
" Haaaaaaaaahhhh,,,, ." Mama Zain terkejut melihat potongan video yang memperlihatkan orang yang masuk ke dalam kamar hotel Lisha .
" Benar benar tak tahu malu !! Lihat saja ,aku akan membuat mu menyesal berurusan dengan putra kesayangan ku ." Ucap Mona yang geram .
" Ma,,, ,biar Zain yang menyelesaikan semua ini ma ." Ucap Papa Zain yang mengerti dengan apa yang dirasakan istri nya .
" Tapi ini tidak bisa di biarkan gitu saja Pa ."
" Papa tahu Ma tapi kau harus membiarkan putra mu menyelesaikan masalah nya sendiri ." Papa Zain mencoba menenangkan istri nya yang tersulut emosi .
" Baiklah pa ,,,.'' Ucap Mona menghela nafas kasar nya .
Beberapa saat kemudian Zain yang sudah sampai di halaman utama hotel tengah bersiap turun dari mobil nya yang di ikuti Rian dan Beberapa orang yang berjaga tanpa orang lain tahu dengan penyamaran mereka .
Ketika Zain melangkahkan kaki nya menuju lobby secara tiba tiba Lisha datang dari arah samping dan menggandeng tangan nya .
Di sudut tempat ternyata sudah ada photografer yang telah di sewa Lisha untuk mengambil photo mereka saat lisha menggandeng lengan Zain dan mengambil video nya .
Zain yang melihat nya ke arah samping segera menghempas nya hingga Lisha akan terjatuh . Zain meninggalkan begitu saja tanpa peduli pada gadis itu .
Sedangkan Mama dan Papa Zain yang melihat dari jauh begitu geram dengan tingkah lisha .
" Zain ,,,tunggu sayang ." Ucapan lisha tidak mendapat tanggapan dari Zain .
Zain hanya berlalu menghampiri kedua orang tua nya , sementara lisha berlari mengejar nya .
" Ma ,,,Pa ." Mama Zain memeluk nya sangat erat dan hampir saja menitik kan airmata nya namun papa Zain menyentuh kecil tangan Mona .
Mona mengerti dengan sentuhan tangan suami nya kemudian melepaskan pelukan nya .
" Sayang ,kau baik baik saja ." Ucap Sang mama meraba raba disetiap tubuh nya .
" Zain ,,,baik baik saja Ma ." Jawab Zain .
" Sudah Ma ,ayo kakek sudah menunggu !!." Ucap Sang Papa .
Ketika hendak berjalan Lisha sudah berada di depan nya .
" Ma Pa ,, Apa kabar ?" Ucapan Lisha membuat Mona terkejut . Ia tak habis pikir gadis itu memanggil nya dengan sebutan Mama .
" Apaaaa ,,, kau memanggilku dengan sebutan Mama .Terima kasih Lisha tante sehat -sehat saja." Mona yang mengerti apa yang harus ia lakukan ikut bersandiwara seperti seorang aktris.
" Mari lisha ,kakek Zain sudah menunggu !!." Ucap Mona tersenyum .
Sementara Zain dan sang Papa yang sudah mengerti dengan apa yang diperbuat Mona.
"Iya Ma." Dengan sikap nya yang lembut Lisha tetap memanggil mama , sedangkan Mona hanya tersenyum dengan jawaban lisha.
Mereka berjalan bersama menuju tempat yang ditentukan kakek Zain . Zain yang mendapat pesan dari layar handphone nya hanya tersenyum, ia tahu rencana nya berjalan sesuai rencana dan juga tepat sasaran .
Setelah beberapa saat akhir nya mereka sampai pada tempat pertemuan tersebut. Zain yang terlebih dulu menyapa kedua kakek dan nenek nya , sebelun akhir nya ia duduk di samping papa nya .
" Zain ,,,kau tidak menyapa calon mertua mu ." Perkataan kakek adi mendapat senyuman dari keluarga Reno terutama lisha .
Sementara papa mona tidak menyukai sikap gadis itu yang menunjukkan keakraban nya .
" Kakek tidak perlu berlebihan ." Ucap Zain yang terlihat semakin dingin .
" Zain ,,,kakek tidak mendidikmu untuk tidak sopan pada tamu ." Kakek adinata yang semakin geram dengan sikap cucu nya .
Kakek adi mungkin telah salah menilai Zain yang akan sama seperti papa nya bisa di kendalikan .
" Pa,,, kita datang ke sini untuk menyelesaikan masalah ." Ucap Hendra pada papa nya .
" Sudah lah kek , aku mengerti jika Zain berat menerima ini ." Ucap Reno yang seakan menerima ini.
" Hemmm,,, baiklah calon besan . kita akan bicarakan kapan hari baik nya menyekenggarakan pertunangan Zain dan lisha bahkan jika bisa kita nikahkan saja ." Ucapan sang kakek yang menyudutkan membuat arijaya tertegun .
" Adi ,,, apa kau yakin dengan keputusan sepihak mu ?" Ucap Arijaya yang tak lain adalah papa mona .
" Terimakasih kakek , kau dewa penolong ku . Aku yakin sebentar lagi akan menjadi nyonya zain adinata ." Gumam lisha dalam hati nya , ia tersenyum puas .
" Haaaa haaaa ,,,, Zain sebentar lagi kau akan bertekuk lutut terhadap ku ." Gumam Reno dalam hati nya .
" Kau tidak bertanya dulu apa yang sebenar nya terjadi ?" Ucap Arijaya yang semakin geram dengan keputusan adinata.
Arijaya tidak mau menyesal untuk yang kedua kali nya , jika saja dulu ia tidak menitipkan mona sewaktu ke luar negeri mungkin mona tidak akan menderita selama beberapa tahun .
Ia tak menyangka sahabat nya itu tega memanfaatkan putri nya untuk kepentingan nya sendiri . Arijaya tidak mau kisah itu terulang lagi untuk yang ke dua kali nya , apa lagi pada cucu kesayangan nya .
Semua orang lebih menyayangi Zain karena kurang nya kasih sayang yang di berikan , berbeda dengan Dave atau Chleo yang lahir dengan nama cinta . Sedangkan Zain karena jebakan yang di buat kakek adi pada mama nya .
" Hiks ,,,hiks,,,, kakek mau saya menjelaskan apa kek .Waktu itu memang saya ikut papa bertemu dengan Zain ." Lisha yang segera berakting untuk memuluskan rencana nya setelah ia mendapat dukungan dari kakek Zain .
" Kau dengar itu Arijaya , Apa kau kira gadis itu berbohong ." Ucap Adinata dengan nada tinggi nya .
" Tapi bisa saja Orang itu bukan Zain . Aku yakin cucu ku tidak mungkin melakukan hal serendah itu ." Arijaya tetap bersikeras sama seperti adinata .
" Ma,,Pa ,,, hiks hiks hiks,,,hiks,,." Lisha memang menyiapkan ini untuk memenangkan permainan nya. Lisha kemudian menyenderkan kepala nya pada pundak sang mama .
" Aku sudah menyuruh orang untuk mengecek cctv hotel ternyata cctv sedang dalam perbaikan ." Ucap Kakek Adinata.
" Jadi Ari ,tidak ada bukti yang menyatakan itu bukan Zain." Dengan berat hati Adinata mengatakan hal tersebut .
" Bagaimana dengan orang yang memotho itu ? Apa ia yakin yang keluar dari kamar itu Zain ?" Ucapan arijaya mendapat tatapan bimbang dari adinata.
" Kami memang mengadakan pertemuan dengan Zain waktu itu dan warna jas sama yang di kenakan Zain ." Ucap Reno yang menyela pembicaraan mereka .
" Dan Lisha memang pamit menemui Zain. " Ucap papa lisha .
" Brengsek ,,,, orang tua ini memang susah di lumpuhkan !!." Gumam lisha dalam hati nya . Ia berpikir langkah selanjutnya , ia harus berhati hati bersikap karena kakek Zain yang satu ini memang keras dilumpuhkan .
" Kau dengar sendiri kan Arijaya ." Ucap Adinata .
" Tapi bagaimana bisa yakin itu Zain ? Apa ini bukan rencana kalian menjebak Zain , secara financial dia pengusaha muda yang sukses dan tampan ." Ucapan Arijaya membuat lisha dan papa nya terkejut .
Bahkan dengan spontan papa lisha berdiri menggebrak meja .
Brakkkkkkkkk,,,,,,
" Maaf tuan , aku tak menjual harga diri putriku untuk mengemis kehormatan ." Ucap Reno dengan Geram .
" Haaaaa haaaaaa ,,,, kau tidak perlu marah reno , jika putri mu tidak menjual harga diri nya. Apa kau takut ketahuan ?" Ucapan ariyaya yang semakin menyudutkan membuat Reno semakin geram .
" Sudahlah Reno ,,,, duduk lah . Jika Arijaya tidak setuju ,aku yang akan menikahkan putrimu dengan cucu ku ." Ucap Adinata yang juga terlihat jengkel .
Ucapan Adinata mendapat senyuman dari lisha , ia merasa puas dengan dukungan kakek zain.
" Enak saja ,,,, tidak ,,, tidak !! Jika cucu ku tidak melakukan nya kenapa ia harus ber tanggungjawab ?" Arijaya bersikeras membela Zain .
Sementara Zain dan kedua orang tua nya hanya menonton perdebatan di antara mereka .Mereka tersenyum melihat hal tabu yang di perdebat kan.
"Zain ,,,, kau tidak mau bertindak sekarang ." Ucap sang Mama yang berbisik ke telinga Zain . Sementara Zain tengah asyik melihat istri nya yang tengah tertidur pulas di layar handphone nya .
" Eeehhhh ,,,, kau sedang lihat apa ?" Mama Zain merebut handphone sang putra.
Zain pun terkejut melihat tindakan sang mama, ia ingin merebut kembali tapi ada banyak orang di sana .
Zain memang bersikap dingin tapi tahu pada tempat nya. Ia hanya diam ketika sang mama melihat sang istri yang tengah tertidur pulas
"Cantik nya ,,, ." Mama Zain hampir menitikkan air mata , saat kesempatan itu tiba Zain merebut handphone nya dari sang mama kemudian menyimpan nya dalam saku kemeja nya .
Mama Zain yang terkejut hanya tersenyum melihat sang putra . Ternyata yang dikatakan suami nya bener jika gadis cantik itu telah meruntuhkan dinding es putra nya .
Bersambung 🙏😊😊😊