ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 216.


Tanpa zain sadari sebuah tangan melingkar di perut six pack nya yang membuat nya sedikit terkejut.


" Sayang,,,,."


Zain yang membalikkan badan nya ternyata melihat ayris terbangun dari tidur nya sudah berada di belakangnya memeluk nya sangat erat .


" Hemmm ."


Ayris yang tampak masih mengantuk tak mampu membuka mata nya melihat sang suami . Ia hanya mampu menyandarkan kepala nya ke bilah dada zain yang tengah memeluk nya .


" Sayang , kau masih mengantuk kenapa bangun ? Ayo tidur lagi !."


Zain yang melihat istri nya masih memejam kan mata menggendong nya kembali ke tempat tidur .


Zain tersenyum ketika melihat wajah istri nya yang sangat ia cintai terlihat sangat imut seperti anak kecil ketika tidur .


Zain berbaring di samping istri nya meraih tubuh ayris ke dalam pelukan nya. Seperti biasa ayris akan mencari kenyamanan di sela sela lengan untuk tidur nya .


Satu malam kapal pesiar itu berjalan meninggalkan kota di mana mansion zain berada .


Ayris menggeliat di lengan zain yang membuat sedikit pergerakan mengganggu zain yang tengah tertidur pulas .


Ayris yang meraba raba bilah dada zain mengusik tidur zain . Mereka yang sama sama masih memejamkan kedua mata nya seakan larut dalam rasa kantuk yang menyelimuti mereka .


Namun ayris yang mempunyai kebiasaan di ketuk oleh leon pada pagi hari merasa ada yang ganjil dengan pagi itu .


Ia lalu menggoyang goyang kan lengan zain menyuruh nya untuk bangun membukakan pintu meskipun tak terdengar suara ketukan pintu .


"Sayang,,,, sayang ,,,,bangun ! Bukakan pintu dulu ! leon pasti sudah menunggu ."


Zain yang masih memejamkan mata nya tak bergerak sedikit pun lalu ia menarik tubuh ayris ke dalam pelukan nya lagi setelah berpindah posisi membelakangi nya .


" Sudah lah ,ayo tidur lagi ."


Ayris yang sedikit terkejut dengan tarikan zain hanya bisa menuruti keinginan suami nya . Ia kemudian memilih kenyamanan di sela sela lengan zain .


Mereka berdua yang terlelap lagi tak memperdulikan hari sudah siang dan kapal pun belum sampai tujuan nya. Zain memang sengaja menyuruh para armada untuk menempuh jarak yang paling jauh menuju pulau hadiah kakek .


Saat perut ayris mulai keroncongan minta untuk di isi membuat ayris mulai menggeliat kemudian membuka mata nya . Ia pun meletakkan tangan suami nya secara perlahan di tempat tidur karena melingkar di perut ayris .


Ayris berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri namun ia merasakan ke anehan pada ruang kamar mandi nya terlihat kaca bulat yang langsung menembus pemandangan laut di bagian bathup nya.


" Ehh,,,,, sejak kapan bentuk kamar mandi ini di rubah ?"


Ayris yang berbicara sendiri kemudian menggelengkan kepala nya namun tak menaruh curiga sedikit pun karena memang suami nya suka memberi nya kejutan .


Ketika ia sedang menggosok gigi dan membasuh muka terdengar sayup sayup bunyi deburan ombak laut namun sekali lagi ia abaikan karena merasa ia hanya mimpi .


Akhir nya ayris memutuskan berendam di dalam bathup meniknati relaxasi dari cairan aroma terapi yang ia teteskan .


" Junior sayang , baik baik di perut mommy ya .Mommy mencintai mu ."


Ucap ayris yang mengusap pelan perut nya yang semakin membuncit . Ayris lalu memejamkan mata nya dengan terus mengusap pelan perut nya .


Tanpa ia sadari sebuah tangan mengusap pelan bagian perut nya yang baru saja ia sentuh sebelum ia memejamkan kedua mata nya.


Ayris terkejut dengan sentuhan lembut pada bagian perut nya , seketika ia membuka mata mya ingin melihat siapa gerangan yang menyentuh perut tersebut.


" Sayang , kau mengagetkan ku ."


Ucap ayris memandang wajah suami nya yang sedang tersenyum pada nya.


" Apa aku boleh ikut bergabung ?" Permintaan zain mendapat anggukan dari ayris dengan senyum manis bibir cerry ayris yang mengembang .


Zain menelan saliva nya melihat bibir cerry yang menggoda nya di pagi hari tersebut .


Zain yang melepas semua pakaian nya kemudian ikut bergabung ke salam bathup berendam bersama ayris .


Ayris memberikan celah sedikit agar zain bisa masuk ke dalam bathup tersebut tanpa mengenai diri nya .


Zain kemudian duduk di belakang ayris dan memangku tubuh mungil ayris menyandarkan kepala sang istri ke bilah bidang dada nya.


Seperti biasa zain dengan tangan jahil nya menyentuh pelan setiap lekuk tubuh ayris dan berhenti di bagian dada nya menyentuh bagian dua gunung kembar ayris yang semakin membesar .


Ayris menikmati sensasi sentuhan tersebut hingga satu desahan lolos dari bibir cerry ayris .


Zain menyunggingkan senyum nya membuat nya semakin tertantang membuat gerakan lembut pada bagian tersebut .


" Ahhhhhhh,,,,,,. Sayang , jangan !"


Ayris yang merasakan salah satu tangan zain turun ke bawah bermain main ke bagian gua terlarang ayris membuat tanggan ayris mencengkram tangan zain .


" Kenapa ? Kau tidak menginginkan nya setelah sekian lama ?"


Ayris kemudian menoleh memandang ke arah suami nya yang tengah menatap tajam pada nya.


" Bukan , tapi ,,,, ."


Ayris yang menundukkan kepala nya membuat zain mengerti jika ada rasa kekhawatiran pada kandungan nya sehingga enggan melakukan kemesraan dengan nya .


" Tapi ,,,,,,."


Zain yang mengerti jika ayris menolak nya masih ingin tahu lanjutan dari perkataan istri nya .


" Tapi aku ingin di ranjang ."


Ayris sengaja menggantung perkataan nya dan menatap wajah suami nya yang terlihat kecewa kemudian memeluk wajah suami nya dengan bisikan kata tersebut .


Zain yang mendengar bisikan ayris membelakakkan mata nya dan berdiri mengangkat tubuh ayris yang masih kotor dengan sedikit busa yang menempel pada tubuh nya ke ranjang tempat tidur .


Zain membaringkan pelan tubuh ayris ke atas ranjang tempat tidur lalu menindih nya pelan bermain main dengan tubuh polos ayris yang semakin seksi karena kehamilan nya .


Ayris menggeliat menikmati permainan zain hingga mengeluarkan suara desahan kesukaan zain .


" Ahhhhhhh,,,,, ."


" Ahhhhhhh,,,,,."


Dengan berhenti di depan gunung kembar kemudian melahap


nya dengan rakus tapi secara pelan karena tak ingin menyakiti istri nya yang sedang hamil .


Dan satu tangan lagi menjelajah ke daerah inti gua terlarang bermain main di sana membuat gairah ayris semakin memuncak .


" Sayang ,,,,,."


Ayris yang sudah tidak tahan dengan gairah nya memcengkeram tangan zain .


Zain tersenyum melepaskan pagutan nya kemudian berbaring ke samping ayris .


Ayris yang melihat gerakan zain memandang nya dengan tertegun dengan sedikit kesal pada nya .


" Sayangggg,,,,, . Kau mempermainkan ku ."


Ayris memukul lengan zain ketika ayris melihat zain tersenyum pada nya kemudian mengeluarkan sedikit tawa nya .


" Hahaha,,,,, ."


Zain mengeluarkan sedikit tawa nya melihat istri nya yang tengah di puncak gairah .


Ayris yang tidak terima dengan perlakuan zain kemudian merentangkan kedua tangan nya meminta ingin di gendong ketika zain bangun dari tempat tidur nya .


" Awas ya . Aku akan membalas mu ."Dengan senyum yang tersungging di sudut bibir ayris, ia pun sudah merencanakan pembalasan pada suami nya .


Zain menggendong ayris berjalan ke kamar mandi,menurunkan ayris di ruang shower karena ingin mandi dengan cepat .


Ayris belum mengetahui jika zain membawa nya berlibur sejenak mengunjungi pulau yang di berikan kakek arijaya pada nya .


Ia ingin memberi surprise pada istri nya yang tengah hamil tersebut .


Di ruang shower seperti biasa nya ia dengan telaten memandikan ayris , sementara ayris bermain main dengan benda kesukaan nya .


Ayris sengaja bermain main di sana untuk membalas permainan setengah suami nya yang membuat gairah nya memuncak .


Namun zain tak kalah cerdik dengan istri nya ia terlebih dahulu memakaikan bathrobe pada istri nya dan juga pada nya.


Ayris mengerucutkan bibir nya karena gagal dengan aksi balas dendam nya pada suami nya .


Bersambung 😊😊🙏🙏🙏