
" Sayang, apa lily sudah datang ?"
Semua orang menatap ke arah liana istri jack yang seakan terperanga melihat kehadiran seseorang . Entah siapa yang tengah di tatap oleh liana hingga tak berkedip sama sekali .
" Nona , anda di sini ? "
Liana yang sadar dari lamunannya menghampiri ayris lalu memelukknya .
" Terima kasih , nona . Jika saat itu nona tak lewat tepat waktu mungkin saya sudah tak ada di dunia ini."
Ucap liana memegang kedua tangan ayris.
Sedangkan ayris hanya tersenyum menunjukkan giginya bahagia melihat orang orang disekelilingnya .
" Apa maksudmu sayang ?"
Pertanyaan yang akan dilontarkan zain terlebih dahulu di tanyakan jack pada liana istrinya.
" Sayang , nona ini yang menyelamatkanku sewaktu aku menabrak pembatas jalan saat frustasi mencari mu ."
" Cieeee,,,, paman cinta pertama bibi ya ? Frustasi kehilangan paman ?"
Suasana yang terlihat tegang menjadi cair seperti es saat terdengar celetukan lily atas sindirannya pada pamannya .
Blush on merah menyala di pipi liana membuatnya tersipu malu .
" Lily,,, tidak sopan berkata seperti itu pada bibi mu ."
Ucap jack mencoba menutupi tingkah istrinya yang tersipu malu .
" Lily bicara yang sesungguhnya ."
Ucap lily dengan nada tak senang pamannya lebih membela istrinya.
" Liana , maafkan keponakanku ."
" Tidak , jack . Tak masalah memang benar yang dikatakannya."
" Maaf bibi ,lily memang agak sensitif ."
Ucap dave .
" Ini ,,,?"
Liana menoleh pada dave yang mengulurkan tangan pada liana.
" Dave arijaya , suami pricilya."
" Dave arijaya , jangan katakan kamu adik dari zain arijaya ?"
Liana sedikit terkejut dengan perkenalan dave yang menyebut dirinya keluarga arijaya.
" Hem,, bibi tidak salah dan itu kakakku , zain arijaya suami kakak ipar ayris orang yang menolong bibi."
Zain mengulurkan tangan nya berkenalan dengan liana .
Dengan sedikit gugup dan juga masih tak percaya dengan situasi seperti ini , liana menyambut uluran tangan zain.
" Apa aku tidak salah dengar ? aku berbesan dengan keluarga arijaya ."
" Tidak bibi , bahkan sebentar lagi bibi akan mempunyai cucu."
Ucap lily.
" Huk ,,,huk,,,."
Lagi lagi lily berhasil memperdayai liana hingga terbatuk batuk dengan perkataannya.
Jack dengan sigap berlari mengambil air minum untuk istrinya hingga membuat rusdi terkejut melihat tingkah polah menantunya.
" Jack , ada apa ? Kenapa kau berlari seperti itu ?"
" Liana tersedak , ayah."
" Hah,,,,."
" Huk ,,, huk,,,."
Liana masih tak percaya dengan apa yang di dengarnya , bagaimana mungkin dia akan mempunyai seorang cucu sedangkan dia saja belum punya anak .
" Ini sayang ,minumlah !"
" Lily,,, ."
Tatapan mata jack beralih pada lily yang terkekeh geli senang melihat bibi nya gugup.
" Hem ,,, ada apa paman ? Ingin menyalahkan lily ? Apa perkataan lily salah ? Aku sedang mengandung kalau paman tak jadi kakek lalu menurut paman bagaimana ?"
Ucap lily menyilangkan kedua tangan nya dibilah dadanya.
" Benar sekali , jack pamanmu akan menjadi kakek dan liana akan menjadi nenek ."
" Hah,,,."
Liana tak percaya dengan apa yang di dengarnya , baru saja bertemu status nenek akan disandangnya.
" Tuh kan ,,,."
Lily merasa menang mendengar pembelaan tuan rusdi padanya .
" Prily , kemarilah ! Kakek ingin memelukmu , kau tak merindukan kakek ?"
Ucap tuan rusdi pada lily .
" Lily tidak mengenal siapa anda ? Dan kenapa memanggil lily dengan sebutan prily ?"
Ucap lily melayangkan protes.
" Lily ,,, tidak sopan seperti itu . Dia adalah teman ayahmu yang sewaktu kamu masih kecil membantu ayahmu merawatmu."
Sekali lagi jack berkata agak keras pada lily .
" Apa ucapan lily salah ?"
" Tidak ,nak. Kau benar , kakek yang salah tak mengenalkan diri dulu pada mu . Kakek adalah teman ayahmu dan sebutan prily hanya aku dan ayahmu dan juga pamanmu jack yang mengetahuinya."
Ucap tuan rusdi .
" Maaf kakek , lily tidak menyukai panggilan itu ."
Ucap lily.
" Baiklah , kakek akan memanggilmu lily . Bagaimana ?"
" Itu lebih baik ."
"Ayo kita masuk !"
Ucap tuan rusdi .
"lily sudah tidak selera berada di sini , ayo sayang kita pulang !"
Ucap lily menarik lengan suaminya.
" Eh,,, eh,,,."
Semua tercengang melihat perubahan mood dari seorang bumil bahkan jack kewalahan memenangkan hati lily keponakanya.
" Hah,,,,."
Dave menghela nafas kasarnya setelah berhasil membujuknya tapi hasilnya nihil sesampai disini pun lily tetap menginginkan pulang.
" Lily, maafkan paman tapi paman mohon kali ini saja ."
Ucap jack dengan nada memohonnya dan juga wajah frustasi nya.
Namun lily sama sekali tak menggubrisnya , mood lily ketika hamil muda memang mudah berubah apalagi akhir akhir ini memang lily sedang tak ingin keluar rumah .
Lily banyak menghabiskan waktu dengan belajar merajut baju baju bayi pada nenek wijaya.
Zain menyentuh pelan tangan istrinya, ayris seakan mengerti apa yang diinginkan suaminya .
" Lily ,,,,."
Sebuah suara menghentikan langkah lily bahkan tak mampu bergerak lagi.
Suara yang membuatnya merinding saat ia sedang berteriak.
" Yah , baiklah ."
Lily menghela nafas panjang sebelum akhirnya memutuskan mengalah .
Akhirnya, dengan satu kata saja ayris dapat mengendalikan mood bumil meskipun dengan terpaksa .
Semua bernafas lega terutama jack dan liana yang memang mengharapkan kedatangan lily.
Acara yang memang diadakan sengaja untuk mengelabuhi ajinata membuahkan hasil dimana anak buah zain memberitahu ajinata bergerak mendekati gedung konferensi pers namun tak mengetahui bahwa nyonya nata akan mengadakan konferensi pers.
" Ada apa zain ? apa terjadi sesuatu ?"
Jack melihat zain yang terlihat cemas.
" Sesuai rencana , dia bergerak mendekati gedung konferensi pers ."
" Waow ,,, sepertinya sangat lezat ."
Ucapan lily membuat liana bahkan jack sedikit nya tak terlalu khawatir dengan mood lily.
" Sayang , itu makanan kesukaan mu ."
Dave mencoba menggoda lily mengembalikan mood istrinya.
" Iya , tapi aku lebih menyukai masakan mama."
Ayris tersenyum mendengar jawaban lily mendekatinya membisikkan sesuatu .
" Sepulang dari sini aku akan menyuruh mama memasak untukmu ."
Bisik ayris.
" Benarkah ?"
" Hem,,."
Mendengar jawaban ayris , lily tampak tersenyum senang bahkan raut mimik wajahnya berbinar tak seperti tadi tampak ditekuk.
" Tapi ,,,,kau harus janji tidak membuat ulah . "
Tentu saja tak ada yang gratis , lily tampak mengerucutkan bibir nya mendengar permintasn kakak ipar nya.
" Baiklah ."
Dengan wajah memelas lily menyetujui permintaan kakak iparnya.
" Mari silahkan duduk ! Jangan sungkan zain ! "
Ucap tuan rusdi mempersilahkan mereka untuk duduk.
" Oh ,,,ya , sekian tahun tak bertemu kau sudah tumbuh menjadi pria dewasa sekarang, zain. Kakekmu pasti sangat bangga padamu ."
" Maafkan saya yang lalai dengan tugas yang diberikan kakekmu . Aku lalai tak menyadari jika dia bukanlah sahabatku ."
" Aku bahkan sangat percaya padanya dan hampir saja aku memberikan barang yang dititipkan kakekmu padaku kepadanya."
" Ini ,,,, terimalah !"
Tuan rusdi memberikan sebuah kotak yang diberikan oleh adinata sahabatnya tepat sehari sebelum adinata yang sebenarnya menghilang .
" Apa ini ,,, tuan ?"
Zain meraih kotak yang ada di depannya.
" Oh ,,, tidak ,zain. Jangan panggil aku tuan ! Aku dan kakekmu bersahabat sudah dari kecil jadi sudah sewajarnya juga kau memanggilku kakek ."
" Aku tak mengetahui dimana keberadaanmu saat kau berumur sepuluh tahun . Dia hanya mengatakan jika kau sekolah di asrama."
" Aku bahkan tak bisa melacak dimana keberadaan arijaya berada bahkan seperti hilang ditelan bumi ."
" Ajinata meyakinkan ku dengan beberapa bukti jika kau memang sekolah di asrama. Dan bodohnya aku percaya begitu saja."
Rusdi masih menceritakan bagaimana ia terpedaya dengan ucapan ajinata tanpa curiga sedikitpun .
" Aku baru menyadari ketika ia bersikeras menjodohkanmu dengan sila dan saat itu aku merasa ada yang aneh dengan gelagatnya , setelah itu kakek teringat kotak yang di berikan kakekmu padaku ."
" Hingga seorang anak muda yang mengaku asisten pribadimu memberikanku sebuah photo masa muda kami saat itu lah aku benar benar tak menyangka kalau ia telah menipuku selama ini."
" Semula aku tak ingin membuka kotak yang diberikan kakekmu padaku karena ia hanya berpesan untuk memberikannya pada cucu pertama nya."
" Saat aku berniat memberikanya padamu namun ternyata kau tidak hadir . Karena penasaran apa yang ada di dalam kotak tersebut hingga nenekmu nata tak boleh mengetahui nya , aku terkejut melihat isi nya ."
" Bukalah dan Lihatlah !"
Tuan rusdi menyuruh zain membuka kotak yang diberikannya .
Zain terkejut melihat isi dari kotak tersebut yang berisi berkas berkas dokumen penting tentang aset perusahaan dan juga stempel yang selama ini di cari oleh ajinata.
Bahkan sebuah pena yang orang awam pun tak mengetahui jika pena tersebut ternyata berisi sebuah rekaman antara kakeknya dan ajinata.
Bahkan sebuah flashdisk yang berisi rekaman cctv dimana ajinata menyingkirkan orang orang kepercayaannya .
" Zain , siapa gadis ini ? Apa dia istri mu ?"
" Benar ,kek . Dia ayristiani wijaya cucu dari kakek wijaya pemilik wijaya goup."
" Apaaa,,,, cucu wijaya ?"
Rusdi terkejut mendengar kalau ayris ternyata cucu dari sahabatnya juga yakni wijaya.
" Yah, nona ini yang menyelamatkan liana sewaktu kecelakaan ."
Liana menimpali keterkejutan ayahnya.
" Apaaa ,,,,jadi ayah berhutang budi pada keluarga wijaya ?"
Ayris hanya tersenyum tak menjawab apa pun .
Ketika suasana haru datang di antara mereka , anak buah jack memberitahu kalau ada seseorang yang menyamar menyusup masuk ke dalam gedung .
Jack dan zain memang bekerja sama menangkap ajinata namun juga membuatnya terjebak melakukan kejahatan hingga tak bisa untuk kabur dari kejahatannya.
" Ada apa jack ?"
Rusdi melihat menantunya yang terlihat aneh menyambungkan dari siaran langsung konferensi pers yang sengaja di adakan digedung, salah satu sebuah hotel ternama ke layar tv yang ada di ruang makan tersebut.
" Lihatlah ! Tuan ajinata menyamar sebagai seorang nenek nenek ."
Ucap jack .
" Waow ,,,, benar benar licik ."
Lily berhenti menyantap makanannya ketika melihat apa yang ada di depan matanya.
Sedangkan zain tersenyum simpul melihatnya sejenak lalu memilih mengambil makanan untuk istrinya.
Di gedung konferensi pers.
Ajinata berhasil masuk ke dalam gedung tersebut meskipun penjagaan sangat ketat tapi akal liciknya patut di acungi jempol .
Namun pada akhirnya ajinata telah kalah karena tidak ada konferensi pers apapun selain satu pertunjukan yang sengaja di buat zain dan jack memperlihatkan kejahatan ajinata.
Jack berhutang budi pada zain , selain itu juga curiga kalau ajinata terlibat dalam kejahatan yang dilakukan sastro terhadap ayah lily. Maka dari itu membantu zain mengungkap kejahatan tersebut.
Ajinata duduk di satu sudut kursi tak begitu jauh dari meja yang akan dijadikan tempat konferensi pers . Entah apa tujuan yang terselubung di dalam hatinya.
" Setidaknya aku bisa menyingkirkan keturunan mu ."
Gumam ajinata dalam hatinya.
Para awak media yang telah tiba duduk di tempat duduk yang di sediakan setelah memasang kamera di seluruh penjuru ruangan .
" Kenapa lama sekali ya ?"
" Iya ,benar ."
" Aku sudah tidak sabar ."
Bisik bisik orang orang yang ada di samping kanan kiri ajinata membuat ajinata sendiri sedikit risih saat beberapa orang memandangnya lalu berbisik bisik yang entah apa yang mereka bicarakan.
Tak berapa lama muncul dari balik pintu beberapa orang yang salah satunya membuat ajinata tercengang .
" Itu dia ,mereka sudah datang ."
" Iya benar ."
" Nata ,,,, . Apa aku tidak salah lihat ? Kenapa dia datang kemari ? Seharusnya zain dan istrinya yang datang ."
Gumam ajinata dalam hati nya.
" Apa ini sebuah jebakan ? "
" Ah,,,, shitt,,, mereka ternyata mempermainkanku ."
Sadar telah terjebak dalam permainan , ajinata berniat meninggalkan tempat itu namun beberapa orang yang berdesakan menghambat pergerakannya.
Salah satu orang yang menyebutkan memiliki bukti yang kuat yang dibawa oleh nyonya adinata kalau orang yang bersamanya bukan lah suaminya .
Langkah ajinata terhenti ketika mendengar pemberitahuan tersebut , menoleh ke belakang di mana Nyonya adinata yang kini tengah berdiri memegang salah satu microfon.
" Apaaa ,,,, bukti kalau aku bukan adinata ?"
" Bagaimana mungkin ? Tak ada seorang pun yang mengetahuinya kecuali dokter gila itu ."
Gumam ajinata dalam hati nya.
Ajinata tercengang melihat pena yang mirip di gunakan oleh kakaknya yang merupakan sebuah rekaman percakapannya dengan kakaknya.
" Apaaa ,,,, bagaimana mungkin pena itu ada bersama nya ?"
" Bukankah pena itu telah hancur bersama mobil nya sewaktu jatuh ke jurang ."
Rasa tak percaya menghantuinya bahkan ketika rekaman tersebut di putar yang memperdengarkan satu potongan kalimat , ajinata merasa panik lalu tak sengaja mengambil senapan kecil yang diambilnya dari balik rambut palsunya .
" Derrrrrrr,,,,,,,."
Bersambung 😊🙏