hingga membuat ayris mendesah.


Desahan sexy Ayris membuat Zain terpicu untuk membabat habis hutan belantara tersebut . Hingga sang ular naga menginginkan tempat untuk bersarang di gua terlarang Ayris .


Beberapa saat pergumulan panas itu berlangsung hingga membuat Zain maupun ayris berada di atas awan menikmati surga dunia mereka .


Setelah hening hingga dini hari zain menyudahi permainan tersebut , permainan yang membuat ayris terkapar tak berdaya .Ia memandang suami nya yang juga terengah engah mengatur nafas mereka .


" Sayang ,,, Aku haus . " Zain yang mendengar suara itu bangun mengambil minuman didalam kulkas kemudian memberikan nya pada ayris .


Zain yang merasa ada kejanggalan dengan istri nya , ia terlihat begitu senang mengimbangi permainan Zain . Tubuh nya yang terlihat berisi serasa lebih berbeda dari sebelum belum nya . Sejenak Zain berpikir apa ia sedang hamil ? Namun zain tidak ingin terburu dengan kesimpulan nya.


Ayris yang mata nya sudah lengket memeluk tubuh zain kemudian mencari tempat ternyaman nya dilengan Zain , zain pun memeluk erat istri nya