
Brukkkkk,,,,,,
" Aduhhhhh,,,,.". Ayris hampir saja terjatuh karena orang yang menubruk nya dari belakang .Beruntung ada mira yang selalu siap di samping nya hingga ia memegang salah satu tangan Mira . Sedangkan wanita yang menubruk nya terjatuh di lantai .
" Nyonya ,,,,anda tidak apa -apa ." Ucap Mira yang menopang pertahanan ayris karena hampir terjatuh.
" Tidak mira , aku baik baik saja ." Ucap Ayris pada mira .
" Hei ,,, kau tidak punya mata ya ." Ucap wanita itu tak lain adalah lisha . Ia bangun dari lantai setelah terjatuh menubruk ayris .
" Nona ,,, anda yang tidak punya mata ! Sudah tahu ada orang main tubruk saja ." Mira tak kalah sengit dengan lisha.
"Kau,,, , kurang ajar ! Jaga mulut kotor mu itu ." Lisha hampir saja melayangkan tangan nya menampar mira . Tetapi ia urungkan niat nya karena ia publik figure dan juga harapan nya ia akan menjadi nyonya pemilik gedung itu.
" kau yang kurang ajar , kau tidak tahu berhadapan dengan siapa ?" Ucap Mira yang masih meladeni perkataan lisha.
" Dengan siapa ,,,, ? Kau tidak tahu jika aku ini calon istri pemilik gedung ini !" Ucap Lisha dengan lantang nya di depan lobby .
" Haaaaa haaaa kau terlalu bermimpi ." Ucap mira yang semakin membuat Lisha naik darah .
" Kau,,,,,!" Lisha benar benar dibuat naik darah oleh mira .
" Mira ,,, sudah !" ucap Ayris mencegah mira meladeni nya.
" Nona , maafkan saya jika membuat anda terjatuh." Ucap Ayris , tetapi mendapat tatapan sinis dari lisha .
Namun lisha tak menjawab nya berlalu pergi meninggalkan tempat itu dengan sombong nya .
" Awass kau !! Aku akan membuatmu menyesal ." Ucap Lisha membalikkan badan nya menatap Mira dan juga Ayris .
Anton yang melihat perdebatan itu setelah memarkir mobil nya berlari tergopoh gopoh segera menghampiri nyonya nya .
" Nyonya anda tidak apa apa ." Tanya anton kemudian menatap pada mira .
" Tidak anton , aku baik baik saja . Ayo !!" Ayris yang ingin memberi kejutan pada suami nya terlibat perdebatan kecil dengan wanita itu .
Selang beberapa saat ayris berjalan terlihat lisha yang adu debat dengan resepsionis dan security memaksa masuk ke dalam kantor Zain . Tetapi mereka tidak memberi nya ijin masuk sesuai perintah sang presdir.
Ayris berjalan di dampingi mira dan anton menuju lift pribadi , semua karyawan memang mengenal anton . Karena sering keluar masuk gedung itu , mereka sudah hafal jika anton orang kepercayaan sang presdir.
Tetapi tidak dengan ayris , pandangan karyawan tertuju pada ayris yang anggun sedehana terlihat sopan menyapa para karyawan yang kebetulan dilewati nya.
" Anton ,,,." Suara panggilan Ayris membuat anton tersentak kaget karena ia sedang melirik ke arah lisha .
" Iya nyonya ." Jawab anton singkat .
" Siapa pemilik gedung ini ?" Tanya ayris yang berjalan menuji lift yang di tunjukkan anton .
" *Aduhhhh,,, gawat . Bagaimana ini ? Aku harus jawab apa ? Bisa bisa serigala betina ini mengeluarkan taring nya ." Gumam anton dalam hati .
"Wahhhhh alamat ,,,, bisa kena cakar serigala ." Mira bergumam dalam hati nya .
Ayris yang melihat kedua nya terbegong saling pandang ,seakan mereka mengetahui sesuatu membuat Ayris semakin curiga.
" Heeeeiii ,,,kalian kenapa ? Apa pertanyaan ku aneh ? " Ucap Ayris kemudian memandang kedua orang yang dari pagi menemani nya .
Mereka saling diam memandang satu sama lain enggan berkata atau pun menjawab pertanyaan nyonya nya .
" Ti,,,,,,tidak ada nyonya . " Ucap mira kemudian memandang tajam ke arah anton . Anton yang sadar dengan tatapan tajam mira mengangkat bahu nya .
Selang berapa saat lift itu sudah berbunyi membuka pintu nya ,Ayris kemudian masuk ke dalam lift di ikuti anton dan mira . Anton menekan tombol naik ke lantai paling atas tempat dimana Zain berada .
Perasaan yang berbunga bunga ada di dalam hati ayris , entah kenapa ia tak bisa jauh dari suami nya itu .
Setelah beberapa saat lift itu pun sampai ke tempat tujuan , para karyawan yang berada dalam satu lantai itu melihat ayris . Perempuan cantik anggun dengan gaya sederhana namun elegan ,mampu memukau orang orang yang berada di lantai tersebut .
Rian yang kebetulan berada di lantai tersebut segera menghampiri mereka . Tetapi ia tampak terkejut ketika memandang kedua orang di belakang nyonya nya yang menunduk seperti ketakutan .
" Nyonya ,,, anda sudah datang ." Sapa Rian melihat nyonya muda nya keluar dari lift .
" Iya , apa tuan mu sedang sibuk ?" Tanya Ayris pada Rian . Ia terlihat khawatir dan takut jika kedatangan nya mengganggu kesibukan suami nya .
" Tidak nyonya ." Jawab Rian singkat .
Rian heran kenapa dua orang ini mengikuti nyonya sampai ke lantai atas .
Mereka berpapasan dengan Diana sang sekertaris , sekertaris yang lumayan cantik itu menyapa Ayris yang sudah hampir sampai ke ruangan sang presdir.
" Selamat siang nyonya Ayris ." Sapa Diana pada Ayris .
Ayris terkejut ketika sang sekertaris menyapa nya . Bagaimana ia bisa mengetahui nama nya , sedangkan ia sama sekali tak mengenal nya .
" Kamu mengenal ku ?" Ucap ayris menunjuk pada Diana . Diana hanya tersenyum mendengar pertanyaan istri sang presdir .
" Tentu saja nyonya ,Nyonya istri dari tuan Zain . Perkenalkan saya Diana sekertaris tuan zain ." Ucap Diana membungkukkan badan nya kemudian tersenyum pada ayris .
" Baiklah ,senang bertemu dengan mu . Apa aku boleh masuk diana ?" Ucap Ayris yang kemudian tersenyum .
" Silahkan nyonya !" Ucap Diana .
Setelah benar benar berada di depan pintu , ayris teringat perkataan wanita tadi tentang pemilik gedung ini . Kemudian ia berbalik menghadap ke arah diana dengan senyum manis nya menginginkan sesuatu .
" Diana ,,,, ." Suara panggilan ayris membuat Diana bangun dari duduk nya .
" Apa kau tahu siapa pemilik gedung ini ?" Tanya Ayris yang salah satu tangan nya memegang handle pintu .
Anton dan mira yang semula akan menunggu di loby bawah segera berbalik berlari menghampiri Diana sedangkan Rian terkejut melihat kedua orang itu berlarian ke arah diana .
" Tentu saja tu,,,,." Mira membekap mulut diana dengan tangan nya sedangkan anton menutupi badan Diana . Ayris merasakan keganjilan dengan timgkah mira dan anton ,ketika ia akan ber balik melepaskan handle pintu . Zain sudah terlebih dahulu membuka pintu ruangan nya ,ia terkejut melihat sang istri berada di kantor nya .
" Sayang ,,,, ." Ucap Zain ,namun Ayris masih menghadap pada Diana .
Melihat panggilan nya tidak di hiraukan oleh istri nya , Zain menarik pinggang ramping istri nya ke dalam pelukan nya .
" Sayang ,,,, lepaskan ! Malu di lihat orang lain " Namun Zain tak mengindahkan ayris ,ia menarik istri nya ke dalam ruangan nya .Ditutup nya pintu itu rapat rapat .
Ceklek ceklek ,,, .
Mira kemudian melepas bekapan tangan nya pada sekertaris tuan nya itu .Diana terlihat ngos ngos an karen bekapan mira .
" Kalian ingin membunuhku ya ." Ucap Diana kemudian menegak segelas air di samping nya .
" Maaf kak , aku terpaksa ,,,.hiiiihiiii ." Ucap mira tanpa rasa bersalah sama sekali .
" Kalian ini kenapa sih ? Seperti ketakutan ." Ucap Rian karena merasa heran dengan tingkah anton dan mira .
Selang berapa saat kemudian mira menceritakan hal yang terjadi di loby bawah , Rian dan Diana mendengarkan dengan seksama . Setelah itu kemudian ke empat orang itu bergidik ngeri menggelengkan kepala nya membayangkan kedua serigala yang akan bertempur .
Diruangan Zain , Zain membawa Ayris duduk disofa dan memangku nya ,mengusap lembut kepala nya dan mencium sekilas bibir nya . Sedangkan Ayris ber manja manja di dada Zain memainkan jari nya di sana .
" Sayang ,,, Kenapa tidak memberitahu ingin kemari. Aku bisa menyuruh diana menjemput mu di bawah ." Ucap Zain .
" Tidak ,,, aku ingin memberi mu kejutan ." Ucap Ayris kemudian mencium pipi Zain .
Zain tersenyum mendengar penuturan istri nya meskipun ia istri nya tetapi ia tak menampakkan kesombongan .
" Sayang ,,, kau sudah makan siang ." Tanya Zain memandang pada istri nya .
Ayris hanya tersenyum menggelengkan kepala nya . Kemudian memindahkan Ayris duduk di sofa , ia berjalan menghampiri gang telepon memanggil diana menyiapkan makan siang .
Setelah beberapa saat kemudian makan siang sudah siap , Zain menarik istri nya untuk duduk di samping nya . Tetapi kemudian Ia teringat lagi siapa pemilik gedung ini .
" Sayang ,,,, ." Suara panggilan Ayris membuat Zain mengalihkan pandangan nya ke arah istri nya .
" Ada apa sayang ?" Tanya Zain yang terlihat penasaran pada istri nya .
" Siapa pemilik gedung ini ?" Zain tersenyum mendengar pertanyaan istri nya .
" Haaaaaaa haaaaa ,,,, tentu saja suami mu yang tampan ini ." Jawaban Zain membuat mood makan Ayris hilang seketika dan merubah wajah nya seperti serigala yang siap menerkam .
Tanpa bicara apa pun ia berdiri hendak meninggalkan Zain tetapi dengan sigap Zain menarik tangan nya hingga ia jatuh ke dalam pelukan Zain .
Bersambung 😊😊😊🙏🙏🙏