ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 141.


Kakek Zain yang masih di dalam ruangan merasa kecewa dengan video tersebut , ia yang semula berharap bisa menikahkan Zain dengan Lisha dilihat dari bibit bobot bebet nya .


Gadis yang mempunyai karir sendiri ,mapan ,cantik dan juga berpendidikan namun semua hanya sampul nya saja .


Bagaimana mungkin ia menikahkan dengan cucu nya jika ia sudah tak perawan apalagi melihat trik kotor yang di miliki nya bukan tidak mungkin jika ia akan memainkan hal yang sama nanti nya jika sudah menikah .


" Reno ,,, semula aku berpikir putri mu cocok untuk cucu ku . Kau juga sahabat putra ku ,kita sudah lama mengenal tapi sayang sekali ,,."


" Aku memberi mu waktu satu kali dua puluh empat jam !! tarik kembali konferensi pers mu !."


" Jika tidak ,,,, kau akan tahu akibat nya !"


" Dan kau gadis kecil ,,,, Kau salah bermain main dengan keluarga Adinata !."


" Dengar !! meskipun aku sudah tua ,aku bisa menghancurkan mu dalam satu menit ."


Ucapan kakek Zain membuat keluarga Lisha , papa ,mama dan lisha sendiri gemetar merinding mendengar nya .


Seperti rasa nyeri tapi tak tahu di mana letak sakit nya kakek zain keluar dari ruangan itu dengan langkah gontai sementara keluarga masih berkumpul di lobby menunggu nya .


Yang tertinggal hanya mereka bertiga dimana rasa syok masih menyelimuti mereka apalagi papa lisha yang selama ini membela nya begitu kekeh menjatuhkan sahabatnya dan juga reputasi keluarga .


Plakkkkkkk,,,,,.


" Auwwwww,,,." Lisha merintih kesakitan ketika pipi mulus nya ditampar oleh sang papa .


" Pa ,,, ." Mama lisha terkejut dengan sikap suami nya yang begitu garang .


" Aku mempertaruhkan reputasi keluarga untuk mu tapi apa yang papa dapat ?" Ucap Papa Lisha yang tersulut emosi .


Plaakkkkkk,,,,,


"Pa ,,, sudah pa , lisha putri kita . Wajar ia melakukan kesalahan ,lisha juga tidak tahu ." Mama lisha memegang tangan suami nya yang marah .


Sementara Lisha memegang kedua pipi nya ,ia terjatuh duduk di lantai setelah papa nya menampar nya .


" Apa,,, kau masih membela nya !! Lalu bagaimana dengan cara kotor nya mencampuri minuman Zain ? "


" Tak tahu malu !! Aku malu ma memiliki putri seperti nya . Aku tidak mendidik nya untuk berbuat seperti itu ."


" Kenapa semua ini terjadi pada ku ? Salah apa aku pada mu ? semua keinginanmu aku turuti tapi ternyata kau membuat malu keluarga."


Papa lisha jatuh terduduk di lantai menangis dengan apa yang sudah terjadi .Ia mulai berpikir jika ia telah salah memanjakan nya hingga membuat gadis kecil nya berubah menjadi seperti itu .


Lisha yang duduk di lantai tak menjawab apapun , ia masih syok dengan apa yang terjadi diluar dugaan nya . Dengan menyebarkan berita itu , Lisha mengira jika ia selangkah lebih maju menggapai Zain ternyata sungguh di luar dugaan .


" Papa akan mengatur keberangkatan mu kembali ke negara A." Ucap sang papa yang kemudian berdiri meninggalkan tempat itu.


" Tapi,,, pa ." Lisha yang ingin berbicara terpotong dengan ucapan papa nya .


" Cukup lisha !!! Belum cukup kau membuat malu keluarga kita !!." Ucapan papa lisha yang penuh kemarahan membuat lisha meremas kesal dress nya.


"Papa tidak mau kamu semakin membuat malu keluarga . Ingat jangan coba coba untuk kabur !! Camkan baik baik lisha !." kemarahan papa nya semakin memuncak .


" Atau papa akan mencoret mu dari daftar keluarga !!." Papa lisha dan mama nya meninggalkan tempat itu ,sementara lisha yang masih duduk di lantai terlihat kesal memukul mukul lantai .


" Aaaaaggg,,,,,, Brengsek ,,,,,sialan kau Zain . Aku tidak akan mundur !! kau akan tahuapa yang akan aku lakukan ?."


" Aku harus meminta bantuan bram ,,, yahh bram ."


" Tapi ,,,, bagaimana jika ia menolak nya ? tidak ,,,tidak ,,,dia bisa di andalkan ."


Lisha yang terlihat berantakan dan menangis segera merapikan diri nya sendiri kemudian berjalan meninggalkan tempat itu .


Ia segera menghubungi manager nya untuk menjemput nya dan membawa nya ke apartemen yang disediakan bram untuk nya .


Sang manager pun memberitahu jika berita tentang pertemuan keluarga mereka .


" Kamu benar benar top lisha sekali tangkap dapat ikan besar ,,,, haaaaaa haaaaa." Ucap sang manager .


" Ikan besar apa ? Yang ada kandang buaya ." Ucap lisha yang terlihat kesal . Karena sikap nya yang gegabah kini membuat nya susah bahkan menghancurkan reputasi dan karir nya sendiri .


" Kandang buaya ? Maksud loe ?" Jay manager nya yang tak mengerti ucapan lisha hanya mengernyitkan dahi nya .


" Iya,,, semua kebohongan gue terbongkar ." Ucap Lisha dengan kesal nya .


" Apaaaaa jadi maksud loe,,,?"


"Iya ,, Zain yang aku kira bisa dengan mudah ku dapatkan ternyata ular berbisa . Dia punya salinan cctv waktu pertemuan bisnis dengan papa."


Ucap Lisha dengan kesal nya bercerita.


" Haaaaahhh,,,,,,.kok bisa ? ." Sang manager terperanjat mendengar penjelasan Lisha .


" Entahlah ? Gue juga nggak tahu , padahal gue udah cek jika cctv di tempat itu mati dan memang aku bayar orang suruh matiin . Gila nggak ?" Ucap Lisha panjang lebar .


" Haaaaa haaaaaa ,,,, .Lisha ,,,,lisha,,,,kau terlalu ceroboh ."


" Kakek Zain yang semula membela gue jadi berbalik arah ,,,, nyebelin nggak sih ." Ucap lisha mengerucutkan bibir nya .


" Haaaaaaa haaaaa ,,,, sudah jatuh tertimpa tangga pula ." Jay yang sengaja meledek nya membuat lisha kesal .


Plakkkkk,,,,plakkkkk


" Auwwwwww,,, sakit sha ."Jay yang meringis karena lengannya dipukul oleh lisha .


"Lagipula ya sha , kamu itu sudah enak jadian sama Bram. Masih ingin lebih lagi ,,, Dasar rakus loe !!." Ucapan jay memang ada benar nya namun Lisha terlalu terobsesi dengan Zain .


" Loe nggak tahu jay , Zain itu cinta pertama gue . Sampai detik ini gue nggak bisa lupain dia ." Lisha yang akrab dengan manager nya memang tak pernah tahu tentang cerita ini .


" Oh ,,, pantesan kamu begitu terobsesi sama Zain . Tapi sha semua yang kamu lakukan bisa jadi membuat karir mu hancur bahkan keluarga mu . Kamu nggak mikirin itu ?" Lisha mulai tercengang dengan ucapan jay yang memang benar ada nya .


Ia seakan lupa dengan keluarga nya hanya demi kepentingan pribadi nya mengorbankan nama baik keluarga bahkan bisnis papa nya .


Bagaimana ia bisa hidup tanpa kemewahan ? Lisha yang sedari tadi diam akhir nya ada sedikit penyesalan tapi nasi sudah menjadi bubur, ia pun tak bisa mundur .


" Aku tidak peduli ! jika Zain tidak bisa ku miliki maka orang lain juga tak boleh memiliki nya . Aku akan menyingkirkan nya seperti vivian . Haaaaa haaaaaa,,,,." Ucap Lisha .


" Vivian ,,,? Apa maksud mu ? Jangan bilang kau akan melakukan hal gila Lisha ?" Jay yang mulai khawatir dengan lisha mulai tak tenang .


" Tidak ,,,, tidak apa apa jay . Kau tenang aja jay , aku baik baik saja ." Ucap Lisha dengan tersenyum sinis .


Beberapa saat kemudian jay yang mengemudi kan mobil nya telah sampai ke apartemen mewah milik lisha yang di berikan oleh bram pada nya . Lisha pun segera turun dan naik ke lantai atas dimana apartemen itu berada .


Lisha segera membuka apartemen nya dengan kode yang ia miliki .


Tit ,,,tit ,,,tit,,,tit,,,,,


" Aneh ,,, kenapa nggak bisa ? Apa aku salah memasukkan kode nya ?" Kemudian Lisha mencoba lagi bahkan dengan kunci nya namun pintu itu tak terbuka .


Beberapa saat kemudian ia terkejut dengan pintu yang terbuka dari dalam .


Ceklekk ,,,,,,


" Kauu,,,,,, aaaaggggghhh.'


Bersambung 🙏🙏😊😊😊