ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 230.


Wijaya yang meninggalkan mansion zain tanpa berpamitan pada ayris terbang dengan helicopter pribadi nya menuju atap rumah sakit arijaya yang memang kebetulan di rawat disana.


Nenek jaya tengah menghubungi sahabat nya yang memang menginap di mansion nya .


📞 incoming call '' Jaya sahabat ku "


Maya terkejut ketika mendapat telepon dari sahabat nya karena sebelum nya jaya telah ber pesan tidak bisa sering menelepon atau pun segera pulang karena menemani cucu nya yang sedang sakit .


📞 :" Jaya , Kau sedang tidak sibuk ?"


📞 :" Tidak maya , aku hanya ingin memberi mu kabar ."


📞 :" Apa suami ku yang menyuruh mu ?"


📞 :" Ayo lah maya , kau tak perlu bersikap seperti itu .Kita sudah sama sana tua."


📞 :" Bagaimana menurut mu jika di abaikan jaya ?"


📞 :" Aku tahu itu tapi beri dia kesempatan menjelaskan ! Mungkin sedang tidak ada signal atau pun tak ada baterai."


📞 :" Hmmm ,,,,mungkin ."


📞 :" Kabar apa yang ingin kau berikan pada ku ? Apa kau akan kembali ? atau cucu mu sudah sembuh ?"


📞 :" Bukan maya , tapi mengenai kakak mu sukma ."


📞 :" Kak sukma ,,,. Ada apa dengan nya ? dan bagaimana kau tahu ?"


📞 :" Minah menelepon suami mu dan memberitahukan nya kalau sukma mengalami kecelakaan ."


📞 :" Apaaa,,,!"


📞 :" Minah juga menelepon mu tetapi tidak tersambung ."


📞 :" pulang lah maya ! Kakak mu membutuhkan donor darah yang sama dengan mu ."


📞 :" Tidak jaya , untuk apa aku pulang ? Menyelamatkan perempuan yang beberapa kali merusak rumah tangga ku ?"


📞 :" Maya , mungkin ada kesalahpahaman di antara kalian ? Jangan terbawa emosi ! Cari kebenaran nya terlebih dahulu. Bukankah kau masih ingin melihat cucu mu ?"


Perkataan jaya memang ada benar nya dan juga membuat nya tenang meskipun ada rasa sakit hati ketika mendengar berita sukma telah kembali setelah menghilang .


📞 :"Tapi,,,,,."


📞 :" Maya ,apa kau percaya pada ku ?"


📞 :" Iya jaya , Baiklah . Aku akan segera pulang dan maaf jika aku merepotkan mu ."


📞 :"Tidak maya sama sekali tidak .Pulang lah !"


📞 :" Iya jaya . Terima kasih untuk semua nya.


📞 :" Klik."


Sambungan telepon kedua nya pun terputus dan maya yang memang menginap di mansion arijaya kini bergegas akan pulang ke mansion nya .


Selama dalam perjalanan maya hanya diam membisu memikirkan perkataan sahabat nya jika ada kesalahpahaman antara mereka .


Sementara wijaya yang telah sampai di rumah sakit bergegas mencari minah yang masih menunggu nya di rumah sakit .


Tak lama mencari wijaya pun akhir nya menemukan minah yang duduk di depan ruang ICU.


" Minah , bagaimana keadaan suk,,,, kakak ?"


Wijaya yang melihat minah segera menghampiri nya .


" Tuan anda lama sekali . Beruntung ada seorang wanita muda mendonorkan darah pada nyonya sukma hingga nyawa nya bisa tertolong ."


Ucap minah terlihat sedikit kesal pada tuan nya.


" Wanita muda ,,,,? Siapa dia ? Apa kau mengenal nya ? "


wijaya terkejut dengan pernyataan minah .


" Tuan, satu satu pertanyaan nya . Seperti penyidik saja banyak sekali pertanyaan nya ."


Minah terlihat kesal dengan pernyataan tuan nya.


" Baiklah,,, baiklah . Sekarang katakan apa yang sebenar nya terjadi ?"


Ucap wijaya mengalah berdebat dengan minah .


Minah mulai menceritakan kejadian demi kejadian yang terjadi selama tuan dan nyonya nya pergi .


Hingga terjadi nya beberapa keributan yang di sebabkan oleh neta dan ibu nya hingga akhir nya sukma datang ke mansion . Dan juga terbongkar nya penyamaran neta karena sukma hingga terjadi pemgusiran yang di lakukan oleh sukma.


Namun neta yang tidak terima menghampiri ibu nya dan memcekik leher ibu nya sendiri hingga terjadi tarik menarik dan dorong mendorong antara mereka sampai akhir nya terjadi benturan keras di kepala sukma saat terjatuh terbentur tiang teras yang kebetulan sedikit runcing.


Wijaya terkejut mendengar semua kejadian yang di katakan oleh minah .


Wijaya masih beruntung karena sukma datang ke mansion nya dan menyelamatkan istrinya dari gadis jahat tersebut.


Tetapi ia tak bisa menyangkal rasa bersalah nya karena terjadi kecelakaan yang hampir saja merenggut kakak ipar nya tersebut .


" Lalu ,,, siapa yang mendonorkan darah pada kakak minah ?"


Wijaya yang teringat perkataan minah jika ada seorang perempuan cantik yang mendonorkan darah pada kakak ipar nya tersebut .


" Saya juga tidak tahu tuan , dia sudah pergi ketika saya berhasil menghubungi tuan ."


Ucap minah .


" Apa ia tidak meninggalkan nomor telepon yang bisa di hubungi ?"


Ucap wijaya .


" Tidak tuan dia menghilang seperti angin ."


Minah yang berkata jujur .


" Hemm,,, sudah lah minah . Mudah mudahan orang tersebut baik baik saja meskipun kita belum ber terima kasih pada nya."


Ucap wijaya .


" Tuan , kenapa nyonya tidak bisa di hubungi ? Minah khawatir terjadi sesuatu . Sebelum nyonya pergi masih sempat meminta air minum ."


Minah merasa sedikit khawatir dengan nyonya nya karena maya sulit sekali di hubungi.


" Nyonya mu baik baik saja minah . Mungkin sebentar lagi sampai .Kau ingin pulang ? Pulang lah ! Aku akan berjaga di rumah sakit ."


Wijaya merasa tidak tega dengan minah yang sudah tua harus menginap di rumah sakit .


Minah memang terlihat sangat mengkhawatirkan maya .


" Baiklah kalau begitu keinginan mu ."


Wjaya mengambil tempat duduk di salah satu bangku kosong .


Sedangkan minah tak berada jauh dari sana .


Beberapa saat maya yang masih dalam perjalanan tiba di lobby rumah sakit . Ia pun ke meja recepsionis menanyakan dimana keberadaan kakak nya di rawat .


Dalam langkah gusar dimana ia harus ingat kembali terjadi nya perang keluarga yang menyebabkan ia harus menikah dengan tunangab kakak nya tersebut yaitu wijaya yang hingga kini masih menjadi suami nya .


Dimana sang kakak yang harus menikah dengan suami nya melarikan diri dengan kekasih nya.


Setelah beberapa saat menghilang ia pun kembali dengan berita jika tengah hamil anak dari suami nya .


Kenangan demi kenangan masa lalu terlintas kembali di pikiran nya bahkan rasa takut akan kehilangan suami nya bahkan rasa takut jika kakak nya akan mengacaukan kembali kehidupan mereka .


Di saat langkah kaki dan pikiran nya tidak sama , maya hampir saja terjatuh jika tidak ada seseorang yang memberitahukan nya .


'' Nyonya, hati hati ! Ada anak tangga di depan anda ?"


Ucap seorang perawat yang berpapasan dengan maya yang terlihat sedang melamun.


" Ah,,, i,,, ,,iya suster terima kasih ."


Ucap maya yang kemudian berjalan kembali ke ruang ICU yang tidak jauh berada di sana.


Wijaya yang tidak jauh berada di sana melihat maya yang terlihat tengah melamun dan juga terlihat cemas segera menghampiri istri nya itu kemudian memeluk nya .


" Maya,,,, Aku senang kau baik baik saja .Maaf kan aku yang meninggalkan mu dalam keadaan bahaya."


Wijaya memeluk istri nya yang diam membisu yang akhir nya menangis di pelukan suami nya tersebut .


" Sudah lah , jangan menangis ! Ayo kita duduk !"


Wijaya mengerti perasaan istri nya dan juga apa yang tengah ia rasakan saat ini .


" Apa kau sudah merasa lebih baik ? "


Wijaya yang menggenggam tangan istri nya mencoba menenangkan nya dan maya hsnya mengangguk pelan .


Rasa canggung menyelimuti maya yang tidak tahu apa yang akan di katakan nya pada suami nya .


Di sisi lain hati nya maya merasa senang suami nya kembali dan mencemaskan diri nya tetapi tidak di pungkiri ada rasa kesal ketika mendengar kakak nya kembali setelah sekian lama menghilang.


" Ada apa maya ? Kau terlihat gelisah .Tenang lah ! Kakak mu sudah melewati masa kritis nya karena ada seorang wanita yang mendonorkan darah nya ."


Ucap wijaya menepuk tangan maya di dalam genggaman nya .


Maya yang tidak menjawab sama sekali hanya menatap pilu wajah suami nya .


" Kenapa kau menatap ku seperti itu ? Apa kau sedang memikirkan sesuatu ? Atau ,,,,."


Wijaya menatap heran pada istri nya yang tak berkedip memandang diri nya.


" Kak sukma,,,,,."


Maya tidak kuasa melanjutkan perkataan nya yang akan mengingatkan pada masa lalu mereka.


" Sukma sudah melewati masa kritis nya . Apa yang kau khawatir kan ? Kau khawatir tentang dia akan membuat kacau keluarga kita ?"


Wijaya seakan mengerti dengan kekhawatiran maya lewat sorot mata tajam yang tengah menatap nya.


Tanpa menjawab apa pun maya hanya menganggukkan kepala nya .


" Tenang lah maya ! Aku sudah menemukan cara membuat nya berhenti melakukan semua itu ."


Wijaya masih mencoba menenangkan kekhawatiran istri nya .


" Maksud mu ? "


Maya terlihat tenang mendengar perkataan suami nya .


" Iya , kau akan melihat sendiri nanti . Sekarang tenang lah ! Kau harus menjaga kesehatan mu untuk hari hari tua kita menemani cucu dan buyut kita ."


Ucapan wijaya membuat maya menatap tajam pada suami nya seakan tak percaya apa yang baru saja ia dengar.


" Apaaaa,,,, ! Jadi kau telah menemukan cucu kita ."


Maya menutup mulut nya seakan tak petcaya mendengar perkataan suami nya dan juga mendapat anggukan kepala dari wijaya atas pernyataan nya.


" Ehh,,,, tunggu dulu. Apa maksud mu dengan buyut ? Apa ia tengah mengandung ? berarti ayris telah menikah ?"


Maya tersadar oleh ucapan yang di katakan oleh wijaya tentang buyut .


" Iya maya . Kita akan segera menimang buyut . Apa kau bahagia ?"


Ucap wijaya yang kemudian memeluk istri nya .


Kebahagiaan yang di dapatkan maya membuat nya tak kuasa menahan tangis di pelukan wijaya.


" Iya ,,, aku sangat bahagia . Terima kasih atas semua nya .Apa aku bisa menemui cucu kita ?"


Wijaya melepas pelukan nya kemudian memandang wajah istri nya yang mengeluarkan air mata mengusap nya dengan pelan .


"Tidak untuk saat ini ."


" Kenapa ,,,,?"


Raut wajah maya yang berubah sedih ketika mendengar larangan wijaya bertemu ayris.


" Akan sangat berbahaya maya setidak nya sampai masalah sukma selesai ."


Wijaya melihat istri nya yang tampak berpikir tak menerima keputusan suami nya diam membisu .


" Ayo lah maya jangan seperti itu . Ini tidak akan lama demi keselamatan cucu dan buyut kita ."


Ucap wijaya .


Akhir nya maya menganggukkan kepala nya menyetujui keputusan suami nya .


Meskipun begitu maya sangat bahagia dengan berita yang di sampaikan suami nya tersebut .


Bersambung 😊😊🙏🙏🙏


Part ini dulu ya .