ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 106.


Lidya berlalu meninggalkan mansion dan kenangan indah bersama hendra , ia merasa sudah pupus harapan nya menjdi pendamping seumur hidup orang yang ia iocintai .


Setelah pernikahan tersebut , mona tinggal di samping kamar hendra dan lidya . Ketika ia hendak ke kamar menemui lidya , tetapi kamar itu sudah tak ada penghuni nya . Tak ada yang berada dikamar tersebut kecuali secarik kertas dan juga surat cerai yang sudah ditandatangani lidya .


Kemarahan hendra memuncak ketika membaca surat tersebut dan melihat surat cerai tersebut. Hendra segera berlari menuju kamar mona ,dilemparnya surat tersebut pada mona .Mona terkejut melihat nya dan mengambil surat tersebut .


"Kau puas sekarang , Lidya meninggalkan aku karena kau . Sampai kapan pun aku tidak akan menganggap mu sebagai istri ku." Ucap hendra ketika ia hendak melangkah , mona bersujud di kaki nya .


" Mas , aku mohon maaf atas semua yang terjadi . Maaf kan aku jika kehadiranku membuat kak lidya pergi dari mansion ." Ucap mona menangis tersedu sedu .


" Bahkan jika mas menginginkan aku pergi , aku akan pergi asal mas memaafkan aku . Aku tidak tahu semua ini terjadi , biarlah aku yang membesarkan anak kita sendiri ." Ucap mona menundukkan kepala nya .


Hendra tidak bergeming sama sekali , ia meninggalkan mona sendirian di kamar nya. Sedangkan mona yang masih duduk dilantai masih menangis .


Kemudian ia bangun dari duduk nya , ia beranjak meninggalkan kamar tersebut tetapi dicegah oleh mama hendra . Dari sejak hari itu hari demi hari terasa gelap baik mona maupun hendra tidak ada tegur sapa sama sekali . Meskipun mona sudah berusaha melayani nya walau dengan perut yang membesar ia masih bersikap lemah lembut pada hendra . Tetapi hendra tetap menyalahkan nya bahkan ia bersikap sangat dingin meskipun sudah ditegur oleh orangtua hendra .


Waktu yang berlalu pun saat zain lahir ke dunia pun hendra tetap tidak nemandang sama sekali meskipun mama nya hendra sengaja memberikan zain untuk di gendong tetapi hendra meletakkan Zain diatas sofa kesukaan nya .


Tahun yang telah berganti namun sikap dingin hendra tidak berubah hingga saat umur 6 tahun ,saat Zain yang berlari mengejar mama nya yang akan meninggalkan rumah .


Sebuah mobil dengan kecepatan tinggi dengan kesengajaan akan menabrak zain ditarik nya zain oleh Roby orang kepercayaan hendra.


" Awaassssssss tuan muda ,,,,,.!" Roby yang baru pulang dari kantor bersama hendra terkejut ketika melihat sebuah mobil kecepatan tinggi akan menabrak nya .


Hendra berlari mengejar zain , mona yang mengetahui berlari dari arah seberang segera memeluk zain sedang kan roby sudah terkapar tak berdaya . Hendra segera mengangkatl tubuh roby membawa nya ke rumah sakit .


Sesampai di rumah sakit Roby segera memdapatkan pertolongan pertama ,sedang kan zain memeluk mama nya dengan menangis tersedu sedu . Hendra yang melihat putra nya sedang menangis mendekati nya .


" Sudahlah sayang ,om roby akan baik baik saja ." Ucap Hendra kemudian mengusap lembut kepala nya namun ditepis oleh zain .


" Papa jahat ,,,,, ." Zain berteriak kencang kemudian bersembunyi di pelukan mona .


Sedangkan mona dan hendra hanya tertegun melihat dikap dingin Zain .


Mereka tidak menyadari perubahan sikap putra mereka karena kesalahan mereka yang tidal memperhatikan zain ,terutama papa nya .


Hendra yang benci karena kehadiran zain membuat nya tersadar kesalahan nya .


" Tuan ,pasien ingin berbicara pada anda ." Ucap dokter yang menangani roby .


Hendra kemudian masuk ke dalam ruang ICU , menemui roby .Tanpa ia sadari mama zain dan zain ikut masuk ke dalam .


" Roby ,,,, Kau akan sembuh . Percayalah ,kau harus bertahan karena putra mu dan juga zain .


" Ti ,,,tidak tuan . Saya sudah tidak kuat , saya titip max . Sayangi dia seperti putra anda sendiri." Ucap Roby memegang tangan hendra .


Tanpa ia sadari zain dan mona ikut masuk di belakang nya .


" Tuan , nyonya orang yang sangat baik .Tuan muda membutuhkan anda , jangan sampai anda menyesal ."Ucap Roby yang sudah merasa sesak nafas nya.


" Tu,,,, an , jika max dewasa nanti nikahkan dia dengan gadis yang ia cintai . Terimakasih tu,,an." Ucap roby yang sudah terbata bata .


" Iya roby , kau jangan khawatir aku akan menikahkan nya dan menganggap ia putraku sendiri . Bahkan jika aku punya anak perempuan pun akan ku nikahkan dengan max ." Ucap Hendra yang menggenggam tangan roby , ia menitikkan airmata nya.


Tit ,tit,,,,,,,,,tit ,,,,tit,,,,


Suara detak mesin detak jantung telah menandakan kepergian roby .Zain yang melihat dari belakang berlari memeluk tubuh roby menangis tersedu sedu .


" Pamannnn,,,,,jangan tinggalkan zain . huuuu huuu huuuu." Zain menamgis dengan kencang menggoyang goyangkan lengan roby .


Mona kemudian menenangkan zain yang menangis histeris , setelah beberapa saat hendra menggendong zain yang kelelahan karena menangis . Sedangkan mona terdiam sejenak tertegun melihat perubahan sikap hendra .


Ketika mereka berjalan bersamaan ,ada pak Hari yang mengurus jenazah roby .Sedang kan mona berhenti melangkah ketika Hendra mengajaknya ke dalam mobil .Ia merasa enggan berada dalam satu mobil dengan hendra.


" Kenapa ? Apa kau tidak mau menunaikan kewajiban mu menjaga max dan menikahkan nya dengan putri kita ." Mona tertegun mendengar ucapan Hendra , ia tak mengenal hendra yang dingin seperti bongkahan es , apakah kini sudah luluh .


Mona pun akhir nya ikut dalam mobil hendra pulang ke mansion .


Beberapa bulan kemudian kehidupan mereka semakin hangat , max merasa senang mendapat kakak . Begitu pula zain selalu menjaga max , sedangkan mona dan hendra semakin hangat . Tidak ada kebencian di mata hendra terhadap istri nya , bahkan mereka semakin romantis karena kehadiran max dan zain selalu membuat tawa mereka . Hingga akhir nya lahir dave dan chleo .


Flashback off


Chleo yang melihat mama nya menangis tersedu sedu di depan pintu ruang kerja paoa nya terkejut kemudia ikut mendengar kan suara di balik pintu tersebut .


Mama mona terkejut dengan kehadiran putri nya , ia tak menyangka jika putri nya ikut menguping di belakang nya .


Ceklekkk,,,,,


Suara pintu membuyarkan cerita papa hendra , ketiga orang yang berada di dalam ruangan tersebut terkejut dengan kehadiran chleo .


" Jadi papa sudah menyiapkan jodohku sejak chle dalam kandungan ? Bahkan aku belum di cetak ?" Ucapan chleo membuat papa hendra tertegun ,ia tak menyangka jika putri nya itu mendengar cerita nya .


Kemudian chle berjalan mendekati papa nya disusul mama nya , ia kemudian dudum disamping papa nya merangkul nya .


" Terimakasih papa , bahkan aku sangat mencintai nya. " Ucapan chle membuat dave tersindir .Ia kemudian beranjak meninggalkan tempat itu disusul zain yang bergegas menerima telepon .


" Mana suami mu ?" Tanya papa nya .


" Ia masih tertidur setelah bertempur ." Ucap chle berbisik pada papa nya kemudian meninggalkan papa dan mama nya sendiri .


" Papa ,,,, Chle ingin punya adik ." Ucap chle menggoda papa mama nya .


Papa dan mama zain masih diam membisu .Entah apa yang akan mereka bicarakan di ruang tertutup tersebut.


Bersambung 😊😊🙏🙏🙏🙏