ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 133.


Setelah selesai sarapan , Zain menggendong istri nya ke taman belakang menikmati pemandangan taman yang sangat elok dengan sinar matahari pagi yang menyapu kulit mereka .


Saat seperti ini ia akan banyak menemani sang istri agar ayris tidak curiga dengan hal tersebut . Zain tidak ayris merasa terhianati dengan kejadian tersebut , ia akan berusaha mengalihkan istri nya dari berita berita miring tersebut .


Di sisi tempat kakek dan nenek Zain yang tiba dari negara A ,setelah turun dari pesawat banyak para wartawan yang mengejar nya . Dengan sangat emosi tanpa bertanya lebih jauh , kakek dan nenek dari pihak papa nya mengatakan pada wartawan jika Zain akan menikahi nya .


Mereka geram dengan putra nya sendiri bahkan dengan Zain cucu nya karena tidak memberi klarifikasi dengan ada nya kejadian tersebut . Bahkan jika zain tidak bertanggung jawab maka ia yang akan memaksa cucu nya untuk bertanggung jawab .


Jawaban yang mereka berikan kian memperkeruh keadaan bahkan semakin membuat lisha tersenyum lebar . Tanpa ia ketahui sesuatu yang akan menimpa nya dan tanpa mempertimbangkan peringatan papa Zain , papa lisha pun dengan lantang memberi informasi yang menyudutkan keluarga Zain .


Setelah beberapa saat kakek dan nenek Zain pun berada di dalam taksi , mereka datang tanpa memberi tahu siapapun termasuk papa Zain .


Papa Zain yang sibuk menerima telepon dari klien, sahabat maupun keluarga tidak bisa memberi jawaban tentang hal tersebut yang ia berikan hanya jawaban yang membuat mereka diam dan tak juga menyalahkan kejadian itu . Akhir nya mereka paham jika keluarga terpandang seperti mereka banyak yang ingin menjebak atau menjatuhkan mereka .


Apalagi Zain juga seorang pengusaha mandiri yang berdiri sendiri sejak muda tanpa bantuan ayah nya , tak jarang orang orang banyak yang tertarik pada Zain .


Dengan paras nya yang tampan mereka berlomba lomba mendapatkan hati sang pujaan hati , ditambah lisha memang di ketahui mengejar Zain sejak lama .


Sedangkan Mama Zain yang bersedih dengan kejadian ini pun hanya diam membisu tanpa menyentuh makanan sedikit pun . Papa Zain yang melihat nya hanya bisa menghibur nya tanpa menunjukkan hal yang sebenar nya sesuai dengan permintaan Zain .


" Pa ,Ma ,,, kami pamit dulu ?" Ucap Max pada kedua orang tua angkat nya sekaligus mertua nya .


Mama dan papa Zain terkejut mendengar perkataan max ,sementara Chleo hanya diam tanpa bisa bicara apapun sesuai pesan kedua orang tua nya ia harus menjadi istri yang berbakti dan patuh pad suami nya .


" Max ,,,kau akan meninggalkan mama dalam keadaan seperti ini ?" Ucap sang mama yang menatap sendu pada putri nya dan juga puyra angkat nya tersebut.


" Max harus bekerja Ma, bagaimana aku akan menghidupi keluarga kecil ku jika aku tidak bekerja ?" Ucapan Max memang ada benar nya juga .


" Baik lah ,,,jika itu keputusan mu . Apa kau tidak ingin meninggalkan Chleo untuk menemani Mama di sini ?" Ucapan sang mama mendapat tatapan tajam dari Max .


" Tidak ma , maafkan max .Max takut chle akan membuat mama repot !!." Ucap Max tegas ,ia bahkan takut jika Chle menjadi sasaran amukan seseorang yang sedang mengintai .


" Tapi Max ,,,,,." Belum sempat Mama melanjutkan Ucapan nya Max sudah terlebih dulu memotong pembicaraan mama nya .


" Ada Kak Dave yang menemani mama ." Dave yang sengaja melewati kamar sang mama terkejut mendengar ada nya perubahan max ketika memanggil nama nya .


" Haaaaa haaaaaa ,,,,. Sejak kapan kau memanggilku kakak , Max ?" Ucap Dave melipat kedua tangan nya ke dada nya .


Ia tersenyum mengejek bahkan sengaja membuat max mau pun Chle kesal . Namun semua berbanding terbalik ketika Max pun dengan senyum sinis nya berbalik mengejek Dave .


" Haaaaaa haaaaa ,,,, .Bahkan sebentar lagi kau akan di panggil Papa oleh anak ku ." Senyum ejekan itu berhasil membuat mama mereka merasa terhibur dengan kicauan burung di depan nya .


" Apa aaa,,,,, Mama akan punya cucu ." Mama mona berdiri menghampiri chleo yang sedang berdiri dan meraba perut datar Chle.


Sedangkan Dave yang terkejut dengan Jawaban max maupun ucapan mama nya hanya bisa berdecak kesal .


" Tidak ,,,, Aku tidak mau di panggil Papa !!. Enak saja , Panggil Om saja ." Ucap Dave dengan senyum nya yang mengembang .


" Heeiii ,,, kau itu kan kakak istri ku wajar kalau kau di panggil Papa tua ." Max yang tak mau mengalah akhir nya berhasil membuat Dave kesal meninggalkan kamar sang mama .


" Cihhhkkkkk ,,, yang benar saja. Masa iya aku dipanggil papa tua . " Ucap Dave yang berlalu meninggalkan kamar mama nya .


" Dasar Max sialan ! Kau sedang mengerjaiku ." Dave yang berjalan dengan menggerutu nampak kesal dengan pernyataan max .


Sementara mama mereka yang mrlihat nya tersenyum pada mereka semua.


" Sudah ,,,, sudah , kalian ini selalu bertengkar jika bersama . Tak pernah berubah !! Itu yang membuat mama terhibur ." Ucap Mama mona menitikkan air mata di sudut mata nya .


" Max ,,,, jaga baik baik cucu mama !!." Ucap Mamanya pada Max ,sementara Chleo merasa kesal dengan ucapan Mama nya .


" Cihhhkkk ,,,, mama ini hanya khawatir pada cucu mama sedangkan pada putri mu tidak ." Ucap Chleo berdecak kesal .


Sementara Max dan papa nya hanya tersenyum melihat ibu dan anak itu bertengkar .


" Tentu saja ,,,tidak ." Ucapan mama membuat nya semakin kesal bahkan membuat twlonga nya panas ketika ia mendengar jawaban yang menyenangkan tetapi ending nya menyakitkan .


" Ah,,, sudah lah . Aku tidak akan menang melawan mama jika ada kak max , ia pasti membela mu !!."Ucap Chleo yang membuat sang mama senang melihat putrinya kesal.


Setelah beberapa saat mereka berpamitan , max dan chleo meninggalkan Mansion utama . Mereka berpapasan dengan sang kakek dan nenek , tetapi baik Chle maupun Max tidak menyapa mereka . Sikap dingin yang di miliki kedua nya memang seperti sikap dingin sang kakak Zain .


" Heii bocah , kau tidak menyapa kakek dan nenek mu sama sekali . Sudah hilang kah sikap hormat mu pada orang tua ?" Ucapan sang kakek menghentikan langkah Chleo .


" Kakek lupa jika aku bukan bocah lagi bahkan aku sudah menjadi seorang istri ?" Ucapan Chleo membuat sang kakek dan nenek menjadi geram di buat nya .


" Dasar bocah ingusan ,,, kau berkata seperti itu pada kakek mu ?" Ucap sang Nenek membela kakek nya .


" Upss,,,, kakek ya . Seorang kakek yang tega menjebak putra nya sendiri , mengorbankan kebahagiaan putra nya. " Ucap Chleo dengan nada tinggi nya.


Kakek dan nenek Chleo terdiam sejenak mencerna perkataan Chleo . Sementara Max sudah memanggil Chleo untuk segera naik ke mobil .


" Sayang , Ayo !!." Chle yang menoleh ke arah suara tersenyum kemudian menatap kedua kakek dan nenek nya dengan mata elang nya .


Sementara sang nenek maupun sang kakek hanya terdiam membisu melihat kedua nya pergi meninggalkan mansion tersebut.