ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 229.


Jane duduk di sebuah kursi ruang meeting yang berada di lantai enam sesuai perintah diana untuk membawa nya ke ruang tersebut .


Sedangkan max turun ke lantai tersebut tanpa di temani diana karena ia sedang sibuk dengan beberapa pekerjaan nya.


Ceklek,,,,


Suara bunyi gagang pintu membuat jane menoleh ke arah pintu tersebut dan ia sengaja ber penampilan sexy untuk terlihat lebih cantik dan menarik .


" Selamat datang di perusahaan Z , nona jane . Apa anda telah memikirkan keputusan anda ?"


Ucap max dengan senyum sinis nya .


" Tentu saja tuan , saya sudah katakan jika perusahaan saya baik baik saja dan bisa mengatasi semua nya."


Jane dengan sombong nya membanggakan diri .


" Hahahaha,,,,, . Benarkah ?"


Max yang tahu jika jika perusahaan nya sedang kacau hanya tersenyum .


" Benar. Dan saya datang ke sini untuk membayar konpensasi kerja sama dan dalam arti jika kita sudah tak ada hubungan bilateral lagi ."


Jane memberikan sebuah cek yang tertulis nominal yang harus ia keluarkan untuk membayar denda pembatalan kerja sama dan juga berkas berkas nya.


" Oh ya . Terima kasih nona dan ini surat surat anda saya kembalikan . "


Masih dengan santai nya menatap nominal tersebut membuat jane agak kesal terhadap nya .


" Kalau begitu saya pamit dulu tuan max ."


Jane yang sengaja melepas jas kerja nya agar terlihat sexy membuat max mengeryitkan dahi nya .


" Apa saya bisa mengundang anda makan malam untuk hari ini ?"


Ucap jane yang sedikit mendekat berbisik di telinga max dengan tatapan yang menggoda nya .


"Tentu saja saya menolak nya nona jane . Seorang pria ber istri seperti ku lebih baik menghabiskan waktu dengan istri di rumah ."


Ucapan balasan dari max membuat jane terlihat kesal pada max yang sedang tersenyum manis pada nya.


" Okay , terima kasih atas penolakan nya tuan max ."


Dengan senyum sinis nya jane berlalu dari hadapan max .


" Brengsek ,,, kau akan lihat akibat nya telah menghina ku dengan menolak ajakan makan malam dengan ku ."


Gumam jane dalam hati nya yang memutar bagian tubuh nya melihat ke arah ruangan di mana max masih berada di sana.


" Tapi tunggu dulu ! dia telah beristri ? Sialan ,,, dia mengejek ku ."


Jane terlihat kesal dengan perkataan max.


Jane berlalu meninggalkan gedung perkantoran perusahaan Z sedangkan max telah memerintahkan resepsionis dan penjagaan untuk melarang jane masuk ke dalam gedung perkantoran tersebut .


Max kemudian kembali ke lantai atas untuk menyerahkan berkas berkas yang di bawa untuk pemutusan kerja sama antara perusahaan tersebut .


Setelah itu ia pun pulang karena ingin segera bertemu dengan istri kecil yang saat ini tengah hamil .


Di mansion zain


Ayris yang masih terluka meskipun sudah membaik memaksa untuk turun ke lantai satu mencari keberadaan suami nya yang hilang entah kemana .


" Aungg,,,, ."


" Aungg,,,,."


Leon dan leona yang terus meraung mengalihkan perhatian nenek yang tengah memasak di dapur namun karena suara mereka tak terdengar lagi nenek jaya pun mengabaikan nya.


" Aungg,,,"


" Aungg,,,,."


" Leon ,,,leona diam ! Mommy hanya ingin turun mencari daddy ."


Ayris mengancam leon dan leona yang berusaha membuat gaduh .


Mereka yang kemudian tak bersuara hanya mengikuti ayris dari belakang namun saat melihat ayris yang nampak kesakitan leon dan leona meraung kembali.


" Aungg,,,,."


" Aungg,,,,."


" Aungggg,,,, Aunggg,,,,."


" Aungg,,,,,Aungg,,,,."


Suara kegaduhan antara kedua harimau tersebut membuat se isi mansion berhamburan ke luar mencari arah sumber suara.


" Sayang , ayris jangan turun nak ! Kau masih sakit . "


Nenek jaya melihat ayris yang berjalan keluar kamar dan terlihat menuruni anak tangga kemudian berjalan menghampiri ayris yang masih berjalan di tangga turun .


" Ay sudah sembuh nek. Nenek jangan khawatir ."


Ucap ayris tersenyum pada nenek jaya .


" Tapi sayang,,,,."


Nenek jaya tak bisa berkutik mendengar penjelasan ayris yang masuk akal.


" Nenek ,,,, Ay merindukan zain dan juga bayi ini ."


Ucap ayris yang kemudian mengusap pelan perut buncit nya.


Zain beserta kedua kakek nya yang baru saja keluar dari ruang rahasia terkejut melihat istri yang sudah sampai lantai bawah .


Ia pun berlari menghampiri nya karena rasa khawatir terjadi sesuatu dengan ayris .


" Sayang,,,,, ."


Zain memanggil ayris yang berjalan satu demi satu langkah menuruni anak tangga .


" Sayangg,,,, ."


Ayris yang mendengar panggilan suara suami nya merentangkan kedua tangan nya ke arah suami nya meskipun zain menatap nya dengan tajam.


Zain yang telah sampai di anak tangga terakhir karena ayris terlebih dulu di sana menggendong istri nya menuju ruang keluarga .


Kedua kakek tua itu pun hanya bisa menghela nafas panjang nya begitu pun nenek jaya .


Meskipun sering kali melihat kemesraan mereka namun tetap saja ada sedikit rasa iri dalam diri mereka.


" Kenapa kau turun sayang ? Bukan kah aku sudah melarang mu ?"


Zain menatap tajam pada istri nya .


" Aku merindukan suami ku dan juga baby ini merindukan papa nya.


Ucap ayris yang meraih tangan zain ke atas perut nya.


" Leon ,,,leona kalian tidak menjaga mommy dengan baik ."


Ucap zain yang melampiaskan kekesalan nya pada mereka .


" Aungg ,,,,aungg,,,."


Leon meraung keras seakan ingin memberitahu jika mommy nya yang ingin melihat daddy nya.


" Aungg,,,,."


Sedangkan leona meraung pelan .


Ayris yang melihat tatapan tajam zain pada binatang kesayangan nya tersebut menangkup wajah zain kemudian mencium bibir tajam yang berbicara pedas tersebut .


Leon dan leona duduk di bawah menundukkan kepala nya dengan menutup mata nya dengan salah satu kaki mereka .


Setelah beberapa saat kemudian ayris melepas ciuman tersebut dan juga memegang wajah lelah suami nya yang sangat ia cintai .


" Sayang , jangan marah pada mereka ! Maaf kan baby daddy , baby ingin berada di samping daddy ."


Ucapan yang seakan mengingatkan nya jika beberapa hari kedepan akan banyak pekerjaan yang harus ia selesai kan .


" Sayang daddy , jangan nakal ya ! Daddy akan marah jika kalian membuat mommy kecapekan ."


" Sayang , kenapa kalian ? Baby kita,,,, ."


Ayris hanya menerka baby nya kembar tetapi mendapat anggukan dari zain .


Dengan gerak reflek ayris menutup kedua mulut nya kemudian mengalungkan kedua tangan nya di leher zain memeluk nya sangat erat .


" Sayang , Jaga mereka baik baik !"


Bisik zain pada ayris .


" Kau dengar leon ,,, leona baby di perut mommy ada dua . Kalian juga harus punya dua."


Ucap ayris menunjuk pada leon dan leona .


" Aungg,,,,."


" Aung,,."


Suara raungan mereka berdua membuat ayris senang .


" Kalian jangan di sini terus menemani mommy karena daddy sudah disini kalian pergilah bulan madu ."


Ucap ayris menunjuk mereka untuk keluar .


" Aungg,,, "


" Aungg,,,."


kedua harimau tersebut berlenggang pergi meninggalkan zain dan ayris .


Zain hanya menggelengkan kepala nya ketika mendengar perkataan ayris .


Kedua harimau tersebut sangat menurut pada ayris .


Sementara kakek dan nenek jaya serta kakek wijaya yang melihat kemesraan mereka menghela nafas kasar nya kemudian pergi meninggalkan tempat itu .


" Kau lihat itu wijaya ? Aku tidak tahu jika zain pergi dengan misi nya, cucu mu akan membuat seisi mansion khawatir ."


Ucap kakek ari .


" Benar , lalu bagaimana ? Zain harus memancing bedebah itu keluar dari sarang nya jika tidak kita semua dalam bahaya."


kakek wijaya menimpali perkataan sahabat nya tersebut .


" Misi apa ? Jangan bilang tentang wanita ya ? Ayris akan seperti singa jika itu terjadi ."


Nenek jaya tidak bisa nembayangkan apa yang terjadi jika semua itu terjadi .


" Lalu bagaimana ,,,?"


Ketika orang tersebut akhir nya duduk di gazebo dengan cangkir kopi menemani mereka serta beberapa camilan .


" Bagaimana jika maya tinggal di sini ?"


Ucapan nenek jaya membuat dua orang kelaki tersebut mengernyitkan dahi nya .


" Tidak jaya , akan sangat berbahaya bagi ayris jika maya tinggal di sini ."


Ucap wijaya yang kemudian menceritakan kemunculan orang orang di masa lalu mereka.


" kita harus bagaimana ?"


Nenek jaya melihat pada kedua lelaki tersebut yang kedua nya secara bersamaan mengangkat bahu mereka .


" Tempat tinggal paling aman adalah mansion ini ."


Ucap nenek jaya menghela nafas kasar nya .


Saat mereka termenung dengan pikiran masing masing , suara panggilan telepon wijaya membuyarkan lamunan mereka .


πŸ“ž :" Ya,,,."


πŸ“ž :" Akhir nya tersambung . Maaf tuan ."


πŸ“ž :" Ada apa minah ?"


πŸ“ž :" Tuan, nyonya sukma di rumah sakit ."


πŸ“ž :" Apaaaa,,,! Bagaimana bisa ?"


πŸ“ž :" Cerita nya nanti saja tuan , nyonya sukma dalam keadaan kritis dan membutuhkan donor darah ."


πŸ“ž :" Saya sudah menghubungi nyonya besar tapi tidak aktif ."


πŸ“ž :" Baiklah, aku akan segera pulang ."


πŸ“ž :" iya tuan. "


πŸ“ž :" Klik ."


Ssmbungan telepon telah terputus dan wijaya tampak gelisah dengan telepon tersebut .


" Ada apa wijaya ?"


Kakek ari yang melihat sahabat nya berdiri bertanya pada nya .


" Sukma kecelakaan . Aku harus segera pulang ."


Ucap wijaya.


" Apa tidak sebaiknya kau menghubungi surya ? Ini waktu yang tepat menjelaskan kesalahpahaman kalian ."


Ucapan arijaya memang ada benar nya juga tetapi tidak untuk saat ini .


" Kau benar ari tapi tidak untuk saat ini . Sukma sangat kritis membutuhkan donor darah dan aku tahu golongan darah nya sama dengan istri ku . Jaya apa aku bisa minta tolong pada mu untuk menyuruh istri ku pulang karena handphone nya tidak aktif ."


Ucap wijaya dengan nada gusar .


" Baiklah wijaya . Aku akan segera menghubungi maya ."


Jaya mengambil handphone nya menghubungi maya .


"Terima kasih jaya ."


Ucap wijaya yang kemudian berjalan menuju pintu masuk ke dalam mansion namun di cegah oleh arijaya .


" Kau ingin kemana wijaya ? bukan kah kau akan pulang ?"


Arijaya menghentikan langkah kaki nya ketika ia hendak masuk ke dalam mansion .


" Tentu saja akan pulang . Tapi aku ingin pamit dengan cucu ku terlebih dahulu ."


Dengan senang nya ia akan berpamitan pada ayris dan zain .


" Tidak perlu ! Kau hanya akan merepotkan zain saja."


Wijaya yang masih belum mengerti ucapan arijaya menatap nya dengan tajam .


" Kau jangan curiga dulu ! Menantu ku pasti sedang ingin bersama mu apalagi ia sedang hamil . Kau tahu kan apa yang akan terjadi ?"


Ucapan arijaya ada benar nya .


Memang akhir akhir ini ayris sulit di tebak dan terbukti sebelum kecelakaan ia pun merengek rengek pada zain ingin bersama nya .


" Kau benar ari , tapi bagaimana jika ia mencari ku ?"


" Itu urusan nanti, yang terpenting kau pulang dulu ."


Ucap kakek arijaya .


" Baiklah ari , aku akan pulang dulu . Aku menitipkan cucu ku pada mu jaya ."


Kakek wijaya kemudian berjalan menuju halaman belakang tempat ketika ia turun dari helicopter dengan kakek arijaya yang mengantar nya .


Nenek jaya hanya mengangguk pelan dan melambaikan tangan nya pada wijaya ketika ua hendak pergi karena nenek jaya sedang menelepon sahabat nya maya .


BersambungπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ™πŸ™πŸ™


Happy reading .