ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 167.


Sementara lidya yang telah bangun kemudian mengerjar mona yang ternyata kembali karena hendra membuat lidya terlihat senang .


Hendra yang lelah kehabisan tenaga nya karena usia nya yang tidak muda lagi akhir nya menyerah .


Sementara lisha yang telah menjauh berlari tak memperdulikan orang yang telah menolong nya .


Ia terus berlari memegang pipi nya yang tergores oleh wanita itu .


" Hahahaha,,, kau kembali ingin menyelamatkan suami mu ? "


" Bagus , pucuk di cinta ulam pun tiba .Aku bisa membuat kalian pergi bersama ! hahahaha,,,,,." Ucapan lidya membuat hendra geram dengan nya .


" Sayang cepat pergi ! pergi mona ! jangan kembali lagi ! Aku rela mati demi kebahagiaan mu dan anak anak .Cepat mona !." Mona yang seakan bingung pun terpaku memandang ke arah suami nya.


" Tidak mas , aku yang di ingin wanita itu ." Ucap mona.


" Tidak mona , jangan memohon pada wanita itu ! Cepat pergi !." Hendra yang tertahan oleh anak buah lidya hanya bisa berteriak keras pada mona .


" Aku mohon kak , lepaskan mas hendra ." Ucapan mona membuat lidya tersenyum sinis , ia yang tersulut emosi semakin sakit mendengar perkataan hendra mengambil pelatuk besi nya menembakkan tepat ke arah mona .


Derrrrrrrrr,,,,,


" Monaaaaaa,,,,." Hendra dengan sekuat tenaga berusaha melepaskan diri dari pegangan anak buah lidya berlari ke arah mona .


Namun setelah ia sampai di depan mona bukan mona yang tersungkur jatuh melainkan lidya yang terbidik tepat di jantung nya sebelum ia melepaskan tembakan nya .


" Mona ,kau tidak apa apa ? mana yang luka ?" Hendra menggoyang goyangkan lengan mona mrlihat ke atas bawah depan belakang dan hendra pun terkejut melihat istri nya baik baik saja , tepat di depan mata nya ia melihat lidya menarik pelatuk besi tersebut .


" Mas , apa aku baik baik saja ? " Mona yang masih terpaku diam mematung dengan pandangan kosong ke depan .


" Sayang , kamu baik baik saja kan ?" Hendra masih belum percaya apa yang terjadi di depan nya .


Dorrrrrr,,,,


Dorrrrrr,,,,,,


" Aaaaaaaaa,,,,." Suara tembakan yang terdengar lagi membuat mona berteriak histeris kemudian memeluk hendra .


Hendra pun menenangkan mona yang merasa ketakutan .


" Tuan , maaf kami terlambat . Anda tidak apa apa ?" Ucap seseorang yang berada di samping hendra .


" Tidak , kami baik baik saja ." Hendra yang kemudian menoleh ke arah suara melihat siapa gerangan yang nenyelamatkan nya.


" Aaaaaaaaa,,,,." Mona berteriak histeris melihat lidya tergeletak tak bergerak bersimpuh darah.


" Ada apa mona ?" Hendra yang terkejut mengikuti arah jari mona yang menunjuk ke arah lidya .


Hendra yang kemudian melepas genggaman tangan nya pada mona kemudian berjalan mendekati tubuh lidya yang lunglai tak bernyawa .


Sementara mona mengikuti hendra dari belakang mendekati lidya .


" Mas ,maafkan aku . Seharus nya aku yang pergi bukan kak lidya ." Ucap mona menyeslkan yang terjadi .


" Ini bukan salah mu mona , dia yang memilih jalan nya sendiri ." Ucap hendra meraih tubuh mona ke dalam pelukan nya .


" Maaf tuan , mobil sudah siap mari !." Ucap seseorang yang berada di tempat itu .


" Kalian siapa ? kenapa kalian menolong kami ?" Ucap hendra yang berdiri memapah istri nya .


" Kami orang suruhan tuan rian ." Ucapan orang tersebut membuat nya menghela nafas lega .


" Zain , kau memang benar benar keturunan papa arijaya . Selangkah lebih maju bahkan perhitungan mu selalu tepat. " gumam hendra dalam hati .


Setelah beberapa saat mereka sampai ke mobil beberapa orang yang mengawal pun mengikuti dari belakang dan beberapa orang masih tertinggal untuk menghilangkan jejak nya.


" Mas, rian itu siapa ? Kenapa ia menolong kita ?" pertanyaan mona mendapat senyuman dari hendra.


" Rian itu orang kepercayaan zain putra kesayangan mu .'' Ucap hendra kemudian masuk ke dalam mobil .


" Oh ,,, jadi yang menolong kita adalah zain putra kita sendiri . Tapi bagaimana ia tahu kita di sekap di sini ?" ucap mona yang merasa heran .


" Itu lah kelebihan putra mu ." Jawaban hendra membuat mona heran dan bingung .


Setelah beberapa saat mobil yang membawa mereka melesat dengan kecepatan biasa menuju rumah sakit sesuai perintah big bos.


" Mas , apa tidak sebaik nya kita semayamkan kak lidya mas ? bagaimana pun juga ia masih istri pertama mu ?" Ucapan mona membuat hendra mendengus kesal .


" Aku tidak peduli dengan hal itu , yang terpenting kamu dan anak anak selamat ." Ucap hendra mengalihkan pandangan nya ke arah jalan .


" Lagi pula aku belum bisa memaafkan perbuatan dia yang hampir saja mencelakai putri kita ."


" Aku tahu mas , tapi ,,,,,,." Hendra yang kesal menghentikan perkataan mona .


" Cukup mona !! Aku tidak ingin membahas nya lagi ." Mona yang hafal dengan perkataan suami nya hanya menggenggam tangan hendra menenangkan hati nya .


Sementara di mansion arijaya , zain yang tengah berendam mendapat berita tentang papa nya yang telah di bawa anak buah nya je rumah sakit untuk perawatan secara intensif .


" Apa sekarang papa mengerti ? Kenapa aku melarang klarifikasi berita itu ? Zain hanya ingin menunjukkan pada papa jika perempuan itu telah berubah ." Gumam zain yang kemudian menenggelamkan diri nya ke dalam bath up .


Beberapa saat kemudian ayris yang memyusul ke kamar mandi heran dengan bath up yang berisi air yang penuh tersebut .


Ia pun melepas semua pakaian nya duduk di samping bath up tangan nya sedikit bermain air di bath up .


Ketika ia menoleh hendak masuk ke dalam bath up tersebut , ia pun terkejut dengan kemunculan tangan yang menarik tubuh nya .


" Aaaaaaaa,,,,,,,." Ayris yang terkejut berteriak histeris.


Setelah tercebur di bath up bersamaan dengan kemuncuan zain .


" Ada apa sayang ? Kenapa kau berteriak ?" ucap zain yang kemudian memangku ayris dan memeluk nya dari belakang.


" Kau membuat ku terkejut . Kenapa kau berendam seperti itu ?" Ayris yang kesal karena ulah zain mengerucutkan bibir nya .


Zain yang gemas dengan tingkah ayris kemudian memagut bibir cerry milik nya ysng semakin menggoda nya .


" emmmppp,,, ahh ." Ayris mendesah pelan membuat zain terbakar nafsu nya .


Tangan zain yang bergerilya di hutan belantara menemukan sosok yang ia ingin kan .


Pasangan muda mudi yang tengah di mabuk asmara itu yang merasa dunia serasa milik nya tengah berolahraga pagi di bath up kesayangan nya .


" Emmphhhh ah,,,,." Desahan ayris kini memburu nafsu zain yang berada di ubun ubun .


Tak selang berapa lama zain yang berhasil membuat ular naga nya bersarang . Ayris yang menyukai bahkan menginginkan sejak pagi tadi hanya bisa pasrah dan menikmati setiap gerakan gerakan yang zain berikan .


Selang beberapa saat olah raga pagi nya selesai Ayris merebahkan tubuh nya di atas tubuh zain tersenyum puas .


" Sayang terimaksih olah raga pagi nya ." ucap ayris berbisik di dekat telinga zain.


Zain yang mendengar bisikan itu kini mengerti apa yang ayris maksud pagi tadi .


Zain tersenyum memeluk ayris dari belakang meraba perut ayris yang mulai membuncit .


Bersambung 😊😊🙏🙏🙏