
Beberapa saat setelah selesai dengan rutinitas mandi nya , Zain kewalahan karena ayris tertidur harus susah payah menggendong ayris ke shower untuk membersihkan busa sabun yang masih menempel di tubuh nya .
Setelah beberapa saat zain yang selesai membersihkan tubuh ayris mengangkatnya je ranjang tempat tidur meskipun masih memakai bathrobe .
" Kau mulai berisi sekarang , tetapi semakin sexy dan membuat ku tergila gila ."
" Sayang daddy jangan nakal di perut mommy ! Atau daddy akan memarahi mu ."
Zain yang bermonolog sendiri menyentuh pelan perut ayris yang kini tampak membuncit .
Ia tersenyum pada perut itu lalu mencium nya .
Tidak berapa lama rian yang menghubungi nya melalui ponsel nya memberitahu jika kedua orang tua nya telah berada di rumah sakit untuk mendapat kan perawatan intensif .
Zain hanya bisa menghela nafas kasar nya karena kecerobohan papa nya . Zain hanya ingin membuat papa nya mengetahui tentang sisi lain dari wanita yang di cintai nya selama bertahun tahun.
Zain yang turun ke lantai bawah membuat sarapan untuk istri nya yang tertidur kembali sehabis berolah raga pagi dengan nya .
Sesekali zain tersenyum sendiri mengingat tingkah konyol gadis nakal itu . Ia bahkan kewalahan dengan sifat ayris yang berubah ubah setelah ia di nyatakan hamil .
" Sayang , Mana cucu nenek ? kenapa ia tidak ikut turun sarapan ?" Nenek jaya yang melihat tersenyum sendiri merasa heran pada cucu nya itu karena menantu nya tidak terlihat sama sekali . Rasa curiga pun menyelimuti nya .
" Ayris masih tidur nek , ia suka tidur sejak mengetahui jika ia hamil . " Ucap zain mencium sebelah pipi nenek nya .
" Lalu kenapa kau tersenyum sendiri ?" Nenek jaya pun bertanya penuh selidik .
" Karena ,,,,, Tidak apa apa nek . Zain tersenyum melihat ayris tertidur sangat menggemaskan ." Ucap Zain nengalihkan pembicaraan nya . Ia tidak mungkin menceritakan tingkah konyol ayris meminta olahraga pagi dengan nya bahkan tanpa rasa malu malu .
Karena ia yang tak mengerti apa yang di maksud ayris , alhasil ayris merajuk pada nya .
" Zain , kau sangat mencintai nya bahkan lebih dari vivi dulu ." Ucapan nenek nya mengingatkan sekilas tentang masa lalu nya dengan vivian.
" Tentu saja , aku mendapatkan nya dengan susah payah bahkan harus melalui drama korea yang harus ku putar terlebih dahulu ." Ucapan zain membuat nenek jaya bingung kemudian mendekat pada zain .
" Drama korea ,,,, apa maksud mu ? Jangan bilang kau melakukan hal yang sama seperti kakek mu adinata ." Zain kemudian menatap tajam pada nenek nya .
" Hahahaha,,,, aku memang tergila gila pada istri ku nek . Tapi aku tidak segila kakek , jangan samakan zain dengan kakek ." Zain yang merasa sedikit marah dengan ucapan nenek nya.
" Lalu drama korea apa ?" Nenek jaya mendekatkan kepalanya pada zain yang tengah membuat sarapan untuk istri nya.
"Drama korea apa ?" Kakek arijaya yang baru saja sampai di ruang makan terkejut melihat cucu dan istri nya berbicara seperti itu .
" Drama korea kesukaan ayris kek ." Jawaban zain membuat nenek jaya cemberut kesal setelah zain berlalu membawa sarapan untuk cucu menantu nya .
" Kau itu mengganggu saja ." Nenek jaya kesal pada kakek arijaya namun ia tetap membuatkan kopi kemudian memberikan segelas kopi tersebut pada kakek .
" Kenapa ? Aku salah apa ?Aku hanya bertanya ? memang nya apa yang kalian bicarakan ?" Jawaban kakek arijaya membuat nenek jaya menggelengkan kepala nya .
" Ah,,,sudah lah . Kau tidak akan mengerti ." Nenek jaya kesal pada suami nya melenggangkan pergi meninggalkan nya sendiri .
Arijaya hanya menggelengkan kepala nya melihat tingkah istri nya .
" Jaya,,,, jaya kau seperti anak muda saja ." kakek jaya bermonolog sendiri setelah istri nya pergi .
Zain yang telah sampai di depan kamar nya membuka pintu kamar nya kemudian mengunci kembali pintu tersebut .
" Sayang , kau sudah bangun ?" Zain yang melihat istri nya sudah bangun terlebih dahulu sebelum ia sampai tersenyum manis .
" He'em ,,,, tapi tidak ada kau di samping ku suami ku tercinta ." Ucapan ayris membuat zain mengeryitkan dahi nya . Ia merasa ada sesuatu yang aneh dengan ayris, mood nya yang berubah ubah terkadang membuat nya kewalahan .
" Ada apa ? Kau menginginkan sesuatu ?" Zain memberikan segelas susu hamil kepada nya .
" Tidak,,,, apa ada yang aneh dengan ku ?" Jawab ayris yang menerima segelas susu tersebut .
Namun zain hanya mengangkat bahu nya kemudian memakan sepotong roti untuk sarapan nya .
Zain juga dengan telaten menyuapi ayris dengan beberapa potong buah atau pun roti sandwich kesukaan nya .
Beberapa menit ayris yang telah menyelesaikan sarapan nya bergelayut manja di lengan zain . Zain merasa pasti ada yang ayris inginkan hingga ia bersikap manja seperti ini .
" Kapan kita akan pulang ? Aku rindu dengan kamar ku ? Dengan mira yang bawel itu dan juga dengan kucing ku ."Akhir nya ayris menyatakan keinginan nya .
" Bukankah ini kamar mu juga ? Aku membuat nya sama . Aku bisa menyuruh rian menjemput mira atau kau menginginkan kucing mu itu ." Ayris kalah telak dengan ucapan zain bahkan tak bisa berkutik sekarang hanya diam membisu.
" Kucing mu ada di lemari itu ?" Ucap zain menunjuk dengan jari telunjuknya ke sebuah lemari .
" Tidak,,,, aku menginginkan kamar ku ." Ayris tampak kesal dengan jawaban zain .
" Hahahaha,,,, kau menggemaskan jika sedang marah . Baiklah kita akan pulang , tapi dengan satu syarat ." Perkataan zain membuat wajah ayris berbinar kemudian tersenyum melihat suami nya .
" Apa ,,,?" Jawaban polos dari ayris membuat nya menyunggingkan senyum .
" Kita akan pulang menemui papa di rumah sakit ." Wajah yang berbinar seketika berubah murung .
" Jika kau tidak mau ,kita tidak akan pulang ." Ucapan zain yang memaksa nya membuat ayris kesal kemudian memutar otak nya mencari akal untuk bisa mengajak zain pulang .
" Sayang lihat lah daddy mu ! Ia membuat mommy bersedih , padahal mommy hanya ingin pulang ke mansion kita sendiri ." Zain mengeryitkan dahi nya mendengar ucapan ayris yang tengah mengelus perut nya yang semakin membuncit .
" Hahahaha,,,, kau menjadikan anak mu sebagai tameng . Jangan harap itu berhasil !." Ucap zain yang tengah berganti pakaian di ruang ganti .
" Huuuh,,,, kenapa tidak berhasil ? Aku harus mencari cara yang jitu ." Gumam ayris dalam hati nya.
" Haaaaaa,,,,,,hiks hiks hiks ,,,,haaaaaa ,,,hiks hiks,,,,." Zain yang mendengar suara tangis ayris bergegas lari menghampiri ayris .
" Sayang ,,,ada apa ? Mana yang sakit ? Anak kita menyakiti mu ?" Zain yang tengah panik ternyata semakin panik ketika mendengar gedoran pintu dari luar .
Dokk ,,,,dokk,,,dokk,,,
Zain yang tengah di landa ke panikan akhir nya membuka pintu kamar nya .
Ceklekkk,,,,
" Ada apa zain ? kenapa menantu menangis ?" Nenek jaya yang panik setelah mendengar ayris menangis bergegas menghampiri cucu menantu nya .
" Sayang , ada apa ? kenapa menangis ? zain menyakiti mu ?" Nenek jaya yang menenang kan ayris yang tengah menangis .
" Iya nek , zain tidak mau menuruti permintaan ku ." Nenek jaya seketika berteriak pada zain .
"Zaaaaàin,,,,."
"Hemmmm,,,, " Zain akhir nya sadar jika itu hsnya trik ayris agar bisa menuruti permintaan nya .
Ia mendengus kesal menghela nafas kasar nya .
"Katakan sayang apa yang kau ingin kan ? Nenek akan mewujudkan nya ." Ucap nenek jaya .
" Ayris ingin pulang nek , baby rindu ruang hidroponik nya ." Ucapan ayris membuat nenek jaya memandang heran pada zain .
" Kau ingin pulang , apa kau tidak suka tinggal di sini ? bersama nenek dan kakek ." Ucapan nenek membuat ayris merasa bersalah namun entah mengapa keinginanya semakin kuat .
" Hiks,,,,hikss,,,bukan begitu nek ,ayris hanya menuruti keinginan baby ." Ayris yang masih dengan drama nya menangis demi memperlancar usaha nya .
Sedangkan zain yang melihat nya menghela nafas kasar nya , istri nya yang imut juga memiliki sisi licik seperti diri nya .
" Baiklah , nenek akan mengantar mu pulang." wajah ayris berbinar mendengar jawaban nenek jaya .
" Sungguh ." Ayris memegang kedua tangan nenek nya .
" Iya sayang ." jawaban nenek jsya membuat ayris pun memeluk nenek jaya dengan menjulurkan lidah nya pada zain .
Zain dengan tatapan tajam nya melihat istri nya yang menang dengan sandiwara nya .
Ayris kemudian berganti baju di ruang ganti sesuai dengan janji nenek nya bahwa nenek jaya akan mengantar nya pulang .
Saat ia tak melihat siapa pun di samping nya , ayris terkejut dengan sebuah tangan yang tiba tiba menarik nya .
" Aaaaaaaaaaa,,,,,."