
Di tempat Zain dan ayris .
Zain yang memberi kejutan pada istri nya terlihat bahagia melihat senyum manis istri nya .
Sebuah pulau hadiah dari sang kakek lengkap dengan mansion dan transportasi nya merupakan kebahagiaan tersendiri dengan istri nya meskipun ia sanggup membeli nya tapi setidak nya kakek nya itu menyukai istri nya .
" Sayang , ini beneran pulau milik kita ? Apa kakek tidak salah memberikan pulau sebagus ini ?"
Ayris yang masih tidak percaya dengan apa yang di lihat nya begitu takjub dengan pemandangan alam sekitar .
" Hemm,,, ."
Seperti biasa zain yang irit bicara menjawab dengan singkat .
" Aku menyukai nya , terima kasih kakek nenek ."
Ucapan ayris membuat zain mengernyitkan dahi nya .
" Kenapa kakek dan nenek ? Suami mu ini yang membawa mu kesini ."
Seperti biasa nya zain tak ingin di nomer duakan dengan siapa pun melayangkan protes pada istri nya .
"Kakek dan nenek yang memberikan nya ."
Jawaban ayris tak lantas membuat zain diam tetapi serigala kutub ini masih ingin memberi istri nya peringatan .
" Aku juga bisa memberikan nya untuk mu bahkan lebih dari ini ."
Mendengar perkataan zain , ayris berhenti melangkah kan kaki nya menuju halaman mansion yang terletak tidak jauh dari pantai tersebut mengerti jika suami nya sedang cemburu .
" Sayang , terima kasih telah mengajak ku kesini . Aku mencintai mu ."
Bisik ayris menghampiri zain dan memeluk nya .
" Dasar serigala dingin egois tak mau mengalah sama sekali ."
Gumam ayris dalam hati nya .
Zain meraih tubuh mungil ayris ke dalam pelukan nya dan menyunggingkan senyum di sudut bibir nya tanda kemenangan untuk nya .
" Sayang , aku ingin minum kelapa muda itu ."
Ucap ayris ketika kepala nya menengadah ke atas terlihat pohon kelapa muda yang tidak seberapa tinggi .
" Baik lah , aku akan menyuruh orang memetik nya. "
Ucap zain menyuruh ayris duduk di kursi pantai .
" Tidak , aku ingin kau sendiri yang memetik nya."
Ayris bersikeras ingin suami nya yang memetik nya .
" Baiklah , jika kau tidak takut terjadi sesuatu pada suami mu ."
Zain yang melepas sandal nya berjalan mendekati pohon kelapa ingin memanjat pohon kelapa muda terhenti dengan suara teriakan ayris .
" Tidakkk,,,, sayang . Jangan ! suruh orang memetik nya. "
Ayris yang berpikir keras dengan ucapan suami nya merasa takut terjadi sesuatu dengan zain.
" Hemm,,,,,."
Tanpa reaksi apa pun zain hanya menjawab singkat dan membalikkan badan nya dengan senyum di sudut bibir nya .
Lalu zain menyuruh orang yang bekerja di mansion nya untuk memetik beberapa kelapa muda untuk ayris istri nya .
Zain kemudian duduk di sebelah ayris yang tengah berbaring di kursi pantai tersebut menikmati semilir nya angin dan pemandangan laut .
Beberapa saat kemudian pelayan yang memetik buah kelapa telah datang dengan beberapa kelapa muda petikan nya yang telah di buka oleh pelayan tersebut.
Lalu memberikan nya pada tuan dan nyonya nya .Ayris dengan sangat senang meneguk air kelapa muda tersebut lalu meminta sendok untuk mengambil buah yang berada di dalam nya.
Setelah merasa kenyang kemudian ayris berbaring kembali namun zain tak mengijinkan ayris kembali berbaring di kursi tersebut .
Zain lantas menggendong ayris masuk ke dalam mansion untuk surprise yang selanjut nya.
" Sayang ,mau kemana ? Aku masih ingin menikmati pemandangan pantai ."
Ayris yang tak menolak zain yang tengah menggendong nya namun juga melayangkan protes pada nya .
" Surprise yang selanjut nya."
Ucap zain mengedipkan mata nya .
Ayris tengah berpikir keras dengan ucapan zain yang baru saja ia dengar dengan surprise yang selanjut nya .
" Surprise lagi ? Apa sayang ,,,?"
Ayris mencoba bertanya pada zain tentang apa yang akan zain berikan pada nya .
" Hemmm ,,,."
Zain hanya mengangkat kedua bahu nya dengan ekspresi wajah yang cuek dan dingin .
" Huhhh ,,,, percuma saja bertanya."
Ayris kesal dengan sikap zain yang tak ingin memberitahu nya lalu mengerucutkan bibir nya .
Ayris memilih menyandar kan bahu nya di pundak zain menunggu dimana surprise akan di berikan zain pada nya daripada mencoba terus bertanya akan semakin membuat nya kesal .
Setelah beberapa saat kemudian zain yang berhasil membuat ayris kesal sampai ke kamar mereka menggunakan lift yang langsung ke depan pintu kamar .
" Sayang ,buka pintu nya !."
Zain sengaja menyuruh istri nya membuka pintu kamar tersebut .
Ayris kemudian meraih gagang pintu tersebut .
" Wahhhh,,,, . "
Ayris terkejut dengan surprise zain yakni di kamar mereka yang di lantai bertabur bunga serta bagian ranjang tempat tidur berbentuk heart serta pernak pernik hiasan yang ayris sangat sukai membuat ayris mengembangkan senyum nya lalu mencium kilas bibir zain .
" Apa ini bulan madu yang kau janjikan ?"
Bisik ayris yang malu malu kemudian menyembunyikan wajah nya .
" He'em ,,,."
Jawaban yang zain lontarkan dan ayris dengar bagai petir yang menyambar nya jantung nya hingga berdegup kencang .
Meskipun ini bukan malam pertama bagi nya atau pun sudah sering mereka lakukan tetapi ayris merasa gugup .
Zain lalu meraih remot kunci pintu tersebut .
Klik,,,,,
Suara pintu yang terkunci membuat degup jantung ayris semakin tak beraturan dan membuat nya semakin gugup .
Zain menurunkan ayris tepat di ranjang tempat tidur , membaringkan tubuh istri nya secara perlahan .
Zain memandang kegugupan yang ada di wajah istri nya , ia pun tak mengerti kenapa ayris bisa segugup itu .
Tangan jahil yang kini telah menyusuri di setiap lekuk tubuh ayris kini terhenti untuk membuka kemeja yang sengaja ia pakaikan pada istri nya tadi.
Zain kemudian mencium bibir cerry ayris yang begitu menggoda nya memagut nya dan melahap nya hingga ayris kesulitan untuk bernafas.
Salah satu tangan zain yang mulai bergerilya menyusuri setiap lekuk tubuh polos ayris membuat nya menggeliat merasakan keniknatan yang tidak seperti biasa nya.
Ketika tangan itu berhenti di daerah inti gua terlarang membuat ayris menggeliat meloloskan desahan nya .
" Ahhhhh,,,,, ."
" Ahhhhh,,,,,."
" Sayang,,,,, ."
Ayris yang terbawa arus permainan zain di daerah inti nya membuat nya terbuai melayang ke surga dunia .
Zain yang masih memagut bibir cerry ayris kemudian melepas nya dan melepas kan kaos yang menempel di tubuh nya sementara ayris memaksa melepas celana bagian bawah zain .
Setelah kedua nya sama sama polos zain kembali bersemangat melahap keduagunung kembar ayris secara bergantian .
Ayris hanya memegang pundak zain sesekali meremas merasakan kenikmatan yang sangat ia nantikan .
" Sayang ,,,, aku sudah tidak tahan . "
Ucapan ayris membuat zain menyunggingkan senyum nya .
" As your wish ."
Zain yang akan memasukkan kedua inti mereka tertahan tangan ayris yang menatap nya penuh arti .
" Sayang , pelan pelan .Aku takut menyakiti baby ."
Ayris yang menatap dengan seksama membuat zain mengerti arti kegugupan istri nya .
Zain tidak menjawab nya namun hanya memberi anggukan pada istri nya.
Zain yang memulai pergerakan dengan perlahan lahan masih saja membuat istri nya mengeluarkan desahan maut yang membuat nya semakin bersemangat memacu tubuh nya meskipun secara perlahan .
" Ahhhhh ,,,,, sayang ,,,,,."
" Emmmmhhhh ,,,, ."
" Ahhhhhh ,,,,
Desahan demi desahan lolos dari mereka membuat permainan semakin memanas dan memuncak .
Ayris yang tidak puas lalu merubah posisi nya di atas tubuh zain , bergoyang erotis disana membuat empu nya merasa hawa panas kian menjalar di sekitar tubuh nya .
" Shhhhhh,,,,,ahhhhhhh,,,, ."
" Ahhhhh,,,, emmmmhhhh ."
Tubuh sexy dengan perut nya yang membuncit dan juga dengan kedua gunung kembar yang membengkak membuat zain serasa berada di surga dunia .
Zain tidak tahan lagi lalu bertukar posisi dengan ayris .
" Ahhhhhhh,,,,."
Mereka bersama sama mencapai puncak nya dan berbaring di atas ranjang yang bertabur kelopak bunga mawar .
Zain kemudian meraih istri nya ke dalam pelukan nya meskipun bercucuran keringat olahraga mereka .
" Kau menyukai surprise nya ."
Zain meraih wajah cantik ayris yang terlihat malu menjawab pertanyaan zain hanya menganggukkan kepala nya .
" Setelah ini akan ada surprise lagi ."
Dengan senyum devil nya zain memberitahu ayris membuat nya sedikit berteriak meskipun tidak keras .
" Apaaaaa,,,, !."
Bersambung 😊😊🙏🙏🙏
Surprise apa hayoooo,,,,
Author akan revisi ulang ya bagian bab bab awal
terimaksih saran dan kritik nya