ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 33


Di bandara .


Pesawat pribadi milik dave yang telah siap menunngu tuan nya untuk tinggal landas .


Beberapa saat setelah mereka sampai ke bandara , dave menggandeng adik nya seperti sepasang kekasih .


Tak hayal jika ada yang bilang mereka seperti pasangan kekasih .


Setelah masuk ke dalam pesawat , chleo merasa curiga dengan kakak nya jika ia tak kan mengantar nya ke asrama nya .


" Kita akan pergi kemana ? Apa kakak tak jadi mengantar ku pulanv ke asrama ?"


Ucap chleo yang bergelayut manja di lengan kakak nya.


" Liburan dulu sayang. Ke villa baru kak zain di pulau maldives."


Ucap dave mengusap kepala chleo .


" Yeyeye,,,,. Chleo suka . Tapi janji ya , kakak akan mengantar chle sampai asrama ."


Chleo mendongakkan kepala nya pada dave dan ia menganggukkan kepala nya tanda ia setuju dengan permintaan chleo.


Setelah beberapa jam menempuh perjalanan melalui jalur udara , mereka pun sampai di pulau tersebut .


Dave yang melihat chleo tertidur menggendong nya hingga ke dalam mobil yang akan membawa mereka menuju villa tersebut .


Dave mengusap pelan kepala chleo , gadis kecil nya telah tumbuh dewasa yang sebentar lagi akan menjadi milik orang lain.


Dave ikut memejamkan kedua mata nya karena merasa lelah yang ia rasakan sejak siang tadi seperti merontokkan persendian tulang .


Sopir yang membawa mereka telah sampai di tempat tujuan membangunkan tuan nya.


" Tuan, kita sudah sampai ."


Ucap sopir tersebut membukakan pintu mobil .


Dave sedikit terkejut dengan panggilan sang sopir karena merasa sangat mengantuk hingga tak sadar membuat nya tertidur di mobil .


" Sayang , kita sudah sampai .Ayo bangun !"


Chleo yang tak bergerak sana sekali dengan panggilan dave mau tak mau dave pun menggendong kembali gadis nya ke dalam villa .


Sampai di dalam pun dave terkejut dengan apa yang ia lihat . Design interior klasik dengan warba kesukaan zain dan juga pernak pernik nya .


" Ih , Ada nama juga ? Dasar kutub utara !!"


Dave melihat setiap nama yang teroasang di depan pintu masing masing .


Dave yang telah sampai ke kamar chleo membaringkan gadis nya tersebut serta menyelimuti nya .


Karena merasa masih mengantuk ia pun pergi ke kamar nya untuk beristirahat .


Di mansion adinata .


Mona yang kesal dengan tingkah absurd suami nya membuat nya lupa untuk menelepon kedua anak nya tersebut .


" Ini semua gara gara papa , mama lupa menelpon anak anak ."


Mona berbicara sendiri lalu mencari kesana kesini dimana ia meletakkan handphone nya.


" Tapi kau menyukai nya kan ? Eh ma ,,,, papa masih seperti dulu atau berubah ?"


Perkataan absurd suami nya membuat mona menggelengkan kepala nya .


" Ayo ma , jawab ? Apa papa perlu membeli vitamin untuk meningkatkan vitalitas ?"


Mona semakin di buat kesal dengan hendra dengan pertanyaan konyol nya .


" Apaan sih pa ? nggak malu tanya seperti itu ?"


Mona yang kemudian menelepon max memilih menyingkir dari hadapan suami nya .


" Sayang , ayolah cepat katakan !"


Hendra akan seperti itu untuk meredam kemarahan istri nya .


πŸ“ž Calling " Max."


πŸ“ž incoming call " Mama "


πŸ“ž :" Selamat malam nyonya ."


πŸ“ž :" Apaaa ,,nyonya ? Hei,,, anak nakal berhenti memanggil ku nyonya ! Panggil mama kau dengar itu ?"


" Sayang kau galak sekali ! Apa aku akan mempunyai anak lagi ?"


muach.


" Sayang , menjauhlah ! Aku sedang menelepon anak mu ."


mona sedikit kesal dengan godaan suami nya.


Max sedikit menjauhkan handphone nya ketika mendengar pembicaraan absurd kedua orang itu.


πŸ“ž :"Max , Apa kakak mu sedang sibuk ? mama ingin bicara dengan nya ."


Tanpa menjawab pertanyaan mona , max memberikan handphone nya pada zain .


" Tuan , nyonya besar menelepon ."


Zain mengambil handphone tersebut ranpa menjawab pernyataan max .


πŸ“ž : " Hemm,,,,."


πŸ“ž :" Zain, kau kah itu nak . Mama merindukan mu . Bagaimana kabar mu ? Apa kau tak berniat mengunjungi mama ?"


πŸ“ž :" Zain sedang sibuk ma."


πŸ“ž:" Baiklah . Apa adikmu berada di sana ?"


πŸ“ž :" Tidak . Bukankah dave mempunyai mansion sendiri ?"


πŸ“ž :" Oh iya ,,, ya kau benar . jaga keehatan ya nak !


πŸ“ž : "Hemmm,,,,."


πŸ“ž :"klik."


" Anak itu kebiasaan memutus sambungan telepon secara sepihak .


Ucap mama mona yang disambut hangat oleh suami nya yang tersenyum penuh arti yang mona tidak ketahui.


*BersambungπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ™


Tungguin Author up ya*